icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ashes of Midgard

Bab 8 Tak Tahu Arah

Jumlah Kata:1630    |    Dirilis Pada: 09/06/2022

daging sedang menunggunya. Rio bergegas kembali ke Kebab Rory di pasar. Dia menghirup, dan mengisi paru-parunya dengan aroma daging panggang yang masih segar, sebelum akhirnya dia membel

ZAT

irnya memutuskan untuk menahan diri. Dirinya berpikir bahwa jika dia kembali lagi ke kedai ini, dia akan membawa Y

." Sembari melihat sekeliling, dia melihat jalan yang bertuliskan "Jalan Ro" pada papan melengkung. Seorang pria tampan muda yang mengenakan jubah putih tengah berjalan dibawah penanda jalan tersebut. Dibawah lapisan jubahnya, ia me

menghembuskan napas. Dia menghimpun keb

i dan berbalik m

tapi apakah kau adal

kali, lalu tersenyum lebar."Aku paham. Aku mendu

u tidak tahu apapun, siapapun,

ingung, kami bergerak maju selangkah demi selangkah. Ma

. Tapi aku tidak yakin apa yang mesti aku lakuk

galaman akan sangat berharga untukmu nantinya. Tak peduli jalan apa yang kau ambil, mereka y

kau katakan. Namun, apakah semuanya a

alah Jake,

u R

g berkunjung pada kedai Sherry. Jika kau b

klah. Aria.

au beruntung, Rio.

n kesan seorang yang ramah, murah

an bahwa Jake akan menolak untuk memberikan jawaban dengan tegas dan sopan. Mungkin Jake tampak sangat bersahabat, namun sepertinya dia bukanlah orang ya

ga dia hanya melanjutkan menyusuri Jalan Ro. Dia selalu mengamati orang-orang yang tampak seperti anggota Blue Moon. Ia berpapasan dengan beberapa orang yang mungkin adalah anggota Blue Moon, namun mereka ti

a sementara waktu. Jika dia terus bertingkah seperti ini, mungkin akan ada beberapa orang yang bersimpati padanya, kemudian mendekatinya untuk bertanya: "Hei, ada a

paham apa makna dibalik semua peristiwa ini. Namun, ia tiba-tiba ditawari menjadi anggota pasukaan cadangan. Sementara dia masih terjebak didalam kebingungan,

kan itu tidak berjalan dengan baik. Ini terjadi karena aku terlalu pengecut untuk mendekati orang lain, pikir Rio. Dan apakah ad

ana. Dia akan makan semua makanan yang dijajakan di pasar. Ketika malam datang, ia akan menuju ke Kedai Sherry. Bahkan, mungkin ada suatu tempat dimana dia akan di

sa memaksakan optimisme pada dirinya sendiri, ia juga ti

a, banyak waktu telah berlalu semenjak dia pergi. Yang lainnya pasti juga merasa lapar. Tapi jika Rio menunjukkan pada mereka caranya me

i yang cukup layak, seperti: letak Bank Renri yang berguna, dan seorang kenalan bernama Jack yang biasanya ada di kedai Sherry. Setelah mereka semua mendapatkan beberapa mak

ada sesuatu yang salah. Rio menggunakan Ryusei sebagai titik tengah, sehingga ia yakin harus menuju kearah kanan jika

aku... T

lun-alun sekali lagi. Dari sana, ia akan dengan hati-hati menelusuri kembali jalan yang sudah dilaluinya. Dia pun menemukan jalan y

na? Tidak... Eh, .... Iya.... Argh, mana sih j

io

gar suara malaikat yang turun dari langit. Walaupun hanya efek cahaya yang lebay, senyum orang itu bagaikan matahari yang melahirk

Rio mulai berl

mbali ke markas, tapi aku tidak bisa. Jadi, seperti i

Minato. Dia melihat sekeliling. "Ri

ah dan mulai menangis. Aku diberi tugas untuk mencari informasi apa

an beberapa informasi, kau berusa

nya untuk mendapatkan informasi baru, namun Minato pasti tahu kalau dia berdusta."Sebenarny

ak pernah menden

epertinya itu cukup penting bagi anggota Blue Moon. Lalu, ada suatu kios makanan di pasa

adari ada kios yang menjual kebab. Jika memang enak

inagt dengan sempurna... Meskipun aku

an nada santai, seolah-olah semuanya terjadi dengan

, Minato mengatakan,"kalau begitu, sampai jumpa nanti", tapi Rio beranggapan bahwa itu hanyalah salam tanpa makna. Apakah ia sa

anya sedikit ke samping.

."Ayo pergi. Kembali ke markas. Aku tidak peduli dengan Ryl

rgi," Minato mengangg

inato memimpin didepan dengan langkah cepat, seperetinya dia benar-benar ingat dengan jalannya

gguh tidak ingat d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ashes of Midgard
Ashes of Midgard
“Sebelum dirinya menyadari apa yang telah terjadi, dia dipanggil oleh kegelapan. Kenapa dia berada di sini? Tempat apa ini? Bahkan sampai sekarang, dia masih tidak mengetahui jawabannya. Beberapa rekan di sekitarnya bernasib sama dengannya, tak seorang pun ingat apa-apa kecuali nama mereka sendiri. Dan ketika mereka muncul dari kegelapan, dunia yang menanti mereka terasa bagaikan dunia fantasy abad pertengahan. Untuk bertahan hidup, Rio membentuk party bersama yang lainnya, belajar keterampilan bertarung, dan mereka bekerja sebagai pasukan bayaran. Dan mereka pun memijakkan kaki mereka pertama kali di dunia Midgard. Apa yang akan menunggunya nanti.... Bahkan dia sendiri tak tahu... Ini adalah kisah suatu petualangan yang lahir dari abu.”
1 Bab 1 Prologue2 Bab 2 Tanpa Arah Tanpa Tujuan3 Bab 3 Sebuah Permulaan Yang Baru4 Bab 4 Langkah Awal5 Bab 5 Tanpa Suatu Kejelasan6 Bab 6 Menara Ryusei7 Bab 7 Renri8 Bab 8 Tak Tahu Arah9 Bab 9 Scout Guild10 Bab 10 Awal11 Bab 11 Dewa Kegelapan Loki12 Bab 12 Warrior13 Bab 13 Ujung Perbatasan Yang Disebut Edirne14 Bab 14 Hal Yang Sia-Sia15 Bab 15 Goblin16 Bab 16 Pencapaian17 Bab 17 Runoa18 Bab 18 Sebuah Keberuntungan atau Kesialan19 Bab 19 Farvault20 Bab 20 Kota Para Goblin21 Bab 21 Permulaan yang Mulai Membaik22 Bab 22 Jangan Pergi23 Bab 23 Apa Selanjutnya 24 Bab 24 Apa Ini Akan Baik-Baik Saja 25 Bab 25 Koin Perak Adalah Emas26 Bab 26 Maaf27 Bab 27 Putri Es Atau Bukan 28 Bab 28 Rio Seorang Pemimpin 29 Bab 29 Alasan Gadis Itu30 Bab 30 Untuk Saat Ini Dan Esok31 Bab 31 Bukan Julukan Yang Bisa Dibanggakan32 Bab 32 Sekarang Atau Tidak Sama Sekali33 Bab 33 Sebuah Awal Sebuah Akhir34 Bab 34 Sebuah Hadiah Dari Kami Untuk Mu35 Bab 35 DawnBreakers36 Bab 36 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian I37 Bab 37 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian II38 Bab 38 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian III39 Bab 39 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian IV40 Bab 40 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian V41 Bab 41 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian Akhir