icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Iceberg

Bab 2 Hari Pertama Bekerja

Jumlah Kata:1741    |    Dirilis Pada: 20/04/2022

kerja di perusahaan kontraktor PT Multi Karya tbk. Sebuah perusahaan yang sedang

i perusahaan di mana ia bekerja. Mereka sangat membutuhkan seorang desain interior

sebuah EO. Selain gajinya yang tidak begitu besar, me

muda, tampan dan punya kharisma. Ia disambut dengan senyum ramahnya, sama sekali tidak ad

emiliki meja kerjanya masing-masing. Di tengah-tengahnya ada meja p

a mereka. Tak ada yang ia kenal,

g dengan kita, Nis." ucapnya dengan senyuma

at kamu, aku diterima be

n tugas proyek yang seabrek, jadi aku merayu Felix untuk segera m

. "Kamu terlihat semakin cantik, Nis." sorot matanya menilai-nilai, karena sudah dua tahun

cantik Ganis, menunjukan rasa terima kasih yan

Aku akan memperkenalkan kamu pada para ahli di sini." Mila membawanya berkeliling untu

h-wajah yang sangat ramah, mungkin sek

sitektur lanskap, surveyor dan arsitektur interior yang tiada lain adalah temenmu, Mila." tunjuknya kepada orang-orang yang disebutkan profesinya. "J

idak aneh dengan o

gat aja sama bini lo yang di rumah." seloroh Felix

lagi. Lo, gak perlu ribut-ribut git

selesainya." Mila mengingatkan mereka. "Ayo, Nis. Ini mejamu

a kasih atas penerimaan yang baik kepada saya, semoga saya tidak mengecewakan. Mohon kerjasama

u. Bukan karena kecantikannya saja, tetapi dia menangkap se

betah bekerjanya di sini, dan kalau butuh bantuan pasti kita pun akan siap membantu

sedang menjelaskan kepada

ghampiri Ganis, sambil mengulurkan tangan. Lumayan ganteng, berkulit agak gelap dengan

"Iya, Bram. Perkenalkan temanku Ganistra Yuna

an senyuman di bibir. "Bram" terdenga

Terima kasih. Saya akan berusah

anya yang berada di samping Ald

ng ini. Namun, proyek yang kita pegang sudah lumayan banyak, jadi siap-siap saja ke depannya kita akan sibuk. Semoga kit

bisa langsung di beri kepercayaan oleh Mila. M

rpengalaman, Mil. To

u, aku tidak merasa khawa

au kamu lulus dengan nilai

am. Kemakan iklan Mila, jadiny

haan." jawab Mila, sambil memberikan sebundel dokumen kepadanya. "Kamu bisa mempelaj

baru saja masuk sudah diberi sebunde

ign, aku bekerja sendirian. Wajar saja bila pekerjaanku jadi menumpuk. B

ekeh, senang me

ah lama, tidak tahu lagi khabarnya bagaimana. Mila tidak pernah menyinggung-nyinggung lagi soal pacarnya itu. Dan mengenai pernikahan Ganis sendiri

hi dengan pekerjaan yang cukup penyita perhatiannya. Tidak menjadikannya patah

nya. Seperti Aldy yang tukang bercanda, tapi sangat serius bila sedang bekerja. Bram yang agak pendiam, tapi sa

bergabung dalam rapat-rapat kecil

t serangkai dalam persahabatan, sejak sama-sama menimba ilmu di bangku kuliah. Felix, Aldy, Bram dan satu lagi, yaitu Dir

oh sama kamu." bisik Mila setelah rapat. Disaat ruang

h laki-laki selalu tertarik padaku, ken

penasaran. Namun, tak seorangpun yang dapat perhatian lebih darimu. Kenapa sih, Nis? Emang kamu

u kuliah, aku terlalu fokus sama kuliah, hingga tak

aku ingin tanya dari dulu, kenapa kamu ambil cuti waktu itu? Tapi aku merasa be

bersiap-siap pergi. Sud

il. Namun, aku belum bisa mencerita

untuk mau mencampuri urusan pribadimu, hanya aku a

u bilang?" Gani

di dekatmu menganggapnya begitu. Kamu p

ja, Mil." Ganis keluar dari ruanga

anya tak ada yang bisa mende

engan cowok yang waktu itu jadi pacarmu? Aku tidak den

masih memberi kabar, tapi kemudian semakin jarang. Hubungan pun jadi semakin dingin dan akhirnya, aku mem

sekarang?" tanya Ganis mulai ber

ta ini memang cukup aneh, bersahabat tapi tidak pernah mengungkapkan tentang masalah p

perasaan kita masing-masing, Mil. Ya

idak harus sungkan lagi, karena ki

sahabatan kita ini." Mereka saling menatap sesaat, kemudian sa

ong kita." tawa Mila. Menggandeng tangan Ganis, menuju warung nasi yang tidak begitu jauh

a. Jadi, kamu belum bertemu dengannya. Pasti kamu akan melihatnya nanti. Aku

orangnya?" Ganis ma

rlu kujelaskan juga, kalau perusahaan ini terbentuk dari persahabatan antara Derektur U

anis ba

erkembangannya cukup pesat, sudah menangani beberapa proyek b

hampir jadi. Aku siap mempresentasikannya n

Nis. Semoga Dirut kita nanti bi

ya? penilaian

aja, sangat tidak mud

ulit itukah?' tanyanya, dal

ng terjadi di kemudian hari. Mungkin ia

rektur U

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Iceberg
My Iceberg
“Pribadinya yang sangat kuat; tampan, kaku, tegas, dan tidak ada kompromi. Itulah suaminya, Prana Guntara. Tidak ada kesalahan, tetapi saat dia menyatakan itu salah, siapapun tidak bisa mengelak akan kena hukuman. Sekali pun itu istrinya sendiri. Ganistra Yunata terusir, tanpa diberi kesempatan untuk membela diri. Sementara di perutnya sudah terbentuk janin yang belum sempat diberitahukannya. Ditakdirkan empat tahun kemudian, ia harus berhadapan kembali dengan laki-laki gunung es itu. Namun, kali ini laki-laki itu tampaknya berbeda ... "Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku untuk kedua kalinya." "You are mine."”
1 Bab 1 Bola Plastik dan Ice Cream2 Bab 2 Hari Pertama Bekerja3 Bab 3 Direktur Utama Itu ....4 Bab 4 Lepaskan ...!5 Bab 5 Rapat6 Bab 6 Meletakkan Bara di Atas Kepalanya.7 Bab 7 Masih Disembunyikan8 Bab 8 Wanita Penggoda9 Bab 9 Perut Kotak-kotaknya10 Bab 10 Ke Puncak11 Bab 11 Lebih Kejam12 Bab 12 Kekesalan Felix13 Bab 13 Makan 14 Bab 14 Di Kafe15 Bab 15 Flashback Gunung Es16 Bab 16 Flashback Bingung17 Bab 17 Flashback Lamaran18 Bab 18 Flashback Menikah19 Bab 19 Flashback Malam Pertama20 Bab 20 Flashback Off21 Bab 21 Tertidur di Pangkuannya22 Bab 22 Bertemu Sahabat Lama23 Bab 23 Mila Tahu Gagah24 Bab 24 Di kantor Prana25 Bab 25 Ganis Wanita Tangguh26 Bab 26 Perjalanan27 Bab 27 Di Timika28 Bab 28 Candaan yang Jadi Serius29 Bab 29 Sungai Mayon30 Bab 30 Kembalilah Padaku31 Bab 31 Mutiara South Sea Pearl32 Bab 32 Obrolan di Warung Nasi33 Bab 33 Aku Istrinya34 Bab 34 Bogem Mentah35 Bab 35 Gagah Sakit36 Bab 36 Mami, Ciapa Papi 37 Bab 37 Ada Apa, Ini 38 Bab 38 Lelaki Bodoh Sejagat Raya39 Bab 39 Aku sangat Merindukanmu40 Bab 40 Di Apartemen Prana41 Bab 41 Serasa Pengantin Baru42 Bab 42 Aku Cinta Pertamanya43 Bab 43 Susah Makan44 Bab 44 I love You45 Bab 45 Foto Syur46 Bab 46 Kepedulian Prana47 Bab 47 Uji Kesetiaan48 Bab 48 Kebersamaan49 Bab 49 Uji Kesabaran50 Bab 50 Kepedulian Ganis51 Bab 51 Melahirkan52 Bab 52 Adik Gagah53 Bab 53 Dua Tubuh Satu Hati