5.0
Komentar
396
Penayangan
16
Bab

Kejadian pahit masa lalu mengubah seluruh kehidupan Arista Lucy. Pengalaman pahit itu menyisakan luka yang teramat dalam dihatinya. Arista yang berhati lembut berubah menjadi pribadi yang keras, kasar, dan berhati dingin bagai es. Dendam yang menuntut untuk dibalaskan memaksanya menjadi seorang pembunuh bayaran yang tak punya hati. Bertahun – tahun Ia menjadi manusia berhati batu, tiba-tiba lelaki itu hadir, membawa sejuta teka-teki sekaligus memberinya ketenangan, Kehadiran Evan memberi warna tersendiri pada kehidupan Arista.

FAULT Bab 1 She

Malam telah larut, dari arah kamar mandi sebuah rumah mewah terlihat Zero, sedang mencuci tangan dan wajahnya yang berlumuran darah di washtafel.

Perlahan kedua tangan serta wajahnya mulai bersih, dan darah-darah tadi mengalir keujung washtafel hingga hilang sama sekali.

Entah kemana darah dari korbannya tadi mengalir selanjutnya.

"Mau sampai kapan? Mau sampai kapan lo kayak gini?!!!" Ucapnya sembari berkaca dan melihat wajahnya disana.

"Arghhhh!!! " Serunya lagi sambil

memukul cermin hingga retak dan membuat darah mengalir deras dari tangannya.

Tiba – tiba terdengar sirine mobil polisi, gadis berambut panjang ini dengan sigap memakai topeng dan sarung tangannya kembali. Ia melangkah cepat bahkan setengah berlari menuju pintu belakang dan meninggalkan seorang pengusaha kaya yang

sudah tak bernyawa. Serta dua sandera digudang yaitu anak dan istri korban.

Kini Zero sudah jauh meninggalkan rumah tersebut. Dan kini lagi, lagi, dan lagi, Ia lolos dari kejaran polisi.

* * *

Matahari bersinar cukup terik siang ini, tapi itu tak membuat gadis manis berambut panjang dengan kulit putih pucatnya itu duduk di kursi taman sambil menyesap sepuntung rokok.

Pohon mangga yang cukup besar yang berada di area taman kampus ini, sudah lebih dari cukup menyelamatkannya dari sengatan matahari siang ini.

Tapi, tentu saja itu tak menyelamatkannya dari setiap pasang mata yang kini sedang melihat aneh kearahnya sambil mencibir.

Awalnya Ia santai saja dengan keadaan ini, karena ini bukan kali pertama itu terjadi. Tapi lama kelamaan ia mulai risih dengan semuanya. Perempuan bermata tajam yang terkenal kasar dimata anak-anak kampus ini mulai ambil sikap.

"Eh ... Lo ngomongin gue??" Tanyanya menghampiri salah satu mahasiswa yang juga berada ditaman, yang memang sedari tadi mencibir kearahnya.

Cowok berkacamata yang sedang bersama dua temannya yang lain ini mulai gugup, karena mengingat dia tak akan segan-segan pada siapapun yang mengganggu ketenangannya.

Dia juga tak pernah terlihat ramah pada siapapun. Bahkan Ia juga tak pernah berbicara santun pada dosen-dosennya. Dia adalah Arista Lucy. She's real a badgirl.

"Ng-Nggak, gue nggak ngomongin lo kok," jawabnya gugup.

"Jangan bohong lo!!" Bentak Arista sembari menarik kerah baju cowok tersebut.

"Serius Ta, kita nggak ngomongin lo, " ucap cowok berkacamata ini semakin terlihat cemas.

"Ahh ... basi lo !!!" Bentaknya kian keras, dengan tatapan tajam dan penuh amarah.

Arista tengah bersiap mendaratkan bogem mentah kearah wajah cowok berkacamata yang ia anggap sudah mengganggu ketenangannya itu.

"Arista !!! Berhenti !!!" Teriak Kania sahabat karibnya dari kejauhan dan kini berjalan mendekat kearahnya. Teriakan itu sukses membuat Arista mengurungkan niatnya.

"Inget !! sekali lagi lo ganggu ketenangan gue, gue pasti'in lo bakal nyesel seumur hidup. PAHAM LO !!" Bisik Arista dengan kata-kata kasarnya pada cowok berkacamata tadi.

"Ta ... lo apa – apa 'an sih? Lepasin nggak?" Pinta Kania dan Arista mau tak mau menurut.

"Gue mau ngomong sama lo," ucap Kania sembari menarik lengan Arista. Lalu menyeretnya pergi begitu saja.

***

"Ngapain kita kesini???? " Tanya Arista dengan wajah heran, karena Kania menyeretnya penuh paksaan tadi hanya untuk ke toilet. Tempat ini jelas bukan tempat ternyaman untuk ngobrol.

Kania bukannya menjawab, Ia lebih memilih mencipratkan air ke wajah Arista, dengan air keran yang baru saja Ia ambil.

"Nia ... !" Arista tampak kaget bercampur kesal.

"Itu tujuan kita kesini?"

"Apa?" Arista masih tak mengerti dengan maksud dan arah pembicaraan sahabatnya itu.

"Ta, lo sadar nggak sih apa yang udah lo lakuin?"

Arista hanya memasang tampang tak peduli sembari mengeringkan wajahnya dengan tissue. Ini pasti masih soal sikap Arista saat di taman tadi. Huft ... Kania kadang terlalu cerewet.

"Lo tahu, lo bisa aja beneran di drop out dari kampus karena sikap kasar loe."

"Maksud Lo?"

"Tadi gue nggak sengaja ngedengarin pembicaraan dosen-dosen tentang lo. Lo kemungkinan bakal di DO kalau sikap kasar lo masih belum bisa berubah sampai bulan depan," terang Kania dengan raut wajah serius. Sangat serius.

"Gue nggak peduli. Lagian gue berani jamin palingan itu cuma gertak sambel doank," tutur Arista dengan sangat tenang sembari mengambil satu puntung rokok dan mulai ingin membakarnya.

"Ta, Ayolah. Dengerin gue sekali ini aja!!!" Kania mengambil paksa rokok tadi dari Arista, hingga membuat sahabatnya mengkerutkan dahi.

"Mereka nggak bakal bersikap lembut lagi sama lo. Dan ini, sampai kapan lo kayak gini. Lo nggak merhatiin kesehatan lo?" sambung Kania lagi sambil menunjukkan rokok yang tadi dia rebut tepat di depan muka Arista.

"Come on Ta, lo harus berubah dari sekarang. Nggak usah kasar lagi, dan berhenti ngerokok. Lo bisa kan lembutan dikit. Lo itu cewek, feminin dikit kek." Kania masih saja mengoceh.

"Oh ... jadi maksud lo, gue harus pake rok, highheels trus pake bando kayak lo ini, iya???" Terka Arista karena Kania memang sosok cewek feminin, berbanding terbalik dengan Arista yang tomboy dan urakan.

"Ya ... bisa dibilang gitu sih. Tapi kalau lo nggak mau feminim dikit, paling nggak lo tu bisa lembut dan ramah dikitlah sama orang"

"Gitu ya??? " Tanya Arista dengan nada mengejek.

Iya!" Jawab Kania ketus karena sikap tak peduli Arista.

Namun Kania beruntung karena Arista tak pernah bersikap dingin apalagi kasar padanya. Sikapnya yang dingin yang selalu ia tunjukkan pada orang lain, tak pernah terlihat saat dia bersama sahabatnya.

" Udah Ah, gue nggak betah lama – lama di toilet, gue cabut dulu." Arista mulai melangkah keluar. Agak malas melanjutkan topik obrolan yang saban hari hampir sama itu.

"Tunggu dulu"

"Apa lagi sih Nia???"

"Mana rokok lo?"

"Lo mau ngapain minta rokok gue?" tanya Arista dengan muka kecut

"Sini'in nggak rokok lo"

"Iya ... iya ... nih." Arista memberikan satu kotak rokok miliknya pada Kania.

"Yang lainnya mana?" Tanya Kania lagi.

"Udah nggak ada."

"Lo jangan bohong, Ta. I know who you are Arista Lucy."

"Iya ... nih. Ini yang terakhir. Puas lo!" Ale memberikan 2 puntung rokok yang ada di dalam saku kemejanya.

"Bagus. Ya udah yuk kita keluar."

Arista menghela nafas sejenak dengan tujuan agar emosinya cepat memudar. Dia memang jauh lebih sabar menghadapi sikap Kania dibanding menghadapi orang lain yang membuatnya selalu temperamen tinggi.

Itu karena Arista sudah menganggap Kania sebagai saudaranya sendiri. Setelah kepergian Ibunya dan menghilangnya sang Ayah serta Alfi saudaranya 7 tahun lalu, Arista tak punya siapa – siapa lagi selain Kania sahabat karibnya yang selalu menemani.

Drrttt ... drttt ...

Ponsel Arista yang bersemayam di dalam saku jeans belelnya, bergetar. Arista merogoh saku, lalu mendapati satu panggilan masuk dari nomor pribadi terpampang di layar datar ponsel miliknya.

"Private number? Lagi?" tanya Kania yang ternyata ikutan melirik ponsel Arista. "Perasaan, lo sering banget dapat telepon dari private number, Ta. Lo beneran nggak tahu itu siapa?"

"Iya lah. Nggak penting juga." Sahut Arista santai. Teramat santai untuk seseorang yang gampang emosian dengan hal sepele.

"Tapi ... bukannya, lo orang yang gampang risih ya? Emang lo nggak sebel di teleponin orang iseng kek begitu? Mana pake private number pulak."

"Biarinlah. Toh nggak pernah gue angkat juga."

"Saran gue sih ya, mending lo ganti nomor deh." Kania masih saja nyerocos. Yup ... as always.

"Hm ... gue pikirin nantilah," sahut Arista. Bukan berarti dia setuju, dia hanya tak ingin mendengar ocehan Kania yang tak berkesudahan itu.

Bukan apa-apa, sejak Kania tahu, kalau ponsel Arista sering mendapat panggilan telepon dari nomor tak di kenal seperti ini, Kania adalah orang yang paling cerewet dan paling berpikiran aneh-aneh.

Bahkan, dia pernah bilang kalau orang yang terus menelepon dengan private number itu, mungkin saja pengagum rahasia Arista yang sangat obsessed tapi juga pengecut.

Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Arista mungkin tak mengenal siapa yang meneleponnya, tapi dia cukup tahu apa yang harus dia lakukan saat telepon dengan private number itu masuk ke ponselnya.

Itu artinya, ada pekerjaan untuknya.

* * *

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh drizzle

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE
5.0

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
FAULT FAULT drizzle Anak muda
“Kejadian pahit masa lalu mengubah seluruh kehidupan Arista Lucy. Pengalaman pahit itu menyisakan luka yang teramat dalam dihatinya. Arista yang berhati lembut berubah menjadi pribadi yang keras, kasar, dan berhati dingin bagai es. Dendam yang menuntut untuk dibalaskan memaksanya menjadi seorang pembunuh bayaran yang tak punya hati. Bertahun – tahun Ia menjadi manusia berhati batu, tiba-tiba lelaki itu hadir, membawa sejuta teka-teki sekaligus memberinya ketenangan, Kehadiran Evan memberi warna tersendiri pada kehidupan Arista.”
1

Bab 1 She

12/06/2024

2

Bab 2 Mawar Hitam

12/06/2024

3

Bab 3 Menjauh

12/06/2024

4

Bab 4 Find Zero Or Die

12/06/2024

5

Bab 5 Arista Udah Mati

12/06/2024

6

Bab 6 Masa Lalu

14/06/2024

7

Bab 7 Zero dan Evan

19/06/2024

8

Bab 8 Permulaan

24/06/2024

9

Bab 9 Blood Night

27/06/2024

10

Bab 10 Senyuman Langka

27/06/2024

11

Bab 11 Sesal

28/06/2024

12

Bab 12 Harapan

05/07/2024

13

Bab 13 Insting

05/07/2024

14

Bab 14 Terbongkar

05/07/2024

15

Bab 15 Escape

05/07/2024

16

Bab 16 Gudang Tua

06/07/2024