Cinta wanita kutubuku

Cinta wanita kutubuku

Sowoone Ice cold

5.0
Komentar
555
Penayangan
94
Bab

Elia bekerja di kantor gedung tinggi tetapi tidak ada satupun yang tertarik denganya sampai ia bertemu dengan anak bos bernama Edward Elia dan Edward lumyan dekat,karena mereka memegang satu proyek yang sama apa yang di rasain Elia ke Edward,begitu juga dengan sebaliknya.

Cinta wanita kutubuku Bab 1 1.Kritik dan Saran

"El! bangun El! mama udah masak buat kamu."Mama yang teriak dengan sembari mengeleng kepalanya yang sudah lelah,harus masak dan juga bangunin anaknya satu-satunya.

Elia yang masih nyaman dengan tempat tidurnya hanya mengusap-usap mukanya dengan,lembutnya bantal dan pantulan sinar matahari dari arah jendela.

"Hmm,kenapa sih waktu cepat pagi,padahal masih mau tidur."gumam Elia yang berharap cuaca masih malam,agar dirinya masih bisa tidur sebentar lagi.

Elia sontak bangun meranjak,dari tempat tidurnya siap-siap untuk ke kantor dan juga sarapan,selesai dari siap-siap ia bergegas turun,takut ada suara indah dari mamanya untuk kedua kalinya.

***

"E-"

"Iya ma..iya aku udah turun."

"Mama kira kamu masih enggak mau turun."

Elia bergegas jalan ke arah meja makan,sembari mendorong tempat duduk untuk mamanya,mamanya melihat dengan sinis.

"Kamu mau jatuhin mama ya?"

"Iyaampun ma,kalau aku sejahat itu sama mama,aku mana tega aku enggak pernah jahat sama orang ma."

"Bagus! jangan ya. mama enggak pernah ajarin kamu jahat."

Elia sembari mengeleng kepala dan mengambil makanan untuk mamanya dan juga dirinya,di piring yang berbeda.

"Iya ma."

"El."

"Apa ma."

Elia makan dengan terburu-buru agar,bisa cepat bergegas ke kantor,karena waktu tidak banyak dan takut telat.

"Kamu kapan,mau cari suami sayang?"

Elia yang mendengar itu sontak tersedak dan minum air,mama hanya mengerutkan wajahnya yang tau anaknya,hanya alasan setiap di tanya seperti itu,pasti deh ada aja alasanya.

"Kamu itu ya,kalau mama nanya itu pasti deh gitu."

"Bukan gitu ma,kan mama tau aku masih mencari ma,tenang aja kalau ada,pasti aku bawa kerumah mama tenang aja oke ma."

Mama senyum tersemeringai mendengar perkataan Elia,sembari itu pegang tangan Elia,Elia melihat ke arah mamanya.

"Iya ma,El janji sama mama yaudah El,pergi ke kantor dulu ya ma,bye ma sampai jumpa nanti."

"Iya El."

Elia sampai di kantor dan di dekati oleh temanya,bernama Della yang biasa di panggil Adel,hanya dia yang mau temanan Elia,selain itu hanya mengolok-olok Elia. Della termasuk wanita yang cantik di kantor,ia juga banyak di sukai oleh kaum pria. enggak heran selain memiliki sifat ramah dirinya,juga tidak pernah pilih-pilih teman.

"Pagi Elia."

"Pagi Del,loh kok lu di sini? kenapa? tungguin gua? apa gimana?"

"Iyalah,emang siapa lagi,oh ya ini kopi lu,gua beliin."

Elia tersenyum kepada Della,sembari mengambil kopi di tangan Della dan jalan ke arah lift,untuk naik ke kantor.

"Makasih ya Del,maaf banget gua ngerepotin lu."

"Lu bicara apa sih? mana ada lu ngerepotin gua? malah gua senang lagi di repotin sama lu."

"Dih gila,mana ada coba."

Sampai di kantor,mereka ke tempat duduk masing-masing,kebetulan tempat duduk Della bersebelahan dengan Elia tidak heran kalau Della dekat sekali dengan Elia.

"Del."

"Hmm,apa El?"

"Lain kali gua traktir lu kopi ya? gua enggak enak,terus-terusan di traktir sama lu."

"Yah elah udah kayak sama siapa aja? gua iklas kok,tapi kalau lu mau traktir yaudah makasih ya,intinya gua enggak maksa lu oke."

Elia hanya senyum mendengar perkataan Della,enggak lama jam makan siangpun tiba,Della menghampiri meja Elia dengan bekalnya.

"Elia,makan ayo jangan enggak makan,kerja boleh tapi jangan sampai lu enggak ada tenaga,gimana mau kerja kalau tenaga kosong."

Mereka berdua tertawa dengan lepas,tidak lama ada pria yang kerja di sana bernama Romi,yang menghampiri mereka.

"Hi Della."

"Hai." dengan suara datarnya,yang malas untuk berbicara dengan oranglain.

Elia yang mengerti sontak pergi,ditahan tanganya oleh Della dan jalan bersama Elia,di dekat rooftop kantor.

"Loh Del,kenapa lu ikut gua,kan Romi mau dekat sama lu,gua ngerti banget lagi dia mau dekat sama lu."

"Gua enggak mau,dan gua mau dekat lu aja."

"Hmm,kenapa? Romi baik kok emang,bukan tipe lu ya?"

Della tersenyum,sembari meletakan kotak makananya,di dekat meja dan melihat ke arah Elia yang lagi serius,meunggu jawaban dari Della.

"Gua itu,mau sama cowo yang mau dekat sama lu,kalau cowo itu enggak mau dekat sama lu,gua enggak mau buat apa juga,kalau dia suka gua dia juga harus,menghargai sahabat gua dong."

Elia yang mendengar itu sontak kaget dan tidak menyangka,perasaan sahabat dengan Della itu nyata,awalnya ia pikir Della hanya memanfaatknya malah sebaliknya ia benar-benar ingin serius dengan Elia.

"Makasih ya Del,gua enggak nyangka wanita secantik lu,mau sahabatan sama gua."

"Emang kenapa? karena lu kutubuku,terus kenapa? lu pintar kok,dan gua suka sama orang pintar,lu juga cantik Elia jadi jangan pernah merasa lu jelek,paham kan?"

Elia yang mendengar itu tersenyum,dengan bahagia mendengar perkataan Della,setelah selesai makan akhirnya mereka balik keruangan.

"Eh,ada apa sih? kok kantor sepi? ini udah jam masuk kantor kan? apa kita telat ya Elia?"

"Gua juga enggak tau Del,kan gua sama lu daritadi."

Akhirnya ada suara pria dengan suara lantang berat nan tegas,yang membuat wanita itu hanya diam mematung mendengar suaranya.

"Siap semuanya."

Keduanya masih melamun dan bingung siapa pria ini dan mengapa pria ini di sini,ada apa dengan situasi ini.

"Kalian enggak dengar saya bilang siap?"

"Maaf pa,bapak siapa ya?" Elia merasa penasaran dengan orang itu siapa.

Semua karyawan melihat ke arah Elia,dengan pandangan aneh dan penuh kebencian,sedangkan bos hanya senyum terkekeh.

"Kenalin,nama saya Edward bos baru kamu! paham!

Elia yang mendengar itu sontak menundukan kepala,merasa dirinya salah sudah tidak sopan dengan bos baru.

"Maaf pak,saya janji enggak akan mengulang lagi pak,sikap saya yang barusan."

Edward pergi meninggalkan Elia,sedangkan Della membantu Elia untuk berdiri dan duduk di bangku mereka.

"Gila! itu bos baru kita,kok cepat banget sih,bukanya katanya dua minggu baru di ganti ya."

"Gua juga bingung,ini kita yang salah info,apa dia yang datangnya kecepatan ya."

Elia hanya mengeleng kepala dan menyelesaikan tugasnya,setelah selesai tugasnya. waktu sudah menunjukan sore sudah saatnya mereka pulang.

"Bye Della."

"Eh,Elia mau kemana?"

"Kenapa Del?"

"Lu di panggil sama bos baru,hayoloh ada apa loh?"

Elia yang mendengar itu sontak kaget dan hampir aja pingsan,ditahan oleh Della sembari itu Della panik dan mendudukan Elia di kursinya.

"Iya ampun Elia,lu enggak apa-apa."

"Hmm,gua panik tau! lu serius apa bohong sih?"

"Seriuslah El,mana mungkin gua bercanda ke lu dan gua juga enggak mungkinlah,bercandain lu,kalau ya dari dulu udah gua bercandain kan lu tau,gimana gua ke lu."

Elia hanya diam dan minum teh hangat,sesudah itu Elia bergegas pergi ke ruangan bos Edward,bos baru yang enggak di sukain semua orang termasuk Elia,Elia bukan enggak suka hanya tatapanya membuat Elia takut dan susah untuk berpaling.

Tok tok tok

Elia berharap dirinya tidak ada diruangan dan setelah sudah mengetuk tiga kali,Elia masuk dengan muka gelisah dan berdiri di depan bos baru.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Sowoone Ice cold

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku