Pembalasan Carly Hamilton

Pembalasan Carly Hamilton

yolanda anggraini

5.0
Komentar
748
Penayangan
12
Bab

Carly Hamilton, seorang lelaki miskin yang terpaksa menikahi gadis kaya raya karena sebuah jebakan. Hinaan dan cacian terus menghampiri Carly yang awalnya hanya sebagai penjaga bar. Ujian satu persatu terus menguji kehidupan Carly. Hingaa pada suatu saat, keberuntungan menghampiri Carly. Ia membalaskan semua hinaan dan cacian hingga semua orang meminta ampunan darinya.

Pembalasan Carly Hamilton Bab 1 Kehilangan Pekerjaan

"Tolong antarkan minuman pada meja yang disudut kanan sana!" Perintah seorang lelaki.

"Baik Tuan."

Carly Hamilton, seorang karyawan disebuah bar ternama dikota Rocburn. Dari siang hingga tengah malam, ia mengabdikan semua waktunya untuk mendapatkan gaji 150 dollar setiap harinya.

Dengan nampan ditangan, Carly segera mengantarkan pesanan dari seorang pria tadi.

"Maaf Nyonya, ini ada pesanan minuman dari seorang lelaki yang duduk disana."

"Lelaki yang mana?" Tanya perempuan itu.

"Dia duduk di...." Ucapan Carly terdiam saat ia menyadari lelaki yang memerintahkannya tadi hilang seketika.

"Mana orangnya?" Tanya perempuan itu kembali.

"Maaf Nyonya, sepertinya lelaki itu sudah pergi."

"Jika Nyonya tak menginginkan minuman ini, saya bisa bawa kembali ke dapur."

"Tidak usah! Taruh saja minumannya disini."

"Baik." Carly menaruh minumannya disamping makanan perempuan itu.

Belum sempat berjalan beberapa langkah, perempuan yang ia berikan minuman tadi tiba-tiba saja pingsan.

Teman perempuan itu tampak panik dan segera meminta pertolongan.

"Kamu ingin meracuni teman saya?!" Bentak temannya pada Carly.

"Tidak! Saya tidak meracuni teman kamu!" Ungkap Carly.

"Bohong! Kamu mempunyai niat untuk meracuni teman saya dengan alasan ada seseorang yang ingin memberikan minuman!"

Semua orang terpengaruh dengan ucapan teman perempuan itu.

Carly yang ingin membela diri tak bisa berkata apa-apa karena semua orang menyalahkan dirinya atas kejadian itu.

"Ada apa ini?" Tanya pemilik bar.

"Dia meracuni salah satu pembeli di bar ini Pak." Jawab salah seorang pelanggan.

"Karyawan seperti ini tidak pantas dipekerjakan. Mungkin sa ja, kita yang akan dijadikan korbannya esok nanti." Sambung pelanggan lainnya.

"Jika dia tidak dipecat! Saya tidak akan pernah mendatangi bar ini lagi."

Semua pelanggan memberontak untuk memberhentikan Carly saat itu juga.

"Saya tidak bersalah pak! Saya tidak menaruh apapun diminuman tersebut. Jika bapak tidak percaya, bapak bisa cek cctv-nya!" Carly berusaha mengungkapkan semuanya.

"Maaf Carly! Walaupun kamu tak bersalah, saya tetap tidak bisa memperkerjakan kamu. Saya tak ingin kehilangan pelanggan saya. Jadi, saat ini juga, kamu saya pecat!" Pemilik bar itu memecat Carly tanpa rasa hormat dihadapan semua orang.

Carly tak bisa melakukan apapun. Ia hanya pasrah dan segera pergi meninggalkan bar tempat ia bekerja selama 5 tahun terakhir.

Carly tak tau harus berbuat apa. Ia juga tidak tahu akan bekerja dimana. Apalagi, ia juga mempunyai seorang istri yang harus Carly biayai.

"Bagaimana aktingku?" Tanya perempuan yang ia berikan segelas air tadi.

"Kamu?! Ternyata kamu tidak pingsan?"

"Hahaha... Kamu itu bodoh sekali ya Carly." Terdengar suara seorang wanita dari sebuah mobil yang terparkir.

"Jessica?!"

Carly terkejut jika semua yang terjadi pada hari ini merupakan siasat jahat dari Jessica, kakak ipar Carly.

Istrinya Bianca Abraham, memiliki 2 orang kakak, yaitu Jessica Abraham dan Mattheo Abraham. Mereka semua adalah anak dari Jason Edric Abraham, orang terkaya nomor 5 didaerah Rocburn.

Carly sebenarnya melakukan kesalahan besar karena harus menjadi seorang menantu dari keluarga Abraham. Akan tetapi, semuanya terjadi karena jebakan kedua kakak iparnya yang sengaja memberikan obat tidur pada dirinya dan Bianca.

Dengan sangat cepat, berita miring tentang Bianca bertebaran dimana-mana yang mencoret nama baik Jason Abraham.

Jason pun tak bisa berbuat banyak. Sesegera mungkin, Jason menikahkan Bianca dengan Carly untuk menutupi beritanya.

"Apa kamu sengaja menjebak saya?" Tanya Carly pada kakak iparnya.

"Benar! Saya memang sengaja menjebak kamu agar dipecat. Dan sekarang, semua rencana saya berhasil." Ujar Jessica dengan bangganya.

"Kenapa kamu sangat membenci saya?"

"Aku tidak membencimu! Aku hanya ingin menjadikan kamu sebagai boneka mainanku."

"Hahaha... Sungguh sangat malang nasib lelaki ini." Sambung perempuan yang berpura-pura pingsan tadi.

"Lelaki miskin ini sangat cocok menjadi permainan bagi orang kaya seperti kita." Jessica sangat menganggap rendah Carly.

"Ayo girls! Saatnya kita merayakan kemenanganku ini." Jessica memasuki mobilnya kembali dan meninggalkan Carly yang tengah berdiri kaku ditepian jalan.

Carly tak menyangka, jika Jessica akan berbuat jahat sejauh ini.

Berjalan pelan, Carly telah sampai dirumah yang ia sewa semenjak ia menikahi Bianca.

"Tumben kamu cepat pulang? Bukankah masih ada 3 jam lagi untukmu bekerja?" Tanya Bianca.

"Saya dipecat."

"Apa?! Bagaimana bisa?" Bianca tampak shock mendengarnya.

"Iya. Saya dipecat karena kakakmu yang menjebak dan menuduh saya yang sudah meracuni temannya."

"Tidak bisa dibiarkan! Aku harus pulang sekarang!" Bianca sangat tidak terima jika suaminya diperlakukan jahat oleh kedua kakaknya. Selama ini, Carly hanya diam tak ingin membalaskan semua perbuatan kakaknya.

"Tidak usah! Kita tak perlu melawan mereka. Jika kamu melawannya, semuanya akan memperpanjang masalah ini."

Hanya itu yang bisa dilakukan oleh Carly. Jika ia melawan, mertuanya pasti akan membela anak-anaknya dan akan menyalahkan Bianca.

"Terus kita harus bagaimana? Nyonya yang punya rumah ini sudah menagih uang sewa. Jika kamu tak memiliki pekerjaan, kita bisa saja diusir dari rumah ini." Ungkap Bianca.

"Kamu tenang saja, besok pagi saya akan mencari pekerjaan kembali. Bilang saja pada Nyonya Winston, kasih waktu beberapa hari lagi untuk membayarnya."

"Baiklah."

"Saya mau bebersih dahulu. Kamu istirahat saja dulu, tidak perlu menunggu saya."

Carly tersandar didinding kamar mandi. Ia mempunyai rasa bersalah pada Bianca karena sudah membuat ia hidup dalam kesulitan. Berbeda dengan kehidupannya yang dulu, penuh dengan harta tanpa kekurangan sedikitpun.

**

Keesokan paginya, Carly sudah berangkat dari rumah untuk mencari pekerjaan baru. Ia mengantarkan surat lamaran pekerjaan kesana kemari, berharap diterima disalah satu tempat.

Carly melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 1 siang.

"Udaranya panas banget." Gumam Carly yang duduk disebuah taman kota.

Buliran keringat mulai mengalir diwajah tampan Carly. Ia mengibaskan kertas lamaran yang ia pegang sehingga ia tak menyadari ada selebaran yang terbang.

"Maaf, apakah ini kertas anda?" Ucap seorang lelaki tua dengan jas dan sepatu kulit yang mewah melekat ditubuhnya.

"Oh iya... Itu milik saya. Terimakasih ya pak."

Carly segera mengambil kertas lamaran pekerjaan itu dari tangan lelaki tua.

"Apakah kamu sedang mencari pekerjaan?" Tanya lelaki tua.

"Iya Pak. Sedari pagi saya mengantarkan surat lamaran di setiap tempat yang tengah membuka lowongan pekerjaan. Akan tetapi, tak ada yang menerima saya yang hanya tamatan sekolah menengah atas.

Di perusahaan saya sedang membuka lapangan pekerjaan. Jika kamu berminat, kamu bisa ikut dengan saya.

"Apakah benar pak?" Tanya Carly yang tak percaya.

"Benar."

"Ayo ikut dengan saya."

Carly dengan semangatnya segera mengikuti langkah pak tua itu.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Pembalasan Carly Hamilton Pembalasan Carly Hamilton yolanda anggraini Lainnya
“Carly Hamilton, seorang lelaki miskin yang terpaksa menikahi gadis kaya raya karena sebuah jebakan. Hinaan dan cacian terus menghampiri Carly yang awalnya hanya sebagai penjaga bar. Ujian satu persatu terus menguji kehidupan Carly. Hingaa pada suatu saat, keberuntungan menghampiri Carly. Ia membalaskan semua hinaan dan cacian hingga semua orang meminta ampunan darinya.”
1

Bab 1 Kehilangan Pekerjaan

29/06/2024

2

Bab 2 Pekerjaan Baru

30/06/2024

3

Bab 3 Menghadiri Pesta

30/06/2024

4

Bab 4 Keributan

30/06/2024

5

Bab 5 Perubahan Bianca

01/07/2024

6

Bab 6 Carly dipermalukan!

01/07/2024

7

Bab 7 Wanita Malang

02/07/2024

8

Bab 8 Dijadikan Umpan !

03/07/2024

9

Bab 9 Terusir!!!

05/07/2024

10

Bab 10 Rumah Baru

08/07/2024

11

Bab 11 Keluarga Anna !

16/07/2024

12

Bab 12 Menjadi Pembantu untuk Bayar Hutang

16/07/2024