Belenggu Ceo Bastard

Belenggu Ceo Bastard

Sea

5.0
Komentar
3.6K
Penayangan
49
Bab

"Akh sakit!! Ampun!!." Teriak Nica namun tak dihiraukannya, Dave tetap memaksakan pen*snya agar masuk, (mungkin ukuran pen*s ku terlalu besar, hingga membuat nya sulit masuk) ucap Dave dalam hati sambil terus menggigit puting payudara Nica. Sedetik kemudian ia menghentakan pen*snya dengan keras. "Aarrkhh!! Pekik Nica seraya menetes kan air mata nya. Sedang Dave hanya tersenyum Smirk ke arah nya. "Nikmati jalang!! Ucap Dave seraya memompa pen*snya dengan kasar. "Akh akh akh sakit...akh.." Nica terus berteriak sambil menangis Dave sendiri tak perduli dengan tangisan nya, ia justru bahagia bisa membuat wanita yang ada dihadapannya itu menangis. "Heh pura pura menangis padahal menikmati." Ketus Dave dengan nafas memburu dan menyeringai, Vag*na Nica terasa begitu sempit dan nikmat. (Kalian juga bisa baca kisahnya di Hinovel ya Guys!)

Belenggu Ceo Bastard Bab 1 DAVE

Aaaaarrrrggghhhhttt!!!."

Dave berteriak panjang saat mencapai puncak seraya m3ny3mburkan kan cairan lengket di wajah seorang gadis yang menemani nya pagi ini.

"Oh yes Baby.." Balas gadis berambut blonde yang bernama Jenni seraya membersihkan cairan lengket milik Dave dengan jemarinya dan memasukan nya kedalam mulut.

Dave lantas bangkit menuju kamar mandi dan mengguyur tubuh, setelah selesai ia pun keluar dan memakai kembali pakaian nya, setelah itu pergi meninggalkan Jenni yang tertidur dengan lelap di Hotel tempat mereka menginap.

Tepat nya salah satu hotel yang ada di Ibukota.

Dave berjalan menuju ke parkiran kemudian melesak membawa mobil nya menuju ke Bandara. Sesampai nya di Bandara ia segera memesan tiket penerbangan menuju ke pulau dewata.

Ya...terlahir sebagai anak konglomerat membuat nya dengan mudah pergi kemanapun yang ia suka dan mau, apa lagi ia adalah seorang anak tunggal.

Dan kakek begitu memanjakan Dave sedari ia kecil.

Duduk di sebuah bangku pesawat seraya menutup telinga dengan earphone dan mendengarkan lagu dari salah satu band luar negri favorite adalah kebiasaan Dave saat menunggu pesawat Take off.

duduk dengan santai memejamkan mata tanpa perduli dengan sekitar nya.

Meski terlahir kaya, bukan berarti Dave tipe pria yang suka pamer naik pesawat kelas bisnis atau sejenis nya, bagi nya yang terpenting saat itu juga ia bisa pergi dan mendapatkan tiket untuk segera sampai di tempat yang ingin di tuju.

Seseorang duduk di sebelah bangku nya,jika di hirup dari bau parfum nya dia adalah wanita, Dave hanya diam tanpa menoleh ke arah penumpang lain di sebelah yang baru saja duduk.

Setelah menunggu beberapa saat pesawat pun Take off.

Perjalanan yang tak memakan waktu lama, karna hanya dari Jakarta ke Bali namun penumpang di sebelah nya tiba tiba menyandarkan kepala nya dan tertidur di bahu Dave. Terang itu semua membuat mata Dave melirik ke arah penumpang di sebelahnya.

Dan ternyata benar seorang wanita cantik dan sexy dengan pakaian panjang yang ketat tertidur dengan lelap di bahu Dave.

*Rasa nya benar benar memuakan, bagaimana bisa ia menyandarkan kepala nya pada orang yang belum ia kenal. * batin Dave dalam hati.

"Oi bangun lo berat." Ucap Dave pada si perempuan. Wanita itu pun mengerjapkan mata nya dan bangun.

"Sorry..gue ngantuk." Balas nya seraya bangun kemudian menyandarkan kepala nya di bangku dan kembali tidur. Dave melirik ke arah nya, jika di pandang pandang lumayan cantik juga batin Dave dalam hati.

"Jangan di lihat, jika tak mau jatuh hati bung."

Tiba tiba wanita di sebelah nya dengan absurd berkata demikian.

"Heh, gue bahkan tidak sudi menodai mata gue cuma untuk melihat cewek modelan seperti lo." Balas Dave ketus seraya memakai kembali kacamata nya yang sempat ia naikan dan memalingkan pandangan nya melihat keluar jendela di mana awan tampak begitu indah.

"Heh sombong, bahkan modelan seperti gue pun gak sudi jika di pandang oleh mata minus lo." Balas wanita di samping Dave tak kalah ketus. Entah mengapa Dave terpancing untuk menanggapi celoteh si wanita, dan ini adalah kali pertama di mana seorang wanita mentah mentah mengejek ia, di saat yang lain dengan suka rela melepaskan tubuh nya kepelukan Dave. Ia pun memiringkan badan nya, melepas kaca mata dan memandang ke arah si wanita.

"Ckckck..jadi wanita seperti ini yang tak sudi di pandang oleh mata indah ku."

Ucap Dave pada nya yang menyilangkan tangan di dada dengan mata terpejam, membuat dua gundukan yang membusung itu menyembul dari belahan kaos stret panjang yang di pakai.

"Berhentilah mengajak ku berdebat, aku tak memiliki waktu untuk melayani celoteh mu."

Balas si wanita yang membuat Dave sedikit geram namun kemudian memilih untuk diam dan tak mengganggu nya, malas juga rasa nya membuang buang waktu hanya untuk berdebat dengan wanita yang hanya kebetulan duduk berdampingan dengan nya itu.

Tak lama kemudian pesawat pun landing, Dave dengan sengaja turun terlebih dahulu dan dengan sengaja pula menggeser duduk nya dengan terburu buru menggunakan kaki nya.

"He e ...eh bisa sabar dikit gak si."

Kesal wanita itu pada Dave, namun Dave tak menghiraukan nya, dan hanya menyebikan bibir sexy nya serta menaikan satu alis meledek si wanita.

Setelah itu ia pun turun dan segera keluar dari bandara menuju ke sebuah hotel yang telah di pesan melalui aplikasi biru.

Sesampai nya di dalam kamar hotel ponsel miliknya berdering, sebuah panggilan masuk dari Jenny.

(Apa.)

(Lo kemana sih,kok gue bangun udah gak ada)

(Gue ada di Bali) Jawabnya singkat

(What!!! Lo tega tau gak ninggalin gue sendirian)

(Udah nanya nya?) Tanya Dave seraya melepas sepatu dan merebahkan tubuh nya ke ranjang.

(Dave lo...keterlaluan tau gak!!.) Balas Jenny dengan geram sedang Dave segera mematikan sambungan telfon dan tanpa perduli dengan kemarahan Jenny.

Jenny sendiri adalah perempuan yang menyukai Dave sejak masih duduk di bangku kuliah.

Meski Dave sering mengabaikan nya namun ia terus menerus mengejar Dave bahkan di beberapa pertemuan ia dengan suka rela melemparkan tubuh nya dalam pelukan Dave, Dave sendiri tak menyukai Jenni lantaran ia adalah tipe wanita liar dan manja yang senang menuntut.

sejauh ini hubungan nya dengan Jenni hanya sebatas pemuas nafsu saat ia tengah malas pergi ke club malam untuk berkencan dengan para j4l4ng di luar sana.

Dave adalah tipe laki laki yang menyukai kebebasan dan tak mau terkekang lantaran sebuah ikatan hubungan. Dave lantas mencoba memejamkan matanya karena ia begitu lelah setelah menempuh perjalanan, ia juga belum sempat beristirahat setelah sebelumnya sempat berolahraga bersama dengan Jenni.

"Kapan wanita sialan itu akan pergi menjauh dari hidup gue.'' ucap nya lirih, ia merasa begitu frustasi karena Jenni tidak juga berhenti mengejarnya meski sudah sering kali ia abaikan dan hanya ia dia siakan. Dan sialnya Jenni selalu saja datang tepat di saat ia butuh pelampiasan karena malas pergi. Di tempat lain ayah Dave tengah marah pada istrinya karena putra semata wayang yang ia harapkan bisa menjadi penerus nya justru senang sekali membuat onar dan tidak pernah mau sekalipun datang ke kantor dan belajar mengelola perusahaan. Dave justru terus menghabiskan waktunya untuk berpergian kemanapun ia suka dan bermain wanita sepuasnya. Andika merasa begitu frustasi menghadapi kelakuan putranya dan selalu menyalahkan istri serta papanya yang teramat memanjakan Dave sedari kecil. Dave sendiri masih ingin memuaskan masa mudanya dan sedikitpun belum terlintas dalam benaknya untuk turut mengelola perusahaan sesuai dengan permintaan sang ayah.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Belenggu Ceo Bastard Belenggu Ceo Bastard Sea Fantasi
“"Akh sakit!! Ampun!!." Teriak Nica namun tak dihiraukannya, Dave tetap memaksakan pen*snya agar masuk, (mungkin ukuran pen*s ku terlalu besar, hingga membuat nya sulit masuk) ucap Dave dalam hati sambil terus menggigit puting payudara Nica. Sedetik kemudian ia menghentakan pen*snya dengan keras. "Aarrkhh!! Pekik Nica seraya menetes kan air mata nya. Sedang Dave hanya tersenyum Smirk ke arah nya. "Nikmati jalang!! Ucap Dave seraya memompa pen*snya dengan kasar. "Akh akh akh sakit...akh.." Nica terus berteriak sambil menangis Dave sendiri tak perduli dengan tangisan nya, ia justru bahagia bisa membuat wanita yang ada dihadapannya itu menangis. "Heh pura pura menangis padahal menikmati." Ketus Dave dengan nafas memburu dan menyeringai, Vag*na Nica terasa begitu sempit dan nikmat. (Kalian juga bisa baca kisahnya di Hinovel ya Guys!)”
1

Bab 1 DAVE

04/09/2024

2

Bab 2 Pulau Dewata

04/09/2024

3

Bab 3 Club Malam

04/09/2024

4

Bab 4 Isi Kepala

04/09/2024

5

Bab 5 Rasa Bersalah

04/09/2024

6

Bab 6 Tentang Nica

04/09/2024

7

Bab 7 Jatuh Pinsan

04/09/2024

8

Bab 8 Rumah Sakit

04/09/2024

9

Bab 9 Sepupu Gila

04/09/2024

10

Bab 10 Profesional

04/09/2024

11

Bab 11 Kunci Motor

04/09/2024

12

Bab 12 Ranjang Panas Merry

04/09/2024

13

Bab 13 Satu Sirkuit

04/09/2024

14

Bab 14 Adu Skill

04/09/2024

15

Bab 15 Aparteman Veronica

04/09/2024

16

Bab 16 Dave Lupa Meeting

04/09/2024

17

Bab 17 Elsa Menemui Alan

04/09/2024

18

Bab 18 Kabur Ke Bali

04/09/2024

19

Bab 19 Pesona Ubud

04/09/2024

20

Bab 20 Menjemput Veronica

04/09/2024

21

Bab 21 Ancaman Dari Dave

04/09/2024

22

Bab 22 Jenny Mabuk

04/09/2024

23

Bab 23 Tidur Satu Ranjang

04/09/2024

24

Bab 24 Gairah Panas Jenny

06/09/2024

25

Bab 25 Elsa Bertemu Gayus

06/09/2024

26

Bab 26 Menggauli Veronica Untuk Yang Kedua Kalinya

06/09/2024

27

Bab 27 Dave Tidak Menemukan Veronica

06/09/2024

28

Bab 28 Salzburg

06/09/2024

29

Bab 29 Hambar

06/09/2024

30

Bab 30 Email Dari Dave

23/09/2024

31

Bab 31 Jenny Kecelakaan

23/09/2024

32

Bab 32 Menunggu Jenny Di RS

25/09/2024

33

Bab 33 Ketakutan Veronica

25/09/2024

34

Bab 34 Elsa ingin menggantikan posisi Nica

26/09/2024

35

Bab 35 Email

26/09/2024

36

Bab 36 Diskotik

26/09/2024

37

Bab 37 Mual

27/09/2024

38

Bab 38 Pinsan

27/09/2024

39

Bab 39 Pagi yang menguras emosi

27/09/2024

40

Bab 40 Hari yang memuakkan

27/09/2024