icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Garwo, Satu Hati Sampai Nanti

Bab 5 Dua Perempuan

Jumlah Kata:1086    |    Dirilis Pada: 17/09/2023

y Re

*

dekat rumahmu. Sekarang nggak pa

banyak kerjaan,"

. Jangan buat aku marah, deh. Aku bisa la

kamu mau. Kalau nggak, ya, s

ayak karet." Ilyana

Jika untuk memaki-maki, rasanya tidak mungkin. Bukankah yang bersalah adalah perempua

uka untuk tidak mengganggu hubungan r

endarai motor matic butut milik sang suami sejak jaman mereka sekolah, Yanti menuju kafe tempat janji

erjalan mendekati perempuan yang hadirnya mengusik ketenangan rumah tangga. Tak ada se

na, "aku ngajak kamu ketemuan bukan untuk makan-mak

asal membubuhkan tanda

ipoligami. Satu-satunya jalan kalian harus bercerai." Ilyana mena

dari hidup Mas Basuki. Kamu tahu, antara aku dan dia

utku juga ada calon anaknya. Ngalah aja kenapa? Lagian kamu cu

, ya, cuma calon dan itupun belum dike

mbarangan, ya! Aku tahu siapa bapa

atu laki-laki. Ngaku aja, deh." Entah ketenangan dari mana yang Yan

eraian itu atau aku akan melaporkan

mau diomongin lagi, 'kan. Aku pulang." Perempuan

a. Gimana perkembangan spikologinya kalau papanya punya istri. Belum, malu yang

pak oleh Yanti. Nyaris perempuan itu menaruh rasa i

ia. Belum ada sedetik

ya.Namun, kekasih gelap sa

ngomong. Gimana, sih?"

rbalik.

rkan sebuah map, "cep

, lalu di mana kamu taruh pikiranmu untuk anak-anakku," ucap Yanti. Dia mengembus

menjawab. Beruntung keadaan kafe sepi,

apa?" Yanti tak peduli lagi dengan pe

menuju taman hijau yang sengaja dibuat untuk tempat bermain anak-anak di perumahan sekitarnya. Menghirup udara sebanyak-banyakn

i sekalipun kalimat yang terlontar tadi cukup menyakitkan juga. Perempuan yang mengenakan dress sederhana

uk di bangku sekolah menengah. Janji untuk tetap bersama, meskipun sang kekasih men

uarga menentang pernikahan karena Yanti dianggap akan mengganggu keberhasilan d

engatakan jatuh cinta pada salah satu teman kuliah dan tahun-tahun berikutnya masalah dan

kelakuan Basuki menggila. Kabar perselingkuhan berseliweran mengh

apan aku akan menerima ujian ini? Rasan

irik arloji di tangan kiri dan segera pergi dari sana. Sudah terlalu lama dia

. Jangan sampai anak dan suaminya pulang terlebih dahulu. Namun, ketika dia sampai di depan pa

elengking memanggil namanya. Kelopak mata lelaki itu membuka semp

nnya diam di rumah malah keluyura

ami. "Aku keluar memang ada keperluan. Kita masuk dan aku jelas

urukmu. Jadi istri kok keluyuran

aan Basuki. Dia berjalan begi

iak Basuki, "apa

rumahnya. Duduk di sofa depan ruang televisi dan memijit pelipisn

pingmu ada berapa sampai nggak d

t, Mas," ri

. Aku harus mencer

n bertahan jika Basuki tak mengharapka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Garwo, Satu Hati Sampai Nanti
Garwo, Satu Hati Sampai Nanti
“Orang jawa menyebut garwa sebagai kepanjangan dari sigarane nyowo atau yang kita kenal sebagai belahan jiwa. Disebut belahan jiwa karena memang penciptaan seorang perempuan dari tulung rusuk seorang laki-laki sehingga keduanya merupakan satu-kesatuan jiwa. Namun, apa jadinya jika seseorang yang disebut belahan jiwa tidak pernah menghargai pengabdian pasangannya. Menemani seseorang dari nol bukan berati dia akan membalas dengan kesetiaan hingga akhir hayat. Ujian demi ujian dalam pernikahan itu akan selalu hadir, tetapi jika ujian yang dihadapi hanya berkutat pada masalah perselingkuhan dan perpelakoran. Akankah tetap mengukukuhkan ikatan pernikahan? Baca aja, ya! Ambil sisi baik cerita ini, buang jauh sisi buruknya. Happy Reading.”
1 Bab 1 1. Badai Kehidupan2 Bab 2 Bertahan Dalam Luka3 Bab 3 Tak Tahu Malu4 Bab 4 Teror5 Bab 5 Dua Perempuan6 Bab 6 Bukan Pilihan 7 Bab 7 Derita Membahagiakan8 Bab 8 Kehidupan9 Bab 9 Chalya dan Bagas10 Bab 10 Pertemuan11 Bab 11 Janda12 Bab 12 Awal, tetapi Akhir13 Bab 13 Tuduhan Keji14 Bab 14 Terima Kasih15 Bab 15 Semakin Dekat16 Bab 16 Bisik-bisik Menyakitkan17 Bab 17 Kode-kodean18 Bab 18 Terpesona19 Bab 19 Rencana Masa Depan20 Bab 20 Keputusan Final21 Bab 21 Hidup Baru22 Bab 22 22. Harus 23 Bab 23 Penyesuaian