icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Bad Boy Salah Sasaran

Bab 2 Apa Dia Vivian

Jumlah Kata:1668    |    Dirilis Pada: 01/08/2022

Apa di

hwa dia bukan Vivian. Elang memaki dalam gumaman kecil, "Brengs

ampingnya. Untuk menyalakan penerangan, Elang juga merasa enggan. Selain pusi

i, padahal rasanya aku sering mencium baunya. Benar-benar membuat ota

nya Elang memilih untuk tidak peduli, hal itu terjadi karena dia mulai kesulitan mengendalikan diri dari hasrat yang mulai membak

i tubuh kecil yang ada di sampingnya. "Mbak ..

kan, tapi Elang memang tidak serius membangunkan perempuan tersebut, sentuhannya terlalu lembut tanpa membuat gunca

g penting anget!" gumam El

ng masih sedikit punya kewarasan untuk mengingat dimana dia harus tidur malam ini. Terbukti tas dan sleeping bagnya ada di

Dia ingin menyentuh lebih banyak kulit yang terasa lembut di tangannya. Makin menghimpit dan sedikit menindih pere

jauh. Elang masih sempat berpikir logis tapi jengkel, kenapa masih saja ada kebai

si!" Elang bermonolog lirih pada bisikan kotor yang memenuhi kepalanya

membuai bibir yang rasanya pas saat dihisap. Bibir yan

gannya menelusup dan menahan kepala bagian belakang si perempuan,

galir lebih cepat dari perkiraan. Bahkan tubuhnya kini

eflek naik ke dada, mengelus dan menggenggam b

seperti kambing tercekik. Elang membungkam cepat deng

an sedikitpun pada wanita yang membuatnya panas dingin untuk menjawab. Tangan Elang

skan!" Suara manis yang tenggelam dalam m

bernama Nindya itu berusaha mengenali orang yan

eminta tolong pada Daniel untuk mengantar ke acara makrab mahasiswa baru karena tidak enak jika harus berangkat bersama k

ng lembut bahu pemuda yang menghimpitnya. "Dan

ya diambil alkohol yang baru beberapa waktu lalu diminumnya, tapi dikuasai oleh birahi yang m

di, tangannya memaksa bergerilya dan membuka pakaian bag

terdengar miris, tapi sayangnya tidak digubris oleh Elang. Dalam pikiran Elang, Vivian t

wanita yang setengah hati menerimanya, Elang benar-benar

kena tanggung, bukanlah bag

. Tapi jika dia menolak dan membuat keributan, bukan mustahil semua orang akan tahu k

um Daniel di indera penciumann

ikirkan Elang hanya bagaimana caranya dia cepat men

ahnya hingga langsung menyentuh dasar wanitanya, menarikn

anpa henti dan tanpa ampun. Kewarasan Elang benar-benar berada

kembali menghampiri pendengaran Elang.

ebenarnya tidak bisa dibilang mesra, suara Nindya lebih ke

nya, lalu erangannya keluar bersama dengan gigitan pelan pada b

buh yang sudah membantu mengurangi kram otaknya. Elang lalu mengelap

enghilang dalam kegilaan. Elang membuka tas dan mengambil pakaian ganti, mengen

lagapan. Siapa yang dimaksud

angannya, membuat Nindya bergerak cepat m

mengamati wajah yang sekarang membuatnya penasaran. Sedikit gentar saat menebak

ngan tidak menjawab pertanyaan Nindya dan menjelaskan siapa dirinya.

ah merasakan kedalaman yang sangat menghan

ampir sama, hanya menyenangkan saat gairahnya meledak, lalu rasa

dalam pikirannya sejak dia masuk tenda. Tapi sialnya pesona Afrodit dalam tubuh Vivian sangat mempengar

t dan penuh sesal sesaat setelah menyalakan p

uk dan tengah. Elang lalu menggeleng dengan berat, tidak percaya dengan apa yang tel

lis dan menyahut galak,"Ini bukan salah p

sambil memegangi pusat tubuhnya yang nyeri, lengket dan berdarah. Dia mengumpa

ketus Nindya. Dosennya memang benar, Elang benar-benar sedang salah sasaran. Alih-al

alah, tiba-tiba saja Elang ingin menangi

AK

mendarat pada pipi E

AK

n dari rasa sakit hati perempuan yang me

nar tidak sengaja!" kata Elang berus

AK

dengan kasar, tidak sudi mendengar permintaan maaf dari pe

ng dirasa tapi sejenis dengan harga dirinya yang terinjak saat

at memelas. Dia menggenggam tangan Nindya erat, m

aha menarik tangannya

saja menamparnya dengan penuh kelembu

ebarkan mata tak percaya. "Kamu panggil saya Nindya saja

uas," ujar Elang melepaskan tangan Nindya dengan

g tidak akan mengembalikan apa yang sudah hilang dari dirinya. Virginitas. Enta

embawa dampak dan cerita panjang bersama perempuan yang berprofesi sebagai dosen muda di kampusny

gannya tahu kalau dia salah mengenali orang yang masuk

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Bad Boy Salah Sasaran
Gairah Bad Boy Salah Sasaran
“Bad boy adalah istilah yang dipakai untuk menjuluki Elang. Mahasiswa tampan yang tingkahnya masuk dalam kategori 'nakal'. Dalam acara malam keakraban dengan mahasiswa baru yang digelar di alam terbuka, Elang hadir sebagai panitia dengan misi pribadi. Yaitu mendekati mahasiswi yang memiliki paha mulus seperti Syahreni. Mahasiswi yang jadi sasaran kadal kampus karena daya tariknya yang konon seperti Afrodit. Namun, Elang yang setengah mabuk bukannya mengencani sang pujaan hati, tapi justru terdampar di tenda dengan dosen pembimbing saat malam sebelum acara rafting dimulai. "Ini salah paham, Bu Nindya!" ujar Elang tercekat. Wajahnya pucat dan penuh sesal sesaat setelah mengendurkan gairahnya. Sang dosen melotot, menaikkan kedua alis lalu menyahut galak, "Ini bukan salah paham namanya! Ini murni salah paha, Elang!"”
1 Bab 1 Rapat Panitia 2 Bab 2 Apa Dia Vivian 3 Bab 3 Maaf 4 Bab 4 Ular Berbisa5 Bab 5 Salah Tingkah6 Bab 6 Setan meresahkan 7 Bab 7 Friend With Benefit8 Bab 8 Berkah Untuk Elang9 Bab 9 Terperangkap 10 Bab 10 Satu Ciuman11 Bab 11 Solusi 12 Bab 12 Kejutan 13 Bab 13 Little Kiss 14 Bab 14 Mak Lampir 15 Bab 15 Mabuk Berat16 Bab 16 Do'a Badboy 17 Bab 17 Mabuk Akrab18 Bab 18 Kencan Dingin19 Bab 19 Jujur20 Bab 20 Positif atau Negatif 21 Bab 21 Pemuda Cabul22 Bab 22 Pakaian Nakal 23 Bab 23 Kamar Elang 24 Bab 24 Tangan Pemanjat 25 Bab 25 Cewek Gatel26 Bab 26 Minta Maaf27 Bab 27 Playboy Sialan 28 Bab 28 Barisan Penggemar 29 Bab 29 Heavy Kiss30 Bab 30 I Love You31 Bab 31 Bicara Jujur 32 Bab 32 Pacar Cadangan 33 Bab 33 Kamu Cantik 34 Bab 34 Tanjakan Cinta35 Bab 35 Nikah Dadakan 36 Bab 36 Siang Pertama