Misteri Desa Purnama

Misteri Desa Purnama

TasTag

5.0
Komentar
596
Penayangan
40
Bab

Untuk menenangkan diri dari perkuliahan, Aldi memutuskan berlibur di sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk Ibu Kota. Namun, dia tidak menyangka bahwa kunjungannya ini akan membuatnya menemukan kemampuan supernatural yang tidak dia sadari. Apakah Aldi dapat menjalani liburannya di Desa Purnama saat banyak sekali pengalaman mistis yang dia alami di sana?

Bab 1 Kampung Paman

"Sudah sampai, Dek! Ini rumah Pak Suwarno," ujar Pak Sarip sambil menunjuk dengan jempolnya ke sebuah rumah tua yang masih sangat terawat.

Pria tua ini adalah tukang ojek yang sudah dipesan oleh paman untuk mengantarku. Sejak awal, Pak Sarip begitu sopan saat menyambutku di pintu gapura desa. Senyumnya melebar dengan gigi depan yang ompong dimakan usia.

Di sepanjang perjalanan, beliau tak segan untuk memulai obrolan denganku. Aku hanya tersenyum dan menjawab seperlunya. Rasa lelah yang aku rasakan membuatku ingin segera sampai di rumah paman, terlebih lagi kami harus melewati jalan yang membelah hutan yang rimbun menuju desa paman. Entah karena merasa sangat lelah, atau hanya perasaanku saja, sejak tadi aku bahkan merasa sedang diawasi oleh seseorang dari jauh.

Kupikir itu mungkin hanya seekor binatang yang berkeliaran di malam hari. Maklum saja, desa ini melewati sebuah hutan yang cukup lebat dengan penerangan seadanya dari obor yang sepertinya sengaja dipasang warga sekitar untuk menerangi jalan masuk ke desa.

"Terima kasih, Pak!" ucapku sambil menyodorkan selembar uang 100 ribu padanya, "Ambil saja kembaliannya."

Suasana malam yang begitu sepi. Udara dingin kian menusuk sampai ke tulang. Aku berdiri di depan pagar sebuah rumah tua yang kosong. Perjalanan yang hampir enam jam aku lalui membuatku merasa sangat lelah. Badanku terasa ringkih.

Aku tidak menyangka bahwa perjalanannya akan begitu lama. Niatku dari kota ke desa ini sebenarnya untuk liburan cuti dari kuliahku. Mengingat rumah paman yang seorang perwira TNI ini sudah lama kosong karena harus untuk bertugas di daerah lain, aku akhirnya memberanikan diri ke sini sendirian.

Jalanan di sini penuh lobang dan sempit, sehingga sulit diakses kendaraan roda empat tidak bisa melewatinya. Kata paman, di desa ini sangat jarang sekali warga yang memiliki kendaraan pribadi, mereka lebih memilih menggunakan transportasi umum untuk bepergian ke kota. Selain karena jalan desa yang tidak memungkinkan, mereka juga tidak pernah kesulitan mencari bahan makanan karena hasil panen yang melimpah mereka dapatkan dari bercocok tanam.

Setelah selesai mengobservasi daerah sekitar, aku kemudian turun dari motor sambil menggendong tas ransel di pundakku. Aku ingin segera istirahat.

"Waduh! Ini banyak sekali, Dek!" ucap Pak Sarip heran ketika menyadari jumlah uang yang kusodorkan padanya.

"Tidak apa-apa, rejeki buat Bapak sekeluarga," ucapku.

"Ya sudah kalau begitu, terima kasih banyak ya, Dek. Semoga berkah." Pak Sarip segera memasukkan uang seratus ribu itu ke dalam saku jaketnya yang terlihat lusuh.

Tak lama kemudian, Pak Sarip pamit pergi dan berlalu secepat kilat. Kurasa tak sampai lima menit aku berpaling, Pak Sarip sudah lenyap dengan sepeda motornya melewati kegelapan malam.

Perlahan, aku mulai memindahkan barangku ke teras rumah. Aku melihat sekeliling, rumah-rumah yang masih jarang dengan jarak saling berjauhan, pohon- pohon rindang yang tinggi menjulang, ditambah suara-suara binatang malam yang bersaut-sautan membuat nyaliku semakin menciut.

Kupercepat langkahku menuju rumah, berharap seseorang ada dihadapanku untuk sekedar mengusir ketakutanku.

Kata paman, rumah ini dirawat oleh sepasang suami istri selama kurang lebih dua belas tahun ditinggalkan oleh paman. Mereka adalah Mbah Atmo dan Bi Sari.

Mbah Atmo dan Bi Sari sudah lebih dari dua puluh tahun tinggal bersama paman dan keluarganya. Sejak kepergian istri dan anaknya, paman memutuskan untuk tinggal jauh dari desa ini.

Kuketuk pintu dengan tergesa. Dengan perasaan takut, aku memberanikan diri melihat sekeliling rumah yang masih dikelilingi oleh pohon-pohon rindang yang gelap.

Tok ... tok ... tok ...

"Assalamualaikum! Permisi, apa ada orang?" ucapku setengah berteriak.

Dari dalam rumah, terdengar suara langkah kaki yang terdengar pelan. Langkah kaki itu perlahan mendekat ke arahku.

"Ya, tunggu sebentar!" ucap seseorang dari dalam rumah.

Seketika perasaanku menjadi lega, ternyata masih ada orang yang terjaga selarut ini.

Ceklek!

Suara pintu yang ditarik dari dalam.

Kulihat seorang nenek tua dengan rambut cepol yang penuh dengan uban membuka pintu dengan pelan.

"Malam, Bi. Saya Aldi, keponakan Pak Suwarno," ucapku memperkenalkan diri.

Nenek tua itu melihatku dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Cris Pollalis
5.0

Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Misteri Desa Purnama
1

Bab 1 Kampung Paman

14/10/2025

2

Bab 2 Bulan

14/10/2025

3

Bab 3 Cerita di Malam Hari

14/10/2025

4

Bab 4 Bulan Tanpa Cahaya

14/10/2025

5

Bab 5 Masa Lalu Bersama Nana

14/10/2025

6

Bab 6 Perjalanan Menuju Bulan

14/10/2025

7

Bab 7 Tujuan

14/10/2025

8

Bab 8 Bulan Dan Kenangan

14/10/2025

9

Bab 9 Menuju Keabadian

14/10/2025

10

Bab 10 Gadis Misterius

14/10/2025

11

Bab 11 Rosmala

14/10/2025

12

Bab 12 Hantu Kardun Bagian 1

14/10/2025

13

Bab 13 Hantu Kardun Bagian 2

14/10/2025

14

Bab 14 Hantu Kardun Bagian 3

19/10/2025

15

Bab 15 Keanehan Bersama Rosmala

20/10/2025

16

Bab 16 Hantu Kardun Bagian 4

21/10/2025

17

Bab 17 Hantu Kardun Bagian 5

22/10/2025

18

Bab 18 Hantu Kardun Bagian 6

22/10/2025

19

Bab 19 Hantu Kardun Bagian 7

23/10/2025

20

Bab 20 Hantu Kardun Bagian 8

23/10/2025

21

Bab 21 Hantu Kardun Bagian 9

24/10/2025

22

Bab 22 Hantu Kardun Bagian 10

24/10/2025

23

Bab 23 Hantu Kardun Bagian 11

24/10/2025

24

Bab 24 Hantu Kardun Nagian 12

24/10/2025

25

Bab 25 Hantu Lardun Bagian 13 (Tamat)

24/10/2025

26

Bab 26 Permulaan

25/10/2025

27

Bab 27 Bulan vs Rosmala

25/10/2025

28

Bab 28 Sosok di Rumah Pak Yanto Bagian 1

27/10/2025

29

Bab 29 Sosok di Rumah Pak Yanto Bagian 2

28/10/2025

30

Bab 30 Sosok di Rumah Pak Yanto Bagian 3

29/10/2025

31

Bab 31 Sosok di Rumah Pak Yanto Bagian 4

30/10/2025

32

Bab 32 Sosok di Rumah Pak Yanto Bagian 5 (Tamat)

31/10/2025

33

Bab 33 Nana, Si Kecil Yang Malang

02/11/2025

34

Bab 34 Kuntilanak Ririn Bagian 1

02/11/2025

35

Bab 35 Kuntilanak Ririn Bagian 2

04/11/2025

36

Bab 36 Kuntilanak Ririn Bagian 3

05/11/2025

37

Bab 37 Kedatangan Ayla Bagian 1

05/11/2025

38

Bab 38 Kedatangan Ayla Bagian 2

06/11/2025

39

Bab 39 Kuntilanak Ririn Bagian 4

07/11/2025

40

Bab 40 Kuntilanak Ririn Bagian 5

11/11/2025