icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Iceberg

Bab 5 Rapat

Jumlah Kata:1504    |    Dirilis Pada: 21/04/2022

us bisa menegakkan badannya untuk menghadapi Prana. Jangan terlihat lemah, seperti Ganis yang dike

anis sudah tampak segar lagi. Meski kesembaba

iba Felix mengamit tangan Ganis, begitu melihat

i, tapi tidak apa-apa. Aku sudah minum oba

Wajahnya memang sudah tidak l

k perlu ikut rapat hari ini. Aku bisa memberi menj

ada Direktur Utama kita? Aku baru bekerja di sini, tid

Prana masuk dan melihat mereka. Matanya melirik sekilas, pada tangan yang s

pi aku harap jangan terlalu memaksakan diri." pesannya, sebelum ia duduk. Sementa

atiannya segera teralihkan, ketika mendengar suara ba

ubuh itu berdiri, layaknya gunung es yang ti

nnya kepada Ganis. Seolah menganggapnya tidak ada. Beda denga

rja dari beberapa rekannya, secara t

ran dari hasil kerja desai

e

saja meras

mempresentasikan hasil kerja, di rapat ini. Desain gam

gup. Ia harus melakukannya, terutama yang dihadapinya ini a

enyemangati di

a termasuk Prana. Ia menatap Prana sekilas, kemudian

jelaskan hasil kerjanya sampai ke budget yang sudah ia perhitungkan." Beruntung, ia punya pengalaman

is yang telah begitu lancar menunjukan k

engacungkan jempolnya saat Ganis

ob, Nis!" Ganis meliri

a-apa, dibanding ke depannya yang harus

ah!" Ganis tidak berkata lagi, ia sibuk memb

ruangan, saat rapat d

maksud menghampiri Ganis. Namun, suara Prana men

dy dan Bram." ucap Prana, serius. "Gue harap

bali. Sementara Ganis dan Mila keluar ruangan rapat, pungg

ama beberapa hari ini di sana, tapi belum secara pasti dapat tahu apa penyebabnya. Lo

us gue hadiri." sambungnya lagi. Memberi alasan, ke

akan mengajak serta desain interior kita yang baru. Untuk sekalian

h sangat sibuk dengan pekerjaannya, jadi jangan menggan

kemana-mana, tapi gue inginlah sekali-kali d

dikit mencari kesempatan itu. "Lo, tidak takut diamuk Mila? Jadi,

Aldy. Menghentikan pembicaraann

p tender ini bisa kita dapatkan." tegasnya dengan penuh semangat, "kerjaan Lo lanc

an secara detail di rapat tadi, tapi kenapa Prana

untuk memenangkannya." kekehnya. "Kalau soal proyek yang sedang gue kerjakan, udah gue bah

aham." jawa

yum. "Gue liat, lo agak gak fokus dirapat tadi, seb

it lelah saja." k

lah ... Jangan melulu yang lo pikirkan itu ha

ita cantik, yang manja, selalu membuatnya tersenyum dan tertawa lepas akibat ulah ja

rnya lagi. Wanita itu sudah jadi sosok

pada tugas kita masing-masing." Aldy berusaha meyakinkan. Kembali terkekeh, sesuai dengan karakternya yan

royek kecil maupun besar. Sepertinya belum ada waktu untuk kita beristirahat, karena muncul lagi b

ihkan kepada sahabatnya

n ini sudah mulai rampung. Bukan proyek besar juga, jadi tidak begitu banyak

yang kita harapkan. Gue harap juga, kalau ada masalah

sana." perintah Prana, sambil bersiap-siap untuk meninggalkan ruangan rapat.

n, tadi di rapat?" ucap Felix, setelah punggung Prana tidak terlihat. Aga

Sepertinya agak kurang sehat liatnya." seloroh Aldy. Mengangkat b

uk di sebelahnya. "Nis, sepertinya kamu kurang sehat deh. Aku antar

tu ah. Apa kata dunia, kalau karyawan baru sud

akit, ya diobatin. Perusahaan ini sudah menyediakan tempat le

ingin menyimpan kepalanya ini, di atas bantal yang empuk, lalu memejamk

ceritakan semua masalahnya ini. Namun, tentu saja hal

il. Jadi tenang saja, kepalaku sudah agak

ingnya ini, sudah dua k

. Kalau sekedar hanya untuk beristirahat. Namanya juga, ruang Bos." ujar Mi

entu laki-laki itu, tidak akan membiarkan dirinya semend

tidak bisa diekspresikan ke orangnya secara lan

dengan begitu saja. Belum tentu Prana masih menginginkannya. Dari sikapnya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Iceberg
My Iceberg
“Pribadinya yang sangat kuat; tampan, kaku, tegas, dan tidak ada kompromi. Itulah suaminya, Prana Guntara. Tidak ada kesalahan, tetapi saat dia menyatakan itu salah, siapapun tidak bisa mengelak akan kena hukuman. Sekali pun itu istrinya sendiri. Ganistra Yunata terusir, tanpa diberi kesempatan untuk membela diri. Sementara di perutnya sudah terbentuk janin yang belum sempat diberitahukannya. Ditakdirkan empat tahun kemudian, ia harus berhadapan kembali dengan laki-laki gunung es itu. Namun, kali ini laki-laki itu tampaknya berbeda ... "Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku untuk kedua kalinya." "You are mine."”
1 Bab 1 Bola Plastik dan Ice Cream2 Bab 2 Hari Pertama Bekerja3 Bab 3 Direktur Utama Itu ....4 Bab 4 Lepaskan ...!5 Bab 5 Rapat6 Bab 6 Meletakkan Bara di Atas Kepalanya.7 Bab 7 Masih Disembunyikan8 Bab 8 Wanita Penggoda9 Bab 9 Perut Kotak-kotaknya10 Bab 10 Ke Puncak11 Bab 11 Lebih Kejam12 Bab 12 Kekesalan Felix13 Bab 13 Makan 14 Bab 14 Di Kafe15 Bab 15 Flashback Gunung Es16 Bab 16 Flashback Bingung17 Bab 17 Flashback Lamaran18 Bab 18 Flashback Menikah19 Bab 19 Flashback Malam Pertama20 Bab 20 Flashback Off21 Bab 21 Tertidur di Pangkuannya22 Bab 22 Bertemu Sahabat Lama23 Bab 23 Mila Tahu Gagah24 Bab 24 Di kantor Prana25 Bab 25 Ganis Wanita Tangguh26 Bab 26 Perjalanan27 Bab 27 Di Timika28 Bab 28 Candaan yang Jadi Serius29 Bab 29 Sungai Mayon30 Bab 30 Kembalilah Padaku31 Bab 31 Mutiara South Sea Pearl32 Bab 32 Obrolan di Warung Nasi33 Bab 33 Aku Istrinya34 Bab 34 Bogem Mentah35 Bab 35 Gagah Sakit36 Bab 36 Mami, Ciapa Papi 37 Bab 37 Ada Apa, Ini 38 Bab 38 Lelaki Bodoh Sejagat Raya39 Bab 39 Aku sangat Merindukanmu40 Bab 40 Di Apartemen Prana41 Bab 41 Serasa Pengantin Baru42 Bab 42 Aku Cinta Pertamanya43 Bab 43 Susah Makan44 Bab 44 I love You45 Bab 45 Foto Syur46 Bab 46 Kepedulian Prana47 Bab 47 Uji Kesetiaan48 Bab 48 Kebersamaan49 Bab 49 Uji Kesabaran50 Bab 50 Kepedulian Ganis51 Bab 51 Melahirkan52 Bab 52 Adik Gagah53 Bab 53 Dua Tubuh Satu Hati