icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kiss for Prince Kouza

Bab 2 Pertemuan

Jumlah Kata:2429    |    Dirilis Pada: 09/07/2022

Jari-jarinya mulai bergerak perlahan, merab

ah bernyanyi. Mungkin itu suara serangga-serangga penghuni p

erpa wajah dan rambutnya. Wangi bunga yang

unya. Perlahan, Myan mulai membuka matanya. Mengangkat tanga

uduk dengan tiba-tiba. Ia teringat dirinya terperosok jatuh ke dalam jurang saat pendakia

gannya. Menekan bagian-bagian tubuh

k merasakan nyeri atau perih sedi

u sudah mati?!"

ndiri. Sakit. Dia masih dapat merasakan cubitannya

n? baju apa ini? Di mana celana

sa berganti baju? Dan baju yang dikenakannya buka

da di bawah sebuah pohon besar yang rindang. Permukaan sekitarnya ada

at seseorang sedang menunggang kuda dan p

an mengerjapkan matanya untuk memastikan l

ampak berkilauan di bawah terik matahari. Dengan anggun dan pasti ia menyibakkan jubahnya se

alis tebalnya sangat kontras dengan kulitnya yang begitu bersih. Rambutn

enakan baju panjang semacam jubah, berwarna biru tua yan

rtanya-tanya di dalam hati. Jika memang ia adalah malaikat mau

akut-takut. Hanya bisikan kec

elihat sarung pedang panjang yang diselipkan di

han? Mengapa ia membawa pedang? Apa ia pendekar? Apa ini

ajaan Tarcha. Dan kau adalah pembeba

annya tak lepas dari wajah Myan. Ia kemudian

tuasi, mengerutkan alisnya. Ia

ari kejauhan ada begitu banyak penunggang kuda yang lain yang tengah berderap menuj

erjadi?" tanyan

ereka para pengawalku

" tanya My

ini? A_aku, aku... tadi terjatuh dari atas tebing. Bukankah seharusnya tim penyelamat sudah

akan Kouza tadi sudah mendekati mereka. Dengan sigap s

tampaknya adalah pimpinan rombon

sa, tidak tampak ada tanda-tanda perge

-lama di sini, terlalu berbahaya untuk

" Kouza kembali be

u akan membawanya ke tempat berlindung. Jadi ia hanya mengikut

ang cukup tinggi itu, dan Kouza dapat dengan mudah mengang

pun bergerak tiba-tiba. Terlebih, karena ia sesungguhnya merasa sangat

pat merasakan punggungnya menempel pada dada Kouza. Ia sedikit me

umnya," Myan terdengar sedikit panik

gan Myan pada bagian depan pelana. Myan segera mencengk

anya mulai diserang rasa panik lagi. Dia sediki

aku biarkan

yan menahan napasnya, sedikit terpekik lagi saat dir

melaju. Terasa aneh dan tak biasa baginya. Ditambah dengan gesekan yang punggungnya rasakan yang menempel p

han saja jalannya?"

za yang mengikutinya dari belakang. Sejurus kemudian, pimpin

memberi isyarat. Kouza men

ngkin bagiku untuk berjalan pela

kannya, Kouza berteriak dan menyent

sedikit oleng. Dengan sigap Kouza melingkarkan lengan

ng Myan dapat merasakan hembusan angin dari ara

atang dari arah berlawanan. Menghempaskan angin kencang, menghamburkan parti

kang agar kuda mereka berlari lebih cepat lagi

kut untuk membuka matanya. Kecepatan kuda yang ditungganginya setara denga

seberkas cahaya biru muda dari arah berlawanan datang mendekat, dan seketika se

u dengan kecepatan penuh. Dapat Myan rasakan kuda yang mereka tunggangi melompat tinggi seol

dengan cahaya itu, semakin Myan merasakan ada tekanan besar yang datang yang seolah menghimpit dadanya.

***

sisi ranjangnya itu dalam diam. Ia menyibakkan helai rambut yan

-butiran keringat yang mengalir di

menemukan gadis itu tepat sesuai ramalan yang

dingkan dengan dirinya. Apa bisa d

kin serangan Izaak tadi membuatnya shock. Kouza tidak ragu lagi

s dari serangan tadi. Bagaimana mereka bisa menembus kubah yang hend

seperti terganggu. Apakah Ia sedang be

sadar Kisha?" t

ati sekitarnya dengan seksama. Saat gadis itu menatap dir

na?" tanya

anglah Kisha. Apa yang k

memanggilku Kisha? Namaku Myan. Apa

ebutmu Kisha. Jadi namam

kantor, tiba-tiba aku terjatuh dari tebing di jalur pendakian. Dan...dan..." My

ouza memberikan segelas minuman y

ukan di sini?" ta

hanya tinggal di sini." jawab

nyum sendu dan mengusap air matanya. Dia berpikir mungkin semua i

Atau ke stasiun terdekat? Atau lokasi perkemahanku sebelumnya? Ah, bisakah aku meminjam mobilmu? M_mungkin aku harus k

kemudian saat melihat pintu besar

ni. Tapi aku berterima kasih kau mau menolong

era bergegas saat melihat pintu keluar di ruangan yang cuk

Myan karena di depannya berdiri beberapa pengawa

us penjagaan mereka. Baru selangkah Myan maju, deretan pengawal

Tubuhnya tidak sempat jatuh, karena entah

a. Dengan patuh mereka me

da di depannya. Apa mereka baru saja akan m

cap Kouza mem

uza menuntunnya untuk duduk pada se

kan melukaiku dengan pedang

ucap Kouza mene

selama ini kucari dan kutunggu-tunggu. Kau adalah p

pa yang kau bicarakan

lah padaku, kau akan tinggal, dan.... Ukh!" Kouza memeja

k-baik saja?" tanya Myan panik

kh!" Kouza tampak sangat kesakitan sehingga tidak dapat meneruskan ucapann

n sigap memapah Kouza mendekati

mbil menarik tangan Myan k

u akan panggil

!" ter

Myan, ku.. mo.. hon." tiba-tiba Kouza melepa

ketakutan, tanpa pikir pa

Siapa saja tolonglah... Pang

ilihatnya tadi sudah ber

gil tabib, cepa

i? Apa dia sakit?"

, seperti sedikit bimbang. "Kisha, tolo

at beberapa orang tergopoh-gopoh masuk

k-baik saja?" tan

s, pangeran akan

esa-gesa. Mau tidak mau Myan pun me

AA!!!!!

kan lantang seseorang yan

henti. Ia mematung sesaat. Seperti tidak menghiraukan ter

seorang pengawal berla

ama Kisha. D_dan beliau

u menghela napasnya. "Baik,

na Kisha" Aroka berbalik badan sambil mempersilakan

mana?" tanya

pangeran,

pa? Ada panger

an Kouza," jaw

mengerti ma

h bertemu dengannya

g ini." Ba

di depan ruangan besar i

n yang i

nggg!!

cah yang dibanting terdengar keras dari dalam r

a Kouza terdengar lag

dengan panik. "Apa y

g tunggu tanda dariku." Wajah Aroka berubah pucat,

ergi tadi? Pikir Myan cemas. Myan tanpa sadar mondar-mandir di depan pi

at saat ia berbalik, dirinya membentur dan bertabrakan dengan seseorang yang keluar dari

aduh karena nye

apa kau baik

eberapa orang yang sepertinya

. Ia berlutut dan meraih tanga

rgi." Perintah K

uk dan pergi meninggalkan m

a. Menutup pintu dengan perlahan. Tidak melepa

anya tiba-tiba sambi

k saja?" tanya Myan

t panjangnya yang tergerai tanpa terikat rapi sepe

tidak baik

yan. Menciumnya secara tiba-tiba! Membuat Myan

**

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kiss for Prince Kouza
Kiss for Prince Kouza
“Myan mendapati dirinya terbangun di hamparan padang rumput berbunga yang luas setelah terperosok ke dalam jurang dari tebing yang tinggi, saat mendaki gunung dalam acara kebersamaan karyawan yang diadakan oleh perusahaaannya. Masih dalam keadaan bingung, datang seorang pria yang berpenampilan dan berpakaian asing turun dari kuda putihnya. Ia menghampirinya, berlutut di hadapannya, dan mengulurkan tangannya. "Kau Sang Pembebas," ucapnya kemudian. Siapakah dia? Di manakah Myan berada?”
1 Bab 1 Perjalanan2 Bab 2 Pertemuan3 Bab 3 Tekad4 Bab 4 Bertahan5 Bab 5 Serangan6 Bab 6 Perintah7 Bab 7 Perjanjian8 Bab 8 Bersitegang9 Bab 9 Malam Panas (21+)10 Bab 10 Pergerakan11 Bab 11 Pelarian12 Bab 12 Panggilan dalam Mimpi13 Bab 13 Makhluk Malam14 Bab 14 Teleportasi15 Bab 15 Hanya Satu Nama (21+)16 Bab 16 Penglihatan17 Bab 17 Suku Gil18 Bab 18 Permainan19 Bab 19 Roh Murni20 Bab 20 Peri (Avia)21 Bab 21 Peringatan22 Bab 22 Perjanjian Pernikahan23 Bab 23 Kembali ke Gil24 Bab 24 Serangan Golem Batu25 Bab 25 Kecemburuan26 Bab 26 Kedatangan Mera27 Bab 27 Penglihatan Myan28 Bab 28 Hukumanmu Cintaku ....29 Bab 29 Pertempuran30 Bab 30 Akhir Pertarungan31 Bab 31 Selamat Tinggal32 Bab 32 Terbangun33 Bab 33 Devon Green Carlisle34 Bab 34 Tersadar35 Bab 35 Menanti Jawaban36 Bab 36 Selamat Tinggal Devon37 Bab 37 Pemulihan38 Bab 38 Bantuan Valerie39 Bab 39 Menemukanmu40 Bab 40 Perkelahian41 Bab 41 Kontrak42 Bab 42 Mulai Bekerja43 Bab 43 Ketahuan!44 Bab 44 Deep Kiss45 Bab 45 Panik!46 Bab 46 Penjelasan Lilian47 Bab 47 Bersinar dan Seksi48 Bab 48 Terpesona49 Bab 49 Siang yang Panjang (21+)50 Bab 50 Surprise51 Bab 51 Lamaran52 Bab 52 Makan Malam53 Bab 53 Perselisihan54 Bab 54 Pernikahan55 Bab 55 Godaan Manis56 Bab 56 Pelepasan Hasrat (21+)57 Bab 57 Penutup