Terpaksa Menikahi Majikan Duda

Terpaksa Menikahi Majikan Duda

Rezky kita

5.0
Komentar
3.9K
Penayangan
38
Bab

Hanum yang mempunyai akses masuk ke apartemennya Bara, kekasihnya sejak SMA mendapati pria itu sedang berselingkuh bersama wanita lain tanpa sehelai pakaian pun. Pengkhianatan itu membuat hidupnya seketika berubah. Dia seorang gadis desa yang melanjutkan pendidikannya di kota besar dan dijebak oleh temannya sendiri pada pria hidung belang. Untungnya ada Arya, seorang pria tampan, kaya namun berstatus duda anak 1. Arya menyelamatkannya dan menjadikan Hanum sebagai perawat untuk putrinya. Baru beberapa Minggu bekerja, Hanum mendapat kabar bahwa ayahnya butuh uang banyak untuk biaya operasi. Hanum meminta tolong pada majikannya itu yang berujung nikah kontrak. Bagaimanakah kisah selanjutnya, Pakah hubungan mereka bertahan atau kandas begitu cepat?

Terpaksa Menikahi Majikan Duda Bab 1 Pengkhianatan

Hanum yang baru pulang dari kuliahnya singgah di apartemen pacarnya yang bernama Bara. Mereka sudah menjalin hubungan selama 4 tahun di saat mereka masih SMA dulu. Bara 2 tahun lebih tua dibandingkan dengan Hanum yang berusia 22 tahun.

Gadis cantik, berambut pirang sepanjang pinggang itu memarkirkan motornya. Kakinya bergegas melangkah menaiki anak tangga menuju apartemen kekasih tercintanya . Namun, baru saja tiba di depan pintu Hanum mendengarkan suara-suara aneh yang membuat hatinya hancur, renyah, retak tak bisa diperbaiki.

"Oh baby..come on Sayang...mantap...gass kan...!'' suara seorang wanita yang sepertinya sedang menikmati permainannya. Hanum tidak tahu pasti itu suara siapa. Yang paling membuatnya hancur, dia juga mendengar sahutan dari pria yang ia sangat kenal itu.

"Sebentar lagi sayang....aku mau nyampe nih, punya kamu enak juga yah...humm..."

Bak di sambar petir di siang bolong Hanum mendengar suara dari pria yang sangat ia cintai itu. Hanum yang sudah tak tahan untuk melihat langsung pertunjukkan yang sedang mereka mainkan langsung memutar handel pintu dengan kasar.

Bar!

Bunyi pintu yang dibuka kasar sampai terbanting ke dinding.

Betapa pemandangan yang merobek hati, sepasang kekasih tampak sedang bermalam pertama sebelum menjadi pengantin. Bara dan wanita itu sedang bergumul di atas ranjang tanpa sehelai pakaian pun.

Bara yang belum mencapai puncaknya langsung menarik tongkat saktinya itu dari wanita murahan yang memberikan kehormatannya sebelum waktunya tiba. Hanum berdiri, mematung, menatap tajam ke arah mereka dengan mata yang tampak berkaca-kaca.

Bara pun terkejut dengan kehadiran wanita yang ia cintai itu di sana. Dia lupa bahwa Hanum memiliki akses bebas masuk ke apartemen nya. Dia juga memegang kunci apartemen milik Bara.

Bara hendak menghampiri Hanum dan meminta maaf tapi, Amel si wanita murahan itu menarik lengan Bara ke dalam pelukannya.

"Kita lanjut ya Sayang...tanggung nih..." godanya dengan bahasa yang lembut. Namun, Bara sudah tidak mood lagi untuk melakukannya. Dia lebih mementingkan Hanum yang telah mendapatinya berkhianat.

Hanum berlari secepat mungkin meninggalkan apartemen sambil berderaian air mata. Dia tidak habis pikir kalau pria yang selama ini dia cintai, baik, pengertian ternyata memiliki sifat seperti binatang di belakangnya.

Bara memunguti pakaian yang berserakan di atas lantai lalu memakainya. Dia juga memberikan pakaian Amel.

"Nah, pakai bajumu. Kamu naik taksi aja aku lagi ada urusan."

"Kamu antar aku pulang yah..." pinta Amel.

"Plis, ngerti aku. Aku harus mengejar Hanum dan meminta maaf padanya."

"Shiit! Jadi aku bagaimana? Kamu mau membiarkan aku begitu saja?'' Amel berontak dan ngotot supaya di antar pulang oleh Bara.

Bara yang bekerja sebagai manajer di perusahaan milik abangnya Amel terpaksa setuju untuk mengantar nya pulang. Amel pun memakai pakaiannya setelah Bara bersedia untuk mengantarkannya pulang.

***

Sepanjang perjalanan menuju kost an nya, Hanum tampak bersedih dan tidak berhenti menangis. Kenangan tentang mereka terbayang-bayang di benaknya di tambah penampakan yang baru saja ia lihat sangat menusuk jantung dan hatinya.

"Kenapa kau setega ini padaku Bara, kenapa?! Apa salahku? Apa kurangku untukmu? Hikss...hiksss..."

Hanum terus menangis sembari mengemudi motornya. Sesekali dia mengambil tissue dan mengeluarkan ingusnya lalu melemparnya begitu saja di jalanan. Entah sudah berapa tisu yang ia habiskan untuk menyeka air mata dan juga ingusnya.

Beberapa menit kemudian, Hanum sampai di kostnya. Dia memarkirkan motorlnya di tempat biasa kemudian berlari masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar Hanum terus menangis. Masalah yang ia hadapi hari ini bertubi-tubi datang di saat bersamaan.

Hanum seorang gadis dari kota M yang melanjutkan pendidikannya di kota besar ini. Awalnya dia tidak ingin kuliah di kota besar ini yang jauh dari kota kecilnya. Namun, karena ada Bara yang menjaga dan membantu biaya kuliahnya membuat Hanum setuju untuk kuliah di kota ini.

Hanum dan Bara sudah pacaran sejak mereka masih duduk di bangku SMA. Hanum dan Bara satu sekolahan akan tetapi Bara dulu adalah kakak kelasnya Hanum. Dia sangat baik dan mencintai Hanum bahkan rela menanggung biaya kuliah Hanum sampai tamat.

Mereka juga berjanji akan ke jenjang yang lebih serius setelah Hanum tamat kuliah. Awalnya Hanum tidak ingin kuliah, dia memilih di kotanya saja untuk mencari pekerjaan. Berbeda dengan Bara yang selesai tamat SMA langsung nyambung kuliah untuk menjadi orang sukses tentunya dulu ia ingin sekali menjadi kerja kantoran.

Berkat kerja kerasnya ia pun berhasil menggapai mimpinya sebagai manajer di salah satu perusahaan swasta di kota besar itu. Dia pun membujuk Hanum agar mau kuliah demi masa depannya yang cemerlang. Berkat bujukan darinya, hati Hanum pun luluh. Dia ikut ke kota J untuk melanjutkan kuliah meninggalkan bapak, ibu dan satu adik laki-laki nya yang masih bersekolah di kampung.

Hanum yang berasal dari keluarga sederhana tidak memiliki cita-cita yang tinggi seperti Bara. Baginya bisa tamat SMA sudah Alhamdulillah. Selain itu dia juga pernah ikut kursus desain untuk menambah keterampilannya. Sekarang, Hanum sangat menyesal setelah melihat di depan matanya sendiri penghianatan yang diberikan oleh Bara untuknya.

Kedua orang tuanya rela menjual sawah mereka agar Hanum bisa membeli motor untuk kendaraan nya di sana karena kalau naik angkutan umum Hanum merasa tidak nyaman saja bahkan bisa sampai muntah-muntah. Sekarang orang yang ia banggakan dan andalkan sudah menduakan cintanya. Hanum bingung harus bagaimana lagi, di sisi lain dia masih butuh biaya untuk kuliah. Di sisi lain, dia sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan si pengkhianat itu.

Hanum menyandarkan punggungnya di dipan sambil meratapi nasibnya saat ini. Untuk memaafkan kekasihnya dia merasa tidak mampu dan untuk berhenti kuliah pun dia merasa nggak sanggup karena sebentar lagi juga dia akan wisuda. Hanum terus memikirkan semuanya.

Di saat bersamaan ponselnya berdering, tampak panggilan dari orang tuanya di kampung. Hanum menyeka air matanya lalu mengangkat telpon itu.

"Assalamualaikum Bu...."

"Waalaikumsalam Nak...apa kabar, sehat?'' terdengar suara ibunya Hanum dari seberang sana.

"Ibu ingin mengabarkan kalau ayahmu sedang sakit Nak..."

Mendengar ucapan ibunya yang mengatakan bahwa ayahnya sakit membuat Hanum harus menyimpan apa yang mau ia katakan pada ibunya tentang hubungannya dengan Bara yang hampir kandas. Dia ingin menjerit, bercerita panjang lebar pada ibunya tapi, kondisinya lagi tidak memungkinkan.

Selama ini Hanum berbohong pada ibunya bahwa ia punya pekerjaan di sana bukan hanya mengandalkan Bara saja. Namun, Bara tidak memperbolehkannya bekerja dan menanggung semua kebutuhannya di kota besar ini.

"Ayah sakit Bu? Ya Allah...terus bagaimana keadaannya sekarang Bu?'' tanya Hanum penuh khawatir.

"Tadi sudah dibawa ke bidan, katanya ayah kamu harus rawat inap karena terkena penyakit tipes. Ibu tidak punya uang Nak untuk biaya pengobatan ayah kamu nanti selama di rumah sakit. Kamu udah gajian belum?''

Blep!

Jantung Hanum tersentak pilu. Dia tidak tahu harus jawab apa sama ibunya karena sebenarnya dia tidak bekerja. Jika dia ada kesulitan ekonomi dia selalu memintanya pada Bara. Namun, kali ini dia tidak mau berurusan lagi dengan pria itu. Tadinya Hanum juga ingin menceritakan tentang pengkhianatan Bara terhadap dirinya namun, setelah mendengar kabar buruk dari ibunya Hanum pun mengurungkan niatnya itu. Dia tidak mau orang tuanya di sana bertambah beban pikiran.

Hanum terdiam tidak menjawab pertanyaan ibunya. Pikirannya hampa, tatapannya kosong, mulutnya enggan untuk berucap. Kesedihan yang ia rasakan hari ini sangat luar biasa.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Rezky kita

Selebihnya

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Terpaksa Menikahi Majikan Duda Terpaksa Menikahi Majikan Duda Rezky kita Romantis
“Hanum yang mempunyai akses masuk ke apartemennya Bara, kekasihnya sejak SMA mendapati pria itu sedang berselingkuh bersama wanita lain tanpa sehelai pakaian pun. Pengkhianatan itu membuat hidupnya seketika berubah. Dia seorang gadis desa yang melanjutkan pendidikannya di kota besar dan dijebak oleh temannya sendiri pada pria hidung belang. Untungnya ada Arya, seorang pria tampan, kaya namun berstatus duda anak 1. Arya menyelamatkannya dan menjadikan Hanum sebagai perawat untuk putrinya. Baru beberapa Minggu bekerja, Hanum mendapat kabar bahwa ayahnya butuh uang banyak untuk biaya operasi. Hanum meminta tolong pada majikannya itu yang berujung nikah kontrak. Bagaimanakah kisah selanjutnya, Pakah hubungan mereka bertahan atau kandas begitu cepat?”
1

Bab 1 Pengkhianatan

06/06/2024

2

Bab 2 Arya ajinomo

06/06/2024

3

Bab 3 Dijebak

06/06/2024

4

Bab 4 Pertemuan pertama

06/06/2024

5

Bab 5 Menjadi perawat

06/06/2024

6

Bab 6 Dirawat

06/06/2024

7

Bab 7 Meminta Mama

06/06/2024

8

Bab 8 Menggoda

06/06/2024

9

Bab 9 Sayang

06/06/2024

10

Bab 10 Terpaksa menikah

06/06/2024

11

Bab 11 Sah

06/06/2024

12

Bab 12 Saudara tiri

06/06/2024

13

Bab 13 Misi rahasia

06/06/2024

14

Bab 14 Bukan muhrim tau!

06/06/2024

15

Bab 15 Pura-pura romantis

06/06/2024

16

Bab 16 Menjenguk ayahnya

06/06/2024

17

Bab 17 Kecurigaan Bu Fatimah

06/06/2024

18

Bab 18 Paling cantik sejagat raya

17/06/2024

19

Bab 19 Kepikiran

18/06/2024

20

Bab 20 Saudara tiri

19/06/2024

21

Bab 21 Ciri ciri pandang

20/06/2024

22

Bab 22 Ibu mertua

21/06/2024

23

Bab 23 Wanita yang Askan cintai adalah Hanum

22/06/2024

24

Bab 24 Baju mahal

23/06/2024

25

Bab 25 Jangan panggil pak lagi

24/06/2024

26

Bab 26 Terpana

25/06/2024

27

Bab 27 Penyedap rasa

26/06/2024

28

Bab 28 Tersenyum singal

28/06/2024

29

Bab 29 Ibu tiri

28/06/2024

30

Bab 30 Hanum

29/06/2024

31

Bab 31 Pura pura panggil sayang

30/06/2024

32

Bab 32 Dapat telpon dari mantan

01/07/2024

33

Bab 33 Kedatangan Bu Sinta

02/07/2024

34

Bab 34 B

03/07/2024

35

Bab 35 Amel ngajak nikah

04/07/2024

36

Bab 36 Bu Siti mengaku salah

05/07/2024

37

Bab 37 Ribut

06/07/2024

38

Bab 38 Askan menyukai Hanum

07/07/2024