Tetap mencintaimu

Tetap mencintaimu

bedroom queen

5.0
Komentar
99
Penayangan
20
Bab

Bukan tanpa alasan aku mencintaimu, biarkan aku lelah dengan rasa ini hingga aku menyerah dengan sendirinya. Sangat sulit membuatmu menyadari betapa senangnya aku saat bertatapan denganmu, betapa bahagianya aku saat temanmu dan temanku mendukung untuk rasa ini menjadi nyata. Hahaha.... Terlalu berharap pada yang belum pasti itu sakit, lebih baik meminta saja pada si pemilik hati yang mampu membolak balikannya. Pernikahan itu bukan mainan, selayaknya pacaran dengan mudahnya putus ketika ada badai permasalahan menyapa. Sekuatnya kita menggenggam erat dan menahannya untuk tidak pergi jika Alloh berkata pisah, maka siapa bisa menyatukan lagi selain sang pemilik kehidupan. "Mas... Let me love you, I love you until jannah mas sampai bertemu di keabadian." (Keyzia Khanza) "Jika takdir memilih memisahkan kita, biarkan aku tetap mencintaimu sampai bertemu di keabadian." (Yahya Al-Zayyan) Cinta itu bukan hanya sekedar adanya balasan. Tapi, tentang bagaimana rasa ini tersampaikan tanpa adanya yang tersakiti. banyak yang bilang melupakan adalah jalan terbaik untuk menghapus rasa asing yang hinggap dalam dada. Tapi, bagiku bukanlah begitu. sebab... By: bedroom_queen

Bab 1 1

Adzan subuh berkumandang bersahutan dengan suara ayam juga suara keramaian di sebuah rumah yang sudah terbiasa bangun sebelum subuh untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim dan muslimah.

"Dek cepatlah kakak sudah tertinggal Abi ke masjid," ucap lelaki yang tak lain adalah kakak dari Keyzia yang bernama Ibrahim.

"Kakak pokoknya harus tunggu aku sampe selesai benerin jilbab," jawab Keyzia yang masih santai membenahi jilbab nya.

"Pokoknya kalau sampai kakak masbuk kakak nggak mau lagi nunggu adek," balasnya.

"Ih bawel banget kayak perempuan, sabar donk kak. Kan orang sabar di sayang Alloh tau," ungkap Keyzia yang berlalu mendahului kakaknya keluar rumah menuju masjid.

Tanpa menunggu lagi mereka berdua berangkat menuju masjid tempat dimana ada asrama putra dan putri yang sore dan malamnya mereka menuntut ilmu agama dan paginya mereka sekolah umum di SMA tempat dimana Keyzia sekolah. Walaupun Keyzia tidak tinggal di asrama tapi dia juga aktif belajar di sana, bahkan Hana dan Zalin pun salah satu dari para santri yang berasal dari luar pondok. Al-Mukhlis itulah nama pondok dan masjidnya tempat Keyzia menghabiskan waktu bersama teman-teman nya.

Selesei sholat subuh berjamaah sebagaimana biasa diisi dengan kajian siraman rohani yang di lanjutkan dengan tilawah Al-qur'an. Bagi para santri sudah ada yang mandi pukul 05.30 karena mereka harus antri dan tentunya datang ke sekolah tak boleh terlambat, sedangkan Keyzia dia terlihat masih santai membaca Al-Quran nya karena dia tidak perlu ngantri untuk mandi. Sebab, dia asli penduduk sekitar pondok.

"Assalamu'alaikum umi, abi." ucap Keyzia yang baru pulang dari masjid putri.

"Wa'alaikumussalam sayang baru pulang nih," balas orang tuanya.

"Umi kakak mana?" tanya Keyzia.

"Kakakmu ada di kamarnya katanya ngantuk, soalnya semalam kakakmu jadwal ronda," jawab umi.

"Ouh baiklah, hehehe... Otw kamar kakak," ucapnya lalu berlari meninggalkan orang tuanya menuju kamar sang kakak.

"Key jangan ganggu kakakmu, kasihan." teriak umi yang tidak di hiraukan Keyzia.

Karena kekhawatiran umi kelakuan Keyzia akan menggangu kakaknya, sebagaimana biasanya. Mereka sangat dekat walau usia mereka terpaut 5 tahun tapi Ibrahim selalu menjadi penghibur adiknya kalau sedih dan menjadi penyemangat nya di kala dia sedang terjatuh.

Hal itu sudah biasa Keyzia lakukan, mengganggu kakaknya yang sedang tidur dan sikap usilnya yang selalu membuat seisi rumah geger akan kelakuannya.

"Keyziaaaaaa...... " teriak Ibrahim yang mencari adiknya. Sedang Keyzia sedang aman di kamar mandi dan bersiap untuk sekolah.

Sungguh kelakuan nya sangat sangatlah jahil hingga kakaknya berteriak saat melihat mukanya yang sudah seperti banci penuh make up yang tebal dan tak beraturan.

"Adek cepat minta maaf sama kakakmu, itu nggak baik sayang." ucap umi.

"Iya, kakak... Kakak kan tampan dan penyabar Key minta maaf ya," ucap Keyzia dengan menyatukan dua tangannya.

"Hmm... Baiklah, kakak tidak bisa marah lama lama sama kamu Key." balas Ibrahim.

"Sudahlah cepat sarapan. Abi ada acara di pesantren pagi ini," ucap Abi yang di ngguki semuanya dan mulailah mereka makan dengan khidmat.

Setelah makan semuanya pergi, Keyzia pergi sekolah. Kakaknya pergi untuk bekerja. Abi pergi untuk mengisi ceramah di pesantren dan umi pergi untuk kegiatan biasanya yaitu sebagai ibu dapur di pondok Al-Mukhlis.

"Eh Han, kita minjem buku catatan pelajaran kemarin donk," ucap Yahya.

"Ouh... Butuh berapa buku yang mau di pinjem," tanya Hana yang sudah terbiasa interaksi dengan lelaki.

"Hmm... 2 aja deh buat saya juga," sambung Galih.

"Ok, Key kasih pinjam milikmu juga lah." ucap Hana.

"Baiklah ini," ucapku yang memberikannya pada Yahya.

"Makasih ya Han," ucapnya.

"Kan aku yang ngasih pinjem kok bisa ya sama kamu bilang makasihnya Han," lirih Key.

Dan itulah sikapnya Yahya ketika berhadapan dengan Keyzia. Padahal dengan wanita lain dia biasa saja, ketik ada keperluan dia tak segan untuk meminjam dan bicara pada lawannya tapi lain ketika dia butuh sesuatu tapi yang bersangkutan dengan Keyzia pastilah Galih yang menjadi jembatannya.

"Han kenapa sikapnya masih tetap begitu ya," ucap Keyzia pada Hana karena hanya Hana lah yang tau perasaan dirinya pada Yahya.

"Mungkin dia masih malu denganmu Key, dan kok aku curiga ya dia punya rasa yang sama denganmu." balas Hana.

"Ah kebiasaan kau Han selalu saja buat aku percaya diri dan terbang, hahahha" ucap Keyzia.

"Hai... Kalian lagi ngapain si?" tanya Zalin yang mengejutkan keduanya.

"Biasalah Lin kita lagi ngerumpi ae," balas Keyzia.

"Aku mau cerita, kalian dengerin deh." balas Zalin.

"Mau cerita apa cantik," balas Keyzia.

"Ehmm... Ternyata Yahya nggak secuek yang kamu bilang Key." ucapnya antusias.

"Hahaha... Masa sih?" tanya Hana.

"Iya Han, bahkan dia ngobrol sama aku dan aku ngerasa bahagia banget akhirnya cintaku terbalaskan," ucapnya sambil senyum senyum sendiri.

"Hah... Cinta?" kaget Key.

"Kamu kenapa sih Key? Kaget gitu? Harusnya seneng donk kalau sahabatmu seneng tu." balas Zalin.

"Eh Lin sapa tau dia itu cuma mau nge baperin anak orang aja, nggak usah ke GR an deh." ucap Hana.

"Kenapa sih kamu kayak nggak suka gitu kalau aku sama Yahya." balas Zalin.

"Bukan tak suka hanya saja kami sayang kamu dan takut kamu terluka jika sebenarnya rasa itu tidak terbalaskan dalam kenyataannya. Suka itu wajar tapi jangan berlebihan ya, aku takut kehilangan senyuman dan persahabatan ini," balas Keyzia dengan senyum tulusnya. "Kami dukung kamu kok, iya kan Han?" lanjutnya yang di angguki Hana sebagai jawaban.

Semenjak saat itu Zalin terlihat bahagia tanpa dia sadari ada sahabatnya yang merasakan sakit akan kedekatan mereka, tapi itu semua Keyzia anggap sebagai teguran akan rasa yang seharusnya belum boleh terjadi.

"Assalamu'alaikum Yahya," sapa Keyzia yang memiliki kepentingan tugas kelompok dari sekolah umumnya. "Hmm.. Baiklah Yahya bu Asma meminta kita menyelesaikan tugasnya minggu ini dan saya sebagai wakil anda mohon kerjasamanya." lanjut Keyzia.

Yang hanya di balas anggukan dan dia pergi berlalu tanpa melihat dulu siapa yang menyapa dan memberikan penjelasan tersebut, langkahnya makin menjauh membuat Keyzia meneteskan airmatanya dia bingung kenapa sikapnya begitu dingin padanya. Sedangkan, dengan yang lain bahkan ramah dan biasa saja.

"Hai.. Sudahlah tidak usah menangis, mungkin dia malu jika menatapmu Keyzia." ucap Hana.

"Aku punya salah apa Han sama dia, kenapa dia begitu benci padaku Han." balas Keyzia.

"Keyzia inget lho airmata mu itu sangat berharga tidak usah di tanggapi kan sudah biasa, ayolah Keyzia semangat dan positif thinking aja deh." ucap Hana yang tak ingin melihat sahabatnya terus menangis.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

MENIKAH DENGAN SULTAN

MENIKAH DENGAN SULTAN

Evie Yuzuma
5.0

“Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku ‘kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!” pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. “Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit,” getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** “Aku mau beli semuanya!” ucap lelaki itu lagi. “T—tapi, Bang … yang ini pada rusak!” ucap Rinai canggung. “Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama ‘kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki,” ucap lelaki itu kembali meyakinkan. “Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!” ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. “Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!” ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Fantasi Tukar Pasangan Ranjang

Fantasi Tukar Pasangan Ranjang

WHS Production
5.0

Maya dan Adrian, serta sahabat mereka Sinta dan Rizky, tampaknya memiliki segalanya: karier yang sukses, rumah yang nyaman, dan kehidupan sosial yang aktif. Namun, di balik fasad kebahagiaan mereka, hubungan mereka masing-masing mengalami ketegangan dan kekosongan yang menyedihkan. Suatu malam, dalam upaya untuk menyegarkan hubungan mereka yang hambar, Maya dan Sinta memutuskan untuk mengusulkan sesuatu yang ekstrem: "fantasi tukar pasangan ranjang." Awalnya, ide ini tampak gila dan di luar batas kenyamanan mereka. Namun, dengan dorongan dan desakan dari pasangan mereka, Maya dan Adrian, serta Sinta dan Rizky, setuju untuk mencoba. Ketika fantasi tersebut menjadi kenyataan, keempatnya merasakan perasaan canggung, kebingungan, dan kecemasan yang tak terduga. Namun, dalam perjalanan mereka melalui pengalaman ini, mereka mulai menggali lebih dalam tentang hubungan mereka, mengungkapkan kebutuhan dan keinginan yang mungkin terlupakan, serta menyembuhkan luka-luka yang telah terbuka dalam pernikahan mereka. Dalam prosesnya, mereka menghadapi konflik, kecemburuan, dan ketidakpastian yang tidak terelakkan. Namun, mereka juga menemukan keintiman yang lebih dalam, pemahaman yang lebih besar tentang satu sama lain, dan kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang hampir putus asa. Novel "Fantasi Tukar Pasangan Ranjang" menawarkan pandangan yang tajam tentang kompleksitas hubungan manusia, dengan sentuhan humor, kehangatan, dan kisah cinta yang penuh dengan emosi. Di tengah fantasi yang menggoda, mereka menemukan keberanian untuk menghadapi kenyataan, menerima kekurangan masing-masing, dan membangun kembali fondasi cinta mereka dengan cara yang lebih kuat dan lebih tulus.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku