icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
ISTRI KONTRAK SANG CEO

ISTRI KONTRAK SANG CEO

TINTA HITAM

4.9
Komentar
86.3K
Penayangan
86
Bab

Saat kontrak pernikahan sudah akan berakhir Rehan mulai membuka hatinya untuk Merry. Rehan belum mau mengungkapkan yang sebenarnya sehingga Merry yang sudah ingin lepas dari pernikahan kontrak ini berusaha lepas dari genggaman Rehan. Seorang wanita yang berporfesi sebagai model mencoba mendekati Rehan ketika kabar perceraian keduanya beredar di luaran. Merry sudah mencoba untuk mengiklaskan pernikahan kontrak yang di landasi perjodohan dari kedua orang tuanya dahulu. Apakah Rehan akhirnya akan mengungkapkan cintanya pada Merry, atau membiarkannya pergi setelah ia menyadari bahwa ia sudah jatuh cinta pada Merry?

Bab 1 Malam Pengantin

Rehan melemparkan tubuh Merry yang tak lain adalah pengantin wanita yang dinikah baru saja. ia langsung mencumbunya dengan kasar. Walaupun Merry berteriak untuk tidak disentuh Rehan tidak mempedulikannya dan terus bergerilnya menjamah tubuh indah Merry.

"Tolong lepaskan aku," desah Merry.

"Diam saja dan nikmatilah apa yang aku berikan untukmu, ini kan yang kau inginkan menikahiku demi mendapatkan anak dan uang," ucap Rehan.

Rehan terus memberikan kecupan dan meninggalkan bekas kepemilikan pada tubuh Merry. Bagaikan binatang buas yang kelaparan Rehan terus menggerakkan badannya maju mundur ke inti tubuh Merry. Beberapa kali gadis itu mengeluarkan rintihan kenikmatan akibat perbuatan Rehan. Rehan tersenyum puas melihat wajah penuh pesona Merry, "Wanita jalang mau menikah denganku hanya demi uang,"

***

Keesokan paginya Merry membuka mata dan memandang jijik tubuhnya yang penuh tanda kepemilikan dari Rehan. Tidak disangka kesuciannya akan hilang di tangan seorang suami yang tidak ia cintai. Pria berwajah tampan namun dingin itu membuatnya merasa benci. Semalam suntuk menidurinya tanpa ampun, membuat Merry merasa kesal.

"Kau sudah bangun rupanya, apa kau menikmati permainanku semalam?" tanya Rehan sambil meminum kopinya di sofa dekat tempat tidur mereka.

"Aku sama sekali tidak menikmatinya, kau yang sudah gila melakukan itu padaku, asal kau tahu aku juga sama seperti mu, tidak ingin ada pernikahan ini!" gertak Merry.

Rehan sangat kesal mendengar pernyatan Merry bukankah gadis cantik itu mau menikah dengannya karena mau harta keluarganya yang kaya raya itu. Semua wanita yang ingin menikah dengannya hanyalah wanita yang gila harta.

Rehan mendekati Merry dan mencengkaram dagunya dengan kuat, "Kau wanita yang munafik,"

Kecupan kasar mendarat di bibir Merry. Rehan kembali melucuti pakaian yang dikenakan oleh gadis itu dan menjamah seluruh tubuhnya lagi. Kali ini lebih ganas daripada semalam. Ia memelintir ujung gundukan besar milik Mery dengan kasar sehingga tak sadar desahan kecil keluar dari mulutnya. Rehan memainkan gundukan kembar Merry dengan kedua tangan sangat aktif. Tubuh Merry seakan tersengat listrik dan gemetar menerima rangsangan yang diberikan oleh Rehan.

"Apa yang kau lakukan dengan tubuhku dasar mesum." Merry mendorong tubuh Rehan.

"Menurutmu aku ingin melakukan apa padamu?!" tegas Rehan sambil tersenyum licik.

Rehan meraih lagi tubuh Merry sehingga lebih dekat dengan pelukannya, layaknya seorang bayi ia menenggelamkan gundukan besar ke mulutnya. Merry meronta ingin melepaskan diri tapi Rehan sangat kuat mencengkaramnya. i ahanay bisa pasrah di permainkan oleh Rehan di atas kasur pagi ini.

"Kau sungguh munafik, di mulut bilang tidak tapi tubuhmu tidak bisa membohongiku," ucap Rehan sinis.

"Kau benar-benar iblis, apa kau pikir aku ini menyukaimu?!" gertak Merry.

Rehan semakin memompa keras tubuh Merry karena kesal dengan ucapan gadis itu. Gadis malang itu semakin mendesah keenakan. Lagi-lagi Rehan mempermainkan Merry dengan kasar sehingga membuatnya kualahan melayani Rehan yang kuat di atas ranjang itu.

"Wanita munafik, bagaimana permainanku diatas ranjang, apkah sudah membuatmu puas?" tanya Rehan saat selesai dengan permainannya.

"Kau sungguh lelaki iblis," jawab Merry kesal.

"Terserah apa katamu, kau sudah menjadi istriku jadi sudah sepantasnya melayaniku di atas ranjang seperti ini," balas Rehan sambil berlalu untuk mandi.

Merry sangat kesal dan mengutuk dirinya sendiri. Pernikahan ini bukanlah pilihannya melainkan perjodohan dari orang tuanya. Kedua orang tua Merry dan Rehan adalah seorang pengusaha dan mereka di nikahkan atas politik keluarga kaya. Menyesal juga tidak ada gunanya. Merry berinisiatif mengusulkan perceraian setelah ini. Anggap saja mereka sudah menjadi anak yang barbakti karena sudah menerima pernikahan yang tak diharapkan ini.

"Apa kau akan terus menangis seperti itu, dasar kampungan!" gertak Rehan.

"Kampungan katamu, aku tidak menginginkan pernikahan ini, dan kau telah merebut kesucian yang telah aku jaga untuk pria yang aku cintai!" seru Merry.

Mendengar ucapan Merry Rehan menjadi kesal. DIa merasa tidak pantas meniduri Merry untuk pertam akali. Sikapnya yang arogan dan ingin selalu menang sendiri itu ingin sekali memukul Merry. Ia mendekati Merry dan membisikkan sesuatu di telinganya, "Terima kasih telah memberi kesempatan menjadi pria pertama untukmu, jarang sekali mendapatkan hal yang istimewa seperti ini,"

Usai mengucapkan kata itu. Rehan pergi meninggalkan Merry sendirian untuk bekerja. Ia tak peduli dengan apa yang akan di lakukan oleh Merry setelah ini.

"Pria sombong dan arogan!" keluh Merry.

Merry tak ingin meratapi nasibnya yang sial ini. Percuma menikah dengan keluarga kaya jika tidak bahagia. Ia tak ingin mengorbankan hidupnya seperti ini. Ia akan terus bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.

***

"Pagi pengantin baru, bagaimana rasanya melewati malam pengantin bersama suamimu?" tanya Lani sahabat Merry.

"Jangan tanyakan itu apdaku, tubuhku sekarang seperti remuk," jawab Merry

Merry selalu kesal mengingat apa yang dilakukan pria sombong itu menidurinya dengan kasar dan melakukan itu sangat lama. Ukurannya yang besar membuatnya sangat tidak bisa melepas desahan kenikmatan yang ia rasakan. Tapi tetap saja bukan dia pria yang ia inginkan.

"Wah apakah dia ganas di ranjang?" tanya Lani lagi.

"Diam kau Lani, lebih baik kita segera menyelesaikan pekerjaan hari ini," jawab Merry marah.

Bayang-bayang romansa di atas ranjang bersama dengan Rehan terus membayang di pikiran Merry. Lelaki yang kasar dan arogan itu telah memenuhi pikirannya seharian ini saat bekerja. Padahal ia tidak mencintainya kenapa selalu terbayang wajahnya seperti ini. Ia memikirkan cara agar terlepas dari pria yang menyebalkan itu.

"Akhirnya pekerjaanku selesai juga," ucap Merry sambil meregangkan tubuhnya.

"Merry aku pergi dulu ya, kita tidak bida hangout bareng sekarang karena suamimu telah menunggu di lantai bawah, aku sudah melihatnya dari dekat dia sungguh tampan sekali!" seru Lani dengan semangat dan melambaikan tangan ke arah Merry tanda ia akan segera pergi.

Merry tak percaya pria menyebalkan itu menjemputnya pulang kerja, ia melihat dari jendela kaca kantornya, ternyata benar ada mobil Rehan terparkir disana, berarti memang dia menjemput Merry pulang kerja. Walaupun Merry tak ingin bertemu dengan pria itu, sepertinya dia harus berakting menjadi istri yang baik di depan publik.

"Istriku tercinta aku sengaja datang menjemputmu," ucap Rehan di depan umum.

"Kenapa kau menjemputku sendiri bukankah kau sangat sibuk?" tanya Merry.

"Aku ingin menjadi suami yang baik untukmu, ayo kita pulang," ajak Rehan sambil menggandeng Merry.

Merry merasa ada yang tidak beres dengan pria yang sekarang sudah sah menjadi suaminya, tapi apa ya Merry tidak bisa menebaknya. Semoga bukan sesuatu yang membuatnya kesal. Rehan membuka mobil untuk istrinya.

"Silahkan masuk istriku," ucap Rehan dengan senyuman liciknya.

"Ah ada nyonya maafkan aku, aku tidak bermaksud mengusik rumah tanggamu tapi tuan sendiri yang memaksaku, permainan tuan sangat hebat sehingga aku tidak dapat berdiri," ucap seorang gadis yang ada di dalam mobil.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Buku lain oleh TINTA HITAM

Selebihnya
Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku