Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
JARAN GOYANG PENARI JAIPONG

JARAN GOYANG PENARI JAIPONG

AlyaSnitzky

5.0
Komentar
3.8K
Penayangan
42
Bab

Kecintaan Kamila terhadap Abimanyu yang begitu besar membawanya pada garis takdir keturunan. Gelap mata karena melihat orang yang ia cintai berpacaran dengan sahabatnya sendiri Kamila mengamalkan ajian jaran goyang untuk mendapat hati Ambimanyu. Ajian itu ia dapatkan dari Nyai Winarsih, nenek berumur yang memiliki paras muda dan cantik. Namun, Kamila tidak pernah tahu bahwa ia sedang berjalan di garis sumpah Nyai Winarsih. Petaka ini dimulai karena cinta. Cinta yang membutakan mata Kamila serta kisah cinta puluhan tahun lalu sebelum Kamila terlahir ke dunia.

Bab 1 PROLOG

Cinta itu adalah anugrah terindah dari Tuhan yang dapat dirasakan oleh semua makhluk ciptaan-Nya.

Cinta adalah Kuasa Tuhan yang paling mulia dan indah namun sekaligus juga bisa membawa luka dan kekecewaan.

Karena cinta manusia bisa berubah menjadi monster yang menakutkan.

Karena cinta manusia bisa menghalalkan segala cara untuk dapat meraihnya.

Karena cinta juga manusia bisa menyakiti dan saling membenci

Namun cinta yang sejati adalah cinta yang rela memberi tanpa berharap akan diberi.

Cinta yang sejati akan dapat menerima jika yang dicintai bahagia meski bersama yang lain.

Cinta yang sejati akan rela tersenyum meski hati terasa sakit karea cinta yang sejati pasti akan rela berkorban tanpa pamrih.

_BANDUNG 1990_

Kamila bergerak dengan lincah ke mengikuti irama gendang. Ia dan beberapa orang rekannya tampil dengan cukup bagus dalam acara pagelaran tari tradisional yang diadakan di sebuah Gedung kesenian di kota Bandung.

Namun, Kamila harus cukup merasa puas menjadi yang kedua karena pusat perhatian semua orang adalah Sabrina. Gadis itu selalu menjadi saingannya dalam segala hal. Ia selalu menjadi pusat perhatian semua orang saat sedang menari termasuk mencuri perhatian dari Abimanyu Krisna. Lelaki pujaan hati yang selalu menghiasi mimpi-mimpi Kamila.

Abimanyu bukanlah sembarang lelaki. Dia anak seorang pengusaha yang kaya raya,dia baru saja lulus menjadi mahasiswa hukum di Jakarta. Soal tampan, jangan ditanya. Rasanya Kamila belum pernah melihat ada yang setampan Abimanyu. Tampan mungkin banyak, tapi di mata Kamila Abimanyu itu sempurna.

“Mila,kamu ikut pulang bersamaku dan Mas Abi,ya!” seru Sabrina dengan ceria. Sabrina sama dengan Kamila, sama-sama masih kuliah di STSI Bandung,sama-sama mengambil jurusan seni tari. Kedua orangtua Sabrina bekerja di instansi pemerintahan. Sementara kedua orangtua Kamila mempunyai lahan pertanian di kota Sumedang. Lahan sebesar 20 hektar itu dikelola oleh petani-petani setempat. Keluarga Kamila bisa dibilang adalah orang terkaya di kampung Situraja Sumedang.

Kamila kost tidak jauh dari kampusnya di daerah buah batu. Tapi,tentu saja bukan kost-kost an yang murah. Kamar kost Kamila termasuk mahal namun tentu saja fasilitasnya lengkap. Ada Ac, ranjang springbed, lemari, meja belajar, kamar mandi di dalam ,televisi dan juga laundry.

Itulah sebabnya Kamila terkadang merasa iri dengan Sabrina yang ‘biasa-biasa’ saja itu. ‘Bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan aku yang anak orang kaya,’ batin Kamila.

“Hei, kok malah melamun, ikut pulang denganku dan Mas Abi,yuk. Lumayan jauh loh dari sini kalau kamu harus naik taksi. Sayang ongkosnya,sekalian Mas Abi ajak kita makan,” kata Sabrina.

Kedua gadis itu memang berteman dekat. Kamila tadinya sangat menyukai Sabrina. Tapi,sejak ada Abimanyu di antara mereka, hati Kamila mulai membenci Sabrina.

“Nanti aku ganggu yang lagi kasmaran,” jawab Kamila basa-basi.

“Apaan sih,kamu ini. Sudahlah,hari sudah malam, nggak baik kalau kamu pulang sendiri.”

Kamila melirik jam tangan yang melingkar di tangan kanannya, Sabrina benar, hari sudah malam, hampir jam Sembilan.

“Baiklah, aku numpang ya,” kata Kamila.

Sabrina pun langsung menggandeng tangan Kamila dengan gembira dan mereka pun langsung naik ke dalam mobil Abimanyu.

“Hai,Mas. Maaf ya, kalau aku ikut numpang, nggak ganggu kan?” sapa Kamila pada Abimanyu basa -basi. Pemuda tampan itu menoleh dan tersenyum pada Kamila.

“Nggak apa-apa kok, Kamila. Sahabatnya Sabrina berarti sahabat saya juga,kan.”

Kamila hanya meringis,sesungguhnya saat ini dia sedang dilanda api cemburu.

“Tarian kalian bagus sekali,loh,” kata Abimanyu.

“Kamila itu yang jago,Mas. Dia selalu mendapat nilai yang baik di kampus.”

“Oya? Tapi, buat aku,kamu yang paling cantik dan menarik,sayang,” gombal Abimanyu membuat Kamila mencibir, untung saja Abimanyu dan Sabrina sedang asik tidak sempat memperhatikan ekspesi wajah Kamila.

Sebelum pulang Abimanyu mengajak kedua gadis itu untuk makan. Tapi,lagi-lagi Kamila merasa seperti menjadi obat nyamuk yang berputar-putar di sekeliling mereka. Hanya sebagai pelengkap.

Setelah makan, mereka pun pulang. Abimanyu mengantarkan Sabrina terlebih dahulu, karena jika dia mengantarkan Kamila lebih dulu dia akan berputar-putar jalan.

“Pindah ke depan aja ,Mil. Kasian kalau Mas abi jadi supir,” kata Sabrina. Kamila pun hanya mengiyakan.

“Kamu nggak punya saudara di Bandung?” tanya Abimanyu memecah keheningan di antara mereka.

“Nggak ada ,Mas. Aku anak satu-satunya,setelah melahirkan aku dulu Ibu sempat hamil lagi tapi kemudian keguguran. Jadinya aku tidak memiliki saudara lain. Sebenarnya Abah itu orang Cirebon, tapi kakek buyut Abah pindah ke Sumedang sejak jaman dulu, kemudian membeli sawah di Sumedang dan sampai sekarang kami semua tinggal di Sumedang.”

“Kenapa pilih seni tari?” tanya Abimanyu lagi.

“Karena aku suka menari sejak kecil. Entahlah, sejak aku kecil aku sering bermimpi didatangi oleh wanita cantik dan wanita itu mengajarkan aku menari Jaipong seperti itu,ya jadinya sampai sekarang aku suka menari jaipong.”

“Aku juga punya keluarga di Cirebon,loh. Papaku itu orang Cirebon juga.Tapi , mama orang Bandung asli,” kata Abimanyu. Kamila merasa senang Abimanyu mau bercerita soal keluarganya.

Sepi kembali. Kamila hanya memandangi wajah Abimanyu yang tampan. Ingin bertanya tapi lidahnya terasa kelu. Hingga akhirnya mereka pun sampai di rumah kos Kamila. Kamila pun segera turun dan mengucapkan terima kasih.

“Seandainya saja ada ilmu yang bisa membuatmu jatuh cinta padaku sehingga membuatmu melupakan Sabrina seberat apapun pasti akan aku lakukan,Mas,” gumam Kamila sambil melangkah masuk dan langsung ke kamarnya yang terletak di lantai dua.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Buku lain oleh AlyaSnitzky

Selebihnya
Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku