icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Bad Boy Salah Sasaran

Bab 5 Salah Tingkah

Jumlah Kata:1722    |    Dirilis Pada: 01/08/2022

dengan melelahkan. Antrian di kamar mandi umum

a di tepi sungai berwarna warni, indah seka

atkan giliran masuk kamar mandi. Dia tidak tega

nyelesaikan mandinya secepat kilat, rasa dingin akhirny

ndya ramah sebelum melang

n dirinya dalam selimut dan tidur nyenyak. Dia sung

raban untuk mahasiswa baru tersebut, dia hanya bisa menungg

ooh sebal, bisa-bisanya dia tadi bergelayut di lengan Elang seperti wanita bodoh d

rkan pemuda yang selalu menggoda dengan senyum menawannya. Jika saja semalam

anya membuat Nindya sesak. Dia memang tidak berpengalaman, tapi bukan be

i meja kerja membahas hasil penelitian dan persiapan seminar dengannya. Nindya tahu betul c

uhan

n ke tenda dengan rambut basah dan wajah tanpa polesan. Tatapan

an hanya dengan membayangkan bahwa semalam dia tidak sengaja mengerang di bawah

menganggap semua telah lewat atau tidak pernah terjadi? La

gan Elang. Dia harus segera memutuskan hubungannya dengan Elang. Nindya harus mundur

g terlalu

ang juga

a itu

dalam beberapa jam, rasanya tidak pantas bagi Nindya untuk bertingkah dan mengaku kalau

masalah dalam urusan cinta? Nindya tidak ma

khawatir, Nindya terlihat baik-baik saja dan cantik natural. Bahkan gaya berjalannya biasa saja, tidak

n hati kerasnya. Nindya bergidik, dia berharap Elang menatapnya sama dengan

dari Elang penyebabnya, tapi struktur wajah Elang yang tidak pernah membuatnya bosan, da

yang terlihat bersih, ups! Nindya memucat s

angan kanannya menggantung di udara, siap

tkan pada otak Nindya yang kacau. Dia tidak suka Elang memperhatik

ari wanita di depannya. Tidak, Nindya tidak boleh melantur jauh. Mungkin Elang m

cerdas, dia hanya bisa berlagak galak. Nindya menepis tangan

Bu Nindya bisa pulang sekarang," jawab Elang dengan senyum memikat. Jenis e

n juga tunangannya. "Baiklah, aku akan membereskan barang-barangku sekarang ju

Elang aja?" tanya Elang

Tambah eda

memoles make up tipis pada wajah. Tangannya cekatan memasukkan sem

patnya berdiri sedari tadi. Mengawasi wanita yang sedang rumit dengan pikiranny

lesai semua," ja

terlihat banyak pikira

a menjawab, "Apa aku perlu mengu

membuat Bu Nindya bahagia ... luapkan s

atau kamu risaukan, aku ingin kita seperti orang ti

masuk ke dalam tenda dan duduk di depa

Wanita yang dia ambil perawannya tanpa sengaja, sekarang justru berniat melepaskannya

b Nindya menatap l

a dengan tugas

litian untuk mengantisipasi kalau kajur menolak ide saya. Ada atau tidak ada saya, kamu akan tetap l

bullshit!" Elang menajam

i sudah berpikir bahwa Nindya baik-baik saja dan akan memaafkannya seiring berjalann

m. Dia tidak memungkiri, cara Elang menatapnya membuat risih dan berkeringat din

akan ada salah paham yang berkel

erapa baby boy jika kamu mau, Nindya

am

ngkap dengan mudah, "Jangan lakukan itu lagi, N

pernah terlibat hubungan satu malam dengan kamu!

wanita pintar yang sengaja menjual virginitas dengan harga mahal pada laki-laki hidung bela

ukan Nindya menandakan

na jika dia murahan, bagaimana dia bisa tet

ata Elang

sudah berhasil kurang ajar memaksakan hasratmu padaku lalu kamu menganggapku perempuan yang tidak perlu

Elang memanggil langsung pada nama karena dosen itu umur

mengira kalau dia seorang dosen. Semua pasti setuju kalau postur tubuh Nindya yang kecil

u dengan rencana Bu Nindya untuk mundur, tapi saya tidak bisa memaksa ibu untuk t

ng! Tidak perlu saling menyapa jika bertemu,"

annya jauh lebih kacau dari yang seharusnya. Elang

ya yang ingin menjauh darinya? Atau Elang hanya kecanduan dengan kera

aknya yang liar terhadap Nindya, Elang juga tahu ka

pun situasinya. Nindya juga boleh melakukan apa saja sesuka hatinya asalkan bukan pendidikannya ya

embantu saya sampai seminar penelitian dilaksanakan, kalaupun saya nantinya harus ganti judul tugas akhir,

p Elang skeptis. "Kam

ggap saja kita saling merugi karena ada hal konyol yang tidak sengaja terjadi!"

engan milik Elang. Ternyata melepaskan diri dari Elang juga tidak mudah. Sejujur

tian dosen pembimbing secepatnya!"

rih di depan bibir Nindya. "Sebenarnya Bu Nindya takut

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Bad Boy Salah Sasaran
Gairah Bad Boy Salah Sasaran
“Bad boy adalah istilah yang dipakai untuk menjuluki Elang. Mahasiswa tampan yang tingkahnya masuk dalam kategori 'nakal'. Dalam acara malam keakraban dengan mahasiswa baru yang digelar di alam terbuka, Elang hadir sebagai panitia dengan misi pribadi. Yaitu mendekati mahasiswi yang memiliki paha mulus seperti Syahreni. Mahasiswi yang jadi sasaran kadal kampus karena daya tariknya yang konon seperti Afrodit. Namun, Elang yang setengah mabuk bukannya mengencani sang pujaan hati, tapi justru terdampar di tenda dengan dosen pembimbing saat malam sebelum acara rafting dimulai. "Ini salah paham, Bu Nindya!" ujar Elang tercekat. Wajahnya pucat dan penuh sesal sesaat setelah mengendurkan gairahnya. Sang dosen melotot, menaikkan kedua alis lalu menyahut galak, "Ini bukan salah paham namanya! Ini murni salah paha, Elang!"”
1 Bab 1 Rapat Panitia 2 Bab 2 Apa Dia Vivian 3 Bab 3 Maaf 4 Bab 4 Ular Berbisa5 Bab 5 Salah Tingkah6 Bab 6 Setan meresahkan 7 Bab 7 Friend With Benefit8 Bab 8 Berkah Untuk Elang9 Bab 9 Terperangkap 10 Bab 10 Satu Ciuman11 Bab 11 Solusi 12 Bab 12 Kejutan 13 Bab 13 Little Kiss 14 Bab 14 Mak Lampir 15 Bab 15 Mabuk Berat16 Bab 16 Do'a Badboy 17 Bab 17 Mabuk Akrab18 Bab 18 Kencan Dingin19 Bab 19 Jujur20 Bab 20 Positif atau Negatif 21 Bab 21 Pemuda Cabul22 Bab 22 Pakaian Nakal 23 Bab 23 Kamar Elang 24 Bab 24 Tangan Pemanjat 25 Bab 25 Cewek Gatel26 Bab 26 Minta Maaf27 Bab 27 Playboy Sialan 28 Bab 28 Barisan Penggemar 29 Bab 29 Heavy Kiss30 Bab 30 I Love You31 Bab 31 Bicara Jujur 32 Bab 32 Pacar Cadangan 33 Bab 33 Kamu Cantik 34 Bab 34 Tanjakan Cinta35 Bab 35 Nikah Dadakan 36 Bab 36 Siang Pertama