icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suamiku Membenciku

Bab 3 kartu nama

Jumlah Kata:684    |    Dirilis Pada: 03/04/2025

mpang dengan huruf emas di atas permukaan hitam mengilap, seolah menegaskan statusnya yang

ipkan kartu itu ke meja, mencoba mengabaikan k

si. Ia hanya mengamati Lilith, s

nada suaranya tetap stabil, tenang-terlalu tenang un

adanya. "Kalau ini soal pekerjaan, aku sudah punya," katanya dengan nada r

nya, seolah menantangnya. "Dan

k suka ketika orang-orang mengajukan

nya akhirnya, suaranya terdengar l

ris tidak terlihat. "Bagus," k

i pria ini bukan tipe yang mudah ditebak. Ada sesuatu dalam cara dia berbicara-cara

er melanjutkan, suaranya tetap tenang. "Dan oran

menyipitkan mata. "Ke

arkan sesuatu dari sakunya-sebuah amplop coke

," ka

akhirnya menang. Dengan hati-hati, ia meraihnya dan menarik kelua

luh rib

a dengan cepat, matany

jawab Alexa

utkan kening.

epan, cukup dekat hingga Lilith bisa mencium

adi istriku

menatapnya, berusaha memastika

akan kata itu terlalu

tap tenang, seolah yang baru saja ia

, hampir tidak percay

ah bercanda dal

kepalanya. "Menikah

rang asing la

tajam. "Kau bahkan

tipis. "Aku tahu cuk

arah Lilith sedikit me

alkan rumahmu enam tahun lalu. Aku tahu bahwa kau bekerja di te

h mem

dadanya saat mendengar kata-kata

tahu semua itu?

a caraku

ngendalikan napasnya yang mulai tidak teratur. Tidak b

apa

Alexander, seolah itu a

rcaya. "Dari semua wanita

menjawab, "Karena kau tidak akan bertanya terlalu banyak. Karena kau butu

an bahwa ini adalah ide yang gila. Tapi pada saat yang sama, ia tah

luh rib

kan semua ini. Tapi harga yang harus ia bayar... ad

ata Alexander, sebelum ia berdiri dan mengenakan jasnya

a itu berjalan pergi, meninggalkannya dengan segudang pertany

balik pintu, Lilith menatap

n... atau

tahu ja

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Membenciku
Suamiku Membenciku
“Lilith bukan wanita biasa. Saat malam datang, ia menjalani kehidupan yang tak pernah ia inginkan-bukan karena pilihan, melainkan karena keadaan yang memaksanya. Dunia tidak pernah berpihak padanya, dan ia pun berhenti berharap. Ibunya, Margaret, selalu menundukkan kepala, malu dengan jalan hidup yang kini ditempuh putrinya. Ayahnya, Henry, memilih untuk diam, seolah keberadaannya pun tak lagi berarti. Keluarga yang hancur, kepercayaan yang rapuh-Lilith terjebak dalam lingkaran yang bahkan tidak pernah ia rancang. Namun, ada sesuatu dalam kegelapan malam yang membuatnya tetap bertahan. Kebebasan. Kendali. Saat cahaya redup dan dunia terlelap, Lilith menemukan ketenangan di antara bayang-bayang dosa. Sejenak, ia bisa melupakan semua luka yang ditorehkan oleh hidup yang kejam. Tapi sampai kapan? Bisakah Lilith menemukan jalan keluar dari kehidupan yang terus menyeretnya ke jurang yang lebih dalam? Ataukah ia akan menyadari bahwa gelapnya malam telah menjadi bagian dari dirinya selamanya?”