Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Daffa Ammira

5.0
Komentar
3.7K
Penayangan
38
Bab

Thania diculik saat perayaan pesta ulang tahun. Kedua orang tuanya dibunuh dan ia dijadikan budak ranjang seorang mafia kejam. Akankah Thania berhasil membuat lelaki itu jatuh cinta dan membantu dirinya menyibak konspirasi keluarga?

Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu) Bab 1 Ulang Tahun Berdarah

"Tidak! Aku tidak mau!" jerit Thania saat dirinya diseret paksa ke hadapan seorang laki-laki dewasa penuh aura kepemimpinan yang kini berada di dalam sebuah ruangan serupa kamar.

"Kamu tidak punya hak untuk menolak, Nona!" tegur salah seorang lelaki berpakaian serba hitam yang membawanya ke sana.

"Aku berhak! Karena aku-"

"Karena kamu adalah anak dari seseorang yang berkuasa," potong si lelaki yang sedari tadi mendengarkan perdebatan antara Thania dengan anak buahnya, membuat wanita itu menoleh padanya dengan cepat.

Sementara si pengawal segera membungkuk hormat, lalu meninggalkan tempat itu dengan cepat, menyisakan keduanya.

Lelaki bernetra hitam legam dengan rambut pendek sebahu model hair bun itu segera mengalihkan tatapannya ke atas meja, lalu meraih sebuah katana yang tergeletak di sana dengan sedikit bercak merah menghiasi bagian yang tajam.

Dipegangnya erat sembari mengacungkan ke depan bersama raut datar cenderung dingin nan angkuh kala menatap ujung lancip yang tampak berkilau terkena cahaya lampu, lalu kembali menatap lurus ke arah gadis berpenampilan kusut di depannya, hanya untuk melihat Thania berdiri dengan kedua tangan terbelenggu tali pengikat, sambil balas menatapnya dengan penuh emosi, marah, takut, dendam, dan gelisah, serta tubuhnya yang bergetar.

Rambut merah sepinggangnya yang semula rapi kini sudah berantakan. Gaunnya juga tampak penuh dengan koyakan dan wajahnya sembab dengan hidung yang memerah.

***

Beberapa jam sebelum kejadian

"Thania ... Putriku!" seru Samuel, menyambut kedatangan putrinya yang tampak terpana saat turun dari atas tangga.

"Daddy!" pekik Thania dengan senang hati, seolah melupakan sejenak rasa terkejutnya. Dengan langkah yang diiringi keanggunan dan semangat, ia berjalan menuruni tangga.

Di benak Thania, ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan haru atas kejutan ulang tahun yang diselenggarakan kedua orang tuanya. Setiap detail dalam pesta ulang tahunnya terasa begitu sempurna, seakan menjadikannya seorang putri sejati.

"Terima kasih, Daddy, Mommy. Kalian benar-benar telah menyempurnakan hari istimewa ini," gumam Thania dalam hati, sambil bersyukur dan berjanji akan menjadi anak yang lebih baik lagi.

Samuel segera menyambut sang putri, Thania, dengan kedua tangan terentang lebar. Thania meringsek masuk ke pelukan ayahnya dengan senyum lebar menghiasi wajah.

Ia merasa begitu bahagia. Bahkan suaranya terdengar gembira, "Bagaimana kejutan ulang tahun dari Daddy? Apa kamu senang, Sweetheart?" Ia melepaskan pelukan, kemudian menghela Thania agar segera bergabung ke dalam acara.

"Aku senang, Daddy," ungkap Thania sembari melangkah beriringan bersama sang ayah menuju ke arah Thalia.

Samuel bahkan sempat menggumam, "Akhirnya, aku bisa membuat Thania bahagia. Setelah sekian lama berjuang, aku merasa lega melihat senyum bahagianya di hari ulang tahunnya."

"Happy birthday, Sweetie!" ucap Thalia senang sembari merentangkan kedua tangannya, meminta sang putri tunggal memeluknya erat.

Samuel menatap mereka dengan mata berkaca-kaca juga batin berkecamuk senang, "Ini adalah momen yang indah, sebuah keluarga yang utuh dan penuh cinta. Semoga kebahagiaan ini bisa terus berlanjut dan kami bisa menjadi keluarga yang lebih baik."

"Terima kasih, Mommy!" sahut Thania senang sembari memeluk ibunya dengan erat. Aroma lavender yang menyegarkan tercium dari tubuh sang ibu membuat Thania tersenyum tulus, "Mommy wangi banget sih!"

Thalia tersenyum dan mengelus kepala Thania. "Seperti yang kamu tahu, Sayang. Ini aroma kesukaan Daddymu. Jadi sebagai istri yang baik, Mommy hanya bisa meluluskan keinginannya."

"Ya ... kalian memang pasangan spektakuler versiku!" puji Thania, balas menatap sayang pada ibunya.

"Itulah sebabnya aku berharap bisa menemukan pangeranku yang persis seperti Daddy, karena aku akan bersikap seanggun Mommy."

"No ... no ... no! Kamu lebih anggun daripada Mommy, Sweetheart. Jadi, kamu pasti akan mendapatkan calon suami yang lebih dari Daddymu," kikik Thalia, seraya menggoyangkan jari telunjuknya. senyum manis turut menghiasi wajah yang terlihat masih segar di usianya yang telah menginjak 45 tahun.

"I hope soo, Mom."

Thania menoleh ke arah kanan saat mendengar seseorang memanggilnya. "Aku ke sana dulu," tukasnya, lalu segera berlalu setelah keduanya mengangguk kecil.

"Hai, Pretty Boy! What's wrong?!"

"Demi apapun, Thania! Jangan panggil aku Pretty Boy lagi! Aku tidak merasa secantik itu, sehingga pantas dipanggil laki-laki cantik!" gerutu Gerald dengan rasa jengkel sembari mengikuti langkah Thania dari belakang. Keduanya berjalan memutari ruangan, kembali ke area tengah.

Para tamu undangan reflek memberikan ruang.

"Of course! Bahkan Elizabeth tidak secantik dirimu!" puji Thania dengan tulus, mengabaikan protes Gerald.

"Elizabeth, siapa itu?" tanya Gerald, kebingungan yang meliputi wajahnya menciptakan kerutan di dahi. Dia mulai merasa bahwa apa yang diperbincangkan oleh Thania sudah keluar jalur dari tujuan utama mereka saat ini.

"Ketua photography," ungkap Thania tanpa menoleh, seolah mencoba untuk menyembunyikan rasa gugupnya saat melihat kue raksasa di hadapannya terlihat menjulang tinggi.

Thania menerima pisau panjang dari tangan salah seorang pelayan yang membawakannya, menyiapkan diri untuk memotong kue tersebut bersama Gerald.

"What?! A nerd girl! Seriously?!" pekik Gerald tidak terima, karena setahunya Elizabeth itu berkacamata bulat layaknya kutu buku, memakai behel di giginya, juga selalu menggunakan pakaian jadul hingga membuat ilfeel semua orang yang melihatnya.

"Dia cantik, kalau kamu ingin tahu. Aku pernah melihatnya tanpa kacamata, juga tanpa kuncir kuda yang ... argh!" Thania tiba-tiba berhenti berbicara dan memekik keras, seperti yang dialami semua orang di sana.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Daffa Ammira

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu) Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu) Daffa Ammira Miliarder
“Thania diculik saat perayaan pesta ulang tahun. Kedua orang tuanya dibunuh dan ia dijadikan budak ranjang seorang mafia kejam. Akankah Thania berhasil membuat lelaki itu jatuh cinta dan membantu dirinya menyibak konspirasi keluarga?”
1

Bab 1 Ulang Tahun Berdarah

21/01/2025

2

Bab 2 Ulang Tahun Terburuk

21/01/2025

3

Bab 3 Ini Penculikan

21/01/2025

4

Bab 4 Dijual

21/01/2025

5

Bab 5 Hancur

21/01/2025

6

Bab 6 Pernikahan Darah

21/01/2025

7

Bab 7 Istri Bernilai Seratus

21/01/2025

8

Bab 8 Ular

21/01/2025

9

Bab 9 Biarkan Aku Mandi, Tuan

21/01/2025

10

Bab 10 Honda Chihara

21/01/2025

11

Bab 11 Jangan Gila, Kak

21/01/2025

12

Bab 12 Ingin Mengelak

21/01/2025

13

Bab 13 Kamu Mau 'kan Jadi Temanku

21/01/2025

14

Bab 14 Gerbang Kematian

21/01/2025

15

Bab 15 Yin dan Yang

21/01/2025

16

Bab 16 Bulan Merah Darah

21/01/2025

17

Bab 17 Aku Akan Melindungimu

21/01/2025

18

Bab 18 Sentuhan Memabukkan

21/01/2025

19

Bab 19 Tarian Indah (1)

21/01/2025

20

Bab 20 Tarian Indah (2)

21/01/2025

21

Bab 21 Sentuhan Memabukkan (2)

01/03/2025

22

Bab 22 Bulan Merah Darah Yang Sempurna

02/03/2025

23

Bab 23 Menyatu

03/03/2025

24

Bab 24 Menyatu (2)

04/03/2025

25

Bab 25 Aku Takut, Stevie!

05/03/2025

26

Bab 26 Pernikahan

06/03/2025

27

Bab 27 Wedding Party

07/03/2025

28

Bab 28 Pertengkaran Kecil

08/03/2025

29

Bab 29 Rasa Takut

09/03/2025

30

Bab 30 Elizabeth

10/03/2025

31

Bab 31 Lari

17/03/2025

32

Bab 32 Nakal

18/03/2025

33

Bab 33 Sebuah Kesepakatan

19/03/2025

34

Bab 34 Rencana Balas Dendam

20/03/2025

35

Bab 35 Jerat Hantu Rambut Panjang Dalam Bathtub

21/03/2025

36

Bab 36 Dibuat Lemas

22/03/2025

37

Bab 37 Berhias

23/03/2025

38

Bab 38 Masa Lalu

24/03/2025