Julian Crest
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Julian Crest
Ultimatum Kejam Sang CEO, Kebangkitanku
Romantis Tunanganku, Bima, dan aku punya perjanjian satu tahun. Aku akan bekerja menyamar sebagai developer junior di perusahaan yang kami dirikan bersama, sementara dia, sang CEO, membangun kerajaan kami.
Perjanjian itu berakhir pada hari dia memerintahkanku untuk meminta maaf kepada wanita yang secara sistematis menghancurkan hidupku.
Itu terjadi saat presentasi investor terpentingnya. Dia sedang melakukan panggilan video ketika dia menuntutku untuk mempermalukan diri sendiri di depan umum demi "tamu istimewanya," Jihan. Ini terjadi setelah Jihan menyiram tanganku dengan kopi panas dan tidak menghadapi konsekuensi apa pun.
Dia memilih Jihan. Di depan semua orang, dia memilih seorang pengganggu manipulatif daripada integritas perusahaan kami, martabat karyawan kami, dan aku, tunangannya.
Matanya di layar menuntutku untuk tunduk.
"Minta maaf pada Jihan. Sekarang."
Aku maju selangkah, mengangkat tanganku yang terbakar ke arah kamera, dan membuat keputusanku sendiri.
"Ayah," kataku, suaraku sangat pelan dan berbahaya. "Saatnya membubarkan kemitraan ini." Aku Jatuh Sakit, Dia Menemani Wanita Lain
Romantis Pada Hari Valentine, aku didiagnosis menderita kanker lambung dengan waktu hidup kurang dari sebulan.
Saat aku terjebak dalam kebingungan dan kepanikan, Sebastian Nash berlutut di depanku dengan ekspresi penuh rasa sakit, berkata, "Maafkan aku, Betsy. Aku jatuh cinta dengan wanita lain."
Dia kemudian berjanji dengan serius, "Aku tidak mengkhianatimu. Apa yang aku miliki dengannya adalah ikatan batin yang kuat. Kami tidak akan berhubungan seks, dan perasaanku serta komitmenku padamu tetap tidak berubah. Aku akan terus memenuhi tanggung jawabku sebagai suamimu."
Dengan menggenggam erat laporan diagnosis itu, aku berhasil memaksakan beberapa kata, "Baiklah. Aku akan membiarkan kalian bersama."
Sebastian tampak terkejut dan khawatir saat dia memelukku, berkata, "Betsy, jangan tinggalkan aku. Aku mencintainya, tapi aku lebih mencintaimu. Tolong jangan marah atau membuat keributan denganku."
Aku memberikan senyum pahit, "Aku tidak akan."
Sebagai orang yang sekarat, tidak ada gunanya menangisi atau meributkan apapun. Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian.....