Permainan gila suami dan adikku

Permainan gila suami dan adikku

mega rahmawati

5.0
Komentar
30.9K
Penayangan
14
Bab

mengetahui perselingkuhan suami dan adiknya membuat Wulan nekat untuk balas dendam. bahkan Wulan sampai membuat suami dan adik tirinya menerima balasan atas tindakan mereka.

Bab 1 Awal

Wulan baru saja kembali dari luar. Ia dengan wajah gembira membawa oleh-oleh untuk suaminya karena sejak tadi pagi suaminya sudah mengeluh tidak enak badan, tapi di saat Wulan baru saja membuka pintu rumahnya ia dikujutkan dengan keberadaan pasang sandal wanita yang begitu ia kenali, tentu saja Wulan berpikir jika Dewi adiknya berada di dalam rumah, mungkin saja Dewi tahu jika suami kakaknya sedang sakit.

"Sepertinya Dewi ada di dalam, pasti dia datang ke sini untuk mencariku, apa Rio memberitahukan Dewi kalau dia lagi sakit? Mereka ini sudah seperti saudara kandung saja." ujar Wulan dengan wajah tersenyum.

Memang selama ini suami dan juga adiknya begitu dekat, bahkan seperti saudara kandung sendiri.

Banyak teman-teman Wulan dan juga tetangga yang berbicara kepada Wulan jika Wulan harus hati-hati melihat keakraban dan kedekatan antara Rio dan juga Dewi, namun Wulan sama sekali tidak mendengarkan itu, ia hanya bilang jika Dewi dan juga Rio hanya memiliki hubungan adik ipar dan juga kakak ipar tidak lebih dari itu dan Wulan juga percaya kepada mereka berdua. Di saat Wulan berjalan masuk, ia meletakkan kue yang ia bawa di atas meja, ia tidak mendapatkan keberadaan adiknya, tentu saja hal itu membuat Wulan kebingungan. Wulan pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk mengecek keberadaan suaminya dan juga keadaan suaminya. Apakah Rio sudah membaik atau tidak. Namun siapa sangka di saat Wulan baru saja hendak membuka pintu kamarnya, ia dikejutkan dengan suara-suara yang begitu aneh, suara yang tidak asing baginya, hati dan juga detak jantungnya tentu saja berdetak dengan kencang, ia memegang dadanya karena terasa begitu sakit, tapi Wulan mencoba menepis itu semua. Ia berpikir jika apa yang ia dengar itu adalah salah, perlahan-lahan ia membuka pintu kamarnya dan betapa terkejutnya di saat dia melihat adegan panas yang sedang dilakukan oleh kedua manusia yang sangat ia percaya. Wulan yang melihat itu tentu langsung pergi dari sana, ia langsung masuk ke dalam kamar tamu yang tidak jauh dari sana, dia langsung mengunci dirinya sendiri, dia langsung menangis jadi-jadinya, dia tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Bagaimana bisa adik yang ia percayai ini malah sedang melakukan hubungan suami istri dengan kakak iparnya sendiri alias suami Wulan sendiri.

"Tidak mungkin. Kenapa mereka jahat sekali? Kenapa Dewi tega sekali menikamku dari belakang? Bukankah mereka selama ini hanya memiliki hubungan sebagai saudara saja. Lalu kenapa mereka malah melakukan hubungan suami istri di belakangku? Jadi selama ini mereka memiliki hubungan gelap, kenapa aku terlalu bodoh, kenapa aku terlalu percaya kepada mereka." Wulan mengusap wajahnya dengan kasar.

Di kamar Rio.

"Ah sayang kamu paling bisa memuaskanku, kamu memang paling pintar. Untung saja tadi aku beralasan tidak enak badan kepada Wulan dan kamu bisa datang ke sini untuk memuaskanku, sudah sejak tadi malam aku sangat merindukan kamu sayang." ujar Rio sambil memegang kedua pipi Dewi, Dewi yang sedang bekerja tentu langsung tersenyum. Ia dengan lincahnya bergoyang di atas tubuh kakak iparnya itu.

Mereka tidak sadar jika orang yang sudah mereka hianati sudah melihat apa yang sedang mereka lakukan.

"Tentu aku paling bisa semuanya, lagi pula kenapa kamu malah menikah dengan dia, dia itu jelek, kusam. Aku ini cantik, seksi dan juga pintar membuat kamu puas. Sudahlah lebih baik kamu Ceraikan dia dan menikah denganku." ujar Dewi merayu Rio agar menceraikan istrinya alias Kakaknya sendiri.

Rio menggelengkan kepalanya.

"Tidak bisa, aku tidak bisa menceraikan Wulan, saat ini ada alasan tersendiri untukku mempertahankan Wulan, sudahlah yang Jelaskan hatiku dan juga Cintaku hanya untuk kamu, lagian juga aku sudah lama tidak melakukan ini dengan Wulan, karena aku selalu puas denganmu." ujar Rio dengan suara serak karena bentar lagi ia akan mencapai puncak.

Wulan yang berada di kamar sebelah yaitu kamar tamu tentu masih mendengar suara desahan dan juga suara erangan yang keluar dari mulut kedua manusia laknat itu. Wulan langsung menutup telinganya, ia tidak kuat hingga akhirnya keluar dari kamar tamu itu dan langsung keluar dari rumahnya sambil membawa barang yang ia bawa tadi, karena takutnya jika nanti Rio dan juga Dewi sudah selesai melakukan hubungan itu mereka sadar jika Wulan sudah kembali. Wulan memiliki rencana jika ia akan membalaskan dendamnya kepada sang adik dan juga suaminya tanpa membuat mereka berdua mengetahui jika Wulan sudah tahu kejahatan mereka.

Dengan derai air mata, Wulan terus berjalan menyusuri jalanan, ia menangis sambil mengunyah makanan yang tadi ia bawa untuk diberikan kepada suaminya.

"Baiklah Rio, kamu selama ini bermain cantik bersama adikku, aku juga akan bermain cantik kepadamu dan juga adikku, aku akan membalaskan rasa sakit ini, aku akan membalaskan Rasa kecewaku ini. Aku merasa bodoh, merasa bego karena aku tidak bisa melihat tanda-tanda jika kalian memang memiliki perasaan satu sama lain, selama ini aku diperbudak oleh kalian dan aku tidak sadar dengan apa yang kalian rencanakan selama ini. Untung saja aku dengan cepat mengetahui perbuatan kalian." ucap Wulan sambil membuang kue yang baru ia makan setengah, namun tiba-tiba kue itu ternyata mengenai seseorang yang sedang berjalan di hadapan Wulan

Setelah perdebatan kecil dengan orang yang tidak sengaja ia lempar dengan kue. Wulan memutuskan untuk pulang, ia akan berpura-pura tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di antara adik dan juga suaminya.

Di saat ia pulang ternyata adiknya belum pergi dari rumahnya dan di saat Wulan melihat ke dalam, ternyata adiknya sedang duduk dan bercanda dengan suaminya terlihat jika rambut suaminya masih basah berbeda dengan Dewi yang rambutnya masih kering.

"Oh Dewi, kamu ada di sini?" tanya wulan di saat dia masuk ke dalam rumah. Dewi yang melihat kakaknya masuk tentu tersenyum dan langsung. Ingin rasanya Wulan di saat dipeluk oleh Dewi ia menjambak dan juga menampar wajah adiknya, namun ia harus bisa menahan rasa amarah yang ia miliki.

"Kakak udah pulang, ya ampun dari tadi aku nyariin loh Kak dari tadi, aku di sini nungguin kakak, aku cuma mau bilang hari ini ulang tahunku. Apakah kakak lup" tanya Dewi dengan manja kepada Wulan.

Sedangkan Rio suaminya hanya tersenyum.

"Iya, dia dari tadi terus merengek loh, dia bilang katanya kamu lupa, biasanya kamu selalu memberikannya hadiah, kamu kan tadi bilang keluar mau beli hadiah buat Dewi kok sekarang pulang dengan tangan koson" tanya Rio kepada istrinya itu.

"Oh itu aku lupa, karena tadi ada sesuatu kejadian di sana. Dan juga uangku dicopet. Makanya aku nggak beli apapun. Maaf ya. Kakak tahun ini enggak memberikan apa-apa sama kamu." Dewi yang mendengar itu tentu langsung cemberut dan melipat kedua tangannya.

"Kakak ini gimana sih? Aku kan cuma punya kakak, kenapa kakak malah enggak peduli sama aku, ya kalau misalkan uangnya dicopet ya kenapa Kakak nggak pulang lagi buat minta uang sama suami kakak, pokoknya aku enggak mau tahu ya aku pengen kado spesial dari kakak, udahlah aku mau pulang, aku sebel sama kakak." ucap Dewi dengan wajah cemberut dan pergi dari sana.

"Tuh kan. Lihat kan bagaimana sedihnya Adik kamu, kamu sih. Kasihan dia,"ujar cari Rio sambil pergi dari sana, di saat Rio hendak masuk ke dalam kamarnya.

"Loh kok kamu malah nyalahin aku si Kok kamu kayaknya begitu perhatian sekali sama adikku? Kayaknya ada sesuatu di antara kalian?" Wulan sengaja memancing Rio. Rio tentu langsung mengerutkan keningnya.

"Pasti lah aku perhatian, dia kan adik kamu jadi berarti dia adik aku, enggak usah berpikir yang macam-macam deh. Udahlah aku capek aku mau tidur, jangan lupa untuk masak ya, soalnya nanti habis bangun tidur aku lapar." ujar Rio dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Wulan yang melihat itu tentu hanya bisa tersenyum miris.

"Bagaimana tidak lapar. Kamu dan adikku sangat menikmati permainan kalian."

Ia miris dengan apa yang ada di hadapannya, "Kalian seenaknya pemerintahku dan memperlakukanku seenak jidat kalian, dulu aku selalu menuruti apa yang kalian inginkan karena aku pikir kalian memang benar-benar menyayangiku. Tapi saat ini aku tidak bisa jika harus diperbudak lagi oleh kalian, oleh orang-orang penghianat seperti kalian." ujar wulan.

Sore harinya di mana di saat Wulan sedang menyiapkan makanan tiba-tiba pintu rumahnya terbuka, dengan kencang dan ternyata yang datang adalah ibu tirinya dan juga adik tirinya.

"Heh Mulan. Kamu ini gimana sih? Hah. Adik kamu itu lagi ulang tahun hari ini kenapa kamu malah diem aja di rumah? Kenapa kamu tidak memberikan kue ataupun hadiah untuk adik kamu, kasihan Dewi, dia sejak tadi merengek menangis di rumah." Dewi yang saat ini berada di belakang ibunya tentu hanya menundukkan kepalanya, seolah-olah Dewi begitu sedih, padahal hanya hal sepele tapi dia begitu berlebihan.

"Ada apa sih Bu? Kenapa ibu malah berteriak seperti itu? Rio sedang tidur. Aku tidak mau jika membangunkan suamiku, bukanlah aku sudah bilang kepada Dewi jika tadi aku hendak membelikannya hadiah tapi uangku dicopet, masih untung aku selamat dari Pencopet itu, jika aku terluka bagaimana? Apakah kalian masih memikirkan hadiah? Apakah hadiah itu lebih berharga daripada aku Hah?" tanya Mulan kepada kedua wanita yang ada di hadapannya. Sebenarnya Wulan benar-benar tidak kecopetan. Itu hanya alasannya saja.

"Bukan begitu kak? Tapi aku merasa kecewa aja karena kakak kan seminggu yang lalu sudah janji kalau kakak mau membelikan aku hadiah, tapi ternyata tidak, padahal walaupun hanya sebuah kue aku pun menerimanya." ujar Dewi sambil meremas kedua tangannya.

Rio yang terbangun karena suara ribut tentu langsung keluar dari kamarnya.

"Ada apa ini Bu? Kenapa ibu marah-marah dari tadi, aku dengar dari dalam kamar ibu marah-marah kepada istriku. Memangnya apa yang diperbuat oleh istriku?" Rio kembali lagi seperti semula berperilaku baik di hadapan Wulan.

"Ini loh Rio, adik iparmu ini sejak tadi terus meringis karena tidak diberikan hadiah sama istri kamu, kan biasanya setiap tahun istri kamu selalu memberikan hadiah untuk adiknya. Meskipun mereka beda Ibu. Ya tetap saja tanggung jawabnya ada di istri kamu."

"Oh soal itu. Iya aku tahu, lagian kan Kata Mulan juga dia kan baru kecopetan. Sudahlah Dewi kamu nggak usah seperti itu, nanti juga Kakak kamu akan memberikan hadiah untuk kamu, benar begitu kan?" Tanya Dewi kepada Wulan.

Mulan hanya menganggukkan kepalanya "Iya hadiah, hadiah yang akan membuat hidup kalian bahagia selama-lamanya." ujar Wulan di dalam hatinya.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

kodav
5.0

Kaindra, seorang pria ambisius yang menikah dengan Tanika, putri tunggal pengusaha kaya raya, menjalani kehidupan pernikahan yang dari luar terlihat sempurna. Namun, di balik semua kemewahan itu, pernikahan mereka retak tanpa terlihat-Tanika sibuk dengan gaya hidup sosialitanya, sering bepergian tanpa kabar, sementara Kaindra tenggelam dalam kesepian yang perlahan menggerogoti jiwanya. Ketika Kaindra mengetahui bahwa Tanika mungkin berselingkuh dengan pria lain, bukannya menghadapi istrinya secara langsung, dia justru memulai petualangan balas dendamnya sendiri. Hubungannya dengan Fiona, rekan kerjanya yang ternyata menyimpan rasa cinta sejak dulu, perlahan berubah menjadi sebuah hubungan rahasia yang penuh gairah dan emosi. Fiona menawarkan kehangatan yang selama ini hilang dalam hidup Kaindra, tetapi hubungan itu juga membawa komplikasi yang tak terhindarkan. Di tengah caranya mencari tahu kebenaran tentang Tanika, Kaindra mendekati Isvara, sahabat dekat istrinya, yang menyimpan rahasia dan tatapan menggoda setiap kali mereka bertemu. Isvara tampaknya tahu lebih banyak tentang kehidupan Tanika daripada yang dia akui. Kaindra semakin dalam terjerat dalam permainan manipulasi, kebohongan, dan hasrat yang ia ciptakan sendiri, di mana setiap langkahnya bisa mengancam kehancuran dirinya. Namun, saat Kaindra merasa semakin dekat dengan kebenaran, dia dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah dia benar-benar ingin mengetahui apa yang terjadi di balik hubungan Tanika dan pria itu? Atau apakah perjalanan ini akan menghancurkan sisa-sisa hidupnya yang masih tersisa? Seberapa jauh Kaindra akan melangkah dalam permainan ini, dan apakah dia siap menghadapi kebenaran yang mungkin lebih menyakitkan dari apa yang dia bayangkan?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku