icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mahkota Sang Dewi

Bab 2 Firasat

Jumlah Kata:1966    |    Dirilis Pada: 19/09/2023

nama yang disebutkan bundanya. Dia tidak tahu, apakah perempuan pilihan bundanya adalah ya

istikharah untuk meyakinkan diri dan memohon petunjuk kepad

ntuk kamu, kalau memang perempuan itu bukan yang terbaik, nggak pa-pa, Sein. Tapi, Bunda tetap berhar

nlah keputusan yang mudah. Namun, secercah harapan muncul

ranata dan Bu Diva Winarsih.

pria itu sudah lama lupa tentang siapa

dan perempuan. Tapi, Bunda lupa namanya." Ra

iris mata bundanya. "

*

ah di pos ronda.

k. Ini mau k

lipblam. Dia menatap pantulan dirinya lagi di cermin. Sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama Yusuf karena kesibukan sang pac

dalam-dalam. Tidak tahu ada firasat apa, tetapi gadis periang itu merasa

n. Jadi, gimana, dong? Mau di-cancel ke hari lain?" Ucapan Umar di meja makan terdengar sampai ke tangga.

-cancel, aku bisa berangkat sendiri," jawa

udah lumayan besar. Jangan sendirian. Kamu minta temenin ...." Ucapan Umar m

ihat Mutia berjalan melewatinya

nghampiri pria yang duduk di meja

iarin istri Abang yang lagi hamil besar berangkat sendirian. Kamu lagi ko

y-sorry banget, nih! Aku udah ada janji sama temen," jawab Mutia d

kai boxer. Mending lepas aja kalau bajumu kayak orang telanjang." Penol

tia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganny

bang sudah min

a gadis itu pasti akan stres kalau selalu mendapatkan tekanan. Apalagi yang memb

a?" Fina tahu betul apa kesukaan adik iparnya. Kalau s

vel ... Teteh serius?" Ucapan Mutia membuat Fina terkekeh. D

tapi kamu ganti baju dul

au tiga novel. Beneran tiga novel?" kata Mutia sambil berjal

inya agar Mutia percaya dan bergegas ganti baju. Setelah mendengar

enang, cerdas sekali memenangkan hati

pasti nggak bakal mau. Anak itu harus diturutin dulu apa maunya kalau mau dibim

yang tertutup kerudung, kemudian

ikut perut Umar agar tidak sembarangan menyebutnya. Siapa tahu

ar melingkarkan tangannya di pinggang Fin

h seperti anak kecil ketika mereka berduaan seperti ini. Dia juga malu kalau tidak bis

kayak gini? Pip

un segera mengambil tas Umar di meja makan dan menyodorkannya. Dia mendoro

memang masih sangat muda. Apalagi keduanya baru saling kenal setelah menikah, jadi cukup wajar kalau Fina masi

ia sembari menekan tombol telepon pada kontak Yusuf. Tidak menunggu

Aku udah nunggu dari tadi,

Maaf banget, ya, Suf? Kayaknya, aku nggak bisa jalan hari ini. Kita ganti lain waktu ng

ada janji duluan. Tetehmu bisa kontrol s

g mendadak membatalkan janji. Harusnya tidak seperti ini. Yusuf sudah mempers

sar, aku juga khawatir kalau dia berangkat se

apkan Yusuf sebelum akhirnya memu

gi? Dari awal, Mutia memang tidak punya perasaan apa-apa pada Yusuf. Dia menerima Yusuf menjadi pacarnya karena

untuk mengganti celananya dengan celana yang lebih panjang. Bertepatan

kakak iparnya. "Apa dia mendeng

kapan berdi

tu yang malah d

arus dia katakan? Kakak iparnya sudah memergoki, dia bingung

Teh. D

mu, 'kan?" Fina berjalan ma

mbari memejamkan mata seb

abangmu tau?" kata Fina tanpa perlu menjelaskan

ilang Abang, ya? Please ...,"

ya Fina dengan ekspresi yan

tau tidak padanya yang paling penting, Mut

Fina berta

rhatikan celana pendeknya yang mau di

uma nimbun dosa aja. Segera putusin dia," kata Fina secara final. Dia kemba

erduduk sambil mengelus dadanya. "Sumpah, kalau sampai Abi sama

*

ang dari tadi berkeliling untuk

ovel, jadi sisa satu novel lag

masih bingung mau

anya, Fina lebih tertarik ke novel-novel religi, sedangkan Mutia

nya

dia punya hobi membaca yang langka dimiliki anak-anak zaman sekarang. Setidak

nggak cuma fokus ke konflik romantis, tapi juga soal psikis." Mutia mengatakan itu sambil menunjukkan sampul kedua b

eh boleh pinjem?

semangat. "Nanti kita re

endasiin cerita bagus

ng kayak gitu. Terlalu flat dan banyak batasan. Di dalam Islam nggak boleh pacar-pacar

lu alim tidak bisa hidup asyik karena semuanya berlandas

"Di dalam Islam boleh pacara

keras, memancing perhatian beberapa orang karena kalimatnya yang sedikit melenc

yang mendengarnya pun sontak ikut t

isa git

dapet pahala." Fina menarik Mutia, mengajaknya ke salah satu rak buku yang ingin dia tunjukkan

h suami istri, mesra-

eh. "Kamu

sedikit tertarik untuk

hala. Senyum ke pasangan, romantis ke pasangan, perhatian ke pasangan, dapet pahala. Kalau pacaran? Malah sebaliknya. Senyum ke

elama ini gadis itu terlalu fokus dengan urusan dunia dan kebebasan masa muda. Dia tidak terlalu tertarik

-romantis, 'kan? Coba sekali aja baca novel yang kayak gini. Aku ja

yang tertera di sana: Pelengkap Imank

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mahkota Sang Dewi
Mahkota Sang Dewi
“Sejatinya apa itu cinta? Bagi Husein, cinta adalah saat dia mengatakan 'saya terima' dalam sebuah akad pernikahan, yang berarti dia menyatakan menerima tanggung jawab untuk mencintai, dan melindungi istrinya. Sementara bagi Mutia, pernikahan adalah hal paling merepotkan yang ingin segera dia akhiri apabila ada kesempatan. Hati yang sudah dimiliki orang lain menjadi salah satu alasan untuknya. Lalu, bagaimana jika mereka berdua dipaksa bersama dalam sebuah pernikahan? Apakah mereka sanggup untuk saling menerima dan mempertahankan pernikahan? Instagram @hi.shenaaa”
1 Bab 1 Permulaan2 Bab 2 Firasat3 Bab 3 Takdir4 Bab 4 Pertemuan5 Bab 5 Keputusan6 Bab 6 Jodoh 7 Bab 7 Lamaran8 Bab 8 Perbincangan9 Bab 9 Pengalaman10 Bab 10 Pacar11 Bab 11 Menjadi Pengantin12 Bab 12 Karena Terpaksa13 Bab 13 Keluar dari Hidupnya!14 Bab 14 Di atas Meja Makan15 Bab 15 Merasa was-was16 Bab 16 Kebingungan17 Bab 17 Tidur Nyenyak18 Bab 18 Menonton Film19 Bab 19 Kupu-kupu di dalam perut20 Bab 20 Gelisah21 Bab 21 Demam22 Bab 22 Sedikit Cemburu23 Bab 23 Kejujuran24 Bab 24 Menyesal seumur hidup 25 Bab 25 Kecelakaan26 Bab 26 Lemas27 Bab 27 Sebuah Rahasia28 Bab 28 Bukan lagi Rahasia 29 Bab 29 Jaga Mahkotamu30 Bab 30 Bergetar31 Bab 31 Apa yang menarik 32 Bab 32 Pulang33 Bab 33 Kebingungan34 Bab 34 Meninggal35 Bab 35 Kekesalan36 Bab 36 Menangis37 Bab 37 Kesan pertama38 Bab 38 Sabar39 Bab 39 Kesadaran40 Bab 40 Mimpi buruk41 Bab 41 Perihal Cinta42 Bab 42 Romantis 43 Bab 43 Keheningan44 Bab 44 Dia hanya...45 Bab 45 Menikah lagi 46 Bab 46 Kegalauan47 Bab 47 Menunggu48 Bab 48 Air mata49 Bab 49 Hamil50 Bab 50 Rahasia51 Bab 51 Madu52 Bab 52 Mengulur waktu53 Bab 53 Gelap54 Bab 54 Ketahuan55 Bab 55 Pulang56 Bab 56 Polisi57 Bab 57 Lemah58 Bab 58 Lima bulan kemudian59 Bab 59 Extra Part 160 Bab 60 Extra Part 261 Bab 61 Extra Part 362 Bab 62 Extra Part 463 Bab 63 Extra Part 564 Bab 64 Extra Part 6