Autumn Breeze
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Autumn Breeze
Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
Romantis Aku adalah Kania Halim, jurnalis pemberontak dari sebuah dinasti politik. Satu-satunya pelarianku adalah hubungan rahasia yang penuh gairah dengan Elang Solehudin, seorang CEO perkasa yang seolah terbuat dari es dan logika. Dia menyebutku "bencana indahku," sebuah badai yang terkurung di dalam dinding penthouse-nya.
Tapi hubungan kami dibangun di atas kebohongan. Aku menemukan bahwa dia hanya "menjinakkanku" sebagai bantuan untuk wanita lain, Clara—putri rapuh dari kepala staf ayahku, yang kepadanya Elang berutang budi yang tak terbayarkan.
Di depan umum, dia memilih Clara, bukan aku, menyeka air mata wanita itu dengan kelembutan yang tidak pernah dia tunjukkan padaku. Dia melindungi Clara, membelanya, dan ketika aku terpojok oleh seorang predator, dia meninggalkanku untuk bergegas ke sisi Clara. Pengkhianatan terbesar datang ketika dia membuatku dijebloskan ke penjara dan dipukuli, sambil mendesis bahwa aku perlu "belajar dari kesalahanku."
Pukulan terakhir datang saat kecelakaan mobil. Tanpa ragu sedetik pun, dia melompat ke depan Clara, melindunginya dengan tubuhnya dan membiarkanku sendirian menghadapi benturan itu. Aku bukanlah cintanya; aku adalah sebuah beban yang rela dia korbankan.
Terbaring hancur di ranjang rumah sakit, aku akhirnya mengerti. Aku bukanlah bencana indahnya; aku adalah orang bodohnya. Jadi aku melakukan satu-satunya hal yang bisa kulakukan. Kubakar dunianya yang sempurna sampai jadi abu, menerima lamaran pernikahan dari seorang miliarder baik hati yang menjanjikanku kedamaian, dan pergi untuk memulai hidup baru, meninggalkan abu cinta kami di belakang. Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Misteri Birahi Kampung Cilendir
Citra Cinta "Terjebak Gairah Ustazah"
Di balik kerudung panjang dan lantunan ayat suci, tersembunyi gejolak yang tak terucap. Reza, seorang duda muda yang baru pindah ke lingkungan baru, tak pernah menyangka bahwa ketenangan hidupnya akan terusik oleh pesona seorang ustazah muda bernama Naila. Dikenal santun, lembut, dan salehah, Ustazah Naila diam-diam menyimpan perasaan yang sulit ia kendalikan. Setiap tatap, setiap sentuhan yang tak sengaja, menciptakan dilema iman dan hasrat yang mengoyak batas norma.
Ketika nasihat berubah menjadi bisikan lembut di senja hari, dan doa menjadi alasan untuk bertemu lebih lama, akankah keduanya mampu bertahan dalam jeratan rasa? Atau justru terjerumus dalam api yang mereka nyalakan sendiri?