Terjebak Miliarder Posesif

Terjebak Miliarder Posesif

Fit Tree Fitri

5.0
Komentar
34.2K
Penayangan
48
Bab

Kisah cinta pria terkaya keturunan Tionghoa yang tidak percaya pada Tuhan dengan seorang guru yang hidup sederhana dan taat agama bernama Fahima. Berawal dari kekaguman hingga peristiwa pecahnya guci pernikahan keluarga yang berarti kesialan membuat Michael bertekad untuk menikahi Fahima karena ia sangat takut dengan nasib sial. Fahima memberi banyak alasan untuk menolak Michael karena perbedaan keyakinan, prinsip dan gaya hidup. Dia tidak ingin meninggalkan pulau Bangka dan Michael yang harus menetap di Jakarta karena mengurus perusahaan serta bisnisnya, tetapi Miliarder itu tidak menyerah dan tetap berusaha untuk mendapatkan Fahima yang ia anggap sebagai penangkal kesialan yang dialami akibat Guci pecah. Pengalaman spiritual yang terjadi begitu saja tanpa disengaja membawa mereka terus bersama. Bagaimana kisah cinta dua insan yang Tuhan ciptakan dengan banyak perbedaan ini? Mampukah Michael mendapatkan Fahima yang memiliki pengalaman pahit pada pria Tionghoa? Pria itu juga harus bersaing dengan saudara sendiri bernama Jordan.

Terjebak Miliarder Posesif Bab 1 Michael Hardianto

Pria tampan keturunan Tionghoa dengan wajah khas, kulit putih dan tinggi setara dengan model internasional menjadi godaan tersendiri bagi wanita yang melihatnya. Kesempurnaan terlihat jelas dari Michael Hardianto yang sedang duduk elegan di balik meja kerja. Pria dingin dan sedikit bicara tetapi sangat suka memerintah tanpa ada yang boleh membantah.

Michael Hardianto, putra pertama dari Hardianto Prasetyo adalah orang terkaya nomor satu di Indonesia dan menjadi urutan ke-150 terkaya di dunia meskipun usianya baru 35 tahun. Memiliki total kekayaan bersih mencapai 11,6 miliar dollar AS atau setara Rp 172,8 triliun

Michael sering disebut jimat keberuntungan oleh keluarga besarnya, karena begitu Michael lahir usaha keluarga Hardianto maju pesat dengan keuntungan yang luar biasa besar. Hanya ada satu masalah dalam hidup Michael, yaitu kisah cintanya. Di usia yang sudah matang dan mapan pun, Michael belum pernah jatuh cinta. Hidupnya disibukkan dengan bisnis dan uang.

"Selamat pagi, Tuan Michael." Seorang wanita dengan pakaian sangat seksi berdiri di depan Michael yang tidak melihat sama sekali pada sekretarisnya.

"Tuan, semua kolega telah menunggu di ruang rapat," ucap Fanny lembut dan pria itu segera beranjak dari kursi tanpa sepatah katapun, ia merapikan jas dan berjalan keluar ruangan menuju meeting room. Semua berdiri dan menundukkan kepala menyambut kedatangan bos besar.

Michael Hardianto memenangkan hak untuk membangun kembali Hotel Bintang Indonesia yang terletak di kompleks Jakarta Pusat. Ia mengubah properti menjadi pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel mewah dan kompleks apartemen bernama Sun Flower Indonesia. Pria itu akan membeli sebuah pulau kecil dan melakukan bisnis perhotelan yaitu pulau Bangka.

Melakukan perjalanan bisnis dan liburan di pulau kelahiran orang tuanya yaitu pulau Bangka. Sebuah pulau kecil terkenal dengan pantai yang sangat indah. Suasana yang aman dan damai, jauh dari hirup pikuk kota dan bahkan tidak akan terjebak macet. Michael sengaja mengumpulkan semua orang di ruang rapat untuk menyampaikan rencananya kedepan, selama ia pergi pimpinan sementara di pegang oleh Jordan Hardianto−adik Michael.

"Aku akan berlibur dan bekerja," tegas Michael.

"Fanny dan Fendy akan ikut diriku," lanjut pria itu. Yang mendapatkan senyuman lebar dari sekretarisnya.

"Jordan, ikut keruanganku!" Michael menutup rapat tanpa ada pertanyaan dan protes dari semua orang. Ia berjalan kembali ke ruangannya diikuti Jordan.

"Kenapa mendadak?" Jordan menutup dan mengunci pintu.

"Sebenarnya tidak mendadak hanya di percepat." Michael duduk di sofa.

"Kenapa dipercepat? Kamu tidak pernah merubah apa yang telah direncanakan." Jordan menatap Michael.

"Tanyakan pada papa dan mama." Michael terlihat kesal.

"Baiklah, mereka mau kamu beristirahat dan memikirkan untuk segera menikah." Jordan tersenyum.

Michael menatap tajam pada Jordan. Pria itu menghempaskan tubuhnya di sofa. Dia mengdengus, menarik napas dengan berat dan membuangnya dengan kasar. Lelaki tampan yang selalu dipuja kaum hawa dan dikagumi banyak pengusaha muda itu memejamkan mata. Jari-jari kekarnya memijit batang hidung yang terpahat mancung dan sempurna. Sorotan mata yang tajam dilengkapi dengan alis lebat dan hitam hampir menyatu sangat kontras dengan kulit putih dan bersih sang pria keturunan Tionghoa itu.

"Apa kamu tidak tertarik untuk menikah?" Jordan menaikkan alisnya melihat kegelisahan Michael.

"Aku akan menikah, tetapi tidak sekarang," jawab Michael mengendurkan ikatan dari dan membuka kancing jas miliknya. Dua saudara itu terdiam.

Angin berhembus menggoyangkan gorden. Mengejutkan Jordan karena ruangan itu sudah menggunakan pendingin.

"Kenapa kamu membuka jendela?" Jordan menutup jendela kaca yang terbuka.

"Kadang aku butuh udara asli." Michael beranjak dari sofa dan berjalan menuju lemari pendingin.

"Polusi udara. Kamu sangat suka kebersihan." Jordan memperhatikan Michael.

"Aku bisa mandi setelah sampai rumah," ucap Michael kembali ke sofa.

"Apa rencana kamu selanjutnya di Bangka?" Jordan duduk di depan Michael.

"Aku tidak mau mengunjungi semua keluarga yang ada di Bangka." Michael meneguk minumannya.

"Aku tahu, kamu tidak mau mendengarkan ocehan mereka." Jordan ikut meneguk air yang ada di atas meja.

"Aku sangat khawatir." Michael membuka jasnya.

"Apa yang dikhawatirkan seorang Michael?" Jordan menyenderkan tubuhnya di dinding sofa.

"Mama mau aku mengambil guci pernikahan di rumah Oma." Michael semakin kesal.

"Lalu?" Jordan sangat penasaran.

"Aku pikir, papa dan mama berlebihan karena terlalu percaya mitos." Pria tampan itu membuka dasi dan membuang ke sofa.

"Bagi papa dan mama, kamu adalah pembawa keberuntungan. Apakah itu juga mitos?" tanya Jordan.

"Apa kamu tahu? Jika guci itu pecah maka keberuntunganku akan menjadi kesialan kecuali aku menikah dengan wanita yang berada paling dekat dengan guci pecah." Michael menekankan suaranya. Ia sangat ingin berteriak.

"Kamu kirimkan saja guci menggunakan jasa kurir dari Bangka ke Jakarta." Jordan menatap Michael yang terlihat kesal.

"Itu Guci leluhur kita yang harus dijaga, apa kamu mengerti maksud perkataan itu?" Michael meneguk habis minumannya dan menghancurkan botol kosong itu.

"Baiklah, Guci itu tidak boleh dikirim dan harus terus berada di sisi kamu," ucap Jordan.

"Bayangkan, jika guci itu pecah? Aarrg." Michael mengacak rambutnya.

"Berdoa saja pada sang Dewa, ketika guci itu pecah ada bidadari cantik di sisi kamu." Jordan tersenyum.

"Pergilah berdoa untuk diriku!" Michael menatap tajam pada Jordan.

"Hey, kamu yang harus berdoa pada sang Dewi Fortuna." Jordan tersenyum lebar.

"Bagaimana jika kita pergi ke tukang ramal?" Jordan terlihat serius.

"Aku tidak percaya dengan semua itu." Michael merapikan kemejanya dan bersiap untuk pergi.

"Kamu mau kemana?" Jordan ikut berdiri.

"Pulang ke rumah." Michael berjalan keluar ruangan, ia membuka pintu dan melihat Fanny berdiri tepat di depan dirinya.

"Maaf, Tuan. Saya telah mempersiapkan keberangkatan ke Bangka besok siang." Fanny tersenyum.

"Pilih hotel terbaik di pulau Bangka dengan pemandangan pantai dan dekat dari rumah keluargaku!" Michael memasuki lift khusus diikuti Jordan.

"Tidak usah di perjelas, Bangka memiliki hotel mewah di pinggir pantai yang indah." Jordan menepuk pundak kakaknya.

"Apa kamu sering pulang ke Bangka?" tanya Michael dan menepis tangan adiknya.

"Tentu saja, hanya butuh lima puluh menit di pesawat." Jordan tersenyum.

"Gadis Bangka sangat cantik dan manis, mereka juga sangat ramah," bisik Jordan di telinga Michael.

"Mata kamu sangat jeli ketika melihat wanita." Pria itu memicingkan matanya.

"Tentu saja, apalagi gadis melayu pribumi dengan kulit sawo matang, sangat mempesona." Senyuman lebar terlihat di bibir Jordan membuat Michael memikirkan sesuatu yang tidak ia sukai.

"Hey, aku tidak melakukan seks bebas." Jordan bisa memahami tatapan saudaranya.

"Entahlah." Michael keluar dari lift karena telah terbuka, ia menuju mobil mewah berwarna hitam miliknya. Dan Jordan menuju mobil berwarna merah. Dua mobil mahal itu meninggalkan kawasan perkantoran menuju rumah mewah bernuansa Chines.

Mobil hitam mewah dan mahal memasuki halaman hijau sebuah rumah besar dengan tiang-tiang tinggi dengan ukiran naga dan burung Phoenix berwarna lembut. Dua pria tampan turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah. Wajah kusut Michael terlihat jelas. Pria itu bahkan merasa gerah dengan hari yang panas di kota Jakarta walaupun udara segar dari tumbuhan dan pepohonan memberikan kesejukan.

Seorang wanita paruh baya dengan wajah oriental keturunan Tionghoa tersenyum menyambut dua putra kesayangannya di depan pintu untuk makan siang bersama. Dia bisa melihat kekesalan pada wajah jimat keberuntungan keluarga Hardianto.

"Ada apa ini?" Mama berdiri di depan pintu.

"Hm." Jordan mengangkat pundaknya.

"Berikan pelukan pada Mama." Wanita itu membentangkan tangannya.

"Halo, Ma." Jordan berlari memeluk wanita cantik dengan kulit putih bersih.

"Halo, Sayang. Kenapa dengan wajah tampan kakak kamu?" tanya Nyonya Jia Li−Mama Jordan dan Michael.

"Dia sedang memikirkan Guci pernikahan." Jordan tersenyum dan mencium dahi mamanya.

"Ma, aku saja yang mengambil Guci itu." Suara Jordan terdengar manja.

"Usia kakak kamu sudah tiga puluh lima tahun dan belum juga menikah, Mama sangat khawatir," bisik Mama di telinga Jordan yang harus menunduk karena wanita itu hanya sebats bahunya.

"Aku juga sudah tua, Ma." Jordan memancungkan mulutnya.

"Kamu punya banyak kekasih." Nyonya Li menjewer telinga Jordan.

"Aww, sakit, Ma." Jordan berlari masuk ke dalam rumah.

"Menyebalkan." Michael melewati Mamanya.

"Berhenti!" perintah Nonya Li dan itu dapat menghentikan langkah kaki Michael.

"Halo, Ma." Michael memeluk mamanya.

"Jangan mengecewakan dan membuat sedih Mama," bisik Nyonya Li di telinga Michael.

Michael dan Jordan masuk ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri dan membuka jas serta dasi, keduanya keluar bersama dengan kemeja dan celana berbahan menuju ruang makan.

"Putraku semakin tampan dan gagah." Tuan Hardianto tersenyum dan bersiap untuk makan siang.

"El, kapan kamu akan pergi ke Bangka?" tanya Papa.

"Besok," jawab Michael pelan.

"Pa, apa aku boleh ikut?" tanya Jordan bersemangat.

"Jo, kamu harus menggantikan El selama di Bangka," ucap Mama dengan senyuman.

"Sebaiknya kita segera makan." Michael mengambil makanan dengan sumpitnya.

"Apa kamu akan kembali ke Perusahaan setelah makan siang?" tanya Jo dengan mulut penuh makanan.

"Tidak, aku akan jalan-jalan saja sebentar. Aku sudah kenyang." Michael beranjak dari kursi.

"Jo, ada apa dengan El?" tanya Mama.

"Mama lebih tahu." Jordan tersenyum.

"Sebenarnya, Guci pernikahan itu mitos atau fakta?" Jordan melihat Papa dan Mama bergantian.

"Itu fakta untuk mempertemukan El dengan jodohnya." Mama tersenyum puas.

"Itu ide dari Mama kamu." Papa menyelesaikan makan siang.

"Aku kembali ke kantor, Sayang." Tuan Hardianto mencium kepala istrinya.

"Hanya Jakarta-Bangka dan El akan menggunakan pesawat bisnis. Fanny dan Fandy yang di dekatnya." Jordan menatap Mamanya.

"Belum tentu, Sayang." Mama menyentuh pipi Jordan dengan lembut dan merapikan meja makan dibantu beberapa pelayan.

Nyonya Lia Ji hanya ibu rumah tangga biasa, ia setiap hari berada di rumah mengurus keluarganya. Tuan Hardianto adalah pria yang setia, ia puas dan bahagia bersama istrinya dari hidup susah hingga menjadi kaya raya. Pernikahan mereka yang ditentang keluarga membuat Hardianto melarikan diri ke Jakarta dan membuka usaha kecil-kecilan dari modal yang dia tabung sejak masih muda.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Fit Tree Fitri

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Terjebak Miliarder Posesif Terjebak Miliarder Posesif Fit Tree Fitri Miliarder
“Kisah cinta pria terkaya keturunan Tionghoa yang tidak percaya pada Tuhan dengan seorang guru yang hidup sederhana dan taat agama bernama Fahima. Berawal dari kekaguman hingga peristiwa pecahnya guci pernikahan keluarga yang berarti kesialan membuat Michael bertekad untuk menikahi Fahima karena ia sangat takut dengan nasib sial. Fahima memberi banyak alasan untuk menolak Michael karena perbedaan keyakinan, prinsip dan gaya hidup. Dia tidak ingin meninggalkan pulau Bangka dan Michael yang harus menetap di Jakarta karena mengurus perusahaan serta bisnisnya, tetapi Miliarder itu tidak menyerah dan tetap berusaha untuk mendapatkan Fahima yang ia anggap sebagai penangkal kesialan yang dialami akibat Guci pecah. Pengalaman spiritual yang terjadi begitu saja tanpa disengaja membawa mereka terus bersama. Bagaimana kisah cinta dua insan yang Tuhan ciptakan dengan banyak perbedaan ini? Mampukah Michael mendapatkan Fahima yang memiliki pengalaman pahit pada pria Tionghoa? Pria itu juga harus bersaing dengan saudara sendiri bernama Jordan.”
1

Bab 1 Michael Hardianto

18/01/2022

2

Bab 2 Pria Arogant

18/01/2022

3

Bab 3 Michael dan Jordan

18/01/2022

4

Bab 4 Pertemuan Pertama

18/01/2022

5

Bab 5 Guci Pernikahan

18/01/2022

6

Bab 6 Kejadian Tidak Terduga

18/01/2022

7

Bab 7 Bersama Leo

18/01/2022

8

Bab 8 Kesialan

18/01/2022

9

Bab 9 Jatuh

18/01/2022

10

Bab 10 Menjadi Pelayan Michael

18/01/2022

11

Bab 11 Perjalanan ke Pangkal Pinang

21/01/2022

12

Bab 12 Takdir dan Jodoh

21/01/2022

13

Bab 13 Benang Perjodohan

21/01/2022

14

Bab 14 Kesialan dalam Percintaan

21/01/2022

15

Bab 15 Pergi ke Serang

21/01/2022

16

Bab 16 Tiba di Kampus Untirta, Serang

22/01/2022

17

Bab 17 Kegelisahan Michael

22/01/2022

18

Bab 18 Kembali ke Rumah

22/01/2022

19

Bab 19 Tidak Ada Kesempatan Kedua

23/01/2022

20

Bab 20 Mencari Informasi Tentang Fahima

23/01/2022

21

Bab 21 Bertemu Fahima

24/01/2022

22

Bab 22 Bertemu Jordan

24/01/2022

23

Bab 23 Patung Jodoh Kesayangan

25/01/2022

24

Bab 24 Mall Of Serang (MOS)

25/01/2022

25

Bab 25 Tekanan Michael

25/01/2022

26

Bab 26 Perselisihan

26/01/2022

27

Bab 27 Ponsel Baru

26/01/2022

28

Bab 28 Perjodohan

27/01/2022

29

Bab 29 Pikiran yang Kacau

28/01/2022

30

Bab 30 Jatuh dari Tangga

29/01/2022

31

Bab 31 Kehilangan Boneka Kayu

31/01/2022

32

Bab 32 Boneka Milik Fahima

01/02/2022

33

Bab 33 Sepasang Boneka Jodoh

01/02/2022

34

Bab 34 Kekesalan Michael

02/02/2022

35

Bab 35 Pergi ke Desa Mandalawangi

02/02/2022

36

Bab 36 Menjemput Fahima

03/02/2022

37

Bab 37 Tekanan Michael pada Fahima

04/02/2022

38

Bab 38 Perdebatan

07/02/2022

39

Bab 39 Lari dari Michael

08/02/2022

40

Bab 40 Calon Istriku

12/02/2022