Aku Istrimu, Bukan Bonekamu

Aku Istrimu, Bukan Bonekamu

Tri Wahyuni

5.0
Komentar
599
Penayangan
28
Bab

Ariana tak pernah menyangka dirinya akan dijebak dalam pernikahan yang tak diinginkannya. Ayahnya, dalam kondisi sakit keras, menerima permintaan sahabat lamanya untuk menikahkan Ariana dengan putra mereka-Daniel Aldrigham, pria yang bahkan tak pernah Ariana temui sebelumnya. Pernikahan itu digelar dalam kesederhanaan, tanpa kemewahan, tanpa cinta, dan hanya berlandaskan keinginan orang tua mereka. Namun, tak butuh waktu lama bagi Ariana untuk mengetahui kenyataan pahit: Daniel sudah memiliki wanita lain, dan mereka masih bersama di balik punggungnya. Namun, di balik perjodohan mendadak ini, tersembunyi rahasia yang lebih besar. Ayah mertua Ariana memiliki satu tujuan-menghancurkan hubungan Daniel dan kekasihnya. Ariana tidak hanya dijadikan istri, tetapi juga alat untuk menaklukkan hati Daniel dan memaksanya melepaskan wanita lain. Terjebak dalam permainan yang bukan pilihannya, Ariana dihadapkan pada dua pilihan: tunduk dan menjalani pernikahan tanpa cinta, atau melawan dan memainkan permainannya sendiri. Bisakah Ariana membuat Daniel bertekuk lutut padanya? Atau justru ia yang akan hancur dalam pernikahan tanpa hati ini?

Aku Istrimu, Bukan Bonekamu Bab 1 Pernikahan Tanpa Cinta

Langit sore berwarna kelabu ketika Ariana duduk di depan cermin, mengenakan kebaya putih sederhana yang terasa asing di tubuhnya. Riasan tipis di wajahnya nyaris tak mampu menyembunyikan ekspresi kosong yang terpancar dari matanya. Ini bukan hari bahagianya. Ini bukan pernikahan yang ia impikan.

Di luar kamar, suara tamu yang datang terdengar samar. Hanya keluarga terdekat dan beberapa rekan bisnis ayahnya yang hadir. Tidak ada pesta besar, tidak ada kebahagiaan. Hanya sebuah akad nikah yang diatur terburu-buru, seolah pernikahan ini hanyalah transaksi, bukan ikatan suci.

Ariana mengepalkan tangannya di pangkuan. Ayahnya sedang sakit keras, dan inilah permintaan terakhirnya. "Menikahlah dengan Daniel Aldrigham," begitu katanya. Suara ayahnya yang lemah masih terngiang di kepalanya, membuat dadanya sesak.

Ariana tidak punya pilihan. Menolak berarti mengecewakan satu-satunya orang yang selalu mencintainya tanpa syarat. Namun menerima berarti mengikat diri pada pria asing yang bahkan tidak pernah ia temui sebelumnya.

Suara ketukan di pintu membuatnya tersentak. Ibu tirinya, Evelyne, masuk dengan ekspresi puas. "Sudah siap?" tanyanya dengan nada datar, seolah Ariana akan menghadiri pertemuan bisnis, bukan pernikahan.

Ariana menoleh pelan. "Apakah aku masih bisa mundur?"

Evelyne tertawa kecil, sinis. "Jangan konyol, Ariana. Ini bukan tentang kamu. Ini tentang keluarga kita. Ayahmu sudah memutuskan, dan kau tahu betapa buruk kondisinya sekarang."

Ariana terdiam. Tentu saja dia tahu. Itulah satu-satunya alasan dia masih duduk di sini, mengenakan pakaian pengantin dan bersiap menikahi pria yang bahkan belum pernah ia tatap sebelumnya.

***

Di ruang tamu besar yang dijadikan tempat akad, Daniel Aldrigham duduk dengan ekspresi datar. Pria itu mengenakan setelan hitam yang terlihat mahal, tetapi tak sedikit pun menunjukkan tanda bahwa hari ini adalah hari penting baginya.

Tatapannya kosong, rahangnya mengeras, dan tubuhnya tegang seolah ia ingin berada di mana saja selain di sini.

Ariana melangkah masuk, ditemani Evelyne. Sejenak, tatapan mereka bertemu. Mata Daniel dingin, tidak menyambut, tidak menolak. Hanya menilai.

Ketika penghulu mulai membaca akad, suasana semakin menegang. Daniel mengucapkan ijab kabul dengan suara yang tegas, tetapi tanpa perasaan. Semuanya berlangsung cepat, dan sebelum Ariana benar-benar bisa mencerna apa yang terjadi, ia telah menjadi istri dari pria asing itu.

Tidak ada ciuman di kening, tidak ada genggaman tangan hangat. Yang ada hanya keheningan canggung dan ekspresi datar dari pria yang kini menjadi suaminya.

***

Malam itu, Ariana duduk di tepi ranjang, menatap gaun pengantinnya yang sudah ia lepas dan tergantung di lemari. Daniel berdiri di dekat jendela, membelakanginya, satu tangan dimasukkan ke dalam saku celana.

"Aku harap kau tahu bahwa pernikahan ini tidak mengubah apa pun," katanya tanpa menoleh. Suaranya dingin dan tajam, membuat Ariana merasakan dorongan amarah yang tiba-tiba.

"Tidak mengubah apa pun?" Ariana mengulang kata-katanya dengan nada penuh ironi. "Aku sudah menjadi istrimu, Daniel. Bagaimana bisa itu tidak mengubah apa pun?"

Daniel akhirnya menoleh, matanya tajam dan menusuk. "Karena aku sudah memiliki seseorang. Dan tidak ada yang bisa mengubah itu."

Ariana membeku. Napasnya tersengal, matanya membelalak. Jadi, inilah alasannya kenapa Daniel tampak begitu enggan sejak awal.

"Aku tidak peduli bagaimana perasaanmu, dan aku harap kau juga tidak berharap apa pun dariku," lanjutnya, suaranya terdengar lebih rendah, lebih mengancam. "Kau mungkin istriku di atas kertas, tapi itu saja. Jangan coba-coba mengubah apa yang sudah ada."

Ariana menelan ludah. Jadi, inilah takdirnya? Menjadi istri tanpa diakui? Menjadi bagian dari sebuah pernikahan yang bahkan sejak awal sudah penuh kebohongan?

Namun, dalam benaknya, sebuah peringatan terngiang-kata-kata dari ayah mertuanya sebelum pernikahan tadi.

"Buat dia melupakan perempuan itu, Ariana. Buat dia bertekuk lutut padamu."

Ariana mengepalkan tangannya. Jika ini pertempuran, maka ia tidak akan kalah begitu saja.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Tri Wahyuni

Selebihnya

Buku serupa

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Aku Istrimu, Bukan Bonekamu Aku Istrimu, Bukan Bonekamu Tri Wahyuni Romantis
“Ariana tak pernah menyangka dirinya akan dijebak dalam pernikahan yang tak diinginkannya. Ayahnya, dalam kondisi sakit keras, menerima permintaan sahabat lamanya untuk menikahkan Ariana dengan putra mereka-Daniel Aldrigham, pria yang bahkan tak pernah Ariana temui sebelumnya. Pernikahan itu digelar dalam kesederhanaan, tanpa kemewahan, tanpa cinta, dan hanya berlandaskan keinginan orang tua mereka. Namun, tak butuh waktu lama bagi Ariana untuk mengetahui kenyataan pahit: Daniel sudah memiliki wanita lain, dan mereka masih bersama di balik punggungnya. Namun, di balik perjodohan mendadak ini, tersembunyi rahasia yang lebih besar. Ayah mertua Ariana memiliki satu tujuan-menghancurkan hubungan Daniel dan kekasihnya. Ariana tidak hanya dijadikan istri, tetapi juga alat untuk menaklukkan hati Daniel dan memaksanya melepaskan wanita lain. Terjebak dalam permainan yang bukan pilihannya, Ariana dihadapkan pada dua pilihan: tunduk dan menjalani pernikahan tanpa cinta, atau melawan dan memainkan permainannya sendiri. Bisakah Ariana membuat Daniel bertekuk lutut padanya? Atau justru ia yang akan hancur dalam pernikahan tanpa hati ini?”
1

Bab 1 Pernikahan Tanpa Cinta

17/03/2025

2

Bab 2 Awal Perang Dingin

17/03/2025

3

Bab 3 Harga Diri Seorang Istri

18/03/2025

4

Bab 4 Ariana sudah bersiap lebih awal

18/03/2025

5

Bab 5 Mempermalukan 'Kekasih' di Depan Publik

18/03/2025

6

Bab 6 Eleanor Mengamuk, Daniel Terpojok

17/03/2025

7

Bab 7 Ariana kembali ke rumah

17/03/2025

8

Bab 8 memeriksa setiap detail penampilannya

17/03/2025

9

Bab 9 Semua rencana yang ia susun

17/03/2025

10

Bab 10 Ariana duduk di meja makan

17/03/2025

11

Bab 11 dokumen yang baru saja ia dapatkan

17/03/2025

12

Bab 12 Ketika Kekuatan Berada di Tangan yang Tepat

17/03/2025

13

Bab 13 melaju menuju lokasi pertemuan

18/03/2025

14

Bab 14 mantel panjangnya berkibar tertiup angin malam

18/03/2025

15

Bab 15 pikirannya masih memproses

18/03/2025

16

Bab 16 menampilkan artikel terbaru tentang Lucille

18/03/2025

17

Bab 17 Nama Derek Vaughn membawa kembali kenangan

18/03/2025

18

Bab 18 artikel anonim itu dikirimkan

18/03/2025

19

Bab 19 Musuh Dalam Selimut

18/03/2025

20

Bab 20 Pertaruhan yang Mematikan

18/03/2025

21

Bab 21 Cahaya keemasan matahari

18/03/2025

22

Bab 22 Hari-hari berikutnya berlalu dengan cepat

18/03/2025

23

Bab 23 Bayangan Lucille dan Eric yang bersekongkol

18/03/2025

24

Bab 24 Kemenangan yang Pahit

18/03/2025

25

Bab 25 laporan keuangan dan dokumen

18/03/2025

26

Bab 26 mencari-cari kelemahan

18/03/2025

27

Bab 27 Apa yang benar-benar membuatmu merasa hidup

18/03/2025

28

Bab 28 Jangan sampai kau kehilangan dirimu sendiri

18/03/2025