icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pejuang Restu

Bab 4 Part 4. AUNTY KISYAN

Jumlah Kata:2106    |    Dirilis Pada: 27/07/2023

rgi ke luar kota. Setelah semalam, dirinya

Basti menyesali

an keluar yang terbaik bagi Raline, Basti tidak bisa berbuat

g akan dia lakukan di Makassar nanti, karena sebelumnya Basti memang belum pernah ke sana. Dan alasan yang membuat Basti memilih Makassar sebag

rumah salah seorang pengasuh Basti sewaktu dirinya masih kecil. Basti biasa memanggilnya dengan panggilan aunty K

asti. Hanya saja, sejak Kisyan pindah ke Makass

lum juga di buka. Hingga akhirnya dia memilih untuk m

dari rumah begitu dia mendapati pesan masuk dari Basti. Kini, ke dua orang itu terlihat

di dapur, jadi nggak mendengar su

uki rumah minimalis itu. Kondisi rumah sangat

bocah perempuan dari arah dap

ih bocah berusia tujuh tahun itu ke dalam gendongannya. Dia memutar

udah masuk SD tahun ini,

i," nasehat Basti pada Ganesha. Dia mengelus puncak kepala Ganesha dengan

esha mau jadi artis terkenal. Ganesha

. Mau kemana-mana susah, ribet, banyak yang minta foto," sambung

kayak Tante Helen, Ganeshakan cantik, pasti nanti yang nge-fans sama Ganesha

Bocah perempuan itu semakin terlihat mengge

sti ajak Ganesha ke J

Dia kembali sibuk dengan

Dia melongok pada makanan yang sedang di b

ni, makanya Aunty masak opo

i jadi lap

agi matang, ayamny

jalan ke arah lemari es dan me

n Basti menganggap rumah Kisyan sebagai rumahnya sendiri. Seperti halnya Helen, Ibunya yang juga sudah menganggap Kisyan seperti adik kandungnya sendiri. Hubungan mereka masih terjaga dengan baik sampai

enghampiri Basti di meja makan dengan semangkuk opor panas,

ti menyantap hidang

melihat cara Basti makan. Kelihatan se

u tidak tinggal dengan ibumu lagi? Ada apa Bas?" tanya Kisyan

. Lelaki itu mengelap sudut mulutnya dengan tissue da

ukan sekarang?" ucap Kisyan lagi, bola mata wanita itu tampak berkaca-kaca. Entah kenapa, Kisyan mendadak sedih ketika

a meraih punggung tangan Kisyan di atas meja dan mengusapnya perlahan. Pandangan mereka kini saling beradu. Bas

mendapat jawaban pasti dari Basti. Kisyan sudah sangat paham sifat Basti di luar kepala. Basti itu memang di kenal pendiam, penyendiri dan tidak mu

gejar karir jelas sangat mempengaruhi perkembangan mental B

epian. Dia hanya butuh kasih

nyum semasa Basti SMA dulu. Aunty tahu, apa alasan Basti pada akhirnya bisa lulus ujian dengan nil

kah?" Kisyan b

pilkan gigi-gigi putihnya yang rapi. Sebuah

i banyak sekali wanita di luar

mulai b

Basti hanya mencintai Raline, Aunty," ucap Basti tulus. Meski terd

g. Mungkin faktor kesepian dan keterdiamannya itu yang membuat Basti tak banyak bergaul dengan orang kebanyakan. Namun hal itu justru

ngkali dia timang-timang dan dia ninak bobokan dalam pelukannya, kini sudah me

aline?" Kisyan pikir, pembicaraan ini harus segera di selesaikan. Sebelum Basti berubah pikiran dan memilih untuk kembali diam. I

arian penuh. Kisyan yakin itu tidak benar. Basti tidak mungkin melaku

Helen yang selalu menilai sesuatunya melalui materi. Kisyan lebih paham sifat Basti daripada Helen sendiri selaku ibu kandung laki-laki setengah bule itu. Apalagi sek

bu-abu dalam benak Basti," ucap Basti apa adanya. Kali ini, dia tidak mau menyembunyikan hal apapun lagi. Mun

n-pelan pada Aunty, bagaimana

segalanya. Insiden pemerkosaan terhadap Raline

um terus mengembang di wajahnya. Saat itu, dia sengaja menyewa dua kamar tidur yang letaknya bersebelahan. Satu u

Raline, bahkan sejak dia masih duduk di kelas dua SMA. Dan selama itu Basti menyimpan perasaan itu sendiri tanpa berani mengungkapkannya secara langsung karena takut merusak hu

rasal dari kalangan keluarga tidak mampu, hingga dia beberapa kali mendapat bullyan dari siswa-siswa laki-laki yang dengki padanya akibat merasa kalah pamor di sekolah. Dan Raline lah satu-satunya cewek di sekolah yang berani m

nya, Basti yang dikenal berandal dan seringkali bolos sekolah jadi tertantang untuk be

memendam kecewa karena dia tidak seberuntung Bayu. Hingga akhirnya, dia pun memil

katan Basti dan Raline t

mana Basti berniat menya

kup lama di rofftop. Padahal terakhir mereka berbalas pesan sudah tiga jam yang lalu. Saat itu Raline mengatakan bahwa dirinya seda

efon Raline. Tapi sayang, hingga panggilan yang

untuk mengetahui keadaan Raline dan bermaksud mengecek keberadaan Raline di kediamannya, Basti menerima pesan masuk dari Raline yang mengatakan bahwa kini Ra

di antar ke atas rofftop. Bahkan Basti sudah membayar mahal pada salah satu bellboy yang dia suruh menunggu kedatangan Raline da

atas ketidaknyamanan yang terjadi menimpanya malam itu. Merasa kecewa sekaligus kesal, Basti

tu kosong. Tak ad

mempermainkannya malam ini. Basti yang sudah terlanjur kesal akhirnya memilih untuk

dirian masuk ke da

keesokan paginya dia terbangun, nyatanya Raline tengah t

i benang pun menempel di tubuh mereka. Hanya selimut putih tebal yang

sampai di situ. Basti kembali dibuat terperangah hebat, saat dia me

menerus mencoba untuk mengingat ap

tnya, Raline pu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pejuang Restu
Pejuang Restu
“"Jangan sakiti Mamih!" Teriak Basti sambil melempar barang di meja rias ke arah laki-laki yang sedang menindih sang Mamih. "Wah, jagoannya Jonas sudah datang. Hai jagoan, Om tidak akan menyakiti Mamih kamu kok. Om mau buat Mamih kamu enak," Aldri menyeringai mesum. "Kamu tidak akan pernah bisa menghindariku lagi Helen! Ingat, kartu matimu ada ditanganku. Bukankah selama ini kita saling mencintai? Aku hanya ingin kamu merayu Jonas untuk mengalihkan seluruh hartanya kepadamu, lalu kita akan hidup bahagia bersama. Bukankah itu rencana kita sejak awal? Tapi kenapa sekarang sikapmu berubah? Kamu bahkan lebih sering membela Jonas? Apa mungkin hatimu sudah berpindah pada Jonas?" tutur Aldri panjang lebar. Napas lelaki itu kian memburu. Helen hanya diam meski tubuhnya masih tetap meronta-ronta. Aldri memperkuat cengkramannya pada ke dua pergelangan tangan Helen.”