icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bodyguard Mafia Seksi

Bab 7 Suasana Berubah

Jumlah Kata:1283    |    Dirilis Pada: 20/07/2022

egak. "Drystan, kamu baik-baik saja, kan?" Avyana khawatir, karena Drystan tidak kunjung keluar. Dia menoleh

at selama tiga hari ini Drystan belum bisa mengangkat dumb

intunya,"

g sudah mengenakan kemeja putih dipadukan dengan jas hitam, tidak lupa kacamata hitam dan juga earpiece yang terpasang di telinganya. Drystan

ng bos. Hanya tinggal memakai dasi. "Kamu terlihat keren." Dia merapikan rambut Drys

n diri. Dia menerima k

Avyana diapit oleh Drystan da

. Apakah tidak apa membiarkan Drystan ikut? Semoga saja

Drystan yang duduk di sebelahnya. Owen d

wanita serta keterangan berupa biodata secara l

kedua bola mata hijau Drystan. "Kamu adalah milikku. Kamu tidak boleh mengobrol dengan mereka. Kalau mereka mengajakmu bicara, jan

Dia hanya perlu menurut. Ingat

ot ngeri. "Simpan di balik jas kamu. Untuk berjaga-jaga dan memang seha

tikan tersebut dan pistolnya berat sekali

ntai. "Gampang cara memakainya. Konsentrasi penuh agar tidak salah target dan tarik pelatu

angguk. "Aku akan

a mengedipkan sebelah mat

Avyana menatap Owen lewat spion dalam, laki-laki berwajah dingin itu

ma empat hari ini, dia hanya pernah mengobrol dengan Newt dan Graham. Yang paling susah did

mengenakan gaun warna merah sewarna dengan rambutnya ya

depan. Tanpa Drystan ketahui, tiga bodyguard Avyana lainnya mengikuti mereka dengan menaiki

nal Avyana. Mereka memasuki rumah megah dan luas itu, dekorasi mewah menghiasi. Mereka sedang menghadiri acara ulang tahun salah satu teman Avyana yang bernama Queena. Su

da lukisan koboi sebesar itu. Lalu Drystan mengedarkan pandangan ke sekeliling, ini pertama kali baginya datang ke acara mewah seperti ini. Banyak orang

gak-celinguk, senyuman tipis tercetak di wajah cantiknya. "Hei." Dia mencolek dagu Drystan. "Coba kamu minum itu." Dia menujuk gelas berkaki berisi re

, kaget karena Owen dan Newt melihatnya dengan mata penasaran. Mereka pasti ingin tahu apakah dia berani meminumnya dan apa

Drystan meminum red wine tersebut

penasaran, apakah

id

? Takut

memang hanya pernah sekali minum alkohol, tetapi satu botol penuh dan dia sama

apa, dia merasa laki-laki yang suka menunduk itu memiliki aura

seksinya dari Avyana. Queena yang sedang berulang tahun mengenakan gaun yang memperlihatkan bahu dan area dada

u berharap kau segera punya paca

kasih sudah datang dan

pakah dia mainan barumu?" Dia melihat wajah Drystan dari

h." Avyana

perti itu. Aku penasaran, ingin melihat wajah p

wen yang hanya terdiam, tidak bereaksi.

ilah sendiri." Avyana bersedekap s

berbadan kekar yang mau dijadika

m indra penglihatan kalian dan me

u' menurut definismu. Mungkin lebih

a ter

mengarah ke udara. Sejenak para tamu yang sedang mengobrol terdiam, setelah

era berlari ke tempat y

g ceria berbanding terbalik dengan wajah para tamu yang memucat. Drystan yang jantungnya hampir c

rtanya setelah sadar

au untuk melindungi diri.

ot. "Kenapa tid

berkata dengan santai membuat Drystan takut,

pir copot setelah terdengar suar

us cokelat. Di kanan, kiri, dan belakangnya terdapat puluhan pengawa

kah ini merupakan hari tera

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Siapa Mereka 2 Bab 2 Tawaran Pekerjaan3 Bab 3 Avyana Keras Kepala 4 Bab 4 Resmi Menjadi Bodyguard 5 Bab 5 Pelatihan6 Bab 6 Kelakuan Bos7 Bab 7 Suasana Berubah8 Bab 8 Terasa Menegangkan9 Bab 9 Dibawa Ke Kamar10 Bab 10 Bos Sedang Bad Mood11 Bab 11 Menggigil12 Bab 12 Janji Avyana13 Bab 13 Pasti Berhasil14 Bab 14 Mendalami Peran15 Bab 15 Pipi Merona16 Bab 16 Ketahuan17 Bab 17 Drystan Banyak Akal18 Bab 18 Bagaimana Jika Tidak Terpaksa 19 Bab 19 Tebak-Tebakan20 Bab 20 Berhasil Membuktikan 21 Bab 21 Perasaan Bersalah22 Bab 22 Salah Siapa 23 Bab 23 Bukan Mimpi24 Bab 24 Good Job, Drystan25 Bab 25 Secara Impulsif26 Bab 26 Selamat Ulang Tahun, Bos27 Bab 27 Bingung dan Gugup28 Bab 28 Menabur Rasa Curiga29 Bab 29 Batasan yang Telah Digariskan30 Bab 30 Wahai Tuan Pendongeng31 Bab 31 Kira-Kira Apa Saja Rencana Avyana 32 Bab 32 Mulai Membuka Diri33 Bab 33 Bos Belajar Membuat Kue34 Bab 34 Perlakuan yang Tidak Terduga35 Bab 35 Napas Buatan36 Bab 36 Alasan Avyana37 Bab 37 Saling Menyadarkan38 Bab 38 Kehangatan di Malam Hari39 Bab 39 Penyusup yang Mengganggu Keromantisan40 Bab 40 Menjadi Tawanan41 Bab 41 Misi Penyelamatan42 Bab 42 Suara Bising43 Bab 43 Surat yang Membisikkan Rindu44 Bab 44 Percayalah Padaku45 Bab 45 Hati yang Mengeras46 Bab 46 Waktu Berlalu Begitu Cepat47 Bab 47 Diganggu Ketika Sedang Bersama48 Bab 48 Ruang Bawah Tanah49 Bab 49 Sudut Pandang yang Berbeda50 Bab 50 Dikejar Musuh51 Bab 51 Tanpa Belas Kasih52 Bab 52 Akting yang Bagus53 Bab 53 Pagi yang Berbeda54 Bab 54 Mendapatkan Ancaman55 Bab 55 Keputusan Sepihak56 Bab 56 Hari yang Menyebalkan57 Bab 57 Menyesal58 Bab 58 Amarah yang Terpendam59 Bab 59 Memilih Kamu60 Bab 60 Menjadi Milikku61 Bab 61 Keputusan62 Bab 62 Bersama Tanpa Perlu Takut Diganggu63 Bab 63 Mendapatkan Restu