REVEAL

REVEAL

yuiiii

5.0
Komentar
474
Penayangan
60
Bab

Seorang laki-laki berkumis tipis yang masuk ke sebuah sekolah perguruan tinggi dengan alasan ingin mencari sahabat semasa kecilnya. Namun, bukannya menemukan sahabat kecilnya yang ia cari, laki-laki itu malah menemukan seorang gadis berambut sebahu yang awalnya ia pikir gadis itu agak aneh. Secuek apapun Rasen, gadis itu tetap mendekatinya sehingga pada akhirnya ia menyerah dan mencoba untuk membiarkan gadis itu dekat dengannya. Sampai akhirnya mereka bersahabat dan tidak terpisahkan. Hingga pada suatu hari ada sesosok hantu wanita yang mengaku pada Rasen kalau dirinya adalah sahabat kecil yang selama ini Rasen cari. Hal itu mampu membuat sikap Rasen berubah sedikit demi sedikit pada Eleena. Apakah Eleena bisa membuat Rasen bersikap seperti sebelumnya? Atau malah sosok hantu wanita yang selalu membuntuti Rasen yang akan menang membawa Rasen lebih jauh dari Eleena? Satu pertanyaan Rasen yang ingin ia cari tahu jawabannya, apakah sosok hantu perempuan tersebut benar-benar sahabat masa kecilnya yang selama ini ia cari?

REVEAL Bab 1 Sial

Bandung, 17 Juli 2018

Sore itu Rasen baru saja mengurusi sisa-sisa registrasi pendaftaran dirinya di salah satu universitas swasta di kota tempat ia tinggal. Rasendriya Abimanyu Sakheel. Dia baru saja keluar dari gedung dan berniat langsung pergi ke parkiran untuk segera pulang kembali ke rumah bertemu anak-anak bulu kesayangannya. Beberapa saat yang lalu, dia sudah mengelilingi kampus barunya itu.

Sesampainya di parkiran dia segera memakai helmnya sambil melihat-lihat ke arah gedung kampus itu. Dia teringat akan janji yang pernah ia buat dengan sahabat masa kecilnya, bahwa kelak saat besar nanti mereka akan berkuliah di universitas ini bersama seperti ayah sahabat kecilnya itu. Entahlah, Rasen hanya ingin mengikuti kemanapun sahabatnya itu pergi.

Sayangnya, sahabatnya itu pindah ke luar kota saat mereka masih kelas 4 SD. Dan mereka berjanji untuk bertemu lagi di kampus ini saat besar nanti.

Rasen tidak sengaja memandang ke arah rooftop gedung tersebut dan dia melihat seorang gadis berdiri di pinggir pembatas membelakanginya. Rasen terkejut, ia langsung berpikir sepertinya gadis itu mau bunuh diri. Dia melihat sekitar dan hanya melihat beberapa orang di sekitarnya yang tidak menyadari ada seorang gadis yang sepertinya mau bunuh diri.

Tanpa banyak berpikir, Rasen segera melepas helmnya lagi dan dengan panik segera berlari masuk lagi ke gedung itu untuk menghentikan gadis yang ia lihat.

Orang-orang yang ada disekitarnya sedikit heran dan tertarik melihat Rasen berlari dengan panik.

Karena sepertinya tidak memungkinkan menunggu lift turun, Rasen berinisiatif melewati tangga darurat. Rasen berlari sesegera mungkin takut-takut gadis yang ia lihat itu sudah lompat sebelum ia sampai.

Rasen tidak berfikir mengapa orang-orang di kampus itu tidak ada yang menyadari apa yang ia lihat, semua tampak tenang dan hanya sedikit heran melihat Rasen yang begitu panik berlari melewati mereka dan berlalu menaiki tangga darurat.

Tidak disadari Rasen sudah sampai di lantai delapan, satu lantai lagi ia sampai di rooftop. Ia sedikit terengah, dan akhirnya sampai di lantai sembilan. Matanya menatap sekeliling mencari sosok yang tadi ia lihat sebelumnya.

"Tidak ada," batin Rasen dalam hati.

Rasen berlari ke pinggir pembatas, melihat ke arah bawah takut gadis itu sudah terjun sebelum ia datang tapi nihil, gadis itu benar-benar tidak ada. Sedikit bingung dan kesal, Rasen berbalik berniat turun.

"Itu dia," batinnya. Rasen melihat gadis itu membelakanginya, dia berjalan ke arah tangga sepertinya akan turun. "Hei tunggu!" Rasen sedikit geram, ia mendatangi gadis yang ia lihat tadi. Gadis itu hendak turun lewat tangga tapi Rasen mencekal pergelangan tangan kanannya. "Dingin," batin Rasen.

Gadis itu menoleh, Rasen sangat terkejut sampai ia mundur kebelakang kala melihat wajah gadis itu. Genggaman tangannya pun segera ia lepas. Wajahnya putih pucat, banyak goresan luka di wajahnya, menatap Rasen dengan bola mata yang putih. Rasen melihat itu dengan sangat jelas.

Memang pada dasarnya sudah biasa Rasen melihat hal seperti ini. Tapi di sore itu Rasen benar-benar tidak menyangka kalau dia akan bertemu sosok yang berbeda dengannya. Hantu. Ya, dari kecil Rasen memang peka terhadap makhluk-makhluk seperti itu.

"Kamu bisa lihat aku?" tanya sosok itu sama terkejutnya dengan Rasen. Rasen yang masih sedikit terkejut ia bergeming lalu mundur lagi beberapa langkah.

"Tolong ...," ucap sosok itu lirih sambil mulai mendekati Rasen.

"Jangan mendekat, cepat pergi!" usir Rasen sedikit gemetar. Rasen ingin segera turun dari sana dan segera pulang. Tapi jalannya terhalang oleh sosok hantu gadis itu. Rasen memejamkan matanya lalu melafalkan ayat-ayat suci di dalam hati dengan sedikit rasa takut yang masih tersisa.

Beberapa saat Rasen berdoa, ia mencoba membuka matanya dan melihat ternyata sosok itu sudah hilang. Rasen lebih tenang sekarang, dia lalu segera turun melewati lift karena ia masih gemetar bila harus lewat tangga lagi.

"Sial, niat mau nolongin orang malah ketemu setan," batin Rasen. Ia menyandarkan kepalanya ke belakang, mencoba tenang tapi tidak bisa. Ia harus segera pergi dari sini. Pintu lift terbuka menandakan ia sudah sampai di lantai bawah, Rasen buru-buru keluar dari lift dan tidak sengaja langsung saja dia menabrak seseorang yang kebetulan sedang lewat di depan lift.

"Awwww," pekik nyaring dari seseorang yang baru saja Rasen tabrak. Seorang gadis, dia hampir saja terjatuh karena tabrakan Rasen yang sangat keras.

"Maaf-maaf, saya gak liat," ujar Rasen salah tingkah.

"Lagian ngapain sih rusuh amat, kaya abis liat setan aja!" seru si gadis berambut sebahu tersebut.

"Ya emang," batin Rasen. Rasen hanya memperhatikan gadis itu mengambil beberapa berkas miliknya yang terjatuh tanpa ada niat membantunya.

"Untung ganteng," ujar gadis itu terang-terangan sambil berlalu meninggalkan Rasen yang bingung, langkah yang benar seharusnya tadi ia membantu gadis itu. Rasen bingung apa yang harus dilakukan. Rasen pun pergi dari sana tanpa menyadari masih ada sosok gadis dengan berdarah-darah, wajah penuh sayatan yang mengikutinya di belakang.

***

Eleena tidak bisa menahan degup jantungnya setelah ditabrak oleh seorang pria tampan nan jangkung yang dia temui tadi di depan lift. Eleena Lavanya Zavier nama gadis cantik itu, dengan tubuh tinggi, kulit putih mulus, hidung yang tidak terlalu mancung tetapi membuat kesan manis dan rambut sebahunya tanpa poni. Sepertinya Eleena akan menjadi salah satu primadona di kampus itu.

Eleena baru saja menyelesaikan registrasi pendaftarannya yang sangat terlambat. Untung saja ada orang dalam yang membantunya masuk. Saat ini ia sedang terduduk di bangku taman karena merasa sangat excited setelah ditabrak pria tadi.

"Chaa gila! Tadi gue ketemu laki-laki ganteng banget. Lo pasti bakal sepemikiran sama gue. Kayanya gue jatuh cinta pada pandangan pertama deh!" Eleena terus mengoceh sembari menatap selembar foto yang dia pegang.

Itu adalah foto bersama almarhum sahabatnya, mereka sudah bersahabat lama sejak SMP sampai sekarang dia masuk ke perguruan tinggi. Tapi sayang sahabatnya itu baru saja meninggal beberapa bulan yang lalu. Di foto itu tentu saja selain ada Eleena, terdapat juga seorang gadis berambut hitam panjang dan berponi dengan senyum cerah menatap kamera.

"Achaa, gue kangen deh .... Kalau aja lo masih ada," ucapnya sambil tersenyum getir mengingat masa-masa menyenangkan dengan sahabatnya. Tapi dia tersadar lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak, dia tidak boleh seperti itu terus-menerus. Dia harus benar-benar ikhlas menerima kenyataannya. Kenyataan bahwa satu-satunya sahabat terbaiknya itu pergi meninggalkannya tanpa bisa kembali.

"Gue belum bisa nyusul lo Cha, maaf ya gue belum bisa nemenin lo di sana. Gue di sini cuma bisa berusaha yang terbaik buat hidup gue kedepannya walaupun tanpa lo. Dan yang pasti gue cuma bisa doain yang terbaik buat lo di sana. Lo orang baik Cha, lo pasti dapet tempat terbaik di sisi-Nya. Lo tau 'kan gue sayang banget sama lo. Maafin gue juga karena belum bisa nemuin pergelangan tangan lo yan hilang, gue sendiri bingung harus cari kemana. Tapi gue bakal lebih berusaha buat lo."

Tanpa gadis itu ketahui sahabatnya tidak sebaik yang ia kira.

Mata gadis itu berkaca-kaca, ingin sekali menangis. Tapi ia tidak boleh lemah lagi karena sejak sahabatnya ditemukan meninggal, dia tidak punya lagi penguat. Dia harus kuat walaupun sekarang dia hanya sendirian.

"Cha, gue udah daftar ke kampus yang lo pengen banget masuk karena ayah lo alumni kampus sini. Gue baru selesain beberapa urusannya tadi. Gue ijin kuliah di sini ya." Eleena berdiri dari duduknya, dia beranjak pergi dari sana. Dia harus segera pulang sebelum matahari tenggelam dan digantikan oleh bulan.

Lanjutkan Membaca
Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
REVEAL REVEAL yuiiii Horor
“Seorang laki-laki berkumis tipis yang masuk ke sebuah sekolah perguruan tinggi dengan alasan ingin mencari sahabat semasa kecilnya. Namun, bukannya menemukan sahabat kecilnya yang ia cari, laki-laki itu malah menemukan seorang gadis berambut sebahu yang awalnya ia pikir gadis itu agak aneh. Secuek apapun Rasen, gadis itu tetap mendekatinya sehingga pada akhirnya ia menyerah dan mencoba untuk membiarkan gadis itu dekat dengannya. Sampai akhirnya mereka bersahabat dan tidak terpisahkan. Hingga pada suatu hari ada sesosok hantu wanita yang mengaku pada Rasen kalau dirinya adalah sahabat kecil yang selama ini Rasen cari. Hal itu mampu membuat sikap Rasen berubah sedikit demi sedikit pada Eleena. Apakah Eleena bisa membuat Rasen bersikap seperti sebelumnya? Atau malah sosok hantu wanita yang selalu membuntuti Rasen yang akan menang membawa Rasen lebih jauh dari Eleena? Satu pertanyaan Rasen yang ingin ia cari tahu jawabannya, apakah sosok hantu perempuan tersebut benar-benar sahabat masa kecilnya yang selama ini ia cari?”
1

Bab 1 Sial

10/07/2023

2

Bab 2 Permulaan

10/07/2023

3

Bab 3 Bertemu Lagi

10/07/2023

4

Bab 4 Teriakan Arsha

10/07/2023

5

Bab 5 Teman Baru

10/07/2023

6

Bab 6 Sesuatu yang Orang Lain Tidak Bisa Lihat

10/07/2023

7

Bab 7 Es Krim Rasa Anggur

10/07/2023

8

Bab 8 Selama Ini Diikuti

10/07/2023

9

Bab 9 Perihal Helm

10/07/2023

10

Bab 10 Perasaan yang Tidak Bisa Disembunyikan

10/07/2023

11

Bab 11 Rahasia Apa

19/07/2023

12

Bab 12 Penunggu di Kampus Rizki

19/07/2023

13

Bab 13 Merasa diHantui

19/07/2023

14

Bab 14 Kejadian Aneh yang Mulai Terasa

19/07/2023

15

Bab 15 Soal Janji

19/07/2023

16

Bab 16 Hilang Kendali

19/07/2023

17

Bab 17 Demam Tinggi

19/07/2023

18

Bab 18 Sosok Bertaring

19/07/2023

19

Bab 19 Rileks

21/07/2023

20

Bab 20 Rumah Sakit

21/07/2023

21

Bab 21 Tangan Penuh Sayatan

21/07/2023

22

Bab 22 Perasaan yang Sangat Tidak Nyaman

21/07/2023

23

Bab 23 Kamar Mandi Rumah Sakit

25/07/2023

24

Bab 24 Hal yang Dialami Eleena

25/07/2023

25

Bab 25 Langit-langit Kamar

25/07/2023

26

Bab 26 Meresahkan

26/07/2023

27

Bab 27 Lagi-lagi si Gadis Gaun Kuning

28/07/2023

28

Bab 28 Cerita

29/07/2023

29

Bab 29 Jalan-jalan

30/07/2023

30

Bab 30 Manis-manisnya

31/07/2023

31

Bab 31 Foto

05/08/2023

32

Bab 32 Mencoba Bertemu

05/08/2023

33

Bab 33 Kucing Putih

05/08/2023

34

Bab 34 Hal Tak Terduga

05/08/2023

35

Bab 35 Es Teh

05/08/2023

36

Bab 36 Gantungan Boneka

06/08/2023

37

Bab 37 Sekilas Ingatan

07/08/2023

38

Bab 38 Aneh

08/08/2023

39

Bab 39 Sakit Lagi

09/08/2023

40

Bab 40 Gang Kecil

10/08/2023