icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Ashes of Midgard

Ashes of Midgard

Penulis: Sirius
icon

Bab 1 Prologue

Jumlah Kata:2786    |    Dirilis Pada: 09/06/2022

ngu

memanggilnya dengan samar,

lilin-lilin yang bergantungan di dinding yang terlihat tidak memiliki ujungnya tersebut. Dimana ini? Saat dirinya memikirkan hal itu, entah kenapa dia merasa kesulitan dalam bernafas. Dirinya menyentuh dinding tersebut dan dia merasakan sebuah sensasi yang keras dan kasar. Sebenarnya itu tidak bisa disebut dengan

ia bisa menggapai lilin-lilin tersebut. Namun, tempat ini sungguh lah gelap sehingga dia bahkan tidak bisa mengukur seberapa panjang

ng terengah-engah dari orang lain tersebut. Orang lain? Apa yang akan dirinya lakukan jika ada orang lain bersamanya? Dia tidak

i?" Dirinya memanggil d

erdengar. Itu adalah s

a lainnya yang menjawab, dan kal

u," ada lagi oran

apa oran

idak mencoba unt

ng, saat ini kit

idak t

a yang tahu dima

apaan

pa ini? Kenapa dia bisa ada disini?

bisa ada disini? Ketika memikirkan tentang hal itu semua, dia merasa bahwa ada bagian tertentu di otaknya yang mengetahui jawaban atas semua pertanyaan tersebut, na

eseorang berkata. Itu adalah suara yang be

ri bawah telapak kakinya. Sepertinya orang yan

" Kali ini suara wanita

di dinding ini." Dirinya menjawab untuk menunjukkan b

h dua lilin ini cukup tinggi. Dia bisa melihat kepala pria itu sedikit karena cahaya rema

salah satu gadi

lainnya juga mengatakan hal yang sa

tu, aku juga ikut!" Suara boca

ranya sedikit bernada tinggi dan melengking, tapi mungkin

aja," pria berambut abu-abu tersebut menjawa

rian, sehingga dia buru-buru bangkit untuk berdiri. Dirinya berjalan bersama mereka dengan kaku, salah satu tangannya meraba sepanj

Dari suaranya, dia menduga bahwa semua orang di sana berusia muda. Meskipun hanya

tnya, wajah orang-orang yag disebut "kenalan" atau "teman" menghilang begitu saja ketika dirinya mencoba mengingat-ingatnya. Dia tidak bisa

alu memikirkan tentang hal-hal seperti

elakangnya. Pasti itu adalah seorang gad

Tidak ada apa-apa

enar-benar tidak ada? Apa yan

nan mereka. Akan lebih baik tidak memikirkan suatu hal apapun saat ini. Dia punya perasaan bahwa jika dia semak

Seberapa jauh mereka mesti harus berjalan? Mungkin mereka harus berjalan cukup jauh. Atau mungkin tempat tujuan me

seseorang didepannya berkat

-abu, lantas pria lainnya pun menjawa

yang tepat. Langkah kaki mereka perlahan semakin dipercepat, dan tak lama kemudian mereka bisa melihatnya. Lebih terang dari lilin yang menerangi

abu-abu, ia juga berpakaian seperti seorang preman. "Aku akan membukanya," kata pria berambut abu-abu terse

pa orang berte

s, yang tepat berada dibelakang orang itu. Pakaia

langkah maju melalui pintu gerbang. "Ada tang

yang menerangi koridor ini, tapi terlihat sebuah sumber cahaya yang berasal entah dari mana. Semua orang pun langsung mem

an kepalan tangannya "Apakah ada orang dibalik sana? Tolong buka gerbangn

abung, dia berteriak dengan segenap udara yang terhimpun di da

dibelakang mereka, yaitu pria berambut p

n mundur sedikit. Sepertinya seseorang telah datang di balik pintu itu. Si rambut berantakan dan ga

ria itu tahu bahwa itu adalah suara dari

menuju kearah lantai selain yang mereka naiki saat ini. Ruangan itu sendiri terlihat agak primitif dan berbau, yang pasti, itu bukanlah sebuah ruangan yang seperti pada umumnya di jaman sekarang ini. Orang yang memb

g di pinggang orang itu bukanlah tongkat. Mungkinkah itu sebuah pedang? Armor, helm, dan pedang. Jaman apakah

i bergetar sedikit, dan suara berat bergema di seluruh ruangan. Beberapa bagian dari dinding bergerak, da

u sekali lagi, sembari mengarahk

mereka benar-benar berada diluar. Apakah waktunya adalah senja atau fajar? Tak seorang pun yang mengetahui nya. Langit yang terlihat remang-remang membentang tanpa henti ke segala arah. Mereka saat ini tengah berdiri di a

a empat orang gadis termasuk gadis berpenampilan mencolok, sehingga jumlah total mereka adalah 12 orang. Suasana nya masih cukup gelap sehingga dia tidak bisa melihat

memiliki rambut yang halus dan fisiknya ramping sambil m

sungguh terlihat seperti sebuah kota. Itu pasti kota. Disekitarnya terdapat pagar yang menjulang tingg

ta," Pria kurus yang mengenakan kacamata berbingkai

ada dirinya sendiri. Mengapa suaranya

yang terlihat pemalu dan gugup tersebut bert

daku, karena aku pun tak tahu dim

ada yang tahu? Dim

yang sengaja memberikan masalah pada gadis mungil nan pemalu itu, atau jika ada orang

ut berantakan sembari menyir

ris, sembari ia menepuk tangannya. Dia memiliki

padanya, yaitu pria ber-arm

adari sesuatu. Pintu itu perlahan berubah menjadi sempit. Batu itu naik

panik, tapi dia tidak berhasil tepat waktu. Celah itu menghilang,

entikan semuanyaa..." Katanya, sembari menyeka tangannya di atas permukaan tembok. Dia melakukan pek

menyerah dan merosotk

an rambut panjang yang dikepang berk

dari seorang pria yang m

si gadis berambut kepang, si gadis pemalu, dan akhirnya seorang yang tampak se

t datang kepada kalian semua. Kalian bertanya-

rnah-susah berteriak, semb

-teriak seperti itu." Sahut pr

di Midgar. Namaku Hyou, izinkan a

l," Pria berambut cepak berkata seperti itu. Rahangnya digertakan d

adalah pecinta kedamaian dan me

but cepak hanya mendecakkan lidah kepada

perkenalkan dirinya dengan etika."Hyou akan bertingkah sopan mulai dari se

n itu dengan

gi tidak ada kekerasan karena aku menyukai kedam

suara rendah. Tidak seperti pria berambut cepak, dia tidak

rsenyum lebar. "Aku akan me

lalu, dan berangsur-angsur menjadi semakin cerah. Waktunya bukanlah senj

denganku. Atau, aku aka

it. Pada kedua sisi jalan terbuat dari tanah hitam hamparan rumput, dan pada padang rumput disekitar bukit, sejumlah besar batu putih bertebaran. Jumlah b

t berantakan menunjuk kearah b

tulisan yang terpahat pada permukaan batu. Beberapa batu bahkan memiliki bunga yang dite

enghiraukan pandangan pemakaman tersebut. Dia hanya

khawatir, dan tidak usah dipikirkan. Kar

lihat marah karena mendengarkan perkataan Hyou, tapi, tampaknya dia bersedia mengikuti Hyou kemanapun ia pergi. Pria ber

juga ikut, aku juga ikut!" Dan dia pun mulai meng

n mereka semua? Dimanakah ini? Pria itu mendesah dan mengal

itu

k menjadi sebuah bintang, lagipula wujud benda itu semakin menyusut. Bentuknya mirip seperti setengah bulan ata

berwarn

inya melihat, warnanya jelas-jelas merah bagaikan batu Ruby. Di belakangnya, si gadis mungil-pemalu juga m

kedip beberapa kali lalu terkekeh-kekeh dengan pelan. "Oh wahai bulan y

erah yang tergantung di langit faja

but berantakan dengan t

i manakah dirinya berasal, atau bagaimana bisa dia sampai disini. Dia tidak bisa mengingat apapun yang berhubungan dengan hal-hal tersebut. Tapi, ada sat

h itu sungguh..

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ashes of Midgard
Ashes of Midgard
“Sebelum dirinya menyadari apa yang telah terjadi, dia dipanggil oleh kegelapan. Kenapa dia berada di sini? Tempat apa ini? Bahkan sampai sekarang, dia masih tidak mengetahui jawabannya. Beberapa rekan di sekitarnya bernasib sama dengannya, tak seorang pun ingat apa-apa kecuali nama mereka sendiri. Dan ketika mereka muncul dari kegelapan, dunia yang menanti mereka terasa bagaikan dunia fantasy abad pertengahan. Untuk bertahan hidup, Rio membentuk party bersama yang lainnya, belajar keterampilan bertarung, dan mereka bekerja sebagai pasukan bayaran. Dan mereka pun memijakkan kaki mereka pertama kali di dunia Midgard. Apa yang akan menunggunya nanti.... Bahkan dia sendiri tak tahu... Ini adalah kisah suatu petualangan yang lahir dari abu.”
1 Bab 1 Prologue2 Bab 2 Tanpa Arah Tanpa Tujuan3 Bab 3 Sebuah Permulaan Yang Baru4 Bab 4 Langkah Awal5 Bab 5 Tanpa Suatu Kejelasan6 Bab 6 Menara Ryusei7 Bab 7 Renri8 Bab 8 Tak Tahu Arah9 Bab 9 Scout Guild10 Bab 10 Awal11 Bab 11 Dewa Kegelapan Loki12 Bab 12 Warrior13 Bab 13 Ujung Perbatasan Yang Disebut Edirne14 Bab 14 Hal Yang Sia-Sia15 Bab 15 Goblin16 Bab 16 Pencapaian17 Bab 17 Runoa18 Bab 18 Sebuah Keberuntungan atau Kesialan19 Bab 19 Farvault20 Bab 20 Kota Para Goblin21 Bab 21 Permulaan yang Mulai Membaik22 Bab 22 Jangan Pergi23 Bab 23 Apa Selanjutnya 24 Bab 24 Apa Ini Akan Baik-Baik Saja 25 Bab 25 Koin Perak Adalah Emas26 Bab 26 Maaf27 Bab 27 Putri Es Atau Bukan 28 Bab 28 Rio Seorang Pemimpin 29 Bab 29 Alasan Gadis Itu30 Bab 30 Untuk Saat Ini Dan Esok31 Bab 31 Bukan Julukan Yang Bisa Dibanggakan32 Bab 32 Sekarang Atau Tidak Sama Sekali33 Bab 33 Sebuah Awal Sebuah Akhir34 Bab 34 Sebuah Hadiah Dari Kami Untuk Mu35 Bab 35 DawnBreakers36 Bab 36 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian I37 Bab 37 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian II38 Bab 38 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian III39 Bab 39 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian IV40 Bab 40 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian V41 Bab 41 Mimpi Di Siang Hari (Rio) Bagian Akhir