Autumn Breeze
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Autumn Breeze
Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
Romantis Aku adalah Kania Halim, jurnalis pemberontak dari sebuah dinasti politik. Satu-satunya pelarianku adalah hubungan rahasia yang penuh gairah dengan Elang Solehudin, seorang CEO perkasa yang seolah terbuat dari es dan logika. Dia menyebutku "bencana indahku," sebuah badai yang terkurung di dalam dinding penthouse-nya.
Tapi hubungan kami dibangun di atas kebohongan. Aku menemukan bahwa dia hanya "menjinakkanku" sebagai bantuan untuk wanita lain, Clara—putri rapuh dari kepala staf ayahku, yang kepadanya Elang berutang budi yang tak terbayarkan.
Di depan umum, dia memilih Clara, bukan aku, menyeka air mata wanita itu dengan kelembutan yang tidak pernah dia tunjukkan padaku. Dia melindungi Clara, membelanya, dan ketika aku terpojok oleh seorang predator, dia meninggalkanku untuk bergegas ke sisi Clara. Pengkhianatan terbesar datang ketika dia membuatku dijebloskan ke penjara dan dipukuli, sambil mendesis bahwa aku perlu "belajar dari kesalahanku."
Pukulan terakhir datang saat kecelakaan mobil. Tanpa ragu sedetik pun, dia melompat ke depan Clara, melindunginya dengan tubuhnya dan membiarkanku sendirian menghadapi benturan itu. Aku bukanlah cintanya; aku adalah sebuah beban yang rela dia korbankan.
Terbaring hancur di ranjang rumah sakit, aku akhirnya mengerti. Aku bukanlah bencana indahnya; aku adalah orang bodohnya. Jadi aku melakukan satu-satunya hal yang bisa kulakukan. Kubakar dunianya yang sempurna sampai jadi abu, menerima lamaran pernikahan dari seorang miliarder baik hati yang menjanjikanku kedamaian, dan pergi untuk memulai hidup baru, meninggalkan abu cinta kami di belakang. Anda mungkin suka
Pemuas Nafsu Keponakan
kodav Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel
Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku.
Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini.
Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku.
Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis.
Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai? Gairah Citra dan Kenikmatan
Juliana Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.
Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.
Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin.