Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu

Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu

Faizal Rais

5.0
Komentar
1.7K
Penayangan
27
Bab

Arlena hampir tak percaya dengan apa yang terjadi pada rumah tangga kedua orang tuanya. Keluarga yang dulu harmonis kini hancur berantakan karena kehadiran orang ketiga. Lebih parahnya, ibunya yang tak mampu menahan stres jatuh sakit dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Rasa kehilangan itu berubah menjadi dendam yang membakar dada Arlena. Bagaimana bisa seorang wanita dengan mudah merebut ayahnya dan menghancurkan keluarganya? Namun, siapa sangka, wanita perusak rumah tangganya ternyata memiliki seorang suami tampan dan berkuasa-yang tak lain adalah atasannya sendiri, Rafael Vallenzo. Sekarang, Arlena punya kesempatan untuk membalas sakit hatinya. Tapi apakah balas dendam itu akan berjalan sesuai rencana, atau justru menjeratnya dalam permainan yang lebih berbahaya?

Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu Bab 1 menjadi kenangan manis

Arlena menatap kosong ke jendela ruang tamunya. Hujan deras di luar tampak seperti gambaran dari hatinya yang tengah kacau. Bayang-bayang masa lalu, yang seharusnya menjadi kenangan manis, kini berubah menjadi mimpi buruk yang terus menghantui. Setiap detik, ia merasa terperangkap dalam bayang-bayang tragedi yang menimpa keluarganya.

"Dulu, ayah dan ibu... mereka saling mencintai, bukan?" Arlena berbisik pada dirinya sendiri, seolah mencari jawaban dari kekosongan hatinya.

Tiba-tiba, telepon genggamnya bergetar di atas meja, memecah keheningan yang mencekam. Nama yang muncul di layar membuat napasnya tercekat. Rafael Vallenzo.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Arlena mengangkat panggilan tersebut.

"Rafael," ujarnya, suaranya terdengar lebih dingin dari yang ia harapkan.

"Arlena," suara di ujung sana terdengar lembut namun tegas, "kamu baik-baik saja?"

Arlena menelan ludahnya. Rasanya, berbicara dengan Rafael membuat emosinya semakin tak terkendali. Ia mengingat betul bagaimana Rafael selalu hadir di sisi ibunya, mencoba menjadi penolong, namun tak pernah ia sadari bahwa pria itu juga punya hubungan dengan wanita yang kini menjadi musuhnya.

"Baik-baik saja? Bagaimana mungkin aku bisa baik-baik saja setelah semua yang terjadi?" suaranya terpecah, penuh kepahitan.

Terdengar kesunyian di ujung telepon, sebelum akhirnya Rafael berbicara lagi dengan nada lebih hati-hati, "Aku tahu ini sulit, Arlena. Tapi, kamu harus memahami bahwa ibu dan ayah kalian... mereka juga manusia. Ada hal-hal yang tidak bisa kamu lihat dari luar."

Arlena mendesah, merasa kata-kata itu hanya menjadi pembenaran yang tak pernah ia terima. "Tidak, Rafael. Apa yang terjadi itu bukanlah karena kesalahan mereka berdua! Semua ini karena wanita itu," jawabnya dengan nada memuncak. "Karena dia!"

Rafael terdiam sejenak, kemudian berbicara dengan suara yang lebih serius. "Arlena, aku tahu kau sangat marah padanya. Dan aku mengerti. Tapi, mungkin ini saatnya kamu belajar untuk melihat semuanya dari perspektif yang lebih luas."

Arlena merasa hatinya bergejolak. "Perspektif apa lagi yang kau maksud? Setelah ibuku meninggal karena stres dan sakit karena wanita itu? Apa yang harus aku pahami, Rafael?"

Suasana menjadi tegang. Rafael menghela napas dalam-dalam, seolah merasakan setiap kata yang diucapkan Arlena. "Aku hanya ingin kau tahu bahwa hidup ini seringkali tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Kadang, kita harus menerima kenyataan pahit dan mencoba untuk bergerak maju."

Namun, kata-kata itu seperti pisau tajam yang menambah luka di hati Arlena. "Maju? Setelah semuanya hancur?" katanya dengan suara pelan, namun penuh amarah. "Kau bicara tentang maju, tapi tidak ada yang bisa memperbaiki apa yang telah hilang. Ibu, ayah... mereka semua rusak karena kebohongan dan pengkhianatan."

Rafael tahu, meskipun kata-katanya mungkin datang dengan niat baik, ia takkan bisa memperbaiki apa yang telah terjadi. "Aku tidak bisa mengubah masa lalu, Arlena. Tapi aku ada di sini untukmu, jika kau membutuhkan seseorang."

Arlena terkekeh sinis. "Seseorang? Seseorang yang ternyata juga ada hubungan dengan wanita itu? Terima kasih, Rafael. Tapi aku tidak membutuhkan pelipur lara dari orang seperti kamu."

Telepon itu terputus begitu saja. Arlena menatap layar ponselnya dengan pandangan penuh kebencian, namun di dalam hatinya, ada perasaan kosong yang tak kunjung terisi.

Wanita itu-Nadia, istri dari ayahnya yang merebut segalanya-mungkin telah merusak hidupnya. Tapi kini, Arlena merasa ada satu hal yang lebih dari sekedar kemarahan. Ada rencana yang telah lama terpendam dalam dirinya.

Ia tahu, suatu hari nanti, ia akan menghadapinya. Tidak hanya untuk membalas dendam pada wanita yang menghancurkan kebahagiaan keluarganya, tetapi juga untuk membayar harga atas semua kebohongan yang selama ini tersembunyi.

Dan Rafael... meskipun dirinya terhubung dengan orang yang paling dibenci Arlena, ia takkan bisa menghindar dari permainan yang sedang dimulai.

Arlena menghela napas dalam, mencoba menenangkan dirinya. "Semuanya akan berakhir. Aku akan memastikan itu."

Dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, senyum tipis muncul di wajahnya-senyum yang penuh dengan rencana.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Faizal Rais

Selebihnya

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu Faizal Rais Romantis
“Arlena hampir tak percaya dengan apa yang terjadi pada rumah tangga kedua orang tuanya. Keluarga yang dulu harmonis kini hancur berantakan karena kehadiran orang ketiga. Lebih parahnya, ibunya yang tak mampu menahan stres jatuh sakit dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Rasa kehilangan itu berubah menjadi dendam yang membakar dada Arlena. Bagaimana bisa seorang wanita dengan mudah merebut ayahnya dan menghancurkan keluarganya? Namun, siapa sangka, wanita perusak rumah tangganya ternyata memiliki seorang suami tampan dan berkuasa-yang tak lain adalah atasannya sendiri, Rafael Vallenzo. Sekarang, Arlena punya kesempatan untuk membalas sakit hatinya. Tapi apakah balas dendam itu akan berjalan sesuai rencana, atau justru menjeratnya dalam permainan yang lebih berbahaya?”
1

Bab 1 menjadi kenangan manis

05/04/2025

2

Bab 2 Tidak ada yang bisa ia kerjakan

05/04/2025

3

Bab 3 setiap tatapan yang dilemparkan

05/04/2025

4

Bab 4 bangun untuk membalas dendam

05/04/2025

5

Bab 5 rasa benci

05/04/2025

6

Bab 6 semakin meningkat

05/04/2025

7

Bab 7 mendapatkan kekuasaan yang ia inginkan

05/04/2025

8

Bab 8 tidak mampu menenangkan

05/04/2025

9

Bab 9 Fokusnya hanya terpusat

05/04/2025

10

Bab 10 mempercayai

05/04/2025

11

Bab 11 mendekati titik kritis

05/04/2025

12

Bab 12 harus dihitung dengan cermat

05/04/2025

13

Bab 13 mendekatkan dirinya

05/04/2025

14

Bab 14 Apa yang akan kita lakukan sekarang

05/04/2025

15

Bab 15 Kita tidak bisa terus seperti ini

05/04/2025

16

Bab 16 Lembar kertas

05/04/2025

17

Bab 17 mencerminkan

05/04/2025

18

Bab 18 berbahaya

05/04/2025

19

Bab 19 lebih dekat

05/04/2025

20

Bab 20 baru saja muncul

05/04/2025

21

Bab 21 menimpa

05/04/2025

22

Bab 22 pertempuran mental

05/04/2025

23

Bab 23 ruang utama

05/04/2025

24

Bab 24 bukan hanya seorang sepupu jauh

05/04/2025

25

Bab 25 memperburuk perasaannya

05/04/2025

26

Bab 26 akan selalu ada

05/04/2025

27

Bab 27 tidak bisa mundur

05/04/2025