icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ZORA Pupus Sebelum Mekar

Bab 2 Dipertemukan Oleh Takdir

Jumlah Kata:732    |    Dirilis Pada: 22/11/2023

rtemukan O

sebab itu, kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan?"

Dia menginginkan Ryan dan Z

menyakiti banyak orang. Agung,

l dan menikah dengan Ryan juga tanpa sepengetahuan Agung. Maka kemba

ung. Pergi saja ke masa dep

nah mencari kami kalau

k. Dia tidak mampu mengatakan itu. Dalam hati, dia menginginkan Nisa menjadi mas

an. Namun semua sudah terlambat. Ryan menyesal tidak m

sebelu

lihat bayi perempuan itu tertidur. Sembilan belas jam sudah bayi itu lah

u-satunya yang Ryan tempuh adalah mencari Ibu susu un

ang cukup untuk membayar I

di salah satu ruang rawat inap. "Ibubpunya bayi? Ap

a belum

a satu pun yang bersedia menolong. Bukan, bukan tidak b

an punya bayi kembar. Tidak

i rumah Ryan. Dan s

i. Di sana dia menjumpai seorang ibu muda

g tubuh kurus itu. Memandangnya sekilas l

anita itu lebih muda dari Nisa. Hanya saja wajahnya

yi saya di rumah sakit kare

alin

u. Asal kamu mau membag

ni

kanya menyiratkan kebimba

enjual bayi saya,"

lewat dinding kaca. Bayi perempuan itu be

ri menunjuk sebuah boks bayi. "D

ngikut ke mana jari Ryan men

cinta, kasih sayang dan harapan. Bayi perempuan itu punya hara

yan menjulurkan tangan pada

pin

. "Dan itu bayi saya." Dia menunjuk sebuah boks bay

wasa yang tengah membicarakannya. Ryan terpaku meli

dalam logika. Sihir itu cinta. Sihir itu kasih sayang. Sihir

beri apa yang tidak dia dapatka

gis haru oleh kesediaan Lisa. Tersenyum bahagia karena Zohr

bukan Nisa melainkan orang lain.

uster jaga, Ryan menyerahka

epas dari sosok Lisa. Sambil berandai dia membayang

a malu dan tentu saja salah jika membiarkan Ryan berada di dalam ruanga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ZORA Pupus Sebelum Mekar
ZORA Pupus Sebelum Mekar
“"Bayi kita butuh ASI dari ibunya. Aku mohon." Ryan menggendong bayi perempuan mereka dalam buaian. Untuk ke sekian kali ia meminta. Nisa masih terbaring di atas brankar. Ketika Ryan menaruh bayi itu di sampingnya, Nisa memalingkan wajah ke dinding. Rasanya tidak sudi melihat bayi mungil itu. Dia tidak pernah menginginkan bayi itu lahir. Bahkan jika bisa, dia ingin bayi itu tiada sejak dalam kandungan. Namun segala upaya yang dilakukan, tak ada yang berhasil. Janin itu malah tumbuh subur di rahimnya. "Nis, kamu ibunya. Tolong, berikan dia ASI," bujuk Ryan sembari mengelus pipi bayi perempuan yang cantik itu. "Sekali aku bilang enggak. Itu berarti enggak," tolak Nisa. "Dia butuh kamu, ibunya." "Tapi aku enggak butuh dia. Aku enggak pernah ingin dia hadir di hidupku." "Kamu boleh membenciku, tapi tidak dengan Zohrah."”
1 Bab 1 Pupus Sebelum Mekar 2 Bab 2 Dipertemukan Oleh Takdir 3 Bab 3 Bayi Perempuan 4 Bab 4 Luka dan Duka5 Bab 5 Kalung dari Ryan6 Bab 6 Jangan Pergi 7 Bab 7 Pulang ke Rumah 8 Bab 8 Perpisahan yang Tertunda 9 Bab 9 Bertemu Lisa 10 Bab 10 Melawan Restu11 Bab 11 Takut Berpisah 12 Bab 12 Mencintai Dalam Diam 13 Bab 13 Baru Sepuluh Hari 14 Bab 14 Kejutan Dari Agung15 Bab 15 Kangen Zora 16 Bab 16 Akan Kukembalikan Jodohmu17 Bab 17 Mundur Selamanya 18 Bab 18 Setelah 17 Tahun19 Bab 19 Kamu di Mana, Nisa 20 Bab 20 Mendatangi Yusuf21 Bab 21 Keputusan yang Salah 22 Bab 22 Mencari Nisa 23 Bab 23 Terlambat Menyadari 24 Bab 24 Nisa Salsabilla25 Bab 25 Aku Tahu Itu Kamu26 Bab 26 Reyza Mahendra27 Bab 27 Jangan Pupus, Bungaku28 Bab 28 Akhirnya Aku Menemukanmu 29 Bab 29 Mencuri Jodoh Orang Lain30 Bab 30 Si Perayu Ulung 31 Bab 31 Puncak Tertinggi Mencintai 32 Bab 32 Saudara Sepersusuan33 Bab 33 Rindu yang Menyiksa34 Bab 34 Lukisan untuk Nisa35 Bab 35 Bagaimana Kalau Aku Memaksa36 Bab 36 Surat Cinta37 Bab 37 Kejutan Paling 38 Bab 38 Bagaimana Kalau Kita Jadi Muhrim Lagi 39 Bab 39 I Love You 40 Bab 40 Jangan Memupus Harapan Orang Lain 41 Bab 41 Duda Meresahkan 42 Bab 42 De Javu43 Bab 43 Rumah Rehabilitasi Jiwa 44 Bab 44 Hikmah Dari Kepergian Nisa45 Bab 45 Sandra A. Hutama46 Bab 46 Menuang Rindu47 Bab 47 Cinta Pertama Rey48 Bab 48 Pernikahan Kedua 49 Bab 49 Akhir Sebuah Awal