icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Skandal Mertua

Bab 2 Mengantar Tari

Jumlah Kata:997    |    Dirilis Pada: 15/08/2023

istrik. Wanita yang masih memiliki darah keturunan putri keraton itu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

bersamanya melangkah mendekati mereka. Namun mata Sabrina

it subur itu yang kemudian berdiri dan menunjuk sofa yang di sebelah Sabrin

berada di belakang sofa tung

at Bunda Asih menyebut pria

nda baik–b

e

tnya saat mendengar suara itu. Wajahnya begit

dia bukan Erlangga? Tapi kenapa wajah, suara, dan namanya sama. Dan ji

semacam skandal? Tapi siapa yang kurang kerjaan melakukan drama murahan seperti itu? Apaka

erproduksi di otaknya. Semakin dipi

" jawab Sabrina tergagap seraya

ebaiknya istirahat dulu!" ujar Bunda A

ya tidak sepenuhnya berbohong karena memang kepalanya pening

pannya. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan sua

gan Bulan kok mirip ya, Pak, Bu. Seperti pinang dibelah dua

a segera pamit sebelum terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Ke

tetap pusing memikirkan kej

abarkan meninggal lima tahun silam. Apalagi setelah

rlangga

abrina yang membuat sang driver terlonjak kaget.

ui tatapan aneh sang driver. Sang driver ha

ah, saat sang driver memangg

riak sang sopir hingga m

na meminta maaf lalu menyodorkan ua

ih terus kepikiran. Hingga me

ikirannya dengan mengecek dok

ngaku investor dan ingin mengajak Sabrina untu

ng itu. Mereka berencana membahas bisnis lebih lanjut di kafe dekat dengan sekol

a dan partnernya selesai me

tangannya. Lalu mengaktifk

g memberitahu kalau Tari pulang diantar oleh Erl

melirik ke arahnya. "Maaf,

. Kalau begitu saya permisi," pa

a karena Tari belum pulang. Dia mondar–mandir di

li dia mengigit kukunya saat mondar–mandir,

da sebuah mobil Lexus hitam

iba nongol dari pintu kac

ngan itu, kaca pintu mobil bagian depan terbuka dan menyembul so

mempersiapkan mental untuk bertemu dengan Erlang

rim sebentar," jawab Erlangga. Dia menyembulkan kepalan

juga menyapa Sabrina. Akan tetapi, Sab

Bahkan saat Tari dan Bulan berbincang pun, Sabrina sama sekali tidak mendengar. S

Bulan melambaikan tangan lalu menutup pintu kacanya otomatis. Ta

ina yang masih mematung dari kaca mob

rus ke depan, bahkan saat

i seraya menggunc

mencubit lengan mamanya hingga Sa

ubit Mama. Sakit tahu," keluhnya yang ditanggapi Tar

pekarangan rumah yang tekesan seperti

Heii, Tari, tungguin Mama!" teria

angkapnya dalam pelukan. Kemudian gelak ta

sedari mobil Erlangga berhenti di depan gerbang toko.

h menemukan persem

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Skandal Mertua
Skandal Mertua
“Lima tahun hidup hanya dengan putrinya, Ratna dikejutkan dengan kehadiran sosok pria yang membuat enggan menikah lagi. Sosok pria yang dikabarkan meninggal akibat kecelakaan lima tahun silam, dan membuat ibu mertuanya membawa salah satu putri kembarnya. Ratna disalahkan atas kecelakaan Erlang dan meninggal dunia. Lalu, saat ini. Ratna kembali berhadapan dengan Erlangga Edward–suaminya. Namun, Erlang sama sekali tidak mengenalnya.”
1 Bab 1 1. Pertemuan 2 Bab 2 Mengantar Tari 3 Bab 3 Kunjungan Mantan Mertua 4 Bab 4 Berpelukan 5 Bab 5 Penawaran6 Bab 6 Dikira masih suami-istri 7 Bab 7 Ancaman Sabrina 8 Bab 8 Reuni mantan keluarga 9 Bab 9 Permintaan Si Kembar 10 Bab 10 Berebut Perhatian Sabrina 11 Bab 11 Rumah Kenangan 12 Bab 12 12. Bia, bukan Sharon 13 Bab 13 Saya Bersedia 14 Bab 14 Mama Baru 15 Bab 15 Menyadari Sesuatu Hilang16 Bab 16 Kita Kerja Sama17 Bab 17 Pria yang Terlambat 18 Bab 18 Flashback 19 Bab 19 Kotak Berisi Pena20 Bab 20 Penggalan masa lalu 21 Bab 21 Kembali bersatu 22 Bab 22 Tari salah paham23 Bab 23 24. Mau saya cium 24 Bab 24 24. Bisa diam nggak 25 Bab 25 25. Dendam masa lalu 26 Bab 26 26. Dalang kebakaran27 Bab 27 27. Memberi pelajaran 28 Bab 28 28. Dasar Pelakor! 29 Bab 29 29. Salah partner 30 Bab 30 30. Melepas kangen 31 Bab 31 31. 32 Bab 32 Pisau Minder33 Bab 33 33. Adik madu34 Bab 34 34. Jangan tinggalkan, Mama! 35 Bab 35 35. 36 Bab 36 36. 37 Bab 37 37. Lama tidak berjumpa38 Bab 38 Hampir ket39 Bab 39 Cemburu buta40 Bab 40 Perjodohan waktu kecil41 Bab 41 Diam-diam mempotret 42 Bab 42 Kejutan yang mengejutkan43 Bab 43 Rencana selanjutnya44 Bab 44 Maafkan Bunda, Sayang!