icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Terkutuk

Bab 2 Liana

Jumlah Kata:1281    |    Dirilis Pada: 20/09/2022

tu?" tanya Hart, pikiran yang segar kini sia

tentang perjanjian

, kini ia tahu nama wanita itu setelah

i melihat Liana. Kejadian singkat yang

atasan yang sedang duduk menunggu, ditema

kap Liana saat pertama k

pat di hadapan wajahnya. Sejak saat itu Hart tak lagi ingat apa pun dan

ebatas itu saja, 'Ali akan menjelaskan semuanya', k

erapa lembar kertas lalu menyerahka

iapkan pelayan, Hart membaca setiap baris kal

asih m

, menunggu ta

ya. Sekali lagi pria penikmat minuman bernikotin itu men

k perlu lagi berurusan dengan pria kurang ajar itu," pap

tangmu di sana, bahkan jika kau bekerja seumur hidup di tempat itu,"

bunganya saja setiap bulan dengan gajik

persetujuanku dulu," sesal Hart. Ada s

u? Jelas tidak," ti

na itulah Liana memilihmu, ia tidak per

dan harga diri. Pria ini tidak suka menjilat, karena itu H

k ingin dianggap sebagai orang yang seperti itu. Dia lebih mem

a raya. Ia lebih senang dengan tamu yang benar-benar membutuhkan seorang teman untuk me

undur lagi, ya?" Har

Ali membenarka

a itu ia berharap mendapatkan kabar sebelumnya. Namun, atasan Hart myarankan pada Li

lain hutang Hart telah dipindahkan kepada Liana. Penebusan yang harus Hart lakukan a

art, tapi tidak demikian bagi Hart. Lelaki ini mungkin lebih memilih bekerja seumur

, ia membayangkan hari-

ang wanita terlintas di benaknya, memberinya semangat dan bertekad u

alihkan perhatian Hart yang sedang berbincang denga

ia harus segera turun

" gumam Hart, ia terlihat s

u!" Liana berlalu di hadapan Ali, wanita itu lan

di mana Liana duduk. "Anda ingin

in istirahat." Liana meregangkan

a Liana, terletak cukup jauh dari hiruk-pikuk kota Olympus. Sudah lama Liana

atas saran Ali. Malam itu Liana kembali setelah cukup

kalau Anda akan menginap di

engan mata tertutup, meluruskan kakinya yang diletakkan di

sela Hart dar

an berbalik menatap ke arah suara ber

tak menyadari pemuda it

kalian?" tanya Har

tidurku." Liana kemba

embutuhkannya jika tidak sedang melakukan ap

angan minta padaku!" saran Liana

a saat ini kau terlalu lelah untuk meracik secangkir kopi

einginan a

bisa membuatmu lebih tenang," ta

pelayan saja membuat kopi

u, Nona," jawab Ali tepat saat ia melihat ke

m Liana seraya bangkit d

dan akan ke atas, "Bagaimana de

m kakinya mendaki anak tangga pertama, ia b

erti jika wanita itu siap untuk mencicipi

tapi suara kecilnya mas

kmat yang instan." Hart yang masih si

lima cangkir kopi tel

diri, Hart membawa semuanya ke ruangan

." Hart menyuguhkan can

menatap ke arah Ali saat

dua wanita yang juga berdiri

mandang ke arah Ali yang kini duduk d

kata Ali m

cangkir terakhir, meletakkan nampan di

meliri

" ungkap H

na kalian bisa menikmati rasany

dan kedua pelayan kembali saling menatap s

ka rasanya memang sempurna se

elum melihat ayah dan ib

apannya sama sekali. Sepertinya mere

ronica," uangkap Liana setelah mencoba satu teguk ko

malam," pesannya sebel

tuanya di pesta itu?" tanya

ertemu mereka. Keduanya terbu

gejutkan untuk Hart

mengambil pakaian. Kau tidak per

, bai

i," pam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Melayani2 Bab 2 Liana3 Bab 3 Pernyataan4 Bab 4 Ditelanjangi5 Bab 5 Budak6 Bab 6 Tamu Hina7 Bab 7 Tragedi8 Bab 8 Khawatir9 Bab 9 Temani Aku10 Bab 10 Gairah Pagi11 Bab 11 Kabar Buruk12 Bab 12 Dugaan13 Bab 13 Lenyap14 Bab 14 Tak Berbeda15 Bab 15 Di mana 16 Bab 16 Hadang17 Bab 17 Gelang18 Bab 18 Tipu Daya19 Bab 19 Pelarian20 Bab 20 Samaran21 Bab 21 Penjahat 22 Bab 22 Kabar Kematian.23 Bab 23 Pewaris24 Bab 24 Berkemas25 Bab 25 Pertemuan Pertama26 Bab 26 Sekutu27 Bab 27 Godaan Berat28 Bab 28 Tempat Rahasia29 Bab 29 Jadilah Pacarku30 Bab 30 Rumor31 Bab 31 Khawatir32 Bab 32 Terselubung33 Bab 33 Lenyap34 Bab 34 Hari Pertama35 Bab 35 Terlalu Nyaman36 Bab 36 Mencari Teman37 Bab 37 Memilih Sendiri38 Bab 38 Kumpulan Pecundang39 Bab 39 Membentuk Kelompok40 Bab 40 Memisahkan Diri41 Bab 41 Kebetulan yang Disengaja42 Bab 42 Jual Beli43 Bab 43 Kesetaraan44 Bab 44 Wajah Kedua45 Bab 45 Tuduhan Palsu46 Bab 46 Rencana Busuk47 Bab 47 Saksi Mata48 Bab 48 Di Balik Topeng49 Bab 49 Debat Penentu50 Bab 50 Bukti tak Terbukti51 Bab 51 Ada tapi Tiada52 Bab 52 Lelaki Mesum53 Bab 53 Manipulasi54 Bab 54 Mata-mata55 Bab 55 Gairah Muda56 Bab 56 Deklarasi 57 Bab 57 Ancaman Mendekat58 Bab 58 Persiapan59 Bab 59 Ujian Khusus60 Bab 60 Bertahan Hidup61 Bab 61 Pemimpin Kawanan62 Bab 62 Salah Perhitungan63 Bab 63 Cara Bertahan64 Bab 64 Tragedi Pagi65 Bab 65 Maling Pakaian Dalam66 Bab 66 Situasi Memburuk67 Bab 67 Jatuhnya si Kancil68 Bab 68 Berakhir di Akhir69 Bab 69 Salah Kaprah70 Bab 70 Aktor Bertopeng71 Bab 71 Ujian Istimewa72 Bab 72 Golongan Putih73 Bab 73 Beda Gagasan74 Bab 74 Kesan Pertama75 Bab 75 Hubungan Palsu76 Bab 76 Butuh Pelindung77 Bab 77 Korban Rundung78 Bab 78 Terima Dilecehkan79 Bab 79 Jebakan Berlapis80 Bab 80 Curi Pandang81 Bab 81 Ego Terkuat82 Bab 82 Memilah Pilihan83 Bab 83 Harmoni84 Bab 84 Tuduhan Langsung85 Bab 85 Main Curang86 Bab 86 Pahala dan Iblis87 Bab 87 Pengakuan Dosa88 Bab 88 Beda Era89 Bab 89 Bermuka Dua90 Bab 90 Berebut Pasangan91 Bab 91 Perbuatan Flora92 Bab 92 Siasat Pasangan93 Bab 93 Luka Tersembunyi94 Bab 94 Janji Kesepakatan95 Bab 95 Pedang Mata Dua96 Bab 96 Nama Panggilan97 Bab 97 Bocor98 Bab 98 Kalah Langkah99 Bab 99 Mengintai Pengintai100 Bab 100 Tamu Dadakan