Going Crazy
5.0
Komentar
573
Penayangan
35
Bab

Kelahiran anak kembar yang tidak ada hubungan darah dengannya, membuat Marcel Arya Buana langsung menceraikan Mikaela Cassandra Djuanda secara sepihak. Sang istri yang tidak terima dicerai begitu saja, mencari segala cara untuk mengembalikan keutuhan rumah tangganya. Diapun memilih membebaskan Ares Pratama dari balik jeruji besi untuk menyerahkan hak asuh si kembar kepada pria itu. Namun, setelahnya yang ada Mikaela malah dirundung duka karena kematian tiba-tiba dari ayahnya. Sejak hari itu, semuanya berubah! Mikaela memilih tidak meninggalkan si kembar dan berusaha agar Marcel mau menerimanya. Tapi sayangnya, cerita lama terulang kembali dan membuat luka lama kembali menganga, karena Marcel kini membandingkan dirinya dengan Michelle Prasasti - mantan istri sekaligus iparnya. Bagaimana Mikaela menanggapi semua ini? Akankah dia bisa menyelamatkan rumah tangganya atau hancur lebur bersama pernikahannya?

Bab 1 PROLOG

POV 1

Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia mencoba mendorongku dari sini? Tidak, air di bawah begitu tenang dan dalam. Saat aku melihat ke bawah, aku begitu ketakutan hingga sulit bergerak rasanya. Tapi dia berkata ...

" Kau yang menghancurkan hidupku dan harusnya kau tidak hadir di antara kami!"

Tuduhan macam apa itu? Aku tidak pernah berniat untuk menghancurkan kehidupannya. Aku bahkan ingin berhubungan baik dengannya, tapi kenapa jadi begini? Dia bilang, dia sudah melupakan semua yang terjadi. Lantas, kenapa malam ini dia berusaha menghabisi nyawaku. Danau ini ... sangat terkenal dengan banyaknya hewan buas yang hidup di dalamnya. Dia ... ingin aku mati tanpa sisa dan menjadi santapan mereka? Kenapa ... kau bisa sekejam itu kepadaku?

"Kuharap kau pergi dan tidak akan kembali untuk selamanya! Jika kau tidak ada, maka hidupku akan sempurna!"

Itu perkataannya sebelum aku terdorong dari tebing ini. Aku ... tidak berdaya sama sekali! Aku akan jatuh dan mati? Aku tidak bisa berenang dan mungkin itulah kenapa dia memanfaatkan situasi seperti ini. Malam yang begitu dingin dan aku merasakan air yang juga tak kalah dingin membuat tubuhku kedinginan sampai ke tulang – tulang. Di dalam air yang dingin, aku menumpahkan air mataku. Aku tidak tahu apa salahku dan kenapa semuanya bisa kacau begini.

Aku seakan menyadari, kalau dunia ini sudah gila dan selama ini aku terlalu naïf menilai semuanya. Satu per satu pergi meninggalkan dan mencampakkanku. Aku tak menduga, kalau mimpi buruk ini terjadi juga. Mimpi buruk yang jau lebih buruk daripada dugaanku. Mimpi yang seakan menarikku untuk terjun dalam dunia kegilaan yang penuh keegoisan.

'Ah, apakah aku masih punya kesempatan setelah ini? Apa aku akan...berakhir di sini?'

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh ELLENGW

Selebihnya

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku