icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mahkota Sang Dewi

Bab 3 Takdir

Jumlah Kata:1861    |    Dirilis Pada: 19/09/2023

a. Dia meletakkan tasnya di atas sofa dan mendekat ke branka

" tanya Rara. Terkadang dia juga merasa

n ayahnya. Aktivitas itu selalu dia lakukan tanpa henti. Setiap Rara bertanya apakah Husein tida

Husein mau ketemu dokter dulu, ya." Husein

au cari angin, bos

tidak punya pilihan lain selain mengangguk setuju. Dia pun mendekat untuk menggendong bundanya, memindahkan ke kursi

pnya. Dari raut wajahnya, dia senang bisa bert

n yang juga merupakan pasien lama di rumah sakit ini

Bu. Bu Yani sekeluarga

a operasi. Minta doanya, ya, Bu Rara, Nak Husein, semoga bisa sembuh dan

k. Lantas Rara menggenggam tangan Ya

er untuk pemeriksaan bagian dalam. Jadi, harus segera menuju ruangannya. Hal itu terpaksa membuat Yani

ssarah?" panggil seorang suster

u saja ingin menuju administrasi untuk membereskan bebe

i. Ada apa, ya, S

saya sebe

gar berada di sebelah bangku tunggu dan tidak lagi berada di tengah

amu ten

*

ala membaca judul dari novel yan

juga duduk di sebelahnya. Dia memperhatik

engeluarkan bolpoin yang ada di tas, lalu men

a diem aja

mal sampai rumah sakit. Padahal berbicara adalah salah satu hobinya. Kenapa dia d

perhatikan orang-orang yang berlalu-lalang di lorong rumah sakit. Bau

rengek Mutia. Mereka memang sedang m

lagi. Sa

h sakit. Kayaknya enak." Mutia jadi membayangkan sedapnya kuah mie di dalam mu

a udah dipanggil, malah antre lagi." Fin

Mutia sambil men

ya." Mutia mendekap ketiga buk

i harusnya tadi dititipkan Fina saja agar tidak perlu repot membawa

oilet di rumah sakit itu selalu bersih dan wangi. Dia suka sekali dengan

mayan," g

luar toilet. Dia mengedarkan pandang ke seluruh pen

ain, tetapi hal itu malah semaki

gan dokter kandungan tadi

ok ruangan apa yang ada di dekatnya. Di sana, dia melihat tulisan, 'Ruang Mayat'. Sontak ke

anget. Iya kalo masih bocah, ini udah segede gaban," g

khir rumah sakit. Mau belok ke kiri, ternyata menuju

at karena semuanya tampak sibuk dengan urusan masing-masing. Gadis itu

u. Siapa tahu ketemu,"

ng kosong sejak dari rumah. Namun, dirinya tidak mungkin hanya diam di satu tempat yang sama tanpa berusaha kemb

ng wanita paruh baya. Awalnya, Mutia tidak ingin berprasangka buruk lebih dulu. Dia hanya diam memperhatikan apa yang dilakukan pria itu. Menarik dompet da

buat buruk. Mutia pun berja

era kabur sambil memeluk dompet dan menggenggam

uli dirinya menjadi pusat perhatian kare

sedang membawa novel yang ukurannya juga tebal. Tanpa menung

tapi lemparannya meleset

ala

elemparnya lagi. "Ye

a terhuyung ke depan. Tubuhnya pun jatuh tengkurap. Di

kep, ka

berhasil mencegahnya dengan menendang keras

buat keributan," kata seorang dokter yang

i sini, Teh. Ini rumah sakit," kata sa

ilang rumah makan?"

a, terus maki-maki saya, ngelemparin buku ke kepala dan n

ret!" umpat Mu

u tadi. Sebaiknya Bapak ngaku biar hukumannya di kantor polisi nggak terlalu berat!" ucap Mut

ri? Teteh punya bukti?" kata dokte

k melihat, Dok. Saya juga nggak mungkin iseng nuduh bapak ini gitu aja. Saya udah

orban masih diam dan kebingungan di tempat. "Ibu juga tahu

lnya akan dicuri, atau lebih tepatnya tidak tahu. Karena kejadian itu dilakuka

tu bela gue atau emang nggak tau kalau barangnya

, 'kan? Saya

curi dan satpam di depannya. "Rumah sa

a nggak bersalah!" kata

, dong, kalau CCTV-nya diperiksa!" tegas Mutia de

empat yang sama. "Boleh periksa CCTV-nya, Pak? Buat

saya a

roda. Bahkan, hal itu bisa dijadikan bukti untuk kejahatan merencanakan pembunuhan karena posi

si, Pak! Teteh! Dok! Saya janji tidak akan mencuri lagi. Saya mel

dijadikan pembelaan buat berlindung dan nggak bertanggung jawab atas apa yang sudah Anda

anggup menyelesaikan kejadian ini dengan b

a mo

n yang mendekat den

ah sama Bapak?" tanyanya dengan n

ut wajah sang ibu menunjukkan b

ng bersama kami. Saya kerja siang malam jadi tukang becak, masih belum bisa melunasi biayanya. Anak saya terpaksa harus lahir dengan cara operasi kare

nak dengan bapak itu. Walaupun memang p

maaf

sia yang memiliki hati begitu lapang. Sementara bapak yang telah mencuri itu segera mengembalikan bar

alau boleh, siapa nama istri Bapak dan dia berada di ruangan mana? Saya ada sedikit rezeki yang mudah-mudahan bisa membantu." Wanita itu terlalu baik. Sa

kat berwujud manusia di sampingnya, mem

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mahkota Sang Dewi
Mahkota Sang Dewi
“Sejatinya apa itu cinta? Bagi Husein, cinta adalah saat dia mengatakan 'saya terima' dalam sebuah akad pernikahan, yang berarti dia menyatakan menerima tanggung jawab untuk mencintai, dan melindungi istrinya. Sementara bagi Mutia, pernikahan adalah hal paling merepotkan yang ingin segera dia akhiri apabila ada kesempatan. Hati yang sudah dimiliki orang lain menjadi salah satu alasan untuknya. Lalu, bagaimana jika mereka berdua dipaksa bersama dalam sebuah pernikahan? Apakah mereka sanggup untuk saling menerima dan mempertahankan pernikahan? Instagram @hi.shenaaa”
1 Bab 1 Permulaan2 Bab 2 Firasat3 Bab 3 Takdir4 Bab 4 Pertemuan5 Bab 5 Keputusan6 Bab 6 Jodoh 7 Bab 7 Lamaran8 Bab 8 Perbincangan9 Bab 9 Pengalaman10 Bab 10 Pacar11 Bab 11 Menjadi Pengantin12 Bab 12 Karena Terpaksa13 Bab 13 Keluar dari Hidupnya!14 Bab 14 Di atas Meja Makan15 Bab 15 Merasa was-was16 Bab 16 Kebingungan17 Bab 17 Tidur Nyenyak18 Bab 18 Menonton Film19 Bab 19 Kupu-kupu di dalam perut20 Bab 20 Gelisah21 Bab 21 Demam22 Bab 22 Sedikit Cemburu23 Bab 23 Kejujuran24 Bab 24 Menyesal seumur hidup 25 Bab 25 Kecelakaan26 Bab 26 Lemas27 Bab 27 Sebuah Rahasia28 Bab 28 Bukan lagi Rahasia 29 Bab 29 Jaga Mahkotamu30 Bab 30 Bergetar31 Bab 31 Apa yang menarik 32 Bab 32 Pulang33 Bab 33 Kebingungan34 Bab 34 Meninggal35 Bab 35 Kekesalan36 Bab 36 Menangis37 Bab 37 Kesan pertama38 Bab 38 Sabar39 Bab 39 Kesadaran40 Bab 40 Mimpi buruk41 Bab 41 Perihal Cinta42 Bab 42 Romantis 43 Bab 43 Keheningan44 Bab 44 Dia hanya...45 Bab 45 Menikah lagi 46 Bab 46 Kegalauan47 Bab 47 Menunggu48 Bab 48 Air mata49 Bab 49 Hamil50 Bab 50 Rahasia51 Bab 51 Madu52 Bab 52 Mengulur waktu53 Bab 53 Gelap54 Bab 54 Ketahuan55 Bab 55 Pulang56 Bab 56 Polisi57 Bab 57 Lemah58 Bab 58 Lima bulan kemudian59 Bab 59 Extra Part 160 Bab 60 Extra Part 261 Bab 61 Extra Part 362 Bab 62 Extra Part 463 Bab 63 Extra Part 564 Bab 64 Extra Part 6