icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menikah-Paksaan

Bab 4 Gaun

Jumlah Kata:1035    |    Dirilis Pada: 16/08/2023

ya Citra menatap lembut Bu Fatma sembar

at ke sana dan titip salam buat orang yang ada di sana ya,

di jalan." Jelas Suly mengambil tasnya dan melangkah

" citra mencium punggung tangan bu Fatma kemu

Nona?" supir membukaka

m Ibu-ibu," ketusnya Suly menatap tidak

gangguk dan menyilaukan kemba

u. "Emangnya saya tua banget

ahlah, terima saja Tante ... memang benar sudah tua, kan? hi hi hi." Citra t

sudah tua. Awas ya balasan tante mu ini,"

ang yang di belakang, hanya tersen

di teras. langsung di sambut oleh bu Habibah yang mengulum

a mengucap salam dan menciu

masuk?" Habibah menggandeng tangan Citra diaja

duk kepada Suly yang masih berdiri sambi

mendudukan tubuhnya di sofa sebelah

"Ibu ambil minum dulu ya,

gerepotin mbak,"

kok," ucapnya Habibah

kitar. Matanya tertuju pada photo- photo ya

ahwa kamu akan menikah? tanya Suly pada Citra

n nya yang tampak melamun. "He

pan berisi tiga gelas air minum dan sepiring kue

s setengahnya saking hausnya. Melihat itu Habibah tersenyum dan menawa

ba pakaian buat acara nanti pernikahan?"

Yok, saya juga sudah tida

kah Habibah ke sebuah kamar yang sudah

gkap dengan kerudungnya," Habibah menyo

indah. Dulu cuma bisa membayangkan, namun kali

rsebut kepada Citra yang bengong. Perlahan Cit

ng di sukai." Habibah melempar se

Membawa gaun pengantinnya, d

ni berasa mimpi baginya, tidak menyangka sama sekali

Citra sambil memandangi dirinya di

mperlihatkan dirinya yang mengenakan gaun

dengan kecantikan Citra! gadis sederhana namun begitu sangat can

s dengan make-up nanti. Pasti sangat cantik, luar bia

sekali calon mantu Ibu," ucap Habibah sambil menatap t

Wajahnya merona merah dan menunduk begitu d

yumnya, lalu melihat ke arah Suly

pas tuh bajunya di badan dek

i," ucap Suly sembari memperha

Sebentar ya? Sepertinya suami saya pulang," beli

bal memasuki teras dan di

." Habibah mengambil t

ggang sang istri sambil berj

akaian untuk acara nikahan nanti," lirih Habibah sem

ang putranya. Sambil duduk di tepi t

menyambut baik pernikahan ini, tapi Ibu sangat berharap kehadiran Citra dapat merubah segalanya, dan b

kit. Merubah pemikiran bahwa ada wanita yang lebih baik dan mencintai dia sepenuhnya. Walau ti

bibah bertanya setelah melihat suaminya berbar

memejamkan pasang matanya. merasa

atu panggil saja di kamar sebelah," ucapnya Habibah lalu per

iri. Ya Allah aku tak ingin begini terus," gumamnya Suly dalam

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menikah-Paksaan
Menikah-Paksaan
“Citra Komala seorang gadis berusia 25 tahun, sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak kecil, dia tinggal bersama nenek dan tantenya. Beliau lah yang menghidupi Citra Komala dari kecil. Sampai akhirnya! Citra dijodohkan oleh tantenya, dengan seorang pria bernama Yusuf Akbar. Neneknya bernama Bu Fatma dan tantenya bernama Suly. Dengan terpaksa! Citra harus menerima perjodohan itu. Kalau menolak, mereka akan ditendang dari rumah. Sebab rumah yang selama ini mereka tempati. Akan pindah kepemilikan. Menjadi milik orang tua Yusuf. Pria yang akan menikahinya. Mau tahu kelanjutannya??”
1 Bab 1 Perkenalan2 Bab 2 Acuh3 Bab 3 Mana mungkin4 Bab 4 Gaun5 Bab 5 Adukan saja6 Bab 6 Tergoda7 Bab 7 Dingin8 Bab 8 Kesepian9 Bab 9 Berubah benci10 Bab 10 Hari H11 Bab 11 Malam pertama12 Bab 12 Tidak penting13 Bab 13 Sangat berharap14 Bab 14 Bakso15 Bab 15 Keindahannya16 Bab 16 Menghipnotis 17 Bab 17 Saya buktikan 18 Bab 18 Mau menikah19 Bab 19 Lusuh20 Bab 20 Ingat mantan21 Bab 21 Ketemu22 Bab 22 Tidak menyangka23 Bab 23 Takut kecoa24 Bab 24 Jangan khawatir25 Bab 25 Takut petir26 Bab 26 Bukan curiga27 Bab 27 Tidak kenal28 Bab 28 Histeris29 Bab 29 Bucin30 Bab 30 Bagai perangko31 Bab 31 Benci dan benci32 Bab 32 Menjadi candu33 Bab 33 Melihat berita34 Bab 34 Hampir menikah35 Bab 35 Meminta maaf36 Bab 36 Takut gelap37 Bab 37 Tukang gombal38 Bab 38 Kata sayang 39 Bab 39 Depresi 40 Bab 40 Pantai41 Bab 41 Jaga pandangan 42 Bab 42 Orang gila43 Bab 43 Cemburu44 Bab 44 Mengusir Citra 45 Bab 45 Pepes ikan46 Bab 46 Bidadari hati47 Bab 47 Bobrok48 Bab 48 Keanehan49 Bab 49 Di pukul ayah50 Bab 50 Sudah telat51 Bab 51 Bulan madu52 Bab 52 Sahabat lama53 Bab 53 Kurang sreg54 Bab 54 Sudah di madu55 Bab 55 Bau kebohongan56 Bab 56 Mau cerai 57 Bab 57 Pertama dan terakhir58 Bab 58 Sudah 6 minggu59 Bab 59 Tempat Citra60 Bab 60 Nasi menari61 Bab 61 Mau ke luar kota62 Bab 62 Bandung63 Bab 63 Pulang64 Bab 64 Melepas rindu65 Bab 65 Siapa tahu aja66 Bab 66 Bahagia