icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Iceberg

Bab 6 Meletakkan Bara di Atas Kepalanya.

Jumlah Kata:1406    |    Dirilis Pada: 22/04/2022

sendiri, dinginnya seperti apa. Entahlah, sejak aku mengenalnya, sikapnya selalu begitu." ungkap M

ernah menerima kesala

. Awal-awal mengenalnya pun, aku beranggapan kalau dia laki-laki yang tak mengenal kompromi. Namun,

n akan pendapat Mila. Bagaimana juga, i

dia tidak setuju, akan mengatakannya secara langsung kok." sebelum balik ke m

ni, melebarkan senyumnya. "Terima kasih, Mil

mbali sibuk dengan pek

x masuk ke ruangan, m

k?" tanyanya, memperhatikan Ganis

tiang listrik, saking tingginya juga tubuh kurusnya. "Ada, Pak. Saya biasanya sepulang kerja sela

, tetapi untuk menolaknya pun m

ehan dari mej

dak punya peluang, kasi

ang. "Jangan menyerah, Fe. Siapa tahu, besok-besok Ganis ma

u. "Diam lo, Al! Urus aja istri ma anak lo. Jangan

dat, lo." seloroh

nya pada Mila. "ikut bujukin Ga

e ... siapa juga yang punya u

s. Wanita itu sudah berdiri, me

Nis?" tanyanya belum menye

pulang." kata Mila, sambil menggand

gue gak lihat lo pepet cewek, sampa

"Diem aja, lo!" Lalu mengejar langkah kedua wa

tangannya. "Ikut denganku, Nis. Tidak ad

ahinya, heran. Melihat t

ada seorang perempuan. Biasanya sikapnya tenang dan penuh wibawa. Bisa dibilang, soal pasanga

nemui Ganis dengan berba

alam genggaman Felix. Secara refleks Ganis melepaskan tangannya, tetapi terlambat karena bibir Prana sudah

campur urusan orang lain. Akan tetapi kali ini, ia melihat kesinisan di sudut bibirnya, saat melihat ke

ya yang seperti itu, Nis. Prana memang dari lahirnya sudah begitu." candanya

r-mampir dulu, ya?" Ganis b

il namaku saja. Kamu tahu, di kantor gak a

ng, ya?" Felix tersenyum sambil menga

am. Sementara Felix, dengan sabar

gapannya selama ini. Kalau dirinya tukang selingkuh. Sudah tanggung dianggapnya begitu.

n tuduhannya dan sekaran

untuk melawan Prana,

saat Felix bertanya alam

, saat harus berhenti. T

seru Felix

k karena persahabatan, ya?" tanya Ganis,

ua masa kuliahnya, untuk masuk militer. Jadinya kita hanya betiga yang terus lanjut." Mendenga

rnah bisa mengorek penjelasan dari mulutnya. Kemudian aku menceritakan, maksudku untuk mendirikan perusahaan kontraktor. Akan tetapi modal yang kupunya, tidak cukup kuat. Sementara aku lihat, Prana secara f

giannya. Seharusnya Prana merasa puas dan senang karena telah dengan mudah me

t, saat kuceritakan kalau Prana pernah

s bukan masalah Prana jadi TNI-nya, tetapi bagaimana sampai Prana bisa melepaskan jabatannya itu? Karena tidak m

enampilannya, memang mirip TNI tak berseragam, ya?" Ganis sengaja

n tidak tahu, bagaimana dia bisa melepaskan diri dari angg

kalau keterangan itu tidak didengar

ngingat ada Felix di dekatnya, mungkin air ma

ulah yang dipercayainya. Terbukti, dengan asal telah menuduhnya selingkuh dan tanpa

Prana. Percuma! tidak akan mempan, akan sia-sia belaka. Ngomong sampai berbusa pun, tak akan digubrisnya. Baginya, yang di

Nis?" suara Felix me

h kebangetan. Dari tadi belum nyampai

endaraannya, Nis. Aku sudah biasa, jadi tidak terl

Felix menatapnya, saat kendaraan tidak bisa laju

ngenalku. Jadi kamu, be

an laki-laki yang mudah jatuh cinta. Kamu boleh tanya ke rekan-rekanku

ngung, harus menj

Prana adalah suaminya, apakah

dirinya sudah mempunyai anak beru

anku dulu, F

. Namun, rupanya Ganis tidak begitu menyimak

depan kios itu." tunjuknya, pada se

celingak-celinguk. Berusaha menge

lagi, jadi aku susah menje

tas tumpangannya." ucap Ganis, lalu turun dari mobilnya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Iceberg
My Iceberg
“Pribadinya yang sangat kuat; tampan, kaku, tegas, dan tidak ada kompromi. Itulah suaminya, Prana Guntara. Tidak ada kesalahan, tetapi saat dia menyatakan itu salah, siapapun tidak bisa mengelak akan kena hukuman. Sekali pun itu istrinya sendiri. Ganistra Yunata terusir, tanpa diberi kesempatan untuk membela diri. Sementara di perutnya sudah terbentuk janin yang belum sempat diberitahukannya. Ditakdirkan empat tahun kemudian, ia harus berhadapan kembali dengan laki-laki gunung es itu. Namun, kali ini laki-laki itu tampaknya berbeda ... "Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku untuk kedua kalinya." "You are mine."”
1 Bab 1 Bola Plastik dan Ice Cream2 Bab 2 Hari Pertama Bekerja3 Bab 3 Direktur Utama Itu ....4 Bab 4 Lepaskan ...!5 Bab 5 Rapat6 Bab 6 Meletakkan Bara di Atas Kepalanya.7 Bab 7 Masih Disembunyikan8 Bab 8 Wanita Penggoda9 Bab 9 Perut Kotak-kotaknya10 Bab 10 Ke Puncak11 Bab 11 Lebih Kejam12 Bab 12 Kekesalan Felix13 Bab 13 Makan 14 Bab 14 Di Kafe15 Bab 15 Flashback Gunung Es16 Bab 16 Flashback Bingung17 Bab 17 Flashback Lamaran18 Bab 18 Flashback Menikah19 Bab 19 Flashback Malam Pertama20 Bab 20 Flashback Off21 Bab 21 Tertidur di Pangkuannya22 Bab 22 Bertemu Sahabat Lama23 Bab 23 Mila Tahu Gagah24 Bab 24 Di kantor Prana25 Bab 25 Ganis Wanita Tangguh26 Bab 26 Perjalanan27 Bab 27 Di Timika28 Bab 28 Candaan yang Jadi Serius29 Bab 29 Sungai Mayon30 Bab 30 Kembalilah Padaku31 Bab 31 Mutiara South Sea Pearl32 Bab 32 Obrolan di Warung Nasi33 Bab 33 Aku Istrinya34 Bab 34 Bogem Mentah35 Bab 35 Gagah Sakit36 Bab 36 Mami, Ciapa Papi 37 Bab 37 Ada Apa, Ini 38 Bab 38 Lelaki Bodoh Sejagat Raya39 Bab 39 Aku sangat Merindukanmu40 Bab 40 Di Apartemen Prana41 Bab 41 Serasa Pengantin Baru42 Bab 42 Aku Cinta Pertamanya43 Bab 43 Susah Makan44 Bab 44 I love You45 Bab 45 Foto Syur46 Bab 46 Kepedulian Prana47 Bab 47 Uji Kesetiaan48 Bab 48 Kebersamaan49 Bab 49 Uji Kesabaran50 Bab 50 Kepedulian Ganis51 Bab 51 Melahirkan52 Bab 52 Adik Gagah53 Bab 53 Dua Tubuh Satu Hati