icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suamiku Membenciku

Bab 2 menelusuri ruangan

Jumlah Kata:567    |    Dirilis Pada: 03/04/2025

hun-tahun. Di panggung ini, ia bukan lagi dirinya sendiri. Ia adalah bayangan, ilusi yang diciptakan untuk memuaskan pri

kuasai dengan sempurna. Namun, saat matanya menangkap pria itu lagi-pria yang duduk di sudut ruangan dengan segelas whisky di tangannya-dada

a perannya. Satu lagu, lalu ia bisa turun. Satu lagu lagi, lalu ia

samar, menundukkan kepala sebelum melangkah turun dari panggung. Jonathan, pemilik t

-apa. Sudah bertahun-tahun ia menjalani kehidupan ini. Kehidupan di

rgerak, hanya menyesap minumannya perlahan,

dari belakang. Madison, salah satu wanita yang bekerja

Lilith menaruh gelasnya, berusaha mengabaik

kat alisnya. "T

un menghadapi pria-pria seperti ini, ia tahu satu hal pasti-tidak

dan berjalan mendekatinya, jantung Lil

dalam, halus, tetapi a

i dari yang ia duga. Matanya berwarna abu-abu gelap, tajam

inya, menyeringai kecil seperti yang biasa ia laku

sebelum meneguk sisa minumannya. "Ses

api aku bukan tipe yang berbica

h lama, seolah mencoba membaca sesuatu yang lebih

tau sekadar ingin menguasai sesuatu yang bukan milik mereka. Tapi pria ini... tatapannya bu

s pergi bersamamu?"

dalam saku jasnya, lalu meletakk

mu sesuatu yang tidak bi

a yang tertera di sana membua

nder

sembarang orang. Vaughn adalah salah satu keluarga terkaya di kota ini. Pengaruh m

erdiri di hadapannya, mengulurkan kese

lah... apakah kesempatan

menuju sesuatu yan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Membenciku
Suamiku Membenciku
“Lilith bukan wanita biasa. Saat malam datang, ia menjalani kehidupan yang tak pernah ia inginkan-bukan karena pilihan, melainkan karena keadaan yang memaksanya. Dunia tidak pernah berpihak padanya, dan ia pun berhenti berharap. Ibunya, Margaret, selalu menundukkan kepala, malu dengan jalan hidup yang kini ditempuh putrinya. Ayahnya, Henry, memilih untuk diam, seolah keberadaannya pun tak lagi berarti. Keluarga yang hancur, kepercayaan yang rapuh-Lilith terjebak dalam lingkaran yang bahkan tidak pernah ia rancang. Namun, ada sesuatu dalam kegelapan malam yang membuatnya tetap bertahan. Kebebasan. Kendali. Saat cahaya redup dan dunia terlelap, Lilith menemukan ketenangan di antara bayang-bayang dosa. Sejenak, ia bisa melupakan semua luka yang ditorehkan oleh hidup yang kejam. Tapi sampai kapan? Bisakah Lilith menemukan jalan keluar dari kehidupan yang terus menyeretnya ke jurang yang lebih dalam? Ataukah ia akan menyadari bahwa gelapnya malam telah menjadi bagian dari dirinya selamanya?”