Hasrat Poligami

Hasrat Poligami

Fatmanadia

5.0
Komentar
4K
Penayangan
38
Bab

Poligami yang dilakukan Farhan secara diam-diam melukai hati Salma, istri pertama Farhan. Akankah pernikahan Farhan dan Salma dapat bertahan ataukah muncul perceraian diantara keduanya.

Bab 1 Pertemuan Salma dan Sofia

Hasrat Poligami

Part 1

Jam dinding menunjukkan pukul 17.30. Sofia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dari rumahnya di area Halim menuju Stasiun Senen, ia akan menjemput keluarga Farhan yang baru saja tiba di Jakarta. Sebelumnya, Farhan telah mengirimkan pesan ke Sofia bahwa ia tengah dalam perjalanan ke Jakarta dengan kereta pagi dari Semarang.

Setelah mengantar Rania ke rumah neneknya, Sofia segera bersiap menuju ke stasiun sore itu.

Meski Farhan menolak tawaran Sofia untuk menginap di rumahnya, tetap saja Sofia memaksa agar Farhan menuruti keinginannya.

Sofia pun menyebutkan akan menjemput keluarga Farhan di stasiun dan akan menunggu di pintu keluar.

Mengetahui sang suami akan datang, Sofia telah menyiapkan hal yang spesial, ia menghabiskan waktunya sepulang kantor untuk ke salon. Ia tahu suaminya suka bila dirinya wangi, cantik dan seksi tentunya.

Ia memesan kamar hotel khusus untuk menyambut suaminya.

"Hai Farhan!" seru Sofia saat melihat sosok Farhan di pintu keluar. Ia terpaksa berpura-pura di depan Salma, meski ia ingin sekali memanggil Farhan dengan panggilan sayang dan memeluknya.

Farhan segera mendekat ke arah Sofia. Farhan memperkenalkan Salma pada Sofia.

"Salma, kenalkan ini Sofia,"ujar Farhan memperkenalkan teman kecilnya itu pada istrinya. Meski Salma sering mendengar nama Sofia, tapi baru kali ini keduanya bertemu.

Sofia yang ramah dan mudah akrab dengan orang lain mencoba membuka percakapan.

"Jam berapa dari Semarang, Mbak?"

"Jam 09.00 tadi, Mbak."

Sofia lalu membawa keluarga Farhan untuk makan di restoran seafood.

Sepanjang perjalanan menuju restoran kedua perempuan yang duduk di jok depan ini saling membuka diri dan membahas banyak hal.

Salma juga menyerahkan lumpia titipan ibu mertuanya untuk Sofia.

Melihat kedua perempuan itu asyik mengobrol, Farhan hanya mengamati sambil tersenyum. Ia mengambil foto kedua istrinya itu diam- diam.

"Alhamdulillah, yang akur ya dua istriku," kata batin Farhan.

Farhan menyembunyikan senyum bahagianya di balik masker yang ia pakai.

Sesampainya di restoran yang menyediakan berbagai menu aneka olahan seafood juga tersedia kolam ikan dan beberapa akuarium, hingga membuat kedua putri Farhan antusias.

Sasa dan Sisi pun terlihat asyik mengamati ikan- ikan besar yang berada di kolam ikan yang berada di dekat tempat duduk mereka.

Kedua putri Farhan itu sangat menikmati suasana restauran seafood yang bernuansa alam terbuka.

Sasa dan Sisi sangat senang, keinginan mereka untuk liburan ke Jakarta akhirnya terwujud. Farhan mengikuti pelatihan di Jakarta saat jadwal kedua anaknya libur sekolah, ia membawa serta keluarganya sekaligus untuk mewujudkan keinginan kedua putrinya.

Setelah makan malam, Sofia mengantar keluarga Farhan untuk menginap di rumahnya. Sesampai di rumah Sofia.

Sasa dan Sisi tercengang.

"Wah besar banget rumahnya Tante!"

"Wah ada kolam renangnya juga,"seru keduanya ssaat memasuki rumah Sofia.

"Kalian kalau mau berenang, silahkan."

"Boleh Tante?asyiiik!" ucap keduanya.

"Besok pagi Aku berenang ya Bu, Yah?"

"Iya, sekarang mandi dulu terus istirahat ya."

"Iya Yah." Keduanya patuh menuruti perintah Farhan.

Selama menunggu Farhan pelatihan, Salma dan kedua putrinya rencananya akan menginap di rumah Sofia. Farhan berencana setelah pelatihan selama dua hari, Farhan akan membawa keluarganya keliling Kota Jakarta.

Sofia yang sangat merindukan suaminya, harus berbesar hati melihat kebahagiaan keluarga kecil Farhan bersama istri pertamanya selama menginap di rumahnya.

Pelatihan versi Farhan bukanlah pelatihan yang sebenarnya. Hal itu adalah kedok untuk menutupi kebohongannya. Selama dua hari, Farhan menghabiskan waktunya pagi hingga sore bersama Sofia, istri mudanya di hotel. Hal itu keduanya lakukan agar Salma tak curiga.

Sesuai janjinya, setelah pelatihan selama dua hari, Farhan membawa keluarganya untuk mengunjungi Museum Fatahillah, Monas dan Dufan.

Farhan memilih menggunakan transportasi bus Transjakarta untuk mengunjungi tempat-tempat itu. Kedua putri Farhan sangat menikmati perjalanan, keduanya berdecak kagum saat melihat berbagai bentuk gedung-gedung pencakar langit di Jakarta.

Di Kota Tua Jakarta mereka melihat berbagai objek sejarah. Mereka juga berfoto dan menikmati kerak telor, kedua buah hati Farhan sangat menikmati liburan kali ini. Setelah dari museum, Farhan sekeluarga mengunjungi Monas.

Monumen yang berada di tengah Kota Jakarta itu pada ujungnya berlapis emas, mereka naik ke ujung monumen dengan menggunakan lift. Sesampai di atas kedua putri Farhan sangat senang karena bisa melihat Kota Jakarta dari atas, keduanya mencoba melihat dengan menggunakan teleskop.

Hari kedua pasca pelatihan Farhan membawa keluarganya mengunjungi Dufan. Di area ini berbagai macam atraksi dan tempat permainan tersedia. Mulai dari tornado, istana boneka hingga wahana misteri tersedia disini.

Setelah puas bermain, mereka makan di restoran.

"Terima kasih ya Yah udah bawa kita liburan,"ucap Sasa dan Sisi kompak. Keduanya lalu memeluk Farhan.

"Nanti kita liburan lagi ya, Yah... kalau Ayah libur," pinta si adik.

"Iya, insyaallah."

Melihat wajah senang di wajah kedua putrinya membuat Farhan dan Salma ikut merasa bahagia.

***

Salma tak pernah curiga dengan sikap baik Sofia, ia telah mengetahui tentang Sofia sebelumnya. Dahulu, Sofia adalah tetangga Farhan di Semarang, keluarga Farhan pun telah menganggap Sofia bagai anak mereka sendiri.

Salma pun juga tahu Sofia telah menjanda dengan satu putri, suaminya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Tanpa pernah Salma ketahui, Sofia pun kini juga memiliki status yang sama sepertinya yaitu menjadi istri Farhan.

Farhan tak pernah menceritakan perihal itu pada Salma. Pun keluarga Farhan, hanya Ibu Farhan yang mengetahui kejadian ini, keluarga Farhan yang lain tak tahu- menahu akan hal itu.

Sebaliknya, keluarga Sofia sudah mengetahui hal ini sebelumnya, tapi mereka memilih untuk merahasiakan hal ini dari adik-adik Farhan.

Pagi hari saat Farhan bersiap untuk mengikuti pelatihan. Kedua putrinya telah bersiap berenang. Menggunakan kaos dan celana pendek, keduanya tak sabar ingin segera berenang.

Farhan sarapan bersama dengan kedua istrinya. Sembari menatap kedua putrinya yang tengah berenang, Farhan tersenyum bahagia.

"Sungguh, nikmat TuhanMu mana lagikah yang kau dustakan," ucap batin Farhan.

Sarapan yang diselingi obrolan ringan itu terasa hangat. Sofia yang telah bersiap berangkat bekerja itu hanya menghabiskan roti bakar dan teh hangat sebagai menu sarapannya.

Sofia berpura-pura sakit perut setelah sarapan. Ia berencana berangkat setelah Farhan berangkat.

Di dalam kamarnya, Sofia mengirimkan pesan pada sang suami.

[Ketemu di hotel ya sayang, love you]

Ia sangat merindukan suaminya setelah tiga bulan tak bertemu.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

MENIKAH DENGAN SULTAN

MENIKAH DENGAN SULTAN

Evie Yuzuma
5.0

“Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku ‘kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!” pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. “Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit,” getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** “Aku mau beli semuanya!” ucap lelaki itu lagi. “T—tapi, Bang … yang ini pada rusak!” ucap Rinai canggung. “Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama ‘kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki,” ucap lelaki itu kembali meyakinkan. “Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!” ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. “Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!” ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku