icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dendam Mrs. Ilona

Bab 5 Dante dan Traumanya

Jumlah Kata:1833    |    Dirilis Pada: 08/06/2023

memforsir tubuhmu

Dante itu sudah menghela napas panjang menyaksikan kelakuan Dante yang teramat santai. Tidak berubah memang, cicit dokter yang kerapkali disapa Dokter Elmer tersebut. Ia kemudian menyangga dagu dengan sebelah tangan yang ia tumpuk

Dante tanpa membalas

Memang laki-laki itu tidak bisa diajak bicara serius layaknya seorang dokter dan pasien. Namun, Dokter Elmer bisa dengan mudah mem

iksa kondisi tubuhnya itu hingga menjawab asal pertanyaan yang dilontarkan. Pasalnya, apa yang tidak diketahui seorang dokter seperti Dokter E

Dan tidak cukup sampai di sana. Dokter Elmer juga menjalin hubungan serius dengan Audrey Emily Altaresh-kakak semata wayang Dante-hingga hampir menikah. Namun, seseorang di masa lalu dan sangat dicintai Audrey datang me

a yang terjadi padanya ia kembalikan pada Tuhan. Ia kembalikan pada takdir bahwa jodohnya bukanlah Audrey. Sebab itulah, ia dan keluarga Altaresh yang masih hidup me

h membohongi ma

te. Dokter Elmer justru terkekeh. "Si

sor

ang biasa ia berikan untuk laki-laki yang bertaut lima tahun di bawahnya itu seraya menasihati Dante. "Inga

s

isi hatinya sampai detik ini meski pengkhianatan sudah jelas-jelas ia rasakan. Mungkin inilah definisi dari cinta itu buta. Bahkan, Dokter Elmer sempat berniat akan melamar lagi Audrey setelah perceraian

-macam," ancam Dante balik yang sukses m

Dokter Elmer seraya menyerahkan resep obat untuk Dante. "

ganggukka

˚

a memasuki ruangan itu hanya untuk bisa melihat kondisi Nyonya Raisa secara langsung. Sebab, sejak kemarin ia hanya mengetahui kabar ibunya dari pesan-pesan yang dikirimkan Rezka padanya. Dan sekaran

gan jemari yang begitu cantik itu. Setelahnya, ia menoleh ke belakang. Dan yang pertama kali ia lihat adalah senyum manis yang ter

nte. Suaranya yang terdengar sangat lembut itu menelusup dan berhasil menenangkan Dante yan

bergetar dan sukses menghentikan langkah yang baru beberapa. Ia menatap ke arah Dante yang wajahnya pucat pasi serta keringat sebesar biji jagung mulai bermunculan di kening. Seju

ana tubuh kakak semata wayangnya mengalami kejang setelah mendapatkan penanganan medis pasca kecelakaan maut itu. Suara patient monitor yang terdengar konstan itu juga menelusup memekak

gamnya dengan erat. Lalu, sepasang iris cokelatnya ia tabrakkan langsung dengan iris legam yang mulai basah. "Tidak akan ada orang yang bisa membantumu untuk melawan trauma itu jika tidak kau sendiri yang melakukannya,"

hingga keringatnya berjatuha

yang membuatmu tidak bisa," sahut Guzelim

ya menatap sendu wajah s

mau melihat keadaan Amma? Amma seda

an hangat. Lalu, ia bisikkan kalimat-kalimat positif agar Dante tersadar bahwa ia tidak boleh kalah dengan rasa tr

Dante dengan kedua tangan. "Jika aku saja percaya kau bisa. Kenapa kau tidak bisa memperc

has

iliki. Meyakinkan Dante bukanlah hal yang mudah sebab trauma yang dimiliki laki-laki itu. Maka, ini baginya satu keberhasilan besar ya

anjak mendekati patient bed di mana tubuh Nyonya Raisa terbujur, sekali lagi Guzelim

percaya diri akan kemampuannya. Namun, sekarang perempuan itu sudah bermetamorfosa menjadi perempuan cantik dan penuh percaya diri. Guzelim juga tumbuh menjadi sosok perempuan tangguh dan kuat. Tentu saja satu kebanggaan bagi Dante. Usahanya dulu ta

im menoleh ke arahnya. Berusaha memaksa diri tak jua membuatnya bisa. Namun, Guzelim seolah tidak peduli. Perempuan itu melepaskan pegangan Da

akan membiarkan Dante menyerah. Ia kemudian menuntun tubuh Dante duduk pada sebuah kursi yang ada di samping ranjang. "Aku tunggu di dekat pintu, ya," ujar Guzelim seraya menepuk pundak Dante. Ia

at luka dan diperban itu. Entah bagaimana kronologinya hingga sang ibu bisa mengalami kecelakaan dan memb

etranya. Hatinya ngilu melihat kondisi Nyonya Raisa. Ia takut jika kejadian yang menimpa sang ayah dan kakaknya aka

sa mungkin karena kesalahannya yang tidak mau tinggal di Indonesia dan lebih memilih menyelesaikan pekerjaan ayahnya di Swiss. Hal itu

h. Hubungan yang mulai retak ketika Abrian memilih berpisah dengan Nyonya Raisa di usia Dante yang masih remaja. Lalu, memilih rujuk tiga bulan sebelum pria itu mengalami kecelakaan. Da

itu. Ia merasa lelah setelah mengenang hal-hal lama yang h

hal itu kemudian memi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendam Mrs. Ilona
Dendam Mrs. Ilona
“Kepulangan Ilona ke tanah air setelah menginjak usia di angka seperempat abad adalah untuk membalas dendam atas kematian Tuan Belvara-ayahnya. Kematian yang begitu tiba-tiba dan tragis. Kematian yang menghancurkan keluarga Ilona tak hanya dari sektor ekonomi saja. Akan tetapi, juga merenggut kewarasan sang ibu hingga berakhir di rumah sakit jiwa. Peluang balas dendam Ilona dapatkan ketika ia bisa masuk menjadi salah satu tenaga pendidik di sebuah sekolah bergengsi di mana salah satu generasi penerus dari keluarga Altaresh yang membuat ayahnya meninggal menempuh pendidikan di sana. Hal itu tidak disia-siakan oleh perempuan pemilik nama lengkap Ilona Roselani Belvania itu. "Jika rindu harus dibayar temu. Maka, dendam harus dibayar tuntas." -ILONA ROSELANI BELVANIA Lantas, bisakah Ilona membalas dendamnya dengan tuntas?”
1 Bab 1 The Last Autumn2 Bab 2 Liburan Masa Lalu3 Bab 3 Sepasang Bola Mata Basah4 Bab 4 Barang yang Tertukar5 Bab 5 Dante dan Traumanya6 Bab 6 Rumah Masa Kecil7 Bab 7 Mengenang Kenang8 Bab 8 Menunggu Keajaiban9 Bab 9 Menuntut Penjelasan10 Bab 10 Jingga di Atas Pusara11 Bab 11 Informasi tentang Keluarga Altaresh12 Bab 12 Titik Terang13 Bab 13 Pertemuan Pertama14 Bab 14 Cerita Ilona15 Bab 15 Tentang Tante Cantik16 Bab 16 Melamar17 Bab 17 Pertemuan di Pusat Perbelanjaan18 Bab 18 Diterima19 Bab 19 Senja di Taman Rumah Sakit20 Bab 20 Laki-laki Kemeja Biru21 Bab 21 Masih di Rumah Sakit22 Bab 22 Bertemu 23 Bab 23 Mulai Jatuh Cinta 24 Bab 24 Cafe dan Ceritanya 25 Bab 25 Denting Piano Ilona26 Bab 26 Ruang Musik27 Bab 27 Masih tidak Percaya28 Bab 28 Rencana Dante29 Bab 29 Perdebatan30 Bab 30 Guru Private untuk Jaisy31 Bab 31 Malam Minggu32 Bab 32 Rumah Sakit Jiwa33 Bab 33 Luka, Duka, dan Rindu34 Bab 34 Kunjungan Pertama35 Bab 35 Jebakan Hujan36 Bab 36 Kepikiran37 Bab 37 Kedekatan yang Bermula38 Bab 38 Pesona ke Sekian39 Bab 39 Pertemuan Pertama Dante40 Bab 40 Makan Malam41 Bab 41 Dilema42 Bab 42 Telepon Tengah Malam43 Bab 43 Pagi dan Kabar Baiknya 44 Bab 44 Sepasang Kekasih45 Bab 45 Godaan46 Bab 46 Jadi Aunty Jaisy47 Bab 47 Baper48 Bab 48 Keputusan