Terpaksa Berpisah

Terpaksa Berpisah

Renko

5.0
Komentar
1.5K
Penayangan
38
Bab

Hanya karena kesalahpahaman kecil, Sara dikucilkan oleh keluarga suaminya hingga berujung pada perceraian. Dia bertekad untuk membalaskan dendam dengan mengelola perusahaan kakeknya dan membongkar perilaku buruk keluarga Atkinson di depan publik. Dapatkah dia mewujudkan keinginannya itu? Atau sebagai mantan suami, Rion akan memberikan umpan balik atas tindakan Sara?

Terpaksa Berpisah Bab 1 Perubahan Sikap

Suasana di rumah mewah itu kelihatan suram, alasannya karena duka menyelimuti keluarga besar Atkinson. Tangisan orang-orang yang kehilangan sudah terkuras habis, tinggal merenungi nasib ke depan tanpa sang kakek yang selalu menjadi panutan.

Sara dan ibu mertuanya mengantarkan tamu duka sampai ke depan pintu sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih pada mereka yang telah hadir. Kesunyian pun menjadi semakin dekat, melebarkan sayap untuk segera dipeluk oleh kesedihan.

Sara memperhatikan sekeliling, tidak menemukan sosok suaminya yang menemani tamu duka terakhir. Jika kedatangan rekan bisnis ke mari bertujuan untuk menghibur hati yang sedang bersedih, justru Rion selama itu hanya mendengar tanpa berkata-kata.

Sara tahu bagaimana kedekatan antara Rion dan kakek, wajar jika sulit mengharapkan pria itu melupakan kesedihan dengan cepat. Walaupun begitu, dia akan terus berada di sisi Rion sebagai seorang istri pilihan kakek.

Mencari-cari keberadaan sang suami, Sara menemukannya tengah duduk di bangku taman seorang diri. Saat langkah sudah bertemu pada tujuan, dia melihat jelas raut wajah lesu Rion kembali.

Sara duduk pula di sana. Dia menyodorkan minuman yang sebelumnya diambil dari dapur dan berkata, "Kau tidak makan apa-apa sejak tadi pagi. Setidaknya, biarkan air putih ini membasahi tenggorokanmu sebentar."

Rion menolak, sedangkan Sara yang keras kepala membuat sang suami mau tidak mau meneguk minuman tersebut sampai habis. Sara meraih gelas yang sudah kosong dan meletakkannya di samping dia duduk. Hanya saja, raut wajah murung Rion tidak lenyap begitu mudah hanya dengan satu gelas minuman, lantas Sara memberikan pelukan.

"S-sara ...." Rion terkejut akan pelukan yang tiba-tiba.

Rasa terkejut itu berkurang ketika Rion merasakan sentuhan lembut di punggungnya. Sara mengusap-usap seolah ingin menenangkan. Apa istrinya sedang berusaha untuk mengurangi kesedihannya?

"Kakek pernah berkata padaku kalau dia sangat menyayangimu."

Rion membalas pelukan sang istri. Baginya yang diasuh oleh sang kakek setelah kepergian orangtua, tidak ada kebahagiaan lain kecuali menyenangkan beliau. Sekarang dia tidak bisa membahagiakan, bahkan melihat senyuman pria tua itu hanya bisa melalui foto saja.

"Apa kakek benar berkata begitu?"

Sara menganggukkan kepala. "Kau tahu kalau kakek tidak mungkin berbohong soal cucu kesayangannya."

Mendengar pernyataan kecil dari Sara setidaknya membuat hati lega. Kemurungan yang pekat di wajah Rion pun berangsur memudar. Apa itu juga efek dari sebuah pelukan? Yang jelas di saat bersedih seperti sekarang, Rion memang membutuhkan seseorang seperti Sara di sisinya.

Satu minggu setelah masa berkabung, Rion masih merasakan kesedihan, akan tetapi lebih baik dari sebelumnya. Dia bisa bertahan lantaran disibukkan oleh urusan pekerjaan yang membuat dia tidak bisa berlarut-larut meratapi kepergian sang kakek.

Di sisi lain, Sara juga berusaha untuk menjadi sosok lebih baik lagi sebagai seorang istri. Dia tidak ingin memberatkan pikiran Rion dengan hal yang bisa dilakukannya sendiri. Sudah cukup pria itu berduka atas kepergian kakek.

"Apa kebutuhan rumah tangga yang perlu dibeli sebanyak ini?" tanya Sara.

Ketua pelayan yang mendengarnya menjawab, "Nyonya besar dan nona Charla berkata bahwa mereka membutuhkan semua itu."

Sebelumnya Sara tinggal bersama Rion dan juga sang kakek, akan tetapi semenjak kabar duka entah bagaimana orang-orang yang tidak tinggal bersama mereka jadi menempati kamar di rumah ini. Bukan berarti dia tidak senang dengan keberadaan keluarga sendiri, hanya terkejut dengan pengeluaran rumah tangga mereka. Tidak masalah jika itu satu kali atau dua kali, tetapi akan berbeda kasusnya jika terjadi terus-menerus.

Sekarang adalah waktu yang tidak mudah bagi Rion yang harus menangani perusahaan sendirian. Tidak tahu kejadian apa yang telah menunggu di depan nanti, mereka seharusnya lebih berhati-hati mengambil keputusan.

"Aku akan membicarakan hal ini pada ibu dan juga Charla."

"Baik, Nyonya."

Teriakan yang memanggil namanya membuat Sara mengerutkan dahi. Dia beranjak dari dapur dan pada saat itu melihat sosok Charla muncul dengan raut wajah yang buruk. Hal apa yang membuat adik iparnya terlihat sangat kesal?

"Kau tidak memiliki telinga, ya, Sara?! Aku memanggilmu sejak tadi!"

"Oh, Charla! Ada apa?"

"Berhenti memanggil namaku dengan ekspresi seolah kita sangat dekat."

Sara berpikir kalau adik iparnya hanya emosional, jadi tidak sengaja bersikap buruk padanya. Dia menyingkirkan keinginan hati untuk menasihati dan berkata, "Maaf."

Charla melipatkan tangan di dada, melempar pandangan sinis. "Kau sudah melakukan permintaanku?"

"Aku sudah meminta pelayan untuk melakukannya. Apa sudah dilakukan, Bi?" tanya Sara pada ketua pelayan yang berdiri di sampingnya.

"Sudah, Nyonya."

"Apa?! Kau meminta pelayan mengisi bak mandi dengan tangan mereka yang menjijikkan itu?"

Sara tersentak, begitu pula dengan para pelayan yang sedang bekerja dan tidak sengaja mendengar perdebatan. Mereka sudah pasti tersinggung dengan perkataan anak berusia 22 tahun ini. Sejak kapan Charla memiliki sifat tidak sopan? Jauh berbeda dari yang Sara tahu.

"Aku harus mengerjakan hal lain. Jadi, tidak sempat mengisi air bak mandimu. Itu juga bukan tugasku. Kau bisa meminta tolong pada pelayan."

"Hah? Kau ingin membantah, ya?!"

"Kenapa pagi hari sudah begitu ribut?"

Seorang wanita paruh baya muncul di tengah perdebatan. Dia adalah orang yang harus Sara hormati yaitu ibu mertuanya. Setelah kepergian kakek, dia menjadi orang paling tua di rumah ini dan suaranya mutlak didengar, meskipun Sara selalu memiliki firasat buruk soal beliau. Dia berusaha untuk menolak anggapan tidak berdasar itu.

"Lihatlah, menantu ibu yang suka mencari muka di depan kakek dan kakak ini. Aku hanya meminta bantuan mengisikan air bak mandi, tetapi dia justru melemparkan tugasnya pada pelayan."

"Itu karena saya harus memeriksa kebutuhan bulanan. Dan lagi, saya pikir mengisikan air bak mandi bukanlah tugas seorang menantu di rumah ini."

Belinda tersenyum miring, menatap jijik pada sang menantu. "Ternyata beginilah sikapmu yang sebenarnya. Aku tidak tahu kalau kau ingin berkuasa di rumah ini hanya karena label seorang istri."

"S-saya tidak bermaksud begitu. Ibu memikirkannya terlalu berlebihan."

Belinda mencengkeram bahu Sara dengan kuat, membuat sang menantu kesakitan oleh kuku panjang terpoles cat berwarna merah. "Jangan bertingkah, Sara. Di hadapan kami, kau hanyalah rumput liar yang tumbuh di halaman."

Sara menatap kedua mata ibu mertua yang tajam. Dia gemetar oleh gejolak perasaan asing yang tidak pernah dirasakannya selama ini. Apa itu marah atau takut?

Belinda menarik tangannya untuk kemudian dilipatkan di dada. "Kami sudah lama tidak ke mari, setidaknya perlakukan kami lebih baik dari ini."

"Saya akan mengisi bak mandinya dengan yang baru."

"Tidak perlu," ucap Charla dengan tegas. "Jika tidak mau membantu seharusnya katakan sejak awal agar waktuku tidak terbuang. Sangat tidak bisa diandalkan."

Charla berdecak, lalu pergi meninggalkan mereka. Sara tidak tahu harus berkata apa lagi karena dia merasa apa yang terjadi bukanlah kesalahannya. Di sisi lain, dia juga tidak ingin mengecewakan Rion jika tahu kalau dirinya kesulitan lantaran masalah sepele.

"Jangan besar kepala hanya karena kau istrinya Rion. Kami semua tidak pernah menerimamu masuk ke keluarga Atkinson, asal kau tahu saja. Maka dari itu, bersikaplah tahu diri pada orang yang menolong hidupmu."

Sepeninggal Belinda, Sara terdiam begitu lama. Dia cukup terkejut mendengar pengakuan tersebut. Apa maksudnya kalau dia tidak pernah diterima masuk ke keluarga Atkinson?

Sara menepis pemikiran buruk tentang mereka. Dia berpikir mungkin kemarahan membuat apa yang seharusnya tidak diucapkan jadi terucap. Mustahil dia dianggap begitu, karena selama ini semua baik-baik saja.

"Bagaimana dengan kebutuhan rumah tangganya, Nyonya?"

Sara melihat buku catatan khusus yang ada di tangannya. Bagaimana dia akan menanyakan soal itu pada mereka saat kondisi buruk begini?

"Bersiaplah dan temani aku untuk membelinya."

Rion pulang kerja pada malam hari. Dia datang langsung disambut oleh sang istri yang sudah lama menanti. Sara sendiri berpikir kalau kehidupannya sekarang sangat sempurna, menjalani pernikahan dengan orang seperti Rion. Suaminya tipikal pemimpin perusahaan seperti yang ada di dalam novel-novel, tampan, dan kaya. Dia tidak berbohong jika pria idamannya juga serupa.

"Aku sudah mengisi bak mandi untukmu," ucap Sara.

"Terima kasih."

Rion membasuh diri, sedangkan Sara duduk di tepi ranjang. Dia bahkan sudah menyiapkan pakaian ganti. Tidak lama kemudian, Rion ke luar dengan jubah mandi dan mengenakan pakaian yang sudah tersedia.

Rion tidak makan malam hari ini. Dia sudah melakukannya ketika bertemu dengan klien, mereka makan bersama. Jadi, hanya Sara yang akan turun, menghabiskan makan malam bersama anggota keluarga lainnya.

"Aku akan beristirahat lebih dulu."

Sara menganggukkan kepala. Dia tahu kalau beberapa hari terakhir adalah waktu yang sibuk bagi suaminya bekerja, jadi tidak ingin memaksa untuk menemaninya di ruang makan.

"Kau ingin aku pijat?"

Rion yang baru menarik selimut itu langsung berhenti. Dia agak bingung, karena baru kali ini selama mereka menikah ditawari perihal memijat.

"Sejujurnya, aku cukup lelah, tapi aku juga tahu kalau kau pasti juga lelah melalui aktivitasmu hari ini."

"Tidak masalah. Aku masih bisa memijatmu sebentar, dengan begitu kau bisa tidur dengan nyenyak."

Rion menggaruk kepala. Dia tidak begitu butuh sebenarnya namun jika dipikir-pikir, mereka tidak memiliki banyak waktu berdua satu minggu ini. Mungkin, jika mereka duduk sekitar sepuluh menit saja, bukan sebuah masalah besar, bukan?

"Baiklah. Aku meminta bantuanmu."

Sara tersenyum, lalu dia naik ke ranjang dan duduk di belakang sang suami. Dia menatap punggung lebar di depannya dengan terkagum-kagum. Itu seperti aset negara.

Bagaimana dada bidangnya Rion? Bukan berarti dia tidak pernah melihatnya, akan tetapi memikirkan seperti ini cukup membuat jantung berdebar lima kali lipat.

Rion menoleh ke belakang sebentar, dengan kebingungan berkata, "Oh, apa aku harus membuka pakaianku agar kau bisa memijatku dengan mudah?"

Sara menaikkan kedua alis, reaksinya agak terlambat. "Apa?"

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Renko

Selebihnya

Buku serupa

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Renell Lezama
5.0

Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untuk mencari seorang pria untuk mengganggu pesta pertunangannya dan mempermalukan bajingan yang selingkuh itu. Tidak pernah dia membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan orang asing yang sangat tampan yang sangat dia butuhkan. Di pesta pertunangan, pria itu dengan berani menyatakan bahwa dia adalah wanitanya. Lena mengira dia hanya pria miskin yang menginginkan uangnya. Akan tetapi, begitu mereka memulai hubungan palsu mereka, dia menyadari bahwa keberuntungan terus menghampirinya. Dia pikir mereka akan berpisah setelah pesta pertunangan, tetapi pria ini tetap di sisinya. "Kita harus tetap bersama, Lena. Ingat, aku sekarang tunanganmu." "Delon, kamu bersamaku karena uangku, bukan?" Lena bertanya, menyipitkan matanya padanya. Delon terkejut dengan tuduhan itu. Bagaimana mungkin dia, pewaris Keluarga Winata dan CEO Grup Vit, bersamanya demi uang? Dia mengendalikan lebih dari setengah ekonomi kota. Uang bukanlah masalah baginya! Keduanya semakin dekat dan dekat. Suatu hari, Lena akhirnya menyadari bahwa Delon sebenarnya adalah orang asing yang pernah tidur dengannya berbulan-bulan yang lalu. Apakah kesadaran ini akan mengubah hal-hal di antara mereka? Untuk lebih baik atau lebih buruk?

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Terpaksa Berpisah Terpaksa Berpisah Renko Romantis
“Hanya karena kesalahpahaman kecil, Sara dikucilkan oleh keluarga suaminya hingga berujung pada perceraian. Dia bertekad untuk membalaskan dendam dengan mengelola perusahaan kakeknya dan membongkar perilaku buruk keluarga Atkinson di depan publik. Dapatkah dia mewujudkan keinginannya itu? Atau sebagai mantan suami, Rion akan memberikan umpan balik atas tindakan Sara?”
1

Bab 1 Perubahan Sikap

05/01/2023

2

Bab 2 Kehidupan di Hadapan Mertua

05/01/2023

3

Bab 3 Jebakan Memilukan

05/01/2023

4

Bab 4 Kelompok ABC

05/01/2023

5

Bab 5 Kaya Jadi Terpandang

05/01/2023

6

Bab 6 Kencan Bersama Pria Muda

05/01/2023

7

Bab 7 Peringatan Rion

05/01/2023

8

Bab 8 Pelajaran Setimpal

06/01/2023

9

Bab 9 Kenapa Tidak Tinggal Lebih Lama

06/01/2023

10

Bab 10 Pengawal Wanita

06/01/2023

11

Bab 11 Anak Kanguru

08/01/2023

12

Bab 12 Pagi Hari di Rumah Sakit

09/01/2023

13

Bab 13 Rencana Licik

09/01/2023

14

Bab 14 Keinginan Rion untuk Sara

10/01/2023

15

Bab 15 Makan Malam Romantis

10/01/2023

16

Bab 16 Itu Bukan Lelucon

10/01/2023

17

Bab 17 Tidak Bisa Tidur

11/01/2023

18

Bab 18 Ancaman Mantan Mertua

11/01/2023

19

Bab 19 Keluarga Yang Tersisa

12/01/2023

20

Bab 20 Jangan Panggil Bos

13/01/2023

21

Bab 21 Mati Tenggelam

13/01/2023

22

Bab 22 Ada di mana Dia

16/01/2023

23

Bab 23 Jangan Singgung Nama Pria Itu

19/01/2023

24

Bab 24 Emosi di Villa

19/01/2023

25

Bab 25 Apa Hubungan Kalian

20/01/2023

26

Bab 26 Kebisaan Rion

21/01/2023

27

Bab 27 Bersama atau Tidak

23/01/2023

28

Bab 28 Rindu Satu Minggu

24/01/2023

29

Bab 29 Suami Sensitif

24/01/2023

30

Bab 30 Pesaing Bisnis

27/01/2023

31

Bab 31 Perusahaan King

27/01/2023

32

Bab 32 Gelisah dan Cemburu

28/01/2023

33

Bab 33 Turunkan Aku!

05/02/2023

34

Bab 34 Rumah Baru Rion

01/03/2023

35

Bab 35 Tinggal Bersama

02/03/2023

36

Bab 36 Ayo, Menikah!

16/03/2023

37

Bab 37 Lapangan Golf

19/03/2023

38

Bab 38 Sukses dan Usai

20/03/2023