icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bodyguard Mafia Seksi

Bab 5 Pelatihan

Jumlah Kata:1592    |    Dirilis Pada: 20/07/2022

g dia tidak lupa membawa bingkai foto dirinya saat wisuda bersama kedua orang tuanya, yang dia taruh di atas nakas. Setidaknya foto tersebut dapat mengobati sedikit r

duduk di tepi ranjang seraya memandangi bingkai foto tersebut. Tidak ada jendela dan hanya ada dua v

dak bisa mengundurkan diri. Bukan hanya nyawanya yang menjadi taruhan, nyawa orang tuanya juga. Belum ad

an terjadi, dia harus hadapi dengan gagah berani. Hanya ada dua peraturan yang harus dia patuhi yang membuat nyawanya dan kedua

masih tidak percaya pada kenyataan yang menyatakan bahwasanya selama dua tahun ini ayahnya mengedarkan obat-obatan terlarang. Jika tidak s

tidak akan mengambil tawaran pekerjaan tersebut. Ditambah, setelah lulus kuliah, dia tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Padahal beberapa temannya lulus langsung

i-tubi itu membuat Drystan terlonjak kaget. Dia mengelu

engan warna biru muda yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Drystan menunduk bukan karena tidak kuat atau tidak ingin melihat Avyan

kan sengatan seperti listrik. "Aku ingin memperkenalkan mereka padamu. Mereka berlima juga merupakan body

itu tampak seperti atlet. Jauh berbeda denga

cara bersama-sama akan menjagaku ke mana pun aku pergi. Oh, tidak, terkadang aku tidak akan membawa

inggi. "Perkenalkan, namaku Drystan." Pria itu menerima uluran tanga

warna pirang terang. "Namaku Owen." Tangan Drystan agak dicengkeram erat ol

a hampir setara dengan Avyana. "Salam kenal, Drystan. Semoga ki

uk. "Salam kenal, Newt. Aku juga

lewati telinga membuka kacamatanya. "Namaku Gr

a meninju dada Graham

ana tersenyum, karena san

i bodyguard Avyana yang satu lagi. "Salam kenal, namaku Drystan."

ti itu, Jas."

bodyguard-nya seraya bersandar di dinding

ngan Drystan. Lalu dia berbisik pelan. "Aku paling tampan di antara kalian berlima." Drystan

angan lupa, setelah sarapan kamu akan menjalani sesi latihan untuk menjadi bodyguard sejati." Dia mengedipkan sebelah ma

inya merupakan kantin khusus para pekerja di mansion ini? Mungkin. Dia ikut mengantre mengambil makanan. Tidak ada suara orang berbicara hanya terdengar suara sendok dan g

ena semua lauk yang tersedia ditaruh di piring dan porsinya sudah ditentukan. Ada nasi, dada ayam, dan sayur sup. Ini mewah sekali, dia makan ayam sebulan sekali

ketika Newt menepuk pundaknya. Dia melirik piring Newt yang bersih dan ya

yang lain. Drystan melongo, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Hanya tersi

k meninggalkan ruang makan khusus pekerja itu. Tadi malam dia tidak makan di sini, apakah ruangan ini hanya beroperasi saat sarap

*

isi kanan, mengenakan kaus oblong warna putih seraya melipat kedua tangannya di depan dada. Membiarkan sinar matahari pagi membakar dirinya. Mat

rastus semakin tampak menyeramk

i banyak tenaga dan sekarang waktunya untuk me

pi perut Drystan masih terasa begah. Mungkin ini karena makan tanpa dikunyah? Entahlah. Tidak

n! Ikuti aku." Adrastus men

eka bawa ke mana pun. Avyana menyuruh Graham duduk di sebelahnya, dia ingin bermanja-manja dengan pria berambut agak gondrong itu. "Rambut kamu wangi." Dia mencium rambut Graham. "Kamu mema

guk, lalu memperhatikan Drystan yang sedang push up. Dia tertawa ketika pada hitungan ke sep

idah. "Kau harus melak

ak ada waktu untuk olahraga seperti ini. Dia olahraga dengan cara berjalan dari apartemen ke kampus yang jaraknya satu ki

lakukan push up sebanyak 35 kali. "Bangun. Kali ini

yang terasa lemas, dia segera

erteriak sangat kencang, meny

i lantai, tidak berani melihat Adrastus yang wajahnya seperti singa yang akan menerkam mangsanya. Sialnya, mangsanya itu adalah dia. Beruntung Adrastus tidak mem

henti itu dengan dua kali tepuk tangan. "12 menit. Lumayan." Ternyata dia m

ur napasnya ya

endong aku." Dia tersenyum miring melihat Drystan y

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Siapa Mereka 2 Bab 2 Tawaran Pekerjaan3 Bab 3 Avyana Keras Kepala 4 Bab 4 Resmi Menjadi Bodyguard 5 Bab 5 Pelatihan6 Bab 6 Kelakuan Bos7 Bab 7 Suasana Berubah8 Bab 8 Terasa Menegangkan9 Bab 9 Dibawa Ke Kamar10 Bab 10 Bos Sedang Bad Mood11 Bab 11 Menggigil12 Bab 12 Janji Avyana13 Bab 13 Pasti Berhasil14 Bab 14 Mendalami Peran15 Bab 15 Pipi Merona16 Bab 16 Ketahuan17 Bab 17 Drystan Banyak Akal18 Bab 18 Bagaimana Jika Tidak Terpaksa 19 Bab 19 Tebak-Tebakan20 Bab 20 Berhasil Membuktikan 21 Bab 21 Perasaan Bersalah22 Bab 22 Salah Siapa 23 Bab 23 Bukan Mimpi24 Bab 24 Good Job, Drystan25 Bab 25 Secara Impulsif26 Bab 26 Selamat Ulang Tahun, Bos27 Bab 27 Bingung dan Gugup28 Bab 28 Menabur Rasa Curiga29 Bab 29 Batasan yang Telah Digariskan30 Bab 30 Wahai Tuan Pendongeng31 Bab 31 Kira-Kira Apa Saja Rencana Avyana 32 Bab 32 Mulai Membuka Diri33 Bab 33 Bos Belajar Membuat Kue34 Bab 34 Perlakuan yang Tidak Terduga35 Bab 35 Napas Buatan36 Bab 36 Alasan Avyana37 Bab 37 Saling Menyadarkan38 Bab 38 Kehangatan di Malam Hari39 Bab 39 Penyusup yang Mengganggu Keromantisan40 Bab 40 Menjadi Tawanan41 Bab 41 Misi Penyelamatan42 Bab 42 Suara Bising43 Bab 43 Surat yang Membisikkan Rindu44 Bab 44 Percayalah Padaku45 Bab 45 Hati yang Mengeras46 Bab 46 Waktu Berlalu Begitu Cepat47 Bab 47 Diganggu Ketika Sedang Bersama48 Bab 48 Ruang Bawah Tanah49 Bab 49 Sudut Pandang yang Berbeda50 Bab 50 Dikejar Musuh51 Bab 51 Tanpa Belas Kasih52 Bab 52 Akting yang Bagus53 Bab 53 Pagi yang Berbeda54 Bab 54 Mendapatkan Ancaman55 Bab 55 Keputusan Sepihak56 Bab 56 Hari yang Menyebalkan57 Bab 57 Menyesal58 Bab 58 Amarah yang Terpendam59 Bab 59 Memilih Kamu60 Bab 60 Menjadi Milikku61 Bab 61 Keputusan62 Bab 62 Bersama Tanpa Perlu Takut Diganggu63 Bab 63 Mendapatkan Restu