icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bodyguard Mafia Seksi

Bab 6 Kelakuan Bos

Jumlah Kata:1575    |    Dirilis Pada: 20/07/2022

yang hanya terdiam seolah melalui tatapan mata hitam setajam elang itu menyuruhnya untuk menuruti permintaan Avyana. Drystan tidak mempermasalahkan tentang berat badan, kare

k di telinga laki-laki yang napasnya semakin tersengal-sengal itu. "Gendong aku mengelilingi kolam renang. Nanti

keringat," lirih Drystan, teta

. Lagi pula, h

kepala. Mendengar Drystan yang mengatakan punggungnya basah, artinya Drystan berusaha menolak

ernah dia lupakan seumur hidup. Dia berjongkok, lalu Avyana memeluk punggungnya. Matanya melebar ketika kaki Avyana melingkar di

nya. Dia berdiri dengan mudahnya, sejenak kaget karena tubuh

man lebar tercetak di bibir mungil dan tebalnya. Dia membaui tubuh Drystan, membuat lak

menggendong Avyana? Dia berusaha untuk mengabaikan rasa geli dan seperti terset

telinga laki-laki yang belum du

sakah Avyana tidak asal mencium tanpa berkata lebih dulu padanya atau dengan persetujuan dia? "Kenapa?" Dia

k mendengar, padahal dia berkata dengan suara ya

idak tahu. Ibu yang membel

dih. "Aku suka wanginya." Dia meletakkan kepalanya di

rus menjawab apa, jad

an yang seperti harum kayu-kayuan, pipinya basah terkena keringat Drystan. "Aku percaya kamu pasti bisa menjadi kuat.

ng ketika mendengar kata 'menembak or

u dia deg-degan tidak keruan. "Tapi terdengar seksi." Dia terkekeh, Drystan mendelik ngeri. "Drystan, ap

ika mengakui bahwa dia memang belum pernah me

adahal kam

ada wanita y

ah berpacaran harus be

k. "Kalau tidak cinta, k

an motif tertentu. Yah, walaupun ada yang seperti kamu, tetapi langka." Dia mencolek dagu Drystan. "Kamu sudah men

napa dia merasa seperti hewan atau tumbuh

ergi, kamu ha

ain bag

i sepertinya kamu

eran. "Padahal aku

lang, aku percaya kamu pasti bisa menjadi kuat. Seperti Hulk, Thor, atau Hercules." Dia terkekeh di akhir kalimat. "Aku tidak membayangkan kamu berubah me

. Ingin protes, tetapi

ang keras kepala dan selalu bertindak semaunya. Dia masih mencari sesuatu yang menarik dari Drystan, yah, dia akui, wajahnya memang tampan. Akan tetapi untuk bertahan di sini bukan hanya memerlukan wajah yang rupawan. Dia beralih melihat ke arah 5

ana dengan p

nak buahnya yang berkepala plontos itu merinding, p

ang sama? Tetapi apabila menilik dari jejak riwayat Drystan selama bersekolah, tidak ada hal yang mencurigaka

tus pada Avyana yang turu

Dia menatap Drystan dengan tatapan

gguh, dia bisa gila di sini. "Tidak. K

lebar, senang. "Kamu belu

nai ge

angguk dengan mata

us. Tanpa sadar kepalanya mengangguk. "Iya." Padahal Adrastus hanya menatapnya, tidak seda

dia mencium pipi Drystan

moga dia bisa melakukann

meminta digendong Graham ala bridal style. Drystan melirik sekilas, a

*

alah satu alat fitness yang berada di dala

ess tersedia di sini. Kelima bodyguard Avyana lainnya berpencar menggunakan alat fitness yang tidak d

kan Drystan yang berlatih dengan alat-alat fitness, tidak sabar ingin mel

astus yang bersedekap. "Ambil dua." Drystan mengangguk lemah, kini

i mengerut melihat Drystan yang tampak

gan telapak tangannya. Senyuman geli bercampur gemas tidak

gannya dapat mengangkat kedua dumbbell itu. Dua m

ikan, dia dengan mudahnya mengangkat dumbbell

gerakannya lamban. Baru hitung

a tidak berhenti menyemang

at Drystan yang lemah itu. "Mengangk

ga akan terbiasa." Avyana membela. Percaya Dryst

i merupakan pertama kali baginya berolahraga menggunakan alat fitnes. Karena untuk berolahraga ke tempat gym itu biayanya ma

engan senang lalu menjelaskan bagaimana caranya memakai alat tersebut. Drystan memperhatikan dengan saksama. Kemudian dia menc

aga Drystan? Ini gara-gara Avyana! Tetapi dia juga penasaran, ingin tahu, apakah

engelap keringat yang membasahi leher dan wajah Drystan. Jakun Drystan yan

melepaskan pandangannya dari Drystan.

Kenapa? Dia hanya akan menjad

gaimana dunia kita yang sebenarnya.

s membuatku stres

angi Drystan yang tampak meni

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Siapa Mereka 2 Bab 2 Tawaran Pekerjaan3 Bab 3 Avyana Keras Kepala 4 Bab 4 Resmi Menjadi Bodyguard 5 Bab 5 Pelatihan6 Bab 6 Kelakuan Bos7 Bab 7 Suasana Berubah8 Bab 8 Terasa Menegangkan9 Bab 9 Dibawa Ke Kamar10 Bab 10 Bos Sedang Bad Mood11 Bab 11 Menggigil12 Bab 12 Janji Avyana13 Bab 13 Pasti Berhasil14 Bab 14 Mendalami Peran15 Bab 15 Pipi Merona16 Bab 16 Ketahuan17 Bab 17 Drystan Banyak Akal18 Bab 18 Bagaimana Jika Tidak Terpaksa 19 Bab 19 Tebak-Tebakan20 Bab 20 Berhasil Membuktikan 21 Bab 21 Perasaan Bersalah22 Bab 22 Salah Siapa 23 Bab 23 Bukan Mimpi24 Bab 24 Good Job, Drystan25 Bab 25 Secara Impulsif26 Bab 26 Selamat Ulang Tahun, Bos27 Bab 27 Bingung dan Gugup28 Bab 28 Menabur Rasa Curiga29 Bab 29 Batasan yang Telah Digariskan30 Bab 30 Wahai Tuan Pendongeng31 Bab 31 Kira-Kira Apa Saja Rencana Avyana 32 Bab 32 Mulai Membuka Diri33 Bab 33 Bos Belajar Membuat Kue34 Bab 34 Perlakuan yang Tidak Terduga35 Bab 35 Napas Buatan36 Bab 36 Alasan Avyana37 Bab 37 Saling Menyadarkan38 Bab 38 Kehangatan di Malam Hari39 Bab 39 Penyusup yang Mengganggu Keromantisan40 Bab 40 Menjadi Tawanan41 Bab 41 Misi Penyelamatan42 Bab 42 Suara Bising43 Bab 43 Surat yang Membisikkan Rindu44 Bab 44 Percayalah Padaku45 Bab 45 Hati yang Mengeras46 Bab 46 Waktu Berlalu Begitu Cepat47 Bab 47 Diganggu Ketika Sedang Bersama48 Bab 48 Ruang Bawah Tanah49 Bab 49 Sudut Pandang yang Berbeda50 Bab 50 Dikejar Musuh51 Bab 51 Tanpa Belas Kasih52 Bab 52 Akting yang Bagus53 Bab 53 Pagi yang Berbeda54 Bab 54 Mendapatkan Ancaman55 Bab 55 Keputusan Sepihak56 Bab 56 Hari yang Menyebalkan57 Bab 57 Menyesal58 Bab 58 Amarah yang Terpendam59 Bab 59 Memilih Kamu60 Bab 60 Menjadi Milikku61 Bab 61 Keputusan62 Bab 62 Bersama Tanpa Perlu Takut Diganggu63 Bab 63 Mendapatkan Restu