Suamiku Membenciku

Suamiku Membenciku

Destik Setiawan

5.0
Komentar
595
Penayangan
32
Bab

Lilith bukan wanita biasa. Saat malam datang, ia menjalani kehidupan yang tak pernah ia inginkan-bukan karena pilihan, melainkan karena keadaan yang memaksanya. Dunia tidak pernah berpihak padanya, dan ia pun berhenti berharap. Ibunya, Margaret, selalu menundukkan kepala, malu dengan jalan hidup yang kini ditempuh putrinya. Ayahnya, Henry, memilih untuk diam, seolah keberadaannya pun tak lagi berarti. Keluarga yang hancur, kepercayaan yang rapuh-Lilith terjebak dalam lingkaran yang bahkan tidak pernah ia rancang. Namun, ada sesuatu dalam kegelapan malam yang membuatnya tetap bertahan. Kebebasan. Kendali. Saat cahaya redup dan dunia terlelap, Lilith menemukan ketenangan di antara bayang-bayang dosa. Sejenak, ia bisa melupakan semua luka yang ditorehkan oleh hidup yang kejam. Tapi sampai kapan? Bisakah Lilith menemukan jalan keluar dari kehidupan yang terus menyeretnya ke jurang yang lebih dalam? Ataukah ia akan menyadari bahwa gelapnya malam telah menjadi bagian dari dirinya selamanya?

Suamiku Membenciku Bab 1 Bar tempatnya biasa bekerja

Lilith menarik napas dalam-dalam, membiarkan udara malam yang dingin menusuk paru-parunya. Angin di Manhattan selalu membawa aroma yang sama-campuran aspal basah, alkohol, dan dosa yang mengendap di sudut-sudut kota yang tak pernah tidur. Ia berdiri di bawah lampu jalan yang berkedip-kedip, menyesap udara dengan getir sebelum melangkah ke dalam dunia yang telah menjadi realitasnya.

Rok mini hitamnya membalut tubuhnya dengan sempurna, sedangkan tumit tingginya mengetuk trotoar dengan ritme yang sudah terlalu akrab di telinganya. Rambut cokelat keemasannya menjuntai, bergelombang sempurna seperti yang diinginkan para pria yang datang mencari hiburan di tengah malam. Wajahnya tak menunjukkan emosi-sebuah topeng yang sudah lama ia kenakan.

Bar tempatnya biasa bekerja sudah mulai ramai. Musik berdentum keras, cahaya merah kebiruan berkelap-kelip di antara meja-meja yang dipenuhi pria-pria berjas mahal dan wanita-wanita dengan senyum penuh tipuan. Lilith melangkah masuk, menyapa dengan anggukan singkat beberapa wanita lain yang sudah lebih dulu ada di sana.

"Akhirnya datang juga," suara berat pria di balik bar menyapanya. Jonathan, pemilik tempat ini-pria paruh baya dengan wajah kasar dan mata tajam yang selalu mengawasi. "Kupikir kau tidak akan muncul malam ini."

Lilith hanya tersenyum kecil. "Aku tak punya pilihan."

Jonathan tertawa pendek. "Kita semua tak punya pilihan."

Ia berjalan ke belakang panggung kecil di sudut ruangan, tempat di mana ia akan memulai perannya malam ini. Panggung itu bukan sekadar tempatnya menari atau menghibur pria-pria yang kehausan akan perhatian. Itu adalah panggung di mana ia menanggalkan identitas aslinya, menenggelamkan dirinya dalam sosok yang hanya ada saat malam tiba.

Seorang pria duduk di meja dekat panggung, matanya tak lepas dari Lilith. Ia mengenakan setelan mahal, dasinya sedikit longgar, dan gelas whisky di tangannya berembun. Sorot matanya tajam, tapi ada sesuatu di baliknya-bukan sekadar nafsu murahan seperti kebanyakan pria yang datang ke tempat ini.

Lilith tahu betul tipe pria seperti dia. Pria yang datang bukan hanya untuk mencari hiburan sesaat, tapi juga pelarian dari hidup yang mereka benci.

Musik berubah. Lampu sorot menyorot ke arahnya. Inilah saatnya. Lilith tersenyum samar, lalu melangkah ke tengah panggung.

Malam baru saja dimulai.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Destik Setiawan

Selebihnya

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Suamiku Membenciku Suamiku Membenciku Destik Setiawan Romantis
“Lilith bukan wanita biasa. Saat malam datang, ia menjalani kehidupan yang tak pernah ia inginkan-bukan karena pilihan, melainkan karena keadaan yang memaksanya. Dunia tidak pernah berpihak padanya, dan ia pun berhenti berharap. Ibunya, Margaret, selalu menundukkan kepala, malu dengan jalan hidup yang kini ditempuh putrinya. Ayahnya, Henry, memilih untuk diam, seolah keberadaannya pun tak lagi berarti. Keluarga yang hancur, kepercayaan yang rapuh-Lilith terjebak dalam lingkaran yang bahkan tidak pernah ia rancang. Namun, ada sesuatu dalam kegelapan malam yang membuatnya tetap bertahan. Kebebasan. Kendali. Saat cahaya redup dan dunia terlelap, Lilith menemukan ketenangan di antara bayang-bayang dosa. Sejenak, ia bisa melupakan semua luka yang ditorehkan oleh hidup yang kejam. Tapi sampai kapan? Bisakah Lilith menemukan jalan keluar dari kehidupan yang terus menyeretnya ke jurang yang lebih dalam? Ataukah ia akan menyadari bahwa gelapnya malam telah menjadi bagian dari dirinya selamanya?”
1

Bab 1 Bar tempatnya biasa bekerja

03/04/2025

2

Bab 2 menelusuri ruangan

03/04/2025

3

Bab 3 kartu nama

03/04/2025

4

Bab 4 seperti rekaman rusak

03/04/2025

5

Bab 5 cek lima puluh ribu dolar

03/04/2025

6

Bab 6 sempit dan berdecit

03/04/2025

7

Bab 7 Bagaimana menurutmu tentang malam ini

03/04/2025

8

Bab 8 telah bertemu banyak orang

03/04/2025

9

Bab 9 tidak menyangka betapa melelahkannya

03/04/2025

10

Bab 10 kejadian kemarin

03/04/2025

11

Bab 11 wajahnya tenang

03/04/2025

12

Bab 12 tidak bisa menutupi

03/04/2025

13

Bab 13 sedang mengintai di kejauhan

03/04/2025

14

Bab 14 tidak sendirian

03/04/2025

15

Bab 15 tidak tampak terkejut

03/04/2025

16

Bab 16 membuat langkah terakhirnya

03/04/2025

17

Bab 17 nada kelelahan

03/04/2025

18

Bab 18 Ada ketidakpastian

03/04/2025

19

Bab 19 menunggu sesuatu

03/04/2025

20

Bab 20 disembunyikan rapat-rapat

03/04/2025

21

Bab 21 memperingatkan

03/04/2025

22

Bab 22 menyentuh bagian dari dunia

03/04/2025

23

Bab 23 Begitu lama

03/04/2025

24

Bab 24 Mereka terjebak

03/04/2025

25

Bab 25 mencurigakan

03/04/2025

26

Bab 26 tetap tersembunyi

03/04/2025

27

Bab 27 menampilkan ekspresi

03/04/2025

28

Bab 28 rahasia

03/04/2025

29

Bab 29 kesadaran

03/04/2025

30

Bab 30 Siapa lagi yang terlibat

03/04/2025

31

Bab 31 sangat berbeda

03/04/2025

32

Bab 32 sudah cukup rumit

03/04/2025