POTRET KEHIDUPAN SANG PELAKOR

POTRET KEHIDUPAN SANG PELAKOR

Gitta Anggraita

5.0
Komentar
810
Penayangan
32
Bab

Sudah tiga tahun ini Kanya hidup di appartement Donny. Pria mapan yang telah beristri dan beranak tiga selalu mampu meluluhkan hati Kanya. Janji Donny kepada Kanya tak kunjung ia tepati. Kanya hanya ingin diakui di depan istri sahnya. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah Kanya akan dicampakkan atau malah Donny lebih memilih Kanya dibanding istri dan anak-anaknya?

POTRET KEHIDUPAN SANG PELAKOR Bab 1 Hubungan Rahasia

[Sayang, hari ini aku lagi nggak bisa ke appartement ya.. Resti memintaku menemani tiga anak ini bermain seharian. Dia mau ke tempat ibunya yang sedang sakit keras di Jogja. Ini ngedadak banget.]

Sebuah pesan singkat dari Donny untuk Kanya. Tentu saja Kanya tak senang akan hal itu. Pasalnya kandungan Kanya sudah memasuki usia empat bulan. Hari ini adalah jadwal Kanya melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin anak yang dikandungnya.

Kanya yang memiliki kebiasaan melempar barang saat marah, berhasil membuat seisi appartement berantakan akibat ulahnya.

Appartement yang Kanya tinggali berada di tengah kota dekat dengan Mall besar. Namun, ukurannya tidak terlalu luas. Hanya dua kamar dan satu dapur bersih beserta kamar mandi berukuran 3mx3m.

Kanya merupakan bos dari adik kandung Resti bernama Suci. Perusahaannya bergerak dibidang telekomunikasi. Setiap hari Suci menerima telpon dari customer atas keluhannya. Ya, pekerjaan Suci adalah call center.

Donny paham atas ancaman yang selalu diberikan Kanya apabila ia tak menuruti keinginannya sekali saja. Tapi Donny selalu berhasil meluluhkan hati Kanya kembali. Biasanya Donny mengirimkan sejumlah uang berjumlah fantastis untuk digunakan Kanya sekedar membeli baju atau barang kesukaan lainnya.

"Kalau saja dulu aku tidak memilih untuk berhubungan dengan Donny, mungkin sekarang hidupku akan lebih bebas. Untung aja Donny kaya. Kalau tidak, sudah kutinggal dari kemarin," batin Kanya.

Perut Kanya semakin lama semakin membesar. Ia sudah menikah sirih dengan Donny tapi ia tak pernah menceritakan hal ini pada keluarganya.

Dari kecil Kanya sudah menjadi korban broken home. Ayahnya meninggalkan keluarga sejak ia berumur tujuh tahun untuk menikah lagi dengan wanita lain. Karena itulah Kanya memiliki kesenangan tersendiri jika ia menjalin hubungan dengan pria beristri.

Terdengar suara ketukan pintu.

Kanya mengintip dari lubang kecil di pintunya. Ada Ajeng sahabatnya yang datang. Ia adalah satu-satunya orang yang paham betul tentang hubungan Kanya dan Donny.

Ajeng membawa tiga tas belanja berukuran besar berisi sayuran dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Setiap bulan semenjak Kanya hamil, Ajeng selalu membantunya. Donny tak pernah mengantarkan Kanya berbelanja.

"Gimana kabar lo, Nya?" tanya Ajeng.

"Ya beginilah. Si Donny malah nggak bisa datang hari ini," jawabku.

"Loh kenapa? Tumben. Biasanya kalau hari sabtu dan minggu pasti udah dateng jam segini."

"Jagain tiga anaknya. Resti ke Jogja, ibunya sakit keras. Padahal ada ART, tapi malah Resti suruh Donny buat jagain."

"Daripada lo bete, mendingan kita masak-masak aja. Gue bantu dah ini beresin appartement lo. Gile nggak kurang berantakan lagi apa? Kebiasaan," kata Ajeng setengah berteriak sambil menyisir seluruh area appartement Kanya.

***

Malam pun tiba, Donny menitipkan anak-anak ke kakak kandungnya. Ia beralasan ada urusan kerjaan penting yang tidak bisa ia tinggal. Dengan mudahnya kakaknya yang bernama Bella percaya akan ucapan Donny.

Donny bergegas menemui Kanya. Baru saja Ajeng pulang, Donny sudah sampai di depan pintu dan Kanya pun menyambutnya.

Ciuman mesra selalu ada untuk Kanya jika Donny baru sampai di appartement. Tanpa pikir panjang Donny memegang pinggang Kanya dan menempelkan bibirnya beberapa menit sembari menutup pintu.

"Aku kangen. Nggak bisa jauh lama-lama dari kamu sayang," ujar Donny masih terus memeluk Kanya. Perasaan Kanya selalu luluh dan tak pernah membahas permasalahan sebesar apa pun lagi.

"Sudah sana kamu bersih-bersih dan ganti baju dulu. Aku buatkan makanan spesial buat kamu," kata Kanya.

"Iya sayang."

Kanya membuatkan spaghetti bolognese dan greentea latte. Ia menaruhnya di meja makan yang berbentuk bar.

Setelah mandi, Donny memeluk Kanya dari belakang hanya dengan memakai handuk.

"Pakai baju dulu sana. Makan dulu. Belum makan kan pasti?" tanya Kanya.

"Tahu aja," jawab Donny.

Kanya mencuci seluruh alat masak di dapur. Ia terbiasa serba sendiri tanpa ART. Apabila harus mencuci baju, maka ia memilih untuk menggunakan fasilitas laundry di appartement nya.

"Andai saja aku bertemu denganmu sebelum istriku, pasti aku nggak perlu repot seperti ini." Kata Donny seraya duduk di kursi bar.

"Jadi kamu ngerasa repot?" tanya Kanya.

"Bukan itu maksudku. Sudahlah jangan marah-marah. Nanti keriput mau?"

"Amit-amit. Perawatanku mahal. Kamu tau itu kan. Memangnya istri sahmu, mana dia kepikiran merawat diri. Tiga anakmu saja sudah bikin pusing. Makanya nanti aku ingin satu saja lah anak yang menemaniku biar ga kesepian kalau kamu tinggal. Tiga tahun sama kamu pakai KB aman, eh kebobolan juga."

"Hahaha, ya gimana lagi. Terus kamu jadi tadi USG?"

"Ya nggak jadilah, ada Ajeng sih tadi dateng, tapi dia kecapekan katanya kalau harus anter. Lagian dia baru pulang dari rumah orang tuanya di Padang tadi malam."

"Nanti deh pas jam kerja aku sempatin nemenin kamu ya. Tenang, aku akrab sama bos. Jadi gampang ijinnya."

Kanya menyetujuinya. Ia juga mudah sekali untuk ijin. Karena direksi perusahaannya saja teman akrab sedari di bangku sekolah.

Ponsel Donny berbunyi.

"Halo?" jawab Donny menerima telpon dari Resti. "Iya aku lagi ada meeting. Hah apa? Oh emang sampai malam. Lagian kan Deo, Deshinta, sama Dita sudah kutitipkan sama kakak."

Percakapan Donny dan Resti pun berakhir. Dilihatnya jam menunjukkan pukul sembilan. Buru-buru Donny memberi kode meminta 'jatah' pada Kanya lalu pergi.

***

[Aku udah jalan pulang ya Mas, ibu sudah sembuh.]

Resti mengirimkan pesan hari minggu pagi. Paling tidak senin sudah tiba di rumah.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Gitta Anggraita

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
POTRET KEHIDUPAN SANG PELAKOR POTRET KEHIDUPAN SANG PELAKOR Gitta Anggraita Romantis
“Sudah tiga tahun ini Kanya hidup di appartement Donny. Pria mapan yang telah beristri dan beranak tiga selalu mampu meluluhkan hati Kanya. Janji Donny kepada Kanya tak kunjung ia tepati. Kanya hanya ingin diakui di depan istri sahnya. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah Kanya akan dicampakkan atau malah Donny lebih memilih Kanya dibanding istri dan anak-anaknya?”
1

Bab 1 Hubungan Rahasia

03/02/2022

2

Bab 2 Awal Pertemuan

03/02/2022

3

Bab 3 Kejujuran

03/02/2022

4

Bab 4 Deo Sakit

03/02/2022

5

Bab 5 Kanya Pingsan

03/02/2022

6

Bab 6 Di Mobil

03/02/2022

7

Bab 7 Perdebatan Kanya

03/02/2022

8

Bab 8 Acara Tujuh Hari Deo

03/02/2022

9

Bab 9 Pantai Ancol

03/02/2022

10

Bab 10 Pantai Ancol

03/02/2022

11

Bab 11 Pergi ke Jogja

03/02/2022

12

Bab 12 Di Rest Area

03/02/2022

13

Bab 13 Cerita Ajeng

03/02/2022

14

Bab 14 Bertemu Bu Susan

03/02/2022

15

Bab 15 Perjuangan Resti di Jogja

03/02/2022

16

Bab 16 Pernyataan Resti

03/02/2022

17

Bab 17 Batik Tulis Jogja

03/02/2022

18

Bab 18 Eksport Chat

03/02/2022

19

Bab 19 Penyakit Donny

03/02/2022

20

Bab 20 Masalah Kanya di Kantor

03/02/2022

21

Bab 21 Operasi Usus Buntu

03/02/2022

22

Bab 22 Ucapan Paklek Sam

03/02/2022

23

Bab 23 Foto Ajeng

03/02/2022

24

Bab 24 Di Mall

03/02/2022

25

Bab 25 Atun Mencuri

03/02/2022

26

Bab 26 Rencana Rahasia Resti

03/02/2022

27

Bab 27 Tunggu Tanggal Mainnya

03/02/2022

28

Bab 28 Informasi Penting

03/02/2022

29

Bab 29 Merasa Terancam

03/02/2022

30

Bab 30 Penyelidikan

03/02/2022

31

Bab 31 Terungkap

03/02/2022

32

Bab 32 Surat

03/02/2022