Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
AZAB SUAMI YANG DZOLIM

AZAB SUAMI YANG DZOLIM

AlyaSnitzky

5.0
Komentar
1.6K
Penayangan
38
Bab

Kalina pengusaha yang sukses dan menikah dengan Adit yang hanya pegawai bank. Tetapi, ternyata Adit hanya memanfaatkan Kalina saja. Dia bahkan berani sudah mengkhianati cinta Kalina dengan menikah lagi. Dengan cara elegan Kalina pun membalas semua sakit hatinya.

Bab 1 TAMBAHAN MODAL USAHA

"Emang kamu mau buka usaha apa lagi sih Mas? Bukannya franchise pizza kamu itu lagi booming ya? Aku lihat kedainya selalu ramai. Mendingan kamu fokus aja di situ. Kalau misalkan udah bener-bener rame Kamu kan udah bisa balik modal modal yang balik itu bisa kamu puterin di usaha yang lain," kata Kalina.

Kalina adalah seorang wanita sukses dan cantik. Kalina mengawali karirnya sebagai seorang desainer pakaian. Desain pakaian-pakaian yang dibuat oleh Kalina selalu laris manis. Bahkan para artis pun kerap memesan pakaian kepadanya.

Itulah yang menyebabkan Kalina modal nekat membuka sebuah butik. Bukan sembarangan butik. Butik itu memiliki salon dan spa juga. Pakaian yang dijual di butik milik Kalina adalah pakaian limited edition. Kalina hanya menjual 1 model pakaian dengan 6 ukuran, dimulai dari S,M, L, Xl, XXL dan XXXL.

Dan biasanya desain Kalina sangat laris dan disukai oleh para langganannya. Salon dan spa-nya pun bukan salon dan spa sembarangan. Dia bekerja sama dengan dokter kecantikan ternama.

Langganan Kalina tidak hanya dari kalangan pengusaha tapi juga dari artis-artis terkenal.

Kalina menikah dengan Adit seorang pria biasa-biasa saja. Awalnya mereka bertemu di sebuah restoran karena Adit tidak sengaja menumpahi gaun Kalina dengan minuman. Sejak saat itu mereka sering bertemu dan pada akhirnya jatuh cinta.

Adit tadinya bekerja di sebuah bank sebagai teller. Namun ketika ia menikah dengan Kalina, beberapa bulan kemudian Kalina memberinya modal untuk membeli franchise makanan terkenal.

Awalnya Kalina tidak setuju Adit membeli franchise makanan itu. Tetapi alasan Adit cukup masuk akal. Gajinya sebagai teller bank tidaklah terlalu besar.

Adit tidak ingin terlihat jomplang di mata orang-orang. Istri seorang pengusaha suaminya hanya teller bank. Jadilah Adit meminta modal usaha kepada Kalina.

"Iya sih sayang emang lagi maju. Modalnya udah balik setengahnya kok. Makanya aku minta tambahin setengah lagi aku mau usaha yang lain selain ini," kata Adit.

"Emang mau usaha yang lain itu apa, Mas? Mendingan kamu usaha di bidang yang benar-benar kamu kuasai deh. Kalau franchise makanan seperti yang sekarang ini kamu lakukan itu udah bener. Kamu nggak perlu pusing-pusing ada chef yang mengelola makanan itu kamu kerja sama dengan pusat dan kamu juga udah punya brand ternama orang pasti mau beli. Tapi, kalau kamu usaha yang coba-coba kita nggak tahu gimana prospeknya," kata Kalina.

Adit hanya mengerucutkan bibirnya. "Ya udahlah kalau kamu nggak mau ngasih modal. Aku nggak maksa kok."

Melihat sikap suaminya yang kelihatan kecewa Kalina pun menghela nafas panjang. Lelaki yang sudah memberinya satu anak itu terlihat benar-benar lesu dan kecewa sehingga membuat Kalina tidak tega.

Wanita itu pun mendekat kemudian memeluk suaminya.

"Jangan cemberut dong Sayang. Aku kan bilang gini sebagai seorang pengusaha juga. Aku nggak mau lihat kamu bangkrut. Aku senang kamu punya usaha seperti sekarang jadi aku tuh maunya kamu pertahanin aja usaha kamu," kata Kalina.

"Bilang aja kamu sayang ngeluarin uang untuk aku Rin. Iya aku tahu sih aku nih hanya laki-laki yang numpang hidup sama kamu. Semua kamu yang bayar, makan sampai modal usaha pun kamu yang kasih kan. Aku mah apa atuh kalau nggak nikah sama kamu."

"Kok kamu ngomongnya gitu sih? Aku kan beneran sayang sama kamu Mas. Dari sekian banyak laki-laki yang mendekat sama aku. Aku pilihnya kamu loh. Itu artinya aku tuh sayang banget sama kamu," kata Kalina dengan lembut.

"Kalau kamu sayang tambahin dong modal usahanya."

"Aku bakalan tambahin modal usahanya tapi kamu ngomong dulu buat usaha apa?"

"Aku mau buka franchise di luar kota sayang. Di kota Jambi belum ada pizza yang kayak aku buka. Aku mau franchise dan buka cabang di sana. Kalau kita mau usaha lebih baik kita buka usaha di tempat yang belum ada biar jadi pelopor."

"Kamu yakin di sana bakalan maju? Kenapa sih harus di luar kota? Kan kamu bisa buka usahanya di Jakarta aja."

"Di Jakarta itu udah banyak sayang. Franchise pizza yang sekarang aku buka itu kan banyak. Kamu lihat aja di Jakarta ini cabangnya di mana-mana. Atau kalau kamu nggak mau aku keluar kota aku tuh rencananya mau bikin cafe dan restoran. Ya emang sih kalau cafe sama restoran udah banyak ya di Jakarta. Tapi aku mau buka cafe dan restoran yang khusus menjual makanan-makanan khas daerah yang susah didapetin. Misalnya aja makanan khas Indonesia bagian timur."

"Kayaknya sih aku lebih suka kamu bikin cafe dan restoran aja. Kalau franchise lagi apalagi di luar kota aku nggak bisa deh. Tapi kalau cafe dan restoran mungkin aku akan pertimbangkan. Kamu bikin aja proposal pengajuan dananya. Ya maksud aku meskipun kamu suami aku, Aku kan tetap punya laporan keuangan buat diriku sendiri. Jadi aku harus tahu kamu butuh apa aja dan dananya berapa jadi bisa aku anggarin uangnya," kata Kalina.

"Kalau masalah itu beres sayang nanti aku bikin anggarannya. Tapi aku minta kali ini atas nama aku ya? Selama ini kan semua usaha atas nama kamu. Usaha franchise juga atas nama kamu. Kali ini aku mau dong punya usaha sendiri yang atas nama aku," kata Adit lagi.

Kalina hanya menganggukkan kepalanya. Dia memang terlalu mencintai sang suami sehingga apapun permintaan Adit pasti akan dipenuhi.

Selama ini Adit selalu menjadi suami yang baik dan siap siaga bagi Kalina. Dia juga tampan dan mempesona. Di mana lagi Kalina akan mencari suami seperti itu.

"Ya udah usaha kali ini kamu boleh pakai nama kamu sendiri, Mas. Nggak usah atas nama aku."

"Iya Lin. Sebenarnya aku tuh kadang suka mikir deh kamu lebih sayang uang daripada aku. Buktinya waktu kita mau nikah aja kamu bikin perjanjian pra nikah. Itu berasa aku tuh nggak dipercaya sama kamu. Padahal aku selama ini kurang apa cintanya sama kamu."

Kalina tertawa kecil mendengar perkataan Adit. Dulu dia memang pernah membuat perjanjian pra nikah. Isi perjanjian pranikah itu adalah apabila mereka berpisah, maka semua aset tidak akan digunakan untuk harta gono gini.

Misalkan selama menikah mereka memiliki usaha. Jika usaha itu atas nama istri maka ketika mereka bercerai usaha itu tidak akan dijual dan dijadikan harta gono gini tetapi untuk istrinya. Begitu juga jika usaha itu atas nama suami. Maka ketika bercerai itu adalah hak suami tidak bisa dibagi-bagi. Itulah sebabnya selama ini Kalina selalu meminta Adit untuk membuat usaha atas nama Kalina. Jujur saja Kalina merasa takut apabila Adit nantinya akan berpaling dan mencari wanita lain.

Tetapi rupanya kali ini Kalina harus mengalah demi keutuhan rumah tangganya. Dia tidak mau Adit merasa jika dirinya tidak dihargai.

"Siapin anggarannya Mas biar aku bisa transfer ke rekening kamu dan kamu bisa segera memulai usahanya."

"Kamu mau ke mana?"

"Aku mau ke butik sayang. Nanti biar aku yang jemput Cindy. Kamu nggak ke resto?"

"Iya aku mau ke resto kamu nggak mau aku antar?"

"Nggak usah sayang aku bawa mobil sendiri. Ya udah kamu berangkat juga Udah siang loh. Jangan mentang-mentang kamu yang punya usaha terus kamu males datang ke tempat usaha kamu," kata Kalina. Adit tersenyum kemudian mencium Kalina dengan lembut.

Mereka pun menuju ke halaman dan berangkat ke tempat usaha mereka masing-masing.

Seperti biasa Kalina langsung menuju ke butiknya. Tetapi tidak begitu dengan Adit. Ketika di jalan saat menuju ke restonya dia membelokkan mobil ke sebuah apartemen mewah.

Dengan penuh percaya diri Adit pun langsung naik lift menuju ke lantai 5. Lelaki itu melangkah pasti ke sebuah kamar. Dan saat ia membunyikan bel, seorang wanita muda cantik menyambut kedatangannya dengan senyum.

"Hai, Mas aku udah lama nungguin kamu datangnya lama banget sih?"

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Buku lain oleh AlyaSnitzky

Selebihnya
Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku