icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menikah-Paksaan

Bab 5 Adukan saja

Jumlah Kata:1070    |    Dirilis Pada: 16/08/2023

endu dan duka, sebagai wanita normal Suly pun ingin seperti

gan melamun ... nanti anak ayam tetangga pada mati dan mint

in dan berkecukupan. Jangan seperti hidup yang telah kita lewati, Kalau saja kau menikah dengan Firman, belum tentu. Lagian buktinya dia

itra juga ingin Tante hidup bahagia menemukan seseorang yang me

amu menjelaskan hubungan dengan firman mau sampai kapan? 1 tahun

nya mengatup dan menyadari apa y

bahagia, menikah dengan orang yang tepa

terharu nih," ucap Habibah tang berdiri di dekat pint

enyum getir. "Ibu, sejak kapan berdiri di

lian berpelukan, maaf ya saya tadi lama meni

sekarang?" Citra kali bertanya dan men

nyaman, kan. Dengan pakaian yang kalian coba ini? kala

a nyaman kok,

lu, oya sepatunya sudah di coba bel

sahut Suly yang melepas kembali

n melongo depan cermin. "Citra apa kamu yakin akan menikahi laki-laki yang

ti aku akan berusaha jadi istri yang baik

tu bisa menerima kamu se

tahu kalau akan saling menyayangi

ragu dan satu sisi lagi siap akan pernikahannya. Meskipun

Mbak boleh tahu?" Habibah menatap l

g ini saya bekerja di sebuah laundry. Yang penting saya dapat

enting halal, emang suami Suly ke

dalam. "Aku tidak bersuami, dan bel

... tidak

Habibah. "Tidak apa-ap

sabar ya, tidak ada yang terlambat, siapa tahu es

lusan. "Terimakasih mbak. Memang buat apa s

ngan telat yang penting mendapatkan ya

dan kerudung pasmina, yang ia kenakan dar

dari Citra namun Citra tidak memberikan, melainkan memasuka

ijin ke toilet, kebetulan di kamar terse

ng. "Nanti Citra tinggal di sini ya mau kan? Ibu gak ada kawan, putra Ibu

angkuan. "Citra ... tergantung suami aja. Di m

, yang tidak jauh juga dari sini. Ya setidaknya

u tinggal berdua dong?" Citra melamun membayangkan nanti jika hid

ada seseorang, dan ternyata dialah Ikbal yang berdiri menatapnya. "M

kat tubuh Suly dari atas sampai bawah, alisnya dinaikan sebelah, "Kalau di

un tangan Suly di genggam dan di tarik kasar sehingga dada Suly menabrak tubuh bagian depan Ikbal, sontak Suly hampir menjerit. Namun mu

menjalar membakar jiwa, sungguh suatu pera

an. Ikbal adalah calon besan nya dan setatus suami orang. Suly melepaskan di

kan saya," ucap Suly menunjuk pria paruh baya itu tapi masih t

tri anda," ancam Suly dengan j

i saya yang akan lebih dipercaya oleh istri saya, dan ingatlah kau juga sangat menikmati sentuhan saya ba

usap bibirnya secara kasar agar kejadian tadi tidak berbekas. Tidak

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menikah-Paksaan
Menikah-Paksaan
“Citra Komala seorang gadis berusia 25 tahun, sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak kecil, dia tinggal bersama nenek dan tantenya. Beliau lah yang menghidupi Citra Komala dari kecil. Sampai akhirnya! Citra dijodohkan oleh tantenya, dengan seorang pria bernama Yusuf Akbar. Neneknya bernama Bu Fatma dan tantenya bernama Suly. Dengan terpaksa! Citra harus menerima perjodohan itu. Kalau menolak, mereka akan ditendang dari rumah. Sebab rumah yang selama ini mereka tempati. Akan pindah kepemilikan. Menjadi milik orang tua Yusuf. Pria yang akan menikahinya. Mau tahu kelanjutannya??”
1 Bab 1 Perkenalan2 Bab 2 Acuh3 Bab 3 Mana mungkin4 Bab 4 Gaun5 Bab 5 Adukan saja6 Bab 6 Tergoda7 Bab 7 Dingin8 Bab 8 Kesepian9 Bab 9 Berubah benci10 Bab 10 Hari H11 Bab 11 Malam pertama12 Bab 12 Tidak penting13 Bab 13 Sangat berharap14 Bab 14 Bakso15 Bab 15 Keindahannya16 Bab 16 Menghipnotis 17 Bab 17 Saya buktikan 18 Bab 18 Mau menikah19 Bab 19 Lusuh20 Bab 20 Ingat mantan21 Bab 21 Ketemu22 Bab 22 Tidak menyangka23 Bab 23 Takut kecoa24 Bab 24 Jangan khawatir25 Bab 25 Takut petir26 Bab 26 Bukan curiga27 Bab 27 Tidak kenal28 Bab 28 Histeris29 Bab 29 Bucin30 Bab 30 Bagai perangko31 Bab 31 Benci dan benci32 Bab 32 Menjadi candu33 Bab 33 Melihat berita34 Bab 34 Hampir menikah35 Bab 35 Meminta maaf36 Bab 36 Takut gelap37 Bab 37 Tukang gombal38 Bab 38 Kata sayang 39 Bab 39 Depresi 40 Bab 40 Pantai41 Bab 41 Jaga pandangan 42 Bab 42 Orang gila43 Bab 43 Cemburu44 Bab 44 Mengusir Citra 45 Bab 45 Pepes ikan46 Bab 46 Bidadari hati47 Bab 47 Bobrok48 Bab 48 Keanehan49 Bab 49 Di pukul ayah50 Bab 50 Sudah telat51 Bab 51 Bulan madu52 Bab 52 Sahabat lama53 Bab 53 Kurang sreg54 Bab 54 Sudah di madu55 Bab 55 Bau kebohongan56 Bab 56 Mau cerai 57 Bab 57 Pertama dan terakhir58 Bab 58 Sudah 6 minggu59 Bab 59 Tempat Citra60 Bab 60 Nasi menari61 Bab 61 Mau ke luar kota62 Bab 62 Bandung63 Bab 63 Pulang64 Bab 64 Melepas rindu65 Bab 65 Siapa tahu aja66 Bab 66 Bahagia