Kutukan Selingkuhan

Kutukan Selingkuhan

WN. Nirwan

5.0
Komentar
2.6K
Penayangan
38
Bab

Rhino ingin kembali pada istrinya sehingga ia memutuskan hubungannya dengan Risa. Risa yang murka lalu mengutuk pria itu agar mati perlahan-lahan dengan penuh penderitaan dan kehancuran. Pada awalnya, Rhino tak percaya pada kutukan tersebut. Namun, ia yang semula baik-baik saja, mulai dilanda berbagai penyakit yang membuatnya menderita. Mulai dari penyakit lambung yang muncul tiba-tiba, impotensi, hingga penyakit-penyakit lain yang misterius namun berdampak mengerikan. Namun, benarkah penderitaan Rhino adalah karena kutukan Risa? Saat Rena, istri Rhino, menyelidiki tentang Risa, ia menemukan bahwa Risa adalah sosok yang sungguh di luar dugaannya.

Kutukan Selingkuhan Bab 1 Sumpah

Nada dering mengalun dari ponsel Rhino. Rhino yang masih tidur dengan setengah wajah terbenam di bantal, akhirnya membuka sebelah matanya untuk mencari ponselnya.

Ternyata ponsel Rhino tergeletak di nakas, berdekatan dengan asbak berisi puntung rokok yang sangat banyak. Karena masih sangat mengantuk, ia sengaja tidak bangun. Hanya tangannya yang menggapai-gapai untuk memungut ponselnya.

Tanpa meliihat siapa yang menelepon, Rhino menjawab dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.

"Halo... eh, assalamu 'alaikum...."

"Bang Rhino! Bang Rhino di mana?!!"

Dari seberang sana, seorang wanita membalas dengan panik. Rhino tersentak, lalu melihat nama yang tertera. Ternyata Reita, adik iparnya.

"Bang Rhino, cepat ke rumah sakit! Sekarang!"

"Ha? Siapa yang sakit?" tanya Rhino dengan kesadaran yang mulai pulih.

"Kak Rena, Bang! Kak Rena sudah masuk rumah sakit!"

"Hah? Rena sakit apa?" tanya Rhino lagi.

"Kok sakit, sih? Bang Rhino ngelantur ya? Kak Rena mau melahirkan, Bang! Sudah pembukaan... ah, aku nggak tahu. Pokoknya, Bang Rhino cepat ke sini! Aku kirimkan nama rumah bersalinnya, ya."

Rhino akhirnya bangkit dari tidurnya. Matanya melotot. Astaga, ia baru ingat sekarang! Istrinya! Istrinya, Rena, sedang hamil tua dan ternyata akan melahirkan malam... eh, ini malam atau pagi, sih?

Rhino melihat jam di ponselnya. Astaga, ternyata sudah pukul 07.00! Artinya, Rhino tertidur semalaman di rumah ini. Kenyataan itu menyadarkan dirinya bahwa ia tidak pulang ke rumah semalam, justru pada saat Rena paling membutuhkan suaminya.

Beruntung Rena masih punya adik yang bisa menolong dan membawanya ke rumah bersalin. Entah apa jadinya jika Rena sendirian saja di rumah pada saat masa bersalinnya makin dekat.

Rhino tersentak, lalu membalikkan badan. Ia menatap seorang wanita berpakaian minim, yang masih tertidur pulas. Dengan lembut, Rhino menggerakkan bahu wanita itu.

"Ris, Risa. Bangun, Ris. Aku harus pergi sekarang. Rena mau melahirkan," kata Rhino lembut.

Risa, nama wanita itu, menepis tangan Rhino. Tanpa membuka mata, ia menarik selimut hingga menutupi bahunya. Melanjutkan tidur.

"Aku harus pergi sekarang. Kamu nggak apa-apa 'kan, kutinggal sendirian?" tanya Rhino lagi, masih dengan kelembutan yang sama.

"Hem... pergi saja. Aku mau tidur!" balas Risa kasar.

Rhino mengembuskan napas. Ia segera memungut pakaiannya yang berserakan di kamar, lalu mengenakannya dengan sangat cepat. Setelah beres, ia beranjak menuju ambang pintu. Namun sesuatu membuatnya kembali menoleh pada Risa yang masih mendengkur halus.

Rhino mendekati Risa dan memandang wajahnya. Kemudian, ia membungkuk, hendak mencium kening wanita itu. Namun, saat bibir Rhino hampir mengenai sasaran, Risa membalikkan badan dengan cepat. Tangan wanita itu menampar pipi Rhino hingga pria itu terpaksa menarik wajahnya.

"Ugh," keluh Rhino sambil memegang pipinya.

Rhino mengembuskan napas berat. Ia akhirnya kembali berjalan menuju pintu kamar. Kali ini, ia akan benar-benar pergi.

"Setelah Rena melahirkan, aku akan menceraikan dia," ujar Rhino sebelum membuka pintu kamar.

"Benar, nih?"

Sahutan dari belakangnya tersebut membuat Rhino berbalik. Risa ternyata sudah duduk di tempat tidur, memandangnya dengan senyuman merekah. Ternyata, wanita itu hanya berpura-pura tidur sebelumnya.

"Benar, nih? Kau akan menceraikan dia, lalu menikahi aku?" ulang Risa memastikan.

"Iya. Aku akan menikahimu. Jadi kita tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi seperti ini," jawab Rhino. Ia hendak mendekati Risa lagi. Namun mengingat tamparan yang ia terima sebelumnya, Rhino mengurungkan niatnya dan hanya terpaku di dekat pintu.

"Baguslah. Aku juga sudah lelah menyimpan rahasia ini. Rasanya muak sekali, harus berpura-pura," cetus Risa. Ia lalu berpakaian, lalu menghampiri Rhino yang setia menunggu.

"Aku antar ke depan," kata Risa saat Rhino membuka pintu kamar..

Rhino mengangguk, lalu membiarkan Risa berjalan di depannya. Memandu Rhino meninggalkan rumah mungil Risa.

Rhino memasuki mobilnya yang terparkir di halaman rumah Risa. Sebelum Rhino menghidupkan mesin mobilnya, Risa menumpukan kedua tangan dan kepalanya di jendela mobil yang terbuka. Bertanya sekali lagi untuk memastikan janji yang Rhino ucapkan di dalam rumah.

"Kau benar-benar akan menceraikan Rena, 'kan? Kalau tidak, aku tidak akan memaafkanmu. Ah, tidak. Aku akan mengutukmu, supaya kau mati perlahan-lahan dan penuh penderitaan karena sudah menyakiti hatiku!"

Rhino bergidik dan memohon, "jangan, dong. Aku bersumpah, hanya kau yang akan kupilih."

Risa tertawa kecil. Kemudian ia menarik tubuhnya hingga Rhino bisa menaikkan kaca jendela.

Tak lama kemudian, mobil Rhino bergerak meninggalkan rumah Risa. Pemilik rumah itu melambaikan tangan, melepas kepergian kekasih gelapnya itu.

Sambil mengemudikan mobil menuju ke rumah bersalin, Rhino menarik napas dalam. Ia mengingat janji dan sumpah yang ia ucapkan sebelum meninggalkan rumah Risa.

"Aku tidak akan mengecewakanmu, Risa," gumamnya. Menguatkan diri agar tidak mengecewakan wanita yang ia cintai itu.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh WN. Nirwan

Selebihnya

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Kutukan Selingkuhan Kutukan Selingkuhan WN. Nirwan Romantis
“Rhino ingin kembali pada istrinya sehingga ia memutuskan hubungannya dengan Risa. Risa yang murka lalu mengutuk pria itu agar mati perlahan-lahan dengan penuh penderitaan dan kehancuran. Pada awalnya, Rhino tak percaya pada kutukan tersebut. Namun, ia yang semula baik-baik saja, mulai dilanda berbagai penyakit yang membuatnya menderita. Mulai dari penyakit lambung yang muncul tiba-tiba, impotensi, hingga penyakit-penyakit lain yang misterius namun berdampak mengerikan. Namun, benarkah penderitaan Rhino adalah karena kutukan Risa? Saat Rena, istri Rhino, menyelidiki tentang Risa, ia menemukan bahwa Risa adalah sosok yang sungguh di luar dugaannya.”
1

Bab 1 Sumpah

02/06/2025

2

Bab 2 Hidup Mati

02/06/2025

3

Bab 3 Pernikahan yang Tak Diinginkan

02/06/2025

4

Bab 4 Pertama Tanpa Asap

02/06/2025

5

Bab 5 Cinta Rahasia

02/06/2025

6

Bab 6 Dikutuk

02/06/2025

7

Bab 7 Terbakar

02/06/2025

8

Bab 8 Santet

02/06/2025

9

Bab 9 Di Ranjang Kamar

02/06/2025

10

Bab 10 Gagal Berdiri

02/06/2025

11

Bab 11 Coba Lagi

02/06/2025

12

Bab 12 Gagal Lagi

02/06/2025

13

Bab 13 Sumpah, Janji, Rokok

02/06/2025

14

Bab 14 Rizka Sakit

02/06/2025

15

Bab 15 Kondom Bocor

02/06/2025

16

Bab 16 Berobat, Yuk!

02/06/2025

17

Bab 17 Kemarahan Dua Wanita

02/06/2025

18

Bab 18 Jalan Kenangan

02/06/2025

19

Bab 19 Pembohong

02/06/2025

20

Bab 20 Serangan

02/06/2025

21

Bab 21 Melintas

02/06/2025

22

Bab 22 Bros dengan Huruf R

02/06/2025

23

Bab 23 Kantor

02/06/2025

24

Bab 24 Kosong

02/06/2025

25

Bab 25 Anak Baik

02/06/2025

26

Bab 26 Jujur

02/06/2025

27

Bab 27 Selamat

02/06/2025

28

Bab 28 Demi Bros

21/06/2025

29

Bab 29 Ingkar

22/06/2025

30

Bab 30 Masalah Besar

23/06/2025

31

Bab 31 Masalah 'Kecil'

24/06/2025

32

Bab 32 Tamu Risa

25/06/2025

33

Bab 33 Pertemuan

26/06/2025

34

Bab 34 Bukan Masalah Rumah Tangga

27/06/2025

35

Bab 35 Trauma

28/06/2025

36

Bab 36 Kebenaran

29/06/2025

37

Bab 37 Berakhir

30/06/2025

38

Bab 38 Undangan

01/07/2025