Sweet Lollipops

Sweet Lollipops

Eva Fingers

4.2
Komentar
411
Penayangan
33
Bab

Chika Nada Juwita, si gadis bertubuh gempal imut dan ceria, jatuh cinta kepada teman satu kelasnya bernama Kevin Devano. Siswa pindahan yang super dingin, angkuh, dan juga sangat perfeksionis. Kevin mempunyai selera yang tinggi terhadap wanita. Meski begitu Chika tak pernah menyerah dan terus berjuang untuk mendapatkan hati Kevin. Lalu akankah Chika berhasil mendapatkan hati Kevin?

Sweet Lollipops Bab 1 Siswa Pindahan

Jam menunjukkan pukul 07:00, tampak hiruk pikuk siswa dan siswi Pertiwi yang masih berada di luar kelas.

Jam masuk belajar dimulai 07:30, masih ada waktu untuk berada di luar kelas untuk saling mengobrol dan bercanda atau sekedar, mengerjakan, pekerjaan rumah yang belum selesai.

Suasana di dalam kelas pun juga tak kalah gaduh, terutama di kelas 11A, tempat di mana Chika berada.

Namanya Chika Nada Juwita, atau yang akrab disapa Chika, gadis tambun dengan wajah imut dan memilik mata bulat sempurna dipenuhi bulu-bulu lentik yang memperindah tatapannya. Dia terkenal sebagai gadis ceria, cerdas, baik dan humoris.

Dia juga memiliki seorang sahabat karib yang bernama Cindy, si gadis mungil, yang tak kalah manis dan bahkan teman-temannya mengatakan jika Cindy memiliki wajah yang mirip boneka barbie.

"Eh, Chika, PR-nya udah kelar belum? Kalau udah pinjem dong!" ucap Cindy sahabat karib Chika.

"Udah dong! Cindy mau nyontek ya?" tanya Chika.

"Iya dong! Masa enggak!" sahut Cindy penuh percaya diri.

"Ok, boleh, tapi ...."

"Tapi apa?'

"Biasa, pajak mana pajak?!"

"Ok, siap!"

Cindy mengeluarkan isi dalam tasnaya yang terdapat, dua bungkus besar keripik kentang dan juga satu buah permen lollipop.

"Ehem, ini aja nih?" lirik Chika dengan sinis.

"Diskon dong, Chika, 'kan sama sahabat," keluh Cindy.

"Ok, deal!" sahut Chika dengan yakin.

***

Lalu kita kembali ke bagian luar kelas.

Suasana yang sangat gaduh itu tiba-tiba menjadi senyap, saat seorang siswa baru bertubuh atletis, tampan, berwibawa dan terlihat dingin memasuki area sekolah.

Seluruh mata tertuju kepadanya, semua mematung tak bergeming, seolah sedang terkena sihir es dari Elsa.

"Woy! Kaum hawa! Kenapa sih pada cengo?! gua juga siswa baru kali! Tapi kok kalian enggak terpesona dengan ketampanan gue sih!?" oceh Jono, siswa baru satu minggu dan tidak diperhatikan di sekolah Pertiwi.

Tapi ocehan dan keluhan Jono sama sekali tak digubris oleh para siswi Pertiwi yang sudah terkontaminasi oleh paras ganteng dari si anak baru itu.

"Oh my God, hidungnya mancung banget,"

"Ih, ya ampun, matanya tajam banget,"

"Ya, Gusti! Itu manusia apa bukan, ganteng banget,"

"Parah ...."

Ucap spontan para gadis yang sedang jatuh cinta masal pada pandangan pertama.

Dan siswa baru itu pun masih tetap dengan ekspresi dinginnya.

Lalu berjalan memasuki kelas 11 A, kelas di mana Chika berada.

Dengan langkah tegap dan sedikit hembusan angin yang menerpa rambut dengan gaya undercut-nya, menambah kadar kegantengan pria itu naik 2 kali lipat.

Suasana kalas pun langsung berubah menjadi senyap, ketika seorang pangeran masuki kelas.

Kaum hawa seolah terhipnotis, tak terkecuali dengan Chika.

Tak sadar dia sampai menjatuhkan kripik kentang yang ada di pelukannya, karna pandangan dan otaknya yang terfokus kepada pria itu.

Dan dari belakang muncul Bu Maya, selaku wali kelas mereka, dan beliau pun memperkenalkan siswa baru itu.

"Ayo semuanya, tolong diam ya!" ucapnya. Tapi Bu Maya merasa ada yang aneh, karna memang sejak awal dia masuk para murid-muridnya itu juga sudah terdiam, tak biasanya mereka seperti ini. Padahal biasanya suasana kelas menjelang masuk keadaannya akan ramai sekali mirip PRJ. (Pekan Raya Jakarta)

"Ah, baiklah, Kevin. Tolong perkenalkan diri sekarang ya," pinta Bu Maya.

Kevin mengangguk sesaat lalu dia memperkenalkan dirinya.

"Halo, nama saya Kevin Devano, saya pindahan dari SMA Santosa Jaya, salam kenal." Masih dengan wajah dinginnya.

"Sudah cukup perkenalannya, Kevin?"

"Sudah, Bu." Jawabnya singkat.

"Baik, sekarang silakan cari tempat duduk yang kosong, mungkin di -" ucapan Bu Maya terputus.

Karna pandangan Bu Maya teralihkan oleh para anak-anak perempuan yang nyaris tidak berkedip.

Padangan mirip zombi itu terus tertuju kearah Kevin yang masih dingin dan nyaris tak berekspresi.

Tak terkecuali dengan Chika. Jantungnya berdetak sangat kencang dan pipinya yang cabi mendadak memerah.

Tak sadar dari bibirnya mengembang dan sebuah senyuman pun terukir.

"Ya ampun gantengnya," ucap spontan Chika.

Seketika Chika memantapkan bahwa hari ini dia sudah menemukan cinta pertamanya. Tentu dia tidak mau menyia-nyiakan perasaan berharganya ini.

"Cindy! Cepet pergi," bisik Chika di telinga Cindy.

"Loh, kenapa? Kan Cindy pengen duduk sama Chika, kita best friends, 'kan?" tanya Cindy.

"Cindy, please, ini demi masa depan percintaan gue,"

"Hah?!"

Duak!

Cindy pun terjengkang, dan terpaksa pindah dari tempat duduknya.

"Maaf ya, Cindy, Chika terpaksa nendang Cindy,"

"Chika, jahat!"

"Ssst, jangan berisik, nanti Chika beliin coklat yang gede buat, Cindy," lirih Chika.

"Janji,"

"Iya, Janji," Chika mengangkat dua jari.

Dan terpaksa Cindy pindah ke bangku sebelah yang saat ini tengah kosong.

Sementara Chika langsung mengeluarkan kaca kecil berbentuk permen lollipop, lalu dia pun bercermin dan merapikan rambutnya, terutama di bagian poni mangkuk kebanggannya.

"Ah, udah cantik, Chika memang udah imut dari lahir, semangat Chika!" ucapnya penuh percaya diri lalu dia menaruh kembali kaca kecil itu ke dalam tasnya. Dan dia langsung mengelap bangku di sampingnya setelah itu tersenyum penuh percaya diri menyambut kedatangan Kavin yang berjalan ke arahnya.

Tapi bukannya duduk di sebelah Chika, Kevin malah memilih duduk di bangku belakang Chika, tepat di sebelahnya Bejo.

'Yah, kok malah duduk di situ sih,' keluh Chika di dalam hati.

Chika pun menengok ke belakang dan memandang wajah Kevin dengan tatapan ngenes.

'Ada Chika yang imut ini, tapi malah pilih duduk di samping Bejo yang suka ngupil,' bicaranya di dalam hati. Dan masih dengan tatapan ngenesnya.

Masih dengan wajah tanpa ekspresi Kevin pun duduk di sebelah Bejo, yang sejak tadi masih bersembunyi di balik buku tulisnya.

Karna melihat di samping ada Kevin, Bejo pun langsung membuka buku yang menutup wajahnya itu.

Dengan jari telunjuk kiri yang masih berada di dalam lubang hidungnya, Bejo tersenyum tak berdosa sambil mengulurkan tangan kananya.

"Halo teman baru, perkenalkan, nama gue Bejo, cowok ganteng yang selalu di gibahin cewek-cewek 11A," ucapnya penuh percaya diri.

Kevin pun langsung melirik ke arah Bejo, dan melihat Bejo dengan tatapan datar sambil mengangkat sedikit ujung alisnya.

Rupanya Kevin geli melihat tangan Bejo yang masih ada ... ah, lupakan ....

Dan akhirnya Kevin enggan meraih tangan Bejo. Dia hanya menyebut namanya dengan singkat.

"Nama gue Kevin."

"Wah, nama yang keren, Bro!" Bejo menepuk pundak kevin dengan tangannya yang bekas ... yaitulah pokoknya.

Dengan penuh kekhawatiran Kevin melirik kearah pundaknya sendiri. Dia mulai merasa ketakutan akan terkena ranjau dari Bejo, yang bisa saja menodai baju seragamnya yang baru itu.

"Senangnya, akhirnya ada juga yang mau duduk sebangku sama gue haha haha hahh uhuk uhuk uhuk!"

Kevin kembali mengernyitkan keningnya sambil menutup mulut dan sedikit menjauhkan diri dari Bejo.

Dia menyesal sudah memilih duduk di bangku ini, padahal dia memilih bangku ini karna ingin menghindar dari Chika yang di matanya terlihat jelas sedang tertarik dengannya. Kevin sangat hafal bagaimana ekspresi para kaum hawa yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya. Karna di sekolahan lamanya, dia adalah seorang idola yang selalu dikejar-kejar oleh para wanita.

Dengan tidak duduk satu bangku bersama Chika dia pikir hidupnya selama berada di kelas akan baik-baik saja dan aman serta tenteram.

Tapi nyatanya tidak, karna duduk bersama Bejo adalah sebuah musibah, yang tidak akan pernah bisa membuatnya nyaman berada di kelas. Sebab dia harus menjaga jarak, dan harus berhati-hati, agar tidak terkena ranjau-ranjau yang dipasang oleh si Bejo.

Dan kalau dipikir-pikir lagi, mungkin akan lebih baik dia duduk dengan Chika, si cewek tambun yang berpotensi akan menjadi Sasaeng fansnya.

Sasaeng (penggemar obsesif)

Dari pada dengan Bejo yang super jorok dan suka ngupil serta menebar jebakan di mana-mana.

Akhirnya dengan penuh keteguhan hati, Kevin pun mengambil tasnya kembali dan berpindah ke bangku depan bersama Chika, karna tidak ada bangku lain. Hanya terdapat dua bangku kosong di dalam kelas itu.

Terpaksa dia harus menghadapi sasaeng fans yang sudah pasti akan mengusik hidupnya setiap waktu.

Bersambung....

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Eva Fingers

Selebihnya

Buku serupa

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Sweet Lollipops Sweet Lollipops Eva Fingers Anak muda
“Chika Nada Juwita, si gadis bertubuh gempal imut dan ceria, jatuh cinta kepada teman satu kelasnya bernama Kevin Devano. Siswa pindahan yang super dingin, angkuh, dan juga sangat perfeksionis. Kevin mempunyai selera yang tinggi terhadap wanita. Meski begitu Chika tak pernah menyerah dan terus berjuang untuk mendapatkan hati Kevin. Lalu akankah Chika berhasil mendapatkan hati Kevin?”
1

Bab 1 Siswa Pindahan

14/12/2021

2

Bab 2 Chika Pasti Bisa

14/12/2021

3

Bab 3 Curi-curi Pandang

14/12/2021

4

Bab 4 Pria Ganteng Tapi Sombong

14/12/2021

5

Bab 5 Bukan Selera Gue

14/12/2021

6

Bab 6 Gebetan Chika

14/12/2021

7

Bab 7 Cowok Nyebelin

14/12/2021

8

Bab 8 Chika Gadis Yang Baik

14/12/2021

9

Bab 9 Penggemar Obsesif

14/12/2021

10

Bab 10 Chika Sang Penyelamat

14/12/2021

11

Bab 11 Gadis Yang Berbeda

14/12/2021

12

Bab 12 Gara-gara Diet

15/12/2021

13

Bab 13 Belajar Bersama Chika

15/12/2021

14

Bab 14 Berbunga-bunga

15/12/2021

15

Bab 15 Cindy Yang Murka

16/12/2021

16

Bab 16 Tamparan Cindy

16/12/2021

17

Bab 17 Sahabat Yang Baik

17/12/2021

18

Bab 18 Kata-kata Romantis

17/12/2021

19

Bab 19 Selebgram Idola

18/12/2021

20

Bab 20 Patah Hati

18/12/2021

21

Bab 21 Teman Masa Kecil

24/12/2021

22

Bab 22 Ditraktir Kevin

03/01/2022

23

Bab 23 Gengsi

07/01/2022

24

Bab 24 Doa Anak Yatim

08/01/2022

25

Bab 25 Kuda Nil

09/01/2022

26

Bab 26 Gosip

13/01/2022

27

Bab 27 Cindy Yang Emosi

21/01/2022

28

Bab 28 Cindy Yang Emosi Part2

22/01/2022

29

Bab 29 Cindy Yang Emosian Part3

24/01/2022

30

Bab 30 Bukan Pacar!

28/01/2022

31

Bab 31 Pembelajaran Bagi Davina

03/06/2022

32

Bab 32 Bukan Kutukan

03/06/2022

33

Bab 33 Tamat

03/06/2022