Gairah Tersembunyi Bos Killer

Gairah Tersembunyi Bos Killer

El Hawra

5.0
Komentar
15.1K
Penayangan
166
Bab

Nina adalah gadis muda yang cerdas dan berbakat, bergabung dengan perusahaan besar dan ternama adalah impiannya, karena ia adalah lulusan terbaik sebuah universitas unggulan. Namun kenyataan tak seindah harapannya. Karena, setelah diterima, dia justru kerap dipersulit oleh Nathan sang bos. Tetapi, Nina menyadari ada yang tak biasa pada diri Nathan! Bermula Saat dia harus kerja lembur, sang bos mendekatinya dengan sapaan yang penuh kehangatan. Nina pun merasakan hubungan yang kian mendalam dengan sang bos. Hanya saja, mereka harus merahasiakan hubungan diantara keduanya. Lantas, mampukah Nina bertahan dalam hubungan yang penuh dengan rahasia dan intrik itu?

Gairah Tersembunyi Bos Killer Bab 1 Hari Yang Melelahkan

"Nina! Saya harap Anda tahu, mengapa saya panggil ke mari," tegas Nathan. Suara bariton itu terdengar begitu menusuk di telinga Nina, seorang eksekutif muda yang menjadi bawahannya.

Di dalam ruang kantor yang elegan dan mewah itu, Nathan Wilson, seorang pria berusia 32 tahun, duduk di depan meja kerjanya yang dipenuhi dengan tumpukan dokumen yang harus ia perikasa. Wajah maskulinnya melengkapi keagungan sosok bos yang dijuluki bos killer oleh para karyawannya.

Betapa tidak, ia memimpin dengan tegas dan keras, selalu menuntut perfeksionis kepada bawahannya. Namun, berkat kepemimpinannya itu, kemajun yang cukup gemilang telah berhasil dicapai. Ia telah membawa perusahaannya menjadi salah satu perusahaan raksasa yang sangat diperhitungkan.

Sementara di hadapannya, Nina Evans, seorang gadis muda berusia 23 tahun, duduk dengan wajah tegang, tangannya berkeringat, ia tidak tahu lagi kesalahan apa yang telah dilakukannya.

Ini sudah menginjak bulan ke tujuh, sejak Nina bergabung dengan perusahaan besar yang dipimpin oleh Nathan. Awalnya ia sangat berambisi untuk bisa bergabung di perusahaan bergengsi itu, karena ia adalah salah satu lulusan universitas terbaik, dengan nilai-nilai dan bakat istimewa.

Namun, kenyataan tak seindah yang ia bayangkan. Nina harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan kemampuannya. Meskipun kerap mendapati kesulitan, atau lebih tepatnya dipersulit oleh big bosnya ini, karena semua yang dilakukannya selalu mendapatkan kritikan. Tapi, Nina selalu berusaha bekerja secara profesional, semua itu ia hadapi sebagai bagian dari resiko sebuah pekerjaan.

"Saya tidak yakin, Pak. Apa yang sebenarnya terjadi?" jawab Nina berusaha untuk tenang, meskipun ia sangat tegang.

Nathan menatap gadis dihadapannya dengan tajam.

"Ini tentang laporan yang Anda kirimkan kemarin, lihat! Begitu banyak kesalahan di dalamnya!" Pria itu membanting sebandel berkas di depan Nina, membuat gadis itu terkesiap.

Nina menghela napas, ia berusaha sedapat mungkin untuk tenang, diraihnya berkas itu dan dibukanya, ia terperanjat, seakan tidak percaya dengan penglihatannya.

"Tapi Pak, kemarin saya sudah mengeceknya dengan sangat ketat," jawab Nina.

"Anda selalu saja berdalih, Nina. Saya tidak tahu mengapa Anda terus menerus melakukan kesalahan seperti ini." Nathan mendengus, tatapannya menusuk pada gadis di depannya.

Nina berusaha mengumpulkan keberanian, ia mengangkat wajahnya dan tatapan keduanya pun bertemu. Sejurus keduanya terdiam sebelum akhirnya Nina berkata, "saya tidak sengaja melakukan kesalahan, Pak. Saya sudah mencoba melakukan yang terbaik."

Nathan nampak tidak puas, matanya menatap semakin tajam, seakan sedang menguliti gadis itu.

"Anda tahu, Nina. Saya sangat menilai pekerjaan Anda, kesalahan-kesalahan seperti ini tidak boleh terulang lagi,"ujar Nathan dingin.

"Baik, Pak. Saya akan memeriksa kembali laporan ini dan segera memperbaikinya."

"Hmm, Anda boleh kembali," perintah Nathan datar, matanya kembali terfokus pada berkas-berkas di hadapannya.

"Baik, Pak. Saya permisi." Nina berdiri, lalu berbalik meninggalkan Nathan. Lelaki itu mengangkat wajahnya, ia menatap punggung gadis itu, yang menghilang di balik pintu, sekilas senyum melintasi wajah tampannya.

Nina meninggalkan ruangan Nathan dengan perasaan campur aduk, ia telah bekerja keras membuat laporan itu, lalu memeriksanya dengan hati-hati sebelum diserahkan. Tapi mengapa jadi banyak kesalahan begini? Apa kemarin ia terlalu bersemangat sehingga menjadi kurang fokus?

Gadis itu menjadi semakin kacau, banyak pertanyaan demi pertanyaan melintas di pikirannya, ia penasaran mengapa setiap laporan yang ia buat sering seperti ini, 'apa ada yang sengaja merubah, ya? Tapi siapa? Dan apa mungkin?'gumam Nina membathin.

Tiba-tiba ...

Brukk!!

"Aargh!"teriak seseorang. Nina menubruk seorang gadis hingga keduanya sama-sama terjatuh, barang-barang yang mereka bawapun berserakan di lantai.

"Ma-maaf, sa-saya tidak sengaja," ucap Nina sambil membantu memunguti barang-barang gadis yang telah di tabraknya.

Gadis yang ditabrak Nina itu tertegun, ia tidak menyangka gadis bodoh yang menabraknya adalah Nina, sahabatnya sendiri. Padahal baru saja ia mau melabrak.

"Nina ..." panggil Laura sambil menatap Nina yang masih tertunduk membereskan barang-barangnya.

Demi mendengar suara yang tidak asing menyebut namanya, Nina pun mengangkat wajah. Benar saja, Laura sahabat sekaligus rekan kerjanya sedang menatapnya dengan bingung.

"Oh, kamu rupanya, so sorry Laura, aku tidak fokus tadi."

"Hei, kamu kenapa Nina? Ini masih di kantor, kamu jalan seperti orang bermimpi, coba kalau di luar sana, bukan orang yang kau tabrak, tapi mobil." Laura langsung nyerocos.

"Iya maaf, aku memang sedikit melamun tadi," jawab Nina seperlunya, ia segera menyerahkan barang-barang Laura yang tadi berantakan.

"Nah, sekarang sudah beres, nggak ada yang rusak, jadi aku nggak harus ganti rugi, kan?"

"Tunggu-tunggu. Kamu kenapa, Nina?" tanya Laura cepat, ia melihat wajah Nina yang seperti orang linglung. Nina tidak menjawab, gadis itu hanya mengedikkan bahu.

"Oke-oke, kalau gitu kita minum kopi dulu yuk, kafein itu bagus, supaya tubuh menjadi fresh lagi," ajak Laura.

"Tapi aku harus menyelesaikan pekerjaanku, Laura." Nina berusaha berkelit. Alih-alih menjawab Laura langsung menarik tangan Nina ke kafe yang ada di lingkungan kantor, untuk menikmati secangkir kopi.

Laura dan Nina duduk sambil menyesap secangkir kopi hangat. Laura sudah lama mengenal Nina, jadi ia tahu pasti gadis itu sedang menghadapi masalah, sehingga membuatnya linglung.

"Nah, sekarang coba ceritakan, kamu ada masalah apa, Nin?" tanya Laura penasaran.

"Tidak ada apa-apa kok, Ra." Nina menjawab dengan santai, sambil kembali menyesap kopinya.

"Hei, Nina. Pliss deh, aku ini sahabat lama kamu, jangan bilang nggak ada apa-apa ya." Laura nyerocos menggerutu.

"Iya-iyaa, Miss Bawel, aku akan cerita," sahut Nina sambil menatap Laura.

"Nah gitu dong, ah. Bukan Laura namanya kalau nggak bawel." Laura mengerucutkan bibirnya.

Nina menghela napas sambil memutar-mutar cangkirnya. "Aku barusan dipanggil pak Nathan," ucapnya.

"What?!" seru Laura terkejut, "dipanggil lagi? Dimarahin?" cecarnya.

"Yah, entah apa namanya, dimarahin atau dikhotbahin, tapi kurang lebih seperti itu."

"Tunggu-tunggu," potong Laura, "masalah apa lagi, Nin? Bukannya kamu sudah menyelesaikan pekerjaan kamu dengan baik."

"Ya, kamu lihat sendiri kan, Ra. Aku sudah berusaha keras menyelesaikannya, juga sudah memeriksanya sebelum aku serahkan, tapi setelah sampai ke tangan Pak Nathan, ada saja yang salah." Nina menghela napas."Dan kali ini, kesalahannya fatal banget, hampir 50 persennya," imbuhnya.

Kedua sahabat itu terdiam, wajah keduanya menjadi serius. Laura menyesap kopinya kembali, ia sendiri merasa heran, karena sahabatnya ini sering sekali mendapatkan teguran dari sang bigboss, padahal Nina selalu bekerja dengan sungguh-sungguh, ia juga salah satu karyawan yang cerdas dan berbakat.

"Sepertinya ini bukan pertama kali begini deh, Nin."

"Kamu benar, Ra." Nina membenarkan, "ini ketiga kalinya pekerjaanku ditolak, padahal aku sudah memeriksanya dengan teliti."

"Hmm, apa mungkin ada yang melakukan sabotase ..."

Ketika kedua gadis itu sedang menebak-nebak berbagai kemungkinan, tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan dan sindiran seseorang.

"Bagaimana mau hasil kerja bagus kalau ngerumpi terus."

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Gairah Tersembunyi Bos Killer Gairah Tersembunyi Bos Killer El Hawra Miliarder
“Nina adalah gadis muda yang cerdas dan berbakat, bergabung dengan perusahaan besar dan ternama adalah impiannya, karena ia adalah lulusan terbaik sebuah universitas unggulan. Namun kenyataan tak seindah harapannya. Karena, setelah diterima, dia justru kerap dipersulit oleh Nathan sang bos. Tetapi, Nina menyadari ada yang tak biasa pada diri Nathan! Bermula Saat dia harus kerja lembur, sang bos mendekatinya dengan sapaan yang penuh kehangatan. Nina pun merasakan hubungan yang kian mendalam dengan sang bos. Hanya saja, mereka harus merahasiakan hubungan diantara keduanya. Lantas, mampukah Nina bertahan dalam hubungan yang penuh dengan rahasia dan intrik itu?”
1

Bab 1 Hari Yang Melelahkan

24/03/2024

2

Bab 2 Cowok Julid

24/03/2024

3

Bab 3 Lembur

25/03/2024

4

Bab 4 Sweet Moment

25/03/2024

5

Bab 5 Kekhawatiran Tante Sophia

25/03/2024

6

Bab 6 Titipan Spesial

25/03/2024

7

Bab 7 Sarapan Istimewa

25/03/2024

8

Bab 8 Rahasia Dibalik Sandwich

25/03/2024

9

Bab 9 Persiapan Meeting

25/03/2024

10

Bab 10 Presentasi

25/03/2024

11

Bab 11 Kekacauan di Ruang Meeting

06/04/2024

12

Bab 12 Selamat Nina

07/04/2024

13

Bab 13 Laptop Baru

08/04/2024

14

Bab 14 Kamu Harus Pindah

12/04/2024

15

Bab 15 Makan Malam Spesial

12/04/2024

16

Bab 16 Menu Kenangan

12/04/2024

17

Bab 17 Deep Kisses

12/04/2024

18

Bab 18 Ruangan Baru

15/04/2024

19

Bab 19 Berita Mengejutkan

15/04/2024

20

Bab 20 Membereskan Kekacauan

16/04/2024

21

Bab 21 Hot Kisses

18/04/2024

22

Bab 22 Cinta Yang Tulus

18/04/2024

23

Bab 23 Sumpah Nina

19/04/2024

24

Bab 24 Rencana Nathan

19/04/2024

25

Bab 25 Tamu Tak Diundang

20/04/2024

26

Bab 26 Memantapkan Rencana

20/04/2024

27

Bab 27 Senin Semangat

22/04/2024

28

Bab 28 Booster Cinta

22/04/2024

29

Bab 29 Kekacauan Di Cafe

25/04/2024

30

Bab 30 Lelaki Asing di Kamar Nina

28/04/2024

31

Bab 31 Caffè Latte Cinta

28/04/2024

32

Bab 32 Penyamaran

29/04/2024

33

Bab 33 Mike Terkecoh

29/04/2024

34

Bab 34 Permintaan Maaf

01/05/2024

35

Bab 35 Kejutan

02/05/2024

36

Bab 36 Trik Untuk Sonya

04/05/2024

37

Bab 37 Kecurigaan Sonya

04/05/2024

38

Bab 38 Pertemuan

06/05/2024

39

Bab 39 Aura Nina

06/05/2024

40

Bab 40 Kekhawatiran Nina

06/05/2024