icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dendam Mrs. Ilona

Bab 4 Barang yang Tertukar

Jumlah Kata:1585    |    Dirilis Pada: 05/06/2023

formal itu melirik sang tuan yang duduk di kursi penumpang melalui spion di dalam mobil. Sejak memasuki kendaraan roda empat itu, tuannya hanya memilih diam dan tak

an tak ia pahami adalah sang tuan yang

a merespons. Akan tetapi, kali ini sang tuan mengangkat kepala dan menjatuhkan pandangan padanya dengan tata

Haruskan ia kembali ke rumah lebih dulu untuk mengistirahatkan tubuhnya setelah melakukan penerbangan selama berjam-jam? Apalagi ia merasakan dengan sangat jelas bahwa kondisi tubuhnya kembali mengalami penurunan sebab pikiran yang terj

bentar?" tanya Dante yang sebenarnya adalah pe

sedikit pucat. Dan sekaranglah baru terlihat sangat jelas bagaimana wajah itu sudah kehilangan ronanya. Ia tentu saja khawatir sebab masih ingat tentang penyaki

r Rezka dengan pertanyaan dan nada s

salah mengambil barang. Inhaler-ku tertukar dengan kacamata milik perempuan yang aku tabrak di pintu keluar tadi," terang Dante pada Rezka. Ia kemudia

un, sesegera mungkin ia kembali menatap laki-laki itu unt

asakan alur napasnya sudah tidak tercekat lagi. Tidak seperti saat ia

ndisi Dante jika sedang kambuh sudah seperti seseorang yang nyawanya di ambang batas. Apalagi mengingat sekarang Dante pasti pikirannya sedang tidak tenang tersebab kondisi

Apa Mas Dante butuh inhaler. Biar kita cari apotek terdekat," tawar R

a kemudian menyandarkan tubuhnya dengan sempurna dan men

˚

da berwarna biru yang ia temukan di bandara tadi. Bend

dan ia kembalikan lagi pada Ilona. "Itu inhaler," jawabnya. "Dari mana kau temukan benda itu?" tanya Garry. Seingatnya, sahabatnya itu tidak memiliki riwayat penyakit asma. Jadi, tidak mungk

-laki yang menabrakku di pintu keluar tadi," jawab Ilona.

Garry dengan nada paniknya. "Ki

nya. "Jangan berlebihan seperti itu, Gar. Aku hanya ditabrak tubuh manusia, bukan mobil besar." Ilona menyentuh pundak Garry untuk meyakin

r?" Ilona bertanya ka

kan fungsi benda tersebut. "Itu obat hirup yang biasa digunakan penderit

nti

ongan pertama," jawab Garry dengan serius. Lalu, ia menoleh pada Ilona setelah lampu lalu lintas berub

? Bahkan, kacamataku saja dia bawa," tutur Ilona yang membuat Garry mengangguk paham. "Aku akan me

tiap detiknya dengan senyuman merekah. Akhirnya, ia bisa berada di waktu sekarang ini. Mengirup kembali kota kelahirannya. Meskipun sebelumnya ia begitu berat meninggalkan Paris

gumaman singkatnya tanp

menyita waktu

terakhir kali. Cengiran yang sukses membuat sepasang lesung pipinya terbit begitu cantik dan mempertontonkan deretan giginya yang putih nan rapi. Hal itu membuat Garry menghela napas

adalah seorang dokter. Tentu akan sangat sulit untuk merepotkan laki-laki itu seperti dulu. Sebab, pekerjaan yang sangat menyita waktu Garry. Namun, Ilona tentu saja senang atas pencapaian sahabat masa kecilnya itu. Cita-

kata "merepotkan" yang ia utarakan tadi. Meskipun ia mengatakan demikian, ia tidak pernah merasa benar-benar direpotkan oleh perempuan cantik dan manis di sampingnya kin

mpir sebentar di tempat makan? Aku lapar, Gar," ujarnya tanpa malu. Sebelumnya, Ilona sempat berpikir bahwa ia akan merasa malu bertemu dengan Garry

u mau makan apa

at Garry menggeram kesal. Rupanya, peremp

pada perempuan itu. Ilona harus pandai-pandai menentukan pilihan apa yang pantas untuk dirinya. Sebab, di negara orang ia tak memiliki orang-orang terdekatnya yang

i, Siomay Bandu

Kota Bandung yang ingin dinikmati perempuan itu. Bukannya Garry tidak ingin membelikan untuk Ilon

a dan menatap santai Garry. "Kau lupa aku sud

. Dan ia hanya bisa berpasrah. "Tapi, kau harus janji untuk menghabiskan

p Ilona dan memutar kembali tubuhnya. Ia berpura-pura kesal tentunya hanya untuk membuat Garry mer

i

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendam Mrs. Ilona
Dendam Mrs. Ilona
“Kepulangan Ilona ke tanah air setelah menginjak usia di angka seperempat abad adalah untuk membalas dendam atas kematian Tuan Belvara-ayahnya. Kematian yang begitu tiba-tiba dan tragis. Kematian yang menghancurkan keluarga Ilona tak hanya dari sektor ekonomi saja. Akan tetapi, juga merenggut kewarasan sang ibu hingga berakhir di rumah sakit jiwa. Peluang balas dendam Ilona dapatkan ketika ia bisa masuk menjadi salah satu tenaga pendidik di sebuah sekolah bergengsi di mana salah satu generasi penerus dari keluarga Altaresh yang membuat ayahnya meninggal menempuh pendidikan di sana. Hal itu tidak disia-siakan oleh perempuan pemilik nama lengkap Ilona Roselani Belvania itu. "Jika rindu harus dibayar temu. Maka, dendam harus dibayar tuntas." -ILONA ROSELANI BELVANIA Lantas, bisakah Ilona membalas dendamnya dengan tuntas?”
1 Bab 1 The Last Autumn2 Bab 2 Liburan Masa Lalu3 Bab 3 Sepasang Bola Mata Basah4 Bab 4 Barang yang Tertukar5 Bab 5 Dante dan Traumanya6 Bab 6 Rumah Masa Kecil7 Bab 7 Mengenang Kenang8 Bab 8 Menunggu Keajaiban9 Bab 9 Menuntut Penjelasan10 Bab 10 Jingga di Atas Pusara11 Bab 11 Informasi tentang Keluarga Altaresh12 Bab 12 Titik Terang13 Bab 13 Pertemuan Pertama14 Bab 14 Cerita Ilona15 Bab 15 Tentang Tante Cantik16 Bab 16 Melamar17 Bab 17 Pertemuan di Pusat Perbelanjaan18 Bab 18 Diterima19 Bab 19 Senja di Taman Rumah Sakit20 Bab 20 Laki-laki Kemeja Biru21 Bab 21 Masih di Rumah Sakit22 Bab 22 Bertemu 23 Bab 23 Mulai Jatuh Cinta 24 Bab 24 Cafe dan Ceritanya 25 Bab 25 Denting Piano Ilona26 Bab 26 Ruang Musik27 Bab 27 Masih tidak Percaya28 Bab 28 Rencana Dante29 Bab 29 Perdebatan30 Bab 30 Guru Private untuk Jaisy31 Bab 31 Malam Minggu32 Bab 32 Rumah Sakit Jiwa33 Bab 33 Luka, Duka, dan Rindu34 Bab 34 Kunjungan Pertama35 Bab 35 Jebakan Hujan36 Bab 36 Kepikiran37 Bab 37 Kedekatan yang Bermula38 Bab 38 Pesona ke Sekian39 Bab 39 Pertemuan Pertama Dante40 Bab 40 Makan Malam41 Bab 41 Dilema42 Bab 42 Telepon Tengah Malam43 Bab 43 Pagi dan Kabar Baiknya 44 Bab 44 Sepasang Kekasih45 Bab 45 Godaan46 Bab 46 Jadi Aunty Jaisy47 Bab 47 Baper48 Bab 48 Keputusan